Featured post

Menikahi Janda Kaya Untuk Biaya Kuliah

BAB 1: Makan Malam Masakan Ibu Kost Ada orang ketuk pintu. Rian membuka kamar kostnya. Rupanya ibu kostnya, Bu Rahma. "Ibuk masak agak ...

BAB 3: Leni Menikah Lagi

BAB 1 dan 2

Sore-sore Leni ke rumah Wina. Wina sedang duduk sama Bu Dini di terasnya. “Kok di luar pengantin baru ni,” kata Leni. Lalu duduk di situ juga.

“Memangnya pengantin baru harus di kamar terus?” kata Bu Dini.

“Iya, puas-puasin, mumpung belum ada anak,” kata Leni sambil tertawa. “Eh, besok ke rumah ya, bantu aku,” kata Leni.

“Acara apa?”

“Aku mau kedatangan tamu.”

“Sih, mau nikah lagi kamu?” tebak Wina.

“Iya, biar ada teman tidur,” katanya.

Bu Dini tertawa.

“Nikah itu bukan cuma urusan ranjang,” kata Wina.

“Tapi kan kebutuhan. Udah lama tidak ngrasain aku.”

“Hahahahahaaa….” Bu Dini tidak kuat nahan tawa. “Udah gatel.”

“Orang mana?”

“Barat alun-alun.”

“Sih, orang kota.”

“Iya. Males kalau orang desa, ribet.”

“Mau ikut ke sana kamu? Jadi orang kota.”

“Aku tidak mau serumah, seperlunya aja.”

“Loh…!! Gimana sih…?!” Wina kaget. “Yaaa, kan yang penting kebutuhan terpenuhi. Sudah, itu aja. Hidup sendiri-sendiri aja. Aku mending bisnis.”

“Tidak niat kamu.”

“Cuma butuh teman tidur aku,” kata Wina. “Sudah. Datang ya besok.”

***

Pagi-pagi sekali Wina ke rumah Leni. Rupanya sudah banyak orang di sana. Sudah biasa kalau ada acara, saudara dan tetangga pada bantu masak dan bikin kue. Leni langsung menyambut Wina, “Pagi juga pengantin baru,” katanya. “Masih basah rambutnya.” Orang-orang tertawa mendengarnya. Wina senyum-senyum saja.

Wina langsung ambil bagian, mengaduk adonan. Wina juga duduk di situ. “Jangan lupa jamu kamu,” kata Wina.

Leni tertawa. “Aku sudah lebih pengalaman,” katanya. Dia kan janda, udah lebih tahu. “Udah siap tarung.”

“Hahahahahaaa...”

“Suaminya kasih jamu juga,” kata Bu Diah.

“Sudah, tak kasih tahu tadi,” kata Leni. “Biar tidak KO nanti malam.”

“Kenal dimana kamu?” tanya Wina.

“Kenal online.Tanya-tanya jamu ke aku.”

“Terus?”

“Dia malah curhat. Tak tanya, udah nikah belum, dia jawab belum.”

“Terus?”

“Tak tawarin kalau mau nyoba, eh, dia mau.”

“Tidak beres kamu ini,” kata Wina. “Nikah kok coba-coba.”

Leni memang sebatang kara hidupnya. Ayahnya menikah lagi saat dia masih kecil. Ibunya yang membesarkannya. Sekarang, ibunya sudah tidak sehat. Dia berjuang sendiri. Orangnya memang lucu, gampang kenal sama orang. Gampang dia cari relasi bisnis.

“Umur berapa, Len?” tanya Bu Fahma.

“Lebih muda setahun dari saya,” jawabnya sambil tertawa. “Merantau dia di sini. Aslinya orang Jawa Tengah.”

“Loh, kok ada orang jawa tengah merantau ke sini?” Aneh pikir Bu Diah. “Orang sini banyak yang ke Jawa Tengah.”

“Dikasih petunjuk malaikat paling, biar ketemu saya,” kata Leni.

BAB 4: Suka Berdandan Lagi

Mak Sari sudah berumur 58 tahun. Sudah cukup tua. Sudah lama juga dia menjanda. Dulu pernah menikah lagi, tapi tidak lama karena suaminya kasar sikapnya. Karena dia merasa bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri, dia memilih hidup sendiri saja, daripada tersiksa. Memang, walau sudah tua, kadang merasa kesepian juga. Apalagi melihat anak bermesraan dengan suaminya, dia jadi ingin.

***

Wina agak curiga. Ia melihat Maknya berdandan tidak seperti biasanya. Dia tampak cantik sekali. Padahal ini sudah malam. Biasanya orang yang sudah tua berdandan hanya saat mau bepergian saja. Dia khawatir tetangga juga menganggapnya aneh. Bikin malu aja. Mau tanya, tidak enak. Biar saja, dia memilih mendiamkan sambil diam-diam mencari tahu maksud di balik itu.

Salam sedikit tergoda melihat penampilan orang tuanya, tapi ia segera memalingkannya. Mertua statusnya sama dengan orang tua sendiri, wajib dihormat. Bahkan sudah tidak membatalkan wudhu. Dia sudah menjadi mahram abadi selamanya. Tetapi, ia kaget melihatnya. Hatinya benar-benar tergoda.

Wina khawatir maknya suka sama suami orang. Tetangga kanan kiri tidak ada duda yang seusianya, semuanya pada beristri. Jika sampai dia jadi selingkuhan suami orang, wah, bisa bikin malu. Padahal, mak Suri, sejak masih muda sudah terkenal cantik karena warna kulitnya putih cerah. Walau kerja di sawah, warnanya tak berubah, paling cuma sedikit kemerahan. Sebenarnya tak perlu ia berdandan mempercantik diri. 

bersambung

Belum ada Komentar untuk "BAB 3: Leni Menikah Lagi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel