Featured post

Menikahi Janda Kaya Untuk Biaya Kuliah

BAB 1: Makan Malam Masakan Ibu Kost Ada orang ketuk pintu. Rian membuka kamar kostnya. Rupanya ibu kostnya, Bu Rahma. "Ibuk masak agak ...

Trik Bisnis Dengan Isu Viral

 CERPEN

Trik Bisnis Dengan Isu Viral

"Kita bikin video aja, Bro." 

"Video apa? Mau jadi YouTuber?"

"Tidak perlu jadi terkenal, Bro. Kita butuh uang."

"Maksudmu?" Jumadin masih pelum paham maksud Sadin.

"Kita bikin video semacam film, numpang rekaman depan rumah orang kaya."

"Terus?"

"Kita tunjukkan kalau kita kaya karena ritual menggunakan mantra yang dibacakan pada Burung cabe."

Jumadin dan Sadin adalah pencari burung. Mereka menangkap burun dan dijual di pasar. Sekarang aktifitas pasar dibatasi, jadi sulit masarin burung hasil tangkapannya. Tak menyerah pada keadaan, Sadin mencoba mencari ide kreatif untuk bertahan hidup.

"Mantranya apa?"

"Gampang."

"Bukannya itu penipuan, Bro?"

"Waduh, masih punya iman kamu...!! Kita jualan burung asli, cuma kita angkat dulu derajat burungnya agar mahal harganya," jelasnya.

"Berarti tidak 100% bohong ya?"

"Nah, muali paham kan. OK, kita jalan."

***

Jumadin dan Sadin mencari rumah yang lumayan megah. Tak lama, mereka pun mendapatkannya, sebuah rumah, entah milik siapa. Halamannya luas, pagar besi. Sadin berperan sebagai pemilik rumah, Jumadin yang mewawancara. OK. Selesai. Mereka mencoba edit hasil videonya. "Sepertinya kurang meyakinkan, Bro," kata Jumadin.

"Tampang gue tidak meyakinkan ya?"

"Bagaimana kalau bikin video pamer uang aja?"

"Ah, ntar dikira uang palsu."

"Upload aja dah video ini, sambil cari ide lain." Jumadin upload di YouTube, di Tiktok, di Instagram, dia share juga di Facebook.

Rupanya ada yang komentar di Facebook menawarkan burung cabe.

***

"Gini aja," Jumadin dapat ide baru lagi. "Kamu berpakaian serba putih aja, biar tampak sakti. Aku pura-pura minta petunjuk."

"Terus aku kasih petunjuk agar melihara burung cabe begitu?"

"Tambahin cerita, sebutin nama-nama yang sudah sukses."

"Pak Haji Hamid? Pak Haji Hamdan?"

"Loh, jangan....!! NTar kita kena kasus. Nama palsu aja."

Tak terasa, banyak juga jadinya video yang mereka buat. Adegannya beda-beda, namun pemeran utamanya sama: burung cabe. Eh, ternyata banyak yang ikut-ikutan bikin video yang sama. Jadi banyaklah yang membicarakan mitos burung cabe di sosial media.

***

Jumadin melihat ada yang iklan burung cabe dengan harga Rp 5000.000,-. Ia segera memberi kabar Sadin. Sadin kaget, "Ada yang nawar, Bro?"

"Banyak yang bully."

"Ah, tidak usah dipikir, pasti ada yang percaya nanti."

"Tapi 5 juta kemahalan. Coba Rp 500.000 aja dulu."

"Ini sudah jadi barang antik, barang antik tidak laku kalau murah."

"Kata siapa?"

"Loh, benar. Bukan barang antik lagi kalau murah."

***

Hari ini banyak yang tanya burung cabe di grup-grup pecinta burung. Bahkan ada video orang kaya pamer barang-barang kekayaannya: emas, mobil mewah, dan semacamnya. Dia bilang berkat melihara burung cabe. "Wah, kalah kita," kata Jumadin.

"Kita ternak aja burung cabe kita, Bro."

"Memang bisa?"

"Coba aja, sambil nyari sebanyak-banyaknya."

"Berarti tidak usah jual dulu?"

"Iya, kecuali ada orang mau beli dengan harga mahal."

***

Ada orang posting mencari burung cabe sebanyak-banyaknya di group Facebook. Banyaklah yang berkomentar, "Inbox, harga cocok, lepas," begitu komentar salah seorang pebisnis burung. Bahkan ada yang komentar terang-terangan, "Berani ngasih harga mahal, tak lepas. Sulit sekarang nyari burung cabe," begitu komentarnya. Sebenarnya masih ada di alam liar.

Di grup lain ada yang posting deal jual borongan burung cabe pada orang kaya mengendarai mobil mewah. Fotonya disertai caption: Semoga bikin tambah kaya. Pikir Jumadin, jangan-jangan ini bohongan juga. Tapi, kalau beneran, mau dibuat apa orang kaya beli burung cabe banyak? Pikir Jumadin, paling mau nipu juga.

***

Ada yang inbox Jumadin, nawar burung cabe yang ia promosikan tanpa menyertakan harga, tapi ia sertakan foto Sadin memakai baju serba putih, ia bilang gurunya yang sudah membacakan doa burung komadenya. Tidak tanggung-tanggung, langsung ditawar 1 juta satu ekor, katanya mau beli banyak. Mungkin takut tidak dikasih kalau hanya beli satu ekor. Jumadin tertawa. Ada juga orang kaya yang masih percaya begituan, atau mungkin mau ia jual lagi. Ia punya sepuluh ekor, tapi yang dua ekor sudah mau jodoh, eman juga kalau mau dijual.

"Bilang aja, kalau beli 20 ekor, kasih 1 juta setengah per ekor," kata Sadin waktu Jumadin cerita pada dirinya.

"Tapi punyaku yang dua sudah mau jodoh, eman-eman."

"Ah, cari lagi aja. Tiga juga sepasang."

"Atau yang sepasang ini kasih harga 5 juta aja ya, bilang aja kasiatnya lebih mujarab kalau yang jodoh, bahkan bisa berkhasiat dapat jodoh."

"Boleh."

Jumadin pun segera membalas pesan sang calon pembeli tersebut. Rupanya langsung dibalas "Iya". Wah, Jumadin jadi menyesal, sepertinya harga yang ia tawarkan terlalu murah, makanya langsung mau. Tidak apa-apalah, yang penting dapat uang.

Belum ada Komentar untuk "Trik Bisnis Dengan Isu Viral"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel