Featured post

Menikahi Janda Kaya Untuk Biaya Kuliah

Ada orang ketuk pintu. Rian membuka kamar kostnya. Rupanya ibu kostnya, Bu Rahma. "Ibuk masak agak banyak, Nak Rian," katanya. &qu...

Nasehat Buya Yahya: Dagingnya Ulama itu Racun

Nasehat Buya Yahya: Dagingnya Ulama itu Racun


Tidak sengaja tadi nonton video Buya Yahya di YouTube, video lama, sudah diupload pada tahun 2017. Isi videonya sebenarnya tentang ormas islam di Indonesia, hususnya pimpinan ormas tersebut. Tetapi, yang saya suka dari Buya Yahya, beliau meluruskan dulu cara berpikir audien sebelum menjawab. Jadi, beliau memberi nasehat dulu bagaimana kita menyikapi suatu perkara. Termasuk perkara yang ditanyakan.

Sebab, sejak zaman penjajahan, perbedaan dalam agama itu menjadi senjata yang ampuh untuk memecah umat islam. Karena di negeri ini, muslim adalah mayoritas, maka untuk menghancurkan negeri yang kaya ini, ya dengan menghancurkan persatuan muslim. Nah, itu bisa dilakukan dengan perbedaan. Beliau memberi nasehat, agar kita memandang orang lain atau kelompok lain, melihat pada potensinya. Mereka sama-sama mempunyai misi baik. Namanya manusia, wajar akan ada kesalahan yang diperbuat.

Baca juga: Sambut Kehadiran Daftar 133 Dai Moderat

Beliau menekankan agar kita menjauhi kebiasaan burung saling caci. Ini yang menjadi racun persatuan, ramai di sosial media saling caci, bahkan mencaci sesama. Sekitas 5 tahun lalu, jika ajaran ilmu Aqidahnya sama, artinya ikut ulama yang sama, tidak saling caci, meskipun ormasnya berbeda. Tetapi hari ini, saya sudah banyak menemukan di sosial media, bahkan sesama pengikut satu ulama aqidah pun sudah saling caci hanya karena beda sikap terhadap pemerintah. Artinya, perpecahan sudah semakin melebar.

Satu hal yang membuat saya ingin membagikan hal ini adalah apa yang disampaikan Buya Yahya di akhir video. Beliau mengignatkan kita semuau tentang ulama. Sebab, caci maki di jaman ini bukan hanya pada sesama atau selevel, tapi sudah biasa mencaci ulama. Kata Buya Yahya, "Mencaci ulama sama dengan makan racun. Membicarakan (ghibah) ulama adalah malapetaka." Saya baru tahu keterangan ini. Saya pun mencoba browsing kata-kata ini. Berikut saya temukan di website Laduni.
Allah berfirman dalam hadits Qudsy, "Sesungguhnya Allah berfirman,'Siapa yang memusuhi wali-Ku, Aku nyatakan perang terhadapnya'" (HR. Bukhari).

“Dan janganlah kalian saling menggibah. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).

Al-Hafidz Ibnu Asakir dalam “Tabyin Kadzib Al-Muftari” hlm. 29 berkata:

” واعْلَمْ يَا أخِي، أَنَّ لُحُومَ العُلَماءِ مَسْمُومَةٌ، وَعَادةُ اللهِ في هَتْكِ أسْتَارِ مُنْتَقِصِيهِمْ مَعْلُومَةٌ، لأنَّ الوَقِيعَةَ فِيهِمْ بِمَا هُمْ مِنْهُ بَرَاءٌ أمْرُهُ عَظِيم ٌ، والتَّناوُلُ لأعْراضِهِم بالزُّورِ والافْتِراءِ مَرْتَعٌ وَخيمٌ ، والاختِلاقُ عَلَى من اخْتارهُ اللهُ مِنْهُم لِنَعْشِ العِلْمِ خُلُقٌ ذَمِيمٌ “.

“Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya daging para ulama itu beracun (menggunjingnya adalah dosa besar), dan kebiasaan Allah dalam menyingkap kedok para pencela mereka (ulama) telah diketahui bersama. Karena mencela mereka dengan sesuatu yang tidak ada pada mereka, merupakan petaka besar, dan melecehkan kehormatan mereka dengan cara dusta dan mengada-ada merupakan kebiasaan buruk, dan menentang mereka yang telah Allah pilih untuk menebarkan ilmu, merupakan perangai tercela”.

Itulah ilmu yang baru saja saya dapatkan tentang bahaya menggunjing atau ghibah seorang ulama. Semoga bermanfaat dan semoga kita semua mendapat hidayah Allah.

Belum ada Komentar untuk "Nasehat Buya Yahya: Dagingnya Ulama itu Racun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel