Featured post

Menikahi Janda Kaya Untuk Biaya Kuliah

Ada orang ketuk pintu. Rian membuka kamar kostnya. Rupanya ibu kostnya, Bu Rahma. "Ibuk masak agak banyak, Nak Rian," katanya. &qu...

Hikmah di Balik Pandemi Covid-19

Hikmah di Balik Pandemi Covid-19

Tidak senaja tadi pagi mendengar video ceramah yang sedang didengarkan oleh teman yang sedang duduk di samping saya. Mungkin ini cara Allah memberi ilmu pada hambaNya. Jadi, yang belajar di sekolah pun belum tentu dapat ilmua, tapi mesipun kita tidak di tempat belajar, di luar majelis ilmu, tapi kalau Allah hendak memberi kita ilmu/hidayah, ada saja jalannya.

Video tersebut, kalau boleh saya tebak, merupakan ceramah seorang ustadz kelompok Salafi. Meskipun saya bukan pengikut salafi, tapi jika itu kebaikan, tidak apa-apa diambil. Golongan apapun, saya hormat dan respek. Beliau menyampaikan hikmah di balik pandemi covid-19. Tepat sekali nasehatnya dengan keadaan yang saya alami. Ini bukan yang pertama kalinya sebenarnya. Dulu tahun 2017 waktu masih di Jember, tidak sengaja dapat nasehat dari ceramah yang sedang didengarkan santri, idul Adha lalu juga begitu, pernah juga dari ceramah di hp teman, dari Facebook, dll.

Baca juga: Berburu Doa Untuk Masa Depan

Kembali pada hikmah di balik pandemi covid-19, banyak orang yang di-PHK, ada juga yang usahanya bangkrut. Ini musibah. Tetapi, kata ustadz tersebut, ada hikmah. Bertepatan sekali waktunya saya sedang banyak banyak artikel personality development. Kita harus tetap positive thinking. Sebab, rizqi itu bukan pada tempat kerja, bukan pada bos, tapi Allah yang memberi rizqi.

Beberapa waktu lalu saya mendengar ceramah seorang ustadz juga (saya lupa ustadz siapa), beliau bercerita pengalamannya ketika di pesawat, ini tentang rizqi. Ini tentang orang yang gajinya besar, tapi rizkinya kecil. Jadi ceritanya, beliau yang duduk di samping ustadz adalah seorang manajet, tentu gajinya besar. Tetapi, ketika ditanya kenapa tidak makan hidangan di pesawat, beliau bilang, tidak boleh makan makanan yang ada rasanya. Nah, uang yang banyak bukan rizqinya beliau.

Kembali ke ustadz salafi di atas, kata beliau, kita harus tetap positive thinkin dan terus berdoa. Tetapi, kita harus ikhtiar, harus berusaha, Allah akan membantu kita nanti, tentu berdasarkan seberapa keras usaha kita. Inilah hidup, meskipun semuanya ada pada Allah, tapi kita harus tetap berusaha, kerja keras dengan sabar dan tekun.

Belum ada Komentar untuk "Hikmah di Balik Pandemi Covid-19"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel