Artikel Terbaru

Mencerna Nilai C oleh P2G Bagi Pak Nadiem Makarim

[caption id="attachment_1501" align="alignnone" width="225"]Ndiem Makarim nilai C P2G sumber gambar: Wikipedia[/caption]

Saya tertarik untuk membahas penilaian terhadap kinerja menteri pendidikan ini. Saya menemukan beritanya kemarin di salah satu website. To the point sekali ya, tidak ada diskusi atau kajiannya, hanya muncul nilai C untuk Mas menteri. Yang membuat saya penasaran adalah siapa yang memberi nilai? rupanya salah satu organisasi guru. Sebelum membuat kesimpulan, saya telusuri dulu komentarkomentar yang bertebaran di jagat maya. Saya kutip poin-poin penilaiannya dari situs Kompas.
Adapun 15 penilaian untuk kebijakan Mendikbud di tahun 2020, seperti di bawah ini:

  1. Kebijakan Merdeka Belajar dengan nilai 70 (D).

  2. Kebijakan Menghapus Ujian Nasional dengan nilai 100 (A).

  3. Relaksasi Dana BOS dengan nilai 80 (B).

  4. Kurikulum Darurat dengan nilai 92 (A).

  5. Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh dengan nilai 58 (D).

  6. Program Organisasi Penggerak dengan nilai 60 (D).

  7. Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak nilai 75 (C).

  8. Asesmen Nasional Maret 2021 dengan nilai 60 (D).

  9. Bantuan Kuota Internet dengan nilai 70 (D).

  10. Bantuan Subsidi Upah Guru dengan nilai 90 (A).

  11. Rekrutmen Satu Juta Guru Pada 2021 dengan nilai 95 (A).

  12. Pelajar Pancasila dengan nilai 70 (D).

  13. Penyederhanaan (Perubahan) Kurikulum 2021 dengan nilai 70 (D).

  14. Komunikasi Kemendikbud dengan Pemangku Kepentingan dengan nilai 70 (D).

  15. Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Januari 2021 dengan nilai 68 (D)


"Nilai C sama dengan pas-pasan atau dengan nilai rapor 75,2," ucap Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim dalam keterangan resminya, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Memahami Apa itu Asesmen Nasional (AN) Pengganti UN

Di Muslim News:
Direktur Vox Point Bidang Pendidikan sekaligus Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji bahkan menilai kinerja Mendikbud selama setahun belakangan adalah suatu kemunduran.

“Kebijakan Mendikbud ini banyak bertolak-belakang dengan rencana program Presiden untuk menyiapkan SDM unggul,” ungkap Indra, mengutip keterangan resmi P2G, Senin (28/12/2020). (berita selengkapnya)

Penilaian dari P2G dan Pak Indra ini semoga menjdikan mas menteri bekerja lebih baik lagi. Tetapi, saya kurang suka dengan pemberitaan penilaian tersebut. Menurut saya, jika penilaian seperti ini hendak dipublikasikan ke publik, semestinya dijelaskan lengkap oleh pihak P2G. Lebih baik lagi, menurut saya kalau P2G menggelar acara dialog di TV Nasional menghadirkan beberapa pihak, misalnya, pengamat pendidikan, ahli di bidang pendidikan, penulis, perwakilan orang tua siswa, atau mengundang mantan menteri pendidikan, dan lain-lain. Nah, dengan begitu, publik akan mendapatkan banyak wawasan.

Penilaian seperti ini kan terkesan sepihak tanpa menyajikan pengetahuan bagi publik. Saya cari di YouTube tentang penilaian ini belum ada, saya cari situs P2G di halaman depan Google tidak ada. Padahal penjabaran atau penjelasan rinci dari pimpinan organisasi yang sudah bisa menilai setingkat menteri itu cukup bermanfaat bagi mahasiswa FKIP atau sarjana pendidikan.

Saya ingin dipublikasikan juga:

  1. proses penilaiannya bagaimana?

  2. siapa saja yang terlibat dalam penilaian ini?

  3. Apa yang menyebabkan Pak menteri tidak bisa sempurna?

  4. Apa saja kekeliruan beliau?

  5. Bagaimana seharusnya Pak Nadiem bekerja?

  6. Apa yang seharusnya dilakukan Pak Nadiem ke depan?


Semoga 6 pertanyaan di atas bisa saya dapatkan dari pihak P2G.

0 Response to "Mencerna Nilai C oleh P2G Bagi Pak Nadiem Makarim"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel