Artikel Terbaru

Sosok Wanita yang Menentramkan itu Bersuami

Mencintai istri orang

Sejuk sekali memandangnya. Bukan kecantikan wajahnya. Waktu aku masuk ke ruang tamu itu, kupikir istri pria itu sudah tua. Waktu dia duduk di sampingnya turut menemaniku sebagai tamunya, aku kaget. Wajahnya tidak terlalu istimewa, tidak cantik seperti artis. Tapi, sejuk hati memandangnya. Dia sudah punya suami. Kupalingkan muka, kutundukkan hati. Ada hawa hangat di dada. Rasanya, sekujur tubuhku terbakar rasa cinta.

Pria itu bicara banyak hal padaku, tapi aku tidak fokus. Wanita di sampingya merenggut seluruh kesadaranku. Aku tidak berdaya. "Monggo diminum tehnya," katanya. Aduhai, aku tidak tahan. Rasanya aku menjadi raga tampa jiwa. Seluruh jiwaku seakan telah direnggutnya. Padahal aku punya banyak teman wanita, baru kali ini aku bertemu wanita sekuat ini auranya.

Salim segera pamit pulang usai keperluannya. Pikirannya kurang fokus. Ia tidak tahu apa yang dibicarakan Kyai Sahlan. Entah setan apa yang merasukinya hingga ia tergoda sama istri Kyai Sahlan. Istri beliau memang masih muda, mungkin lebih tua dua atau tiga tahun dari Salim. Sepanjang jalan Salim teringat sosok wanita istri Kyai Sahlan. Salim berhenti di area persawahan. Ia berteduh di bawah pohon kelapa di tepi jalan, mencoba menenangkan diri.

Rasanya aku ingin merebut dia, ingin kupisahkan dari suaminya. Lagian suaminya sudah tua. Rasanya tidak ada di dunia ini sosok wanita seanggun dia. Bukan karena cantik wajahnya, tapi begitu menawan hati. Aduhai, jiwaku kacau. Rasanya aku tak sanggup berjalan lagi. Belum pernah aku berada dalam satu rumah yang terasa begitu menentramkan, selain rumah tadi.

Baca juga: wanita cantik di warung bambu bagian 1

Sebulan lalu Salim ditawari calon istri, seorang guru SMP di daerahnya, tapi ia tidak mau. Ia kurang suka meskipun dia cantik. Ia ingin yang menentramkan, bukan yang tampak keren tapi bikin hati tak tentram. Dulu ia ingin sekali punya pasangan yang gaul dan keren kaya artis di TV, tapi itu dulu. Perjalanan hidup telah mengajarinya betapa lelahnya kehidupan ini.

Sekarang ia mendambakan rumah yang bisa menjadi tempat istirahat jiwa dan raganya, tentu ditemani istri yang sifat, sikap, dan kepribadian yang menentramkan. Bukan wanita yang berlaga bak model di panggung. Ia tak butuh hiburan akting artis kelas dunia, yang dibutuhkan di rumah adalah ketentraman. Ia sangat yakin, istri Kyai Sahlan adalah wanita yang diimpikannya. Tetapi sayang, dia sudah bersuami.

***

"Aku dapat kenalan baru, Lim."

"Anak mana?"

"Perawat. Keren dia. Cantik. Mau tak ajak jalan-jalan besok."

Salim tak terlalu bersemangat, baginya tak menarik. Ia sudah bosan mencari kesenangan di luar. Sekarang ia mendambakan rumah yang bisa menjadi surga bagi dirinya, rumah yang menentramkan. Ia seperti sudah kelelahan hidup. Bertahun-tahun ia hidup dengan ambisi mengejar mimpi.

"Yang kapan hari kemana?"

"Udah putus. Tidak gaul dia, malu-maluin aja."

Salim masih terbayang-bayang istri Kyai Sahlan. Ia jalan-jalan ingin melupakannya, tapi kok sulit. Ia sudah bosan dengan suasana luar. Jiwanya sudah lelah dengan aktivitas liar di luar. Ia ingin di rumah bersama keluarga. Sayangnya, wanita yang mampu menentramkan jiwanya sudah bersuami. Sudah lama juga ia mendambakan pasangan hidup, tapi tidak ada yang bikin dia merasa sreg.

Ia pulang dan rebahan di ranjang. Bayangan istri Kyai Sahlan hadir, seakan tersenyum padanya dan menemaninya. Dilihatnya daftar panggilan terakhir di HP-nya. Waktu pertama kali menghubungi Kyai Sahlan, yang angkat jsutru istrinya. Salim ingin mencoba menelfonnya dengan nomor lain, sekedar ingin mendengar suaranya. Tetapi, itu tak guna. Jika memang berani, ia lebih memilih merebutnya saja.

>>> bersambung

0 Response to "Sosok Wanita yang Menentramkan itu Bersuami"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel