Featured post

Menikahi Janda Kaya Untuk Biaya Kuliah

Ada orang ketuk pintu. Rian membuka kamar kostnya. Rupanya ibu kostnya, Bu Rahma. "Ibuk masak agak banyak, Nak Rian," katanya. &qu...

Mencari Amalan Wirid Cepat Kaya

amalan cepat kaya, amalan kaya dalam 3 hari

Cerita ini tentang amalan cepat kaya. Kisah ini hanyalah cerita fiksi yang diangkat dari kisah nyata tentang seseorang yang rutin membaca wirid amalan cepat kaya dan berhasil menjadi kaya dengan izin Allah.

Setiap malam Wildan sholat istikhoroh. Bukan untuk menentukan pilihan jodoh, tapi mencari guru ilmu AL Hikmah terbaik. Hampir tiap hari ia browsing di internet: di Google dan di Facebook, mencari info tempat belajar ilmu al hikmah atau seorang guru untuk mendapatkan ijazah ilmu. Banyak yang promosi ilmu supranatural atau yang disebut ilmu al hikmah oleh sebagian orang. Tetapi, Wildan belum mantap untuk mengambilnya. Wildan butuh ilmu khusus kerizqian, seperti pelaris dagangan, naik pangkat, cepat kaya, pokoknya urusan harta.

Akhirnya, setelah beberapa hari, Wildan menemukan juga seorang guru yang menurutnya merupakan pilihan yang tepat untuk belajar ilmu al hikmah. Beliau seorang pengasuh pesantren. Biayanya memang lumayan mahal, tapi Wildan sudah paham adab menuntut ilmu: tak boleh menilai guru, tak boleh ada buruk sangka; lebih baik tidak usah jika masih ada buruk sangka sama guru. Wildan berusaha untuk terus fokus pada dirinya sebagai murid agar berhasil belajar ilmu yang diinginkannya.

Tiga hari kemudian buku yang Wildan pesan pun datang. Melalui buku tersebutlah ijazah ilmu tersebut ia dapatkan. Jadi, setiap yang memiliki buku tersebut sudah dapat izin mengamalkan semua ilmu/amalan dalam buku tersebut.

"Buku apa, Dan?" tanya Firman, teman kos Wildan.

"Buku wirid."

"Wirid? Wirid apaan?" Firman melihat buku tersebut dan membaca daftar isinya. "Wah, syirik ini. Rasulullah tidak mengajarkan ini," katanya.

Wildan tersenyum saja.

"Jaman sekarang, masih juga kamu percaya kayak gini. Taubat, kembalilah ke jalan yang lurus. Ikuti sunnah. Takutlah panasnya api neraka."

Wildan diam saja.

Tak sabar menunggu sepertiga malam, Wildan membaca beberapa petunjuk yang ada di halaman depan buku tersebut. Ada beberapa nasehat:
-seorang pengamal ilmu al hikmah harus ikhlas dan sabar,
-seorang pengamal ilmu al hikmah harus selalu berbaik sangka pada Allah,
-seorang pengamal ilmu al hikmah harus selalu bahagia, bagaimanapun keadaannya, semua adalah karunia Allah yang terbaik
-seorang pengamal ilmu al hikmah harus fokus pada Allah, jangan pada masalah,
-seorang pengamal ilmu al hikmah tidak boleh mengeluh,
-seorang pengamal ilmu al hikmah tidak boleh terlalu bernafsu untuk mendapatkan sesuatu.
-seorang pengamal ilmu al hikmah harus yakin jika kita dekat pada Allah, apapun yang kita butuhkan, akan diberi oleh Allah, dengan cara Allah,

Baca juga: Asal usul sholawat nariyah

Di halaman depan juga tertulis beberapa nama ulamak, posisi paling bawah nama guru yang mengijazahkan ilmu tersebut, paling atas Nabi Muhammad saw. Itulah sanad atau jalur keilmuan dalam buku tersebut. Wildan harus membaca surat Al Fatihah dan hadihakan pahalanya untuk mereka (tawassul) sebelum membaca wirid-wirid dalam buku tersebut. Ulamak-ulamak tersebut sudah mencapai derajat kedekatan yang sangat dengan Allah. Apapun yang diminta kekasihNya, Allah akan mengabulkannya. Tujuan tawasul adalah menyambungkan batin dengan para ulamak tersebut.

Wildan hanyalah manusia biasa, yang kalau berdoa tidak maqbul seperti para wali Allah. Agar doa maqbul, maka sambungkan batin dengan mereka lewat tawasul. Ada tuntunan dalam buku tersebut, usai membaca surat al fatihah, minta sama Allah, "Ya Allah, hamba mohon karuniakan kepada hamba segala nikmat yang telah engkau karuniakan kepada wali-waliMu ini (para ulamak yang tertulis dalam buku tersebut). Hamba hendak melakukan amalan ibadah yang biasa mereka lakukan dahulu dengan mengharap ridhoMu".

Wildan juga disarankan untuk terus mensucikan hati dari pikiran-pikiran negatif.

***

"Bagaimana, sudah kaya?" tanya Firman mengejek.

"Allah Maha Kaya," jawab Wildan.

"Kalau kau mau, ikutlah ngaji bersamaku agar kau paham tentang bahaya bid'ah dan syirik."

"In syaa Allah kalau ada waktu."

"Kau terlalu sibuk dengan amalan bid'ah dan syirik."

Wildan tersenyum saja. Baginya, tak penting menanggapi komentar orang. Ia paham, kaum tekstualis memang begitu, memahami agama tidak kontekstual. Sesuai anjuran guru, rutin saja ia membaca sholawat nariyah. Setiap hari sabar menjalaninya. Firman juga tak bosan-bosan berdakwah mengingatkan Wildan. Pikirnya, itu kewajiban yang harus ia lakukan. Katanya, mendiamkan kemungkaran itu dosa.

Suatu ketika ada sesorang mencari tempat kost. Ia lihat-lihat tempat kost di situ dan bertemu Wildan dan Firman. Rupanya dia mau tinggal di kamar samping kamar Wildan. sorenya dia datang lagi bersama keluarganya. Ada salah satu dari keluarganya yang sangat cantik, Wildan jatuh hati padanya. Ia lansung ingat ilmu pelet dan diam-diam ambil foto wanita tersebut dengan handfonnya. Ia menyimak perbincangan mereka, mencri tahu nama wanita tersebut, meskipun hanya panggilannya.

Ia lihat-lihat di buku ajaibnya barangkali ada amalan pemikat wanita yang ampuh. Rupanya ada di bab terakhir. Tetapi, Wildan tidak tahu apakah dia single atau bersuami. Jangankan wanita bersuami, wanita bertunangan saja dilarang dilamar dalam islam. Wildan pun tidak jadi melet dia. Kata kyai, barang siapa bersabar menjauhi yang haram, maka akan Allah ganti dengan yang halal. Habis maghrib temanteman kost Wildan pada keluar, Wildan lagi malas keluar. Ia bersantai saja di teras tempat kostnya.

Entah kenapa tiba-tiba anak perempuan ibu kostnya menghampirinya dan ngobrol bersama Wildan. Tak terasa obrolan mereka mengarah pada urusan jodoh. Dia sudah setahun menjanda. "Teman-teman Mas Wildan tidak ada yang lagi cari calon istri?" curhatnya.

"Wah, teman-teman saya tidak ada yang kaya, Mbak."

Dia seorang dosen, sudah PNS, dan punya beberapa usaha tempat kost. Sedangkan Wildan hanya kuli. Teman-temannya selevel dengannya.

"Tidak apa-apa sih, Mas. Yang penting rajin ibadah."

Wildan kaget. "Kalau... Hmm... Kalau Mbak mau... Sama saya saja..."

bersambung...



Belum ada Komentar untuk "Mencari Amalan Wirid Cepat Kaya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel