Featured post

Menikahi Janda Kaya Untuk Biaya Kuliah

Ada orang ketuk pintu. Rian membuka kamar kostnya. Rupanya ibu kostnya, Bu Rahma. "Ibuk masak agak banyak, Nak Rian," katanya. &qu...

Kumpulan 6 Kisah Teladan

Kisah Teladan Orang Tua, zakat hewan ternak, golongan yang berhak menerima zakat, Kisah Teladan Ikhlas Seorang Dokter, Kisah Teladan Menuntut Ilmu, Kisah Teladan Pengorbanan Seorang Ayah

Kali ini Ladang Cerita menyajikan beberapa kisah teladan yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, ada kisah teladan sahabat nabi, kisah teladan orang tua, dan semacamnya. Membaca kisah teladan itu penting dan bermanfaat. Dengan membaca kisah teladan, bisa memotivasi kita untuk melakukan kebaikan seperti yang dicontohkan dalam kisah teladan tersebut. Ada beberapa kisah teladan yang penulis dapatkan dari orang-orang yang penulis pernah temui. Berikut bebrapa kisah teladan tersebut.

Zakat Hewan Ternak Sahabat Nabi

Rasulullah mengutus Ubay bin Ka'ab ke kediaman salah seorang sahabat yang hewan ternaknya sudah mencapai nisab untuk dizakati, untuk diberikan kepada 8 golongan yang berhak menerima zakat. Ubay datang untuk menyampaikan bahwa ia wajib membayar zakat, Ubay hendak memungut zakat. Ia menyampaikan pada sahabat tersebut bahwa ia wajib berzakat anak unta berusia setahun.

Sebagai oran yang wajib meneluarkan zakat, sahabat tersebut gembira dan menawarkan unta betina dewasa untuk zakat hewan ternaknya, menurutnya anak umur setahun belum bisa memberi manfaat. Ubay menolak takut menyalahi perintah Rasulullah. Ia takut untuk menerima lebih. Tetapi sahabat tersebut memaksa. Begitulah orang kalau sudah tahu manfaat zakat. Akhirnya Ubay mengajaknya menemui Rasulullah. Sahabat tersebut langsung membawa unta betinanya.

Kepada Rasulullah ia menyampaikan kegembiraannya untuk membayar zakat karena belum pernah berkesempatan membayar sesuatu pada Rasulullah. Untuk itulah ia ingin memberikan yang terbaik. Rasulullah menyampaikan padanya bahwa kewajibannya berzakat hanyalah seekor anak unta berusia setahun, tetapi jika hendak membayar lebih, tidak apa-apa. Sahabat tersebut senang sekali. (sumber: dalwakisah.blogspot.com)

Baca juga: Kisah nyata keajaiban sholawat nariyah

Kisah Teladan Orang Tua

Kisah teladan yang pertama adalah tentang seorang ibu yang penulis temui di suatu kampung terpencil di daerah perbatasan Jember dan Bondowoso, Jawa Timur: di Desa Prengkondani yang masih masuk dalam wilayah Kabupaten Jember. Waktu itu saya sedang pijit di salah satu tukang pijit di sana karena sedang menderita sakit. Saat saya sedang pijit itulah terdengar ada ibu-ibu sedang ngobrol di depan rumah tukang pijit itu.

"Saya kemarin melihat ikan besar di pasar," ceritanya. "Kelihatannya enaaak sekali, ingin beli. Tapi ingat si kecil yang berada di pesantren. Dia mencari ilmu di sana. Kurang tidur, kurang makan. Hidup seadanya di sana. Masak saya mau makan yang enak-enak...! Mending uangnya saya kirimkan untuknya." Begitulah kasih sayang seorang ibu. Jika melihat suatu kenikmatan, yang diingat anak tersayang. Keinginan diri direlakan. Buruh tani seperti beliau kerja pagi hingga petang di tengah sawah, berjemur di bawah panas matahari denga hasil yang sedikit. Tetapi, yang namanya seorang ibu, selalu ingin membahagiakan anak.

Anak-anak yang belajar dan tinggal di pesantren hidup sangat sederhana. Waktu mereka banyak dihabiskan untuk belajar, sehingga jarang makan dan jarang tidur. Tidurnya pun kadang hanya beralas karpet. Santri dilarang keluar asrama, jadi tidak ada kesempatan untuk mencari makanan yang enak-enak. Apa yang ada di asrama itulah yang dimakan. Mereka tidak melihat makanan yang enak-enak di pasar. Santri hidup sangat sederhana, meskipun ada yang banyak uang, tapi jika ada teman yang butuh bantuan, maka yang dimiliki pun dibagikan atau dipinjamkan.

Ini adalah salah satu contoh kisah teladan ikhlas seorang ibu, ikhlas mencintai putrinya. Ikhlas hidup susah demi kebahagiaan dan kesuksesan sang anak.

Kisah Teladan Beramal Saleh

Kisah teladan yang kedua adalah dari seorang satpam di sebuah pabrik mebel di Berbah, Sleman, Jogjakarta. Waktu itu saya baru tiba di sana, saya nekad dari Jawa Timur berangkat petang hari, tiba di sana pagi-pagi sekali untuk melamar pekerjaan. Saya disambut oleh satpam di sana. Mereka baik-baik. Salah seorang dari mereka ternyata orang Jawa Timur juga, yaitu orang Kediri.


Beliau-beliau mencarika saya tempat kost di kampung-kampung. Padahal saya belum menjadi karyawan, baru mau melamar. Memag sih, itu pabrik kecil dan memang lagi butuh karyawan. Bisa dipastikan saya langsung diterima. Senang sekali rasanya. Awalnya sempat berburuk sangka, saya pikir, satpam itu sangar dan tidak ramah. Ternyata, luar biasa.

Beliau yang asal Kediri bercerita waktu berada di kota tempat kerja sebelumnya. Katanya ketemu orang yang satu daerah. "Di perantauan, siapa lagi yang mau nolongin kalau bukan teman," ceritanya. Kepeduliannya terhadap sesama besar sekali. Beliau diam-diam mengajak saya naik motor keliling kampung menanyakan pada orang-orang barangkali ada kost kosong. Hingga akhirnya dapat setelah muter-muter perkampungan.

Kisah Teladan Ikhlas Seorang Dokter

Kisah teladan yang ketiga adalah kisah seorang dokter yang diabdikan di daerah pelosok. Waktu itu, jaman ibu saya masih kecil, sekitar tahun 60an, ada tiga dokter yang dikenal oleh masyarakat. Satu dari mereka dikenal dengan hobinya aduan ayam, yang satu lagi kurang bergaul dengan masyarakat. Nah, yang satu ini akrab dengan orang-orang bahkan di luar desa tempat ia tinggal.


Cerita ibu, "Meskipun malam-malam dan hujan, kalau dipanggil pakai loud speaker (di atas tiang bambu), beliau datang. Kalau ditanya kenapa datang meskipun hujan, jawabnya, 'Kalau parah, gimana? Kan kasihan,' begitu jawabnya. Seringkali tidak mau dibayar, katanya, 'Terlalu sering sakit.' Beliau baik sekali." Setahu saya beliau juga aktif ikut acara-acara yang menjadi kebiasaan tradisi masyarakat setempat.

Rasanya, warga desa seperti punya dokter pribadi. Bayangkan, dipanggil menggunakan speaker toa dari desa yang jaraknya lumayan jauh. Kalau saja di tempat beliau lagi ramai, bisa tidak terdengar. Tetapi, rupanya beliau sudah kenal dengan adat kebiasaan warga. Itulah teladan ikhlas pengabdian seorang dokter. Sungguh luar biasa.

Kisah Teladan Menuntut Ilmu

Kisah teladan yang keempat saya dapatkan dari sebuah majalah, yaitu biografi seorang tokoh sastra. Beliau adalah Ali Audah. Saya lupa majalahnya, beliau disebut Sastrawan Otodidak. Keteladanan beliau adalah ketekunannya dalam belajar. Itu yang saya kagumi.


Dalam kisahnya, beliau menjadikan perpustakaan daerah Bondowoso, Jawa Timur, sebagai rumah keduanya. Bayangkan saja, berapa buku yang beliau baca. Begitulah kalau orang sudah hobi membaca, perpustakaan seperti rumah sendiri. Kebiasaan ini telah memotivasi saya dan saya lakukan. Saya menjadi rajin mengunjungi perpustakaan daerah Bondowoso semenjak tahu kisah beliau.

Saya pun banyak membaca buku agar bisa menjadi penulis hebat seperti beliau. Bahkan bukan hanya perpustakaan daerah Bondowoso, setelah kuliah, setiap ada perpustakaan, dan saya boleh masuk, saya usahakan memasukinya untuk memabca buku-buku yang ada di sana. Saat saya bekerja di Jogjakarta, saya bisa berkunjung ke perpustakaan UIN Sunan Kalijogo dan perpustakan AMIKOM.

Kisah Pengorbanan Seorang Ayah

Kisah teladan yang satu ini agak unik dan mungkin sebagian orang menganggap aneh. Beliau mempunya anak yang masih kecil. Tentu saja sangat beliau sayangi, namanya anak. Suatu ketika ada musibah menimpa rumah tangga beliau. Sang istri kedapatan selingkuh dengan iparnya sendiri, suami saudara perempuannya sendiri. Betapa menyakitkannya kejadian ini.


Ada suami yang marahnya luar biasa, bahkan ada yang sampai berkelahi, bahkan ada yang tega mencoba membunuh istri sendiri karena cemburu. Tetapi, tidak dengan ayah yang satu ini. Beliau menahan emosi dan musyawarah baik-baik dalam keluarga. Pikir beliau, kalau bercerai dan menikah dengan wanita lain, maka anak akan tinggal bersama ibu tiri atau ayah tiri.

Kita semua tahu bagaimana ibu tiri atau ayah tiri, tidak akan sama sayangnya seperti orang tua kandung. Memang ada yang sayang seperti orang tua kandung. Nah, atas pertimbangan tersebut, beliau memutuskan untuk tukas istri saja. Kata beliau, mungkin jodohnya memang sampai di sini. Alasan beliau menukar istri, biar anak-anak tidak tinggal sama itu tiri atau ayah tiri. Kalau ditukar, ayah tiri dan ibu tirinya kan pak de dan bu lek sendiri. Masih ada hubungan keluarga, bukan orang lain.

Wah, rumit sebenarnya. Kalau pikirannya tentang cinta saja, ini berat. Tetapi, yang tua sudah kenyang menikmati hidup. Anak-anaklah yang perlu dibahagiakan. Begitu pikir beliau. Yang tua, sudah masanya mengalah untuk kebahagiaan anak-anak.

Itulah sedikit kumpulan kisah teladan yang bisa dijadikan contoh untuk berbuat baik dalam kehidupan ini. Banyak-banyak membaca kisah teladan agar terus termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Belum ada Komentar untuk "Kumpulan 6 Kisah Teladan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel