Artikel Terbaru

Ternyata Kaya Itu Tidak Enak

Cerpen sosial, kisah sukses, cerita orang kaya

"Din, kalau dipikir-pikir, siapa sebenarnya yang kaya ini?"

Samsudin yang lagi makan kaget mendengar pertanyaan bosnya, Pak Haji Raden. Sudah lebih sepuluh tahun Samsudin jadi supir pribadi Pak Haji Raden, sudah tahu banyak kehidupan pribadi dan keluarga beliau. Keduanya baru saja pulang dari Jakarta dan sedang istirahat di salah satu rumah makan kesukkaan beliau karena pemandangannya yang asri dan sejuk udaranya.

"Kamu tahu hidupku bagaimana: sibuk siang malam, ngurus ini, ngurus itu, kadang tidak sempat tidur." Samsudin mau tertawa, tapi ditahan dan melanjutkan makannya. Ia tahu bosnya hanya ingin curhat saja, tak perlu ditanggapi. "Mikir siang malam, sampek lupa istri," Lanjut Pak Haji. Sedangkan karyawanku, mereka kerja mulai jam delapan pagi, jam empat sore pulang. Setelah itu, bebas, mau tidur, mau jalan-jalan, sesuka mereka." Beliau menghela nafas panjang. "Sepertinya mereka lebih bahagia."

"Pak haji tidak makan?"

Beliau hanya menoleh sebentar, "Bungkus aja, nanti tak makan di mobil."

Samsudin tersenyum dan berkata dalam hati, "Untung dulu aku tidak sekolah. Katanya sekolah biar jadi orang besar. Eh, ternyata orang besar tidak bahagia."

0 Response to "Ternyata Kaya Itu Tidak Enak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel