Featured post

Menikahi Janda Kaya Untuk Biaya Kuliah

Ada orang ketuk pintu. Rian membuka kamar kostnya. Rupanya ibu kostnya, Bu Rahma. "Ibuk masak agak banyak, Nak Rian," katanya. &qu...

Buntut Banner Penolakan Muhammdiyah terhadap Penyelenggaraan harlah NU di Kauman

Banner penolakan Muhammdiyah terhadap penyelenggaraan harlah NU di Kauman, Jogja bukan hanya mendapat respon panitia harlah, tetapi semua warga NU. Meski banner tersebut, sebenarnya, dibuat sebagai penolakan terhadap pembicara acara tersebut, tetapi isi banner tidak sesuai dengan tujuannya. Dalam banner tersebut jelas ditulis, Kauman adalah Jantung Muhammdiyah.

Bagaimana jika NU juga mengklaim begitu? Berapa luas wilayahnya. Bahkan ada berapa kabupaten yang menjadi jantung NU?


Lidah tak bertulang, tapi akibatnya bisa lebih tajam dari pedang. Begitulah komunikasi. Sebagian mungkin memaklumi, karena NU dan Muhammdiyah seperti dua saudara yang banyak peran memerdekakan negeri ini, juga membangun negeri ini hingga sekarang. Ada yang curiga penyusup di tubuh Muhammdiyah yang berulah.

Dari kalangan NU muncul ungkapan tandingan banner tersebut di sosial media.


Lihatlah sebuah thread yang diunggah di salah satu grup NU. Jika NU mau mengkapling wilayah, semua orang tahu itu. Acara memang dipindah tempat. Namun, keputusan panitia harlah mengalah dengan memindahkan acara rupanya tak cukup meredam.

"Mengumpulkan buaya itu gampang, yang susah itu mengumpulkan pawang buaya," begitu kata Ustadz Abdul Somad. Pimpinan Muhammdiyah dan NU perlu duduk bersama agar seluruh warga Muhammdiyah dan NU menyaksikan.

Kejadian ini menjadi ancaman bagi persatuan negeri ini. Penduduk Indonesia mayoritas muslim: Muhammdiyah dan NU. Pihak-pihak yang ingin negeri ini hancur, cara gampangnya mengadu dua ormas islam tersebut.


Kita semua berharap kedua belah pihak bisa segera akur, rukun, damai.

Belum ada Komentar untuk "Buntut Banner Penolakan Muhammdiyah terhadap Penyelenggaraan harlah NU di Kauman"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel