Home » » PENIPU TAK PERLU GANTI NOMOR HP

PENIPU TAK PERLU GANTI NOMOR HP


______________________________________________________________

Penipuan online

Ada yang bilang, hidup di masyarakat itu tidak jauh beda dengan hidup di hutan: saling mangsa. Waktu masih di sekolah, kita semua diajarkan bahwa ada penegak hukum yang akan menghukum pelaku kejahatan. Itu benar, tapi realita tidak selalu sama dengan materi pelajaran sekolah.

Ini bukan tentang korban, tapi tentang kehidupan sosial

Beberapa waktu lalu saya coba-coba, transaksi barang online, tapi bayar sedikit. Dia nunjukin KTP dan KK. Nama FB dia ada kata yang sama dengan nama di KK dan KTP tersebut. Nomor rekening yang dia berikan berbeda namanya. Saya tidak terlalu banyak pertimbangan karena uangnya juga tidak banyak. Setelah transfer saya kirim bukti transfer.

Dia kirim foto kantor JNE dan video singkat petugas JNE sedang melayani. Setelah agak lama, ada telefon mengaku dari pengiriman, tidak bilang dari JNE. Dia minta beacukai Rp 3 juta. Padahal jarak pengiriman hanya sekitar 100 km. Aneh kan? Logat yang telefon juga seperti orang timur, bukan logat orang daerah tersebut.

Hal menarik untuk diceritakan, menurut saya, nomor hp yang digunakan tetap aktif, bahkan beberapa facebook dengan nama sama (satu kata yang sama) bebas aktif di beberapa grup facebook. Barang yang dijual pun sama. Jika ditanya alamatnya, tetap menyebut alamat yang sama. Bahkan ada yang bilang, info penipuan oleh pelaku yang sama, alamat sama, barang yang sama sudah tersebar dua tahun lalu. Wow...!!

Pikir saya, "Ini negara hukum, ada penegak hukum kan?"

Setiap nomor HP harus verifikasi nomor KK dan KTP, apalagi rekening bank. Tetapi, rupanya penipu masih bisa bebas menggunakan nomor HP dan rekening bank. Ada satu orang korban yang sempat saya tanya lewat akun Facebooknya. Dia tertipu uang hasil ia nabung. Kejadiannya sudah agak lama. Dia mahasiswa. Dia juga sudah lapor polisi, katanya. Pikir saya, berarti pelaku ini sudah lama beraksi.

Seharusnya identitas pengguna nomor HP dan rekening bank terdata dan bisa dengan mudah dideteksi? Pikir saya begitu.

Baca: Kisah Maling yang Mendadak Jadi Kyai

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.