Home » » Santri dan Seekor Burung yang Tidak Ia Sembelih

Santri dan Seekor Burung yang Tidak Ia Sembelih


______________________________________________________________

kisah hikmah, kisah ulamak

Ada seorang santri yang sangat disayangi oleh kyainya. Teman-temannya merasa iri terhadap sikap syekh yang berlebihan pada satu santri ini. Tentu saja santri-santri yang lain merasa iri ignin diperlakukan sama. Mereka penasaran juga apa yang membuat syekh begitu menyayanginya. Akhirnya, mereka pun bertanya paa syekh.

"Kenapa syekh memperlakukan dia lebih dari kami?"

Singkat syekh menjawab pertanyaan santri-santrinya. "Maaf, jika perlakuan saya dianggap tidak adil. Maka besok kajian libur."

baca juga: Cerita Maling yang Mendadak Jadi Kyai

Jawaban syekh membuat santrinya bertanya-tanya. Esok harinya semua santri diberi seekor burung dan pisau. "Sembelihlah burung itu di tempat yang tidak terlihat oleh siapapun," perintah syekh pada semua santrinya.

Perintah seorang guru harus diikuti. Tidak ada alasan bagi seorang murid untuk menolak perintah guru, kecuali disuruh bermaksiat. Semua santri berusaha menjalankan perintah syekh. Mereka mencari tempat-tempat yangn tersembunyi yang tidak bisa dilihat orang. Rupanya itu tidak terlalu sulit. Semua santri berhasil menemukan tempat tersembunyi dan membawa burung yang sudah disembelihnya pada syekh.

Satu dari mereka, yakni santri yang sangat disayang oleh syekh belum menyembelih burungnya. Teman-temannya menertawakannya karena tidak berhasil melaksanakan tugas sang guru. "Kenapa engkau belum menyembelih burung itu?" tanya syekh.

"Saya bukan tidak mau melaksanakan perintah syekh, tapi tidak saya temukan sejengkal tanah pun di muka bumi ini yang tidak dilihat oleh Allah."

Kisah singkat yang bisa kita ambil pelajaran. Bagi seorang guru, betapa perhatiannya sang syekh hingga bisa mengenali kelebihan-kelebihan santrinya. Begitulah sebagai seorang guru, sudah seharusnya berusaha mengenali potensi-potensi muridnya. Bagi murid, tidak perlu berburuk sangka pada guru. Tugas murid adalah belajar dan menghormat guru. Jika guru berbuat dosa, itu urusan dia dengan Tuhannya, tidak perlu murid menghakiminya.


______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.