Blogger Widgets

Featured post

Orang Tua Komplain Anaknya Didisiplinkan

"Iya, maaf, Pak. Kemarin itu si Randy dikeluarkan dari kelas oleh guru Matematika karena bersikap tidak sopan di kelas. Bahkan dia be...

Home » » Orang Tua Komplain Anaknya Didisiplinkan

Orang Tua Komplain Anaknya Didisiplinkan


______________________________________________________________



cerpen pendidikan, contoh cerpen sekolah, contoh cerpen terbaik, cerpen remaja
"Iya, maaf, Pak. Kemarin itu si Randy dikeluarkan dari kelas oleh guru Matematika karena bersikap tidak sopan di kelas. Bahkan dia berani bilang, 'Saya yang bayar guru, kok dikeluarkan?!'" Para guru di ruang guru menyimak pembicaraan Pak Salim dengan salah seorang wali murid di telefonnya. "Dia juga sering bolos, Pak, sering terlambat juga."

Para guru saling berbisik. Pak Salim beberapa kali memberi isyarat dengan menempelkan jari telunjuk ke bibirnya agar para guru tidak terlalu keras bersuara biar tidak didengar ayahnya Randy.

Selesai menerima telefon, Pak Salim langsung diserang dengan berbagai pertanyaan oleh para guru, "Ayahnya si Randy yang telefon. Dia tidak terima anaknya dijemur," jelas beliau. "Parahnya lagi dia ingin teman Randy yang membuli dia dibawa ke polisi."

"Waduh....!! Kok dikit-dikit polisi?" sahut Pak Sarman, guru Seni Budaya. "Memangnya sudah jelas si Randy jadi korban? Jangan-jangan dia yang mulai duluan?"

"Justru itu, biar jelas, orang tuanya ingin diselesaikan di kepolisian."

"Kasihan si Randy tidak punya kesempatan untuk belajar bersosial. Kesenggol sedikit polisi, dikit-dikit polisi. Hidup sama malaikat saja kalau begitu," para guru yang lain tertawa.

"Benar, Pak. Anak jaman sekarang sudah kehilangan kesempatan untuk merasakan kebersamaan," sahut Pak Ridho, guru Sosiologi. "tidak punya kesempatan untuk belajar sabar, belajar memaafkan. Setiap urusan, maunya cukup diselesaikan dengan uang, bayar polisi, urusan beres."

***
"Pokoknya saya ingin ini diselesaikan di kepolisian, biar jelas," kata ayah Randy di ruang tamu sekolah, di hadapan waka kesiswaan, BK, dan Wali kelas. Panjang lebar beliau menelaskan tentang hukum. Tentu saja yang mendengar tidak begitu hafal pasal-pasal yang beliau sebutkan. Semua diam saja. "Juga masalah anak saya yang dikeluarkan dari kelas, bukankah saya sudah bayar ke sekolah, seharusnya guru berusaha membuat anak saya merasa senang di kelas, bukan malah dijemur?!"

Pak waka kesiswaan berusaha sebisa mungkin memilih kata-kata untuk melunakkan hati ayah Randy. Sedangkan ibunya Randy yang ikut hadir hanya diam saja, tidak ikut berbicara. Hingga akhirnya Pak Salim sebagai wali kelas mengambil alih pembicaraan, menyela dialog Pak waka kesiswaan dengan ayah Randy.

"Maaf, Pak, saya sela." ayah Randy menghadap ke Pak Salim. "Randy adalah titipan Allah kepada kita untuk kita didik." Ayah Randy tampak menghela nafas. Mungkin karena Pak Salim membawa-bawa nama Tuhan. "Maaf, saya tidak sepakat jika anak boleh tidak hormat guru karena bayar." Ayah Randy hendak memotong kalimat Pak Salim, tapi tidak jadi. "Jika seperti itu, saya khawatir ketika anak ini sudah jadi orang sukses dan menanggung hidup orang tuanya yang sudah tua renta, lalu dia tidak mau hormat lagi pada orang tuanya dengan alasan karena dia yang memberi uang pada orang tua."

"Benar, Pak," sahut Pak Ridwan, guru BK. "Kita harus meluruskan mindset anak."

Ibu Randy menghela nafas dalam. Sepertinya beliau sepakat dengan Pak Salim.

"Hormat orang tua dan guru itu kewajiban dari Allah, Yang Menciptakan kita semua."

"Randy dijemur agar dia paham bahwa setiap tindakan dalam hidup ini ada dua macam konsekwensi: konsekwensi baik dan buruk," tambah Pak Ridwan. "Tentu kita tidak mau punya anak yang ketika sudah dewasa, untuk berangkat kerja saja harus diingatkan. Na'udubillah, kita tidak ingin itu terjadi pada anak kita. Kita ingin anak kita disiplin. Saat inilah latihannya. Kita ingin, cukup dengan suara bel mereka sudah paham apa yang harus dilakukan."

"Teman-teman Randy manusia biasa," tambah Pak Salim. "mungkin sekali berbuat salah. Pun juga dengan Randy. Jika setiap kesalahan harus dibawa ke polisi, saya khawatir tidak ada lagi yang mau berteman dengan Randy."

"Ya, kita lanjutkan nanti saja," kata ayah Randy. "Kami masih ada acara." Lalu mereka pamit.

baca juga: Tertipu Label Sekolah Sunnah

*kisah ini diangkat dari kisah nyata

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.