Home » , » Cerita Lucu Wanita Ingin Mati di Mekkah

Cerita Lucu Wanita Ingin Mati di Mekkah


______________________________________________________________

Cerita lucu, Cerpen komedi,
Ada seorang wanita paruh baya asal Madura Jawa Timur pergi haji. Kepercayaan orang kampung, meninggal di Mekkah itu pasti masuk surga. Begitu kata kyai dan para ustadz. Orang kampung memang tak banyak minta dalil atau bukti jika berkaitan dengan kebaikan dalam agama.

Siapa yang tidak mendambakan surga? Begitu juga dengan Subia (bukan nama asli), Allah memampukan dia untuk berangkat haji ke tanah suci. Mungkin tak mudah baginya mengumpulkan uang, sehingga ia ingin memanfaatkan uang tersebut sebaik-baiknya.

Kata kyai juga, orang yang melaksanakan ibadah haji itu hilang dosanya dan bersih lagi seperti bayi baru lahir. Pikir Subia, eman uangnya jika setelah pulang haji kotor lagi jiwanya oleh dosa. Ia pun bertekad untuk mati di mekkah.

Musim haji sudah usai. Jamaah haji sudah banyak yang pulang. Subia tidak mau pulang. Mungkin pikirnya rugi sekali sudah sampai di tempat yang katanya seperti pintu surga, lalu tidak sekalian masuk ke surga. Semua yang membujuknya gagal. Sekali ke Mekkah, bagi Subia, harus langsung ke surga.

Subia pun ditinggal kawan-kawannya. Ia menunggu ajal di masjidil haram. Sepertinya cukup banyak bekal yang ia bawa. Namun, akhirnya visanya yang habis. Untungnya petugas keamanan yang mengurus Subia tidak suka pake kekerasan. Tetapi habis juga kesabarannya.

Akhirnya para petugas meminta bantuan orang Indonesia yang sudah lama bekerja di sana untuk membujuk Subia.

"Kenapa Ibu tidak mau pulang?" tanyanya pada Subia.

"Saya ingin mati di sini, biar masuk surga."

"Visa ibu sudah habis, harus urus visa lagi."

Subia tetap ngotot tidak mau pulang.

"Ibu bisa Bahasa Arab?"

"Tidak. Dari kecil saya pake bahasa Madura."

"Loh, di sini kan bahasa Arab, Bu? Kalau mati di sini, nanti di kubur ditanya pake Bahasa Arab sama malaikat? Apa Ibu bisa jawab?"

Subia bingung. Ia lupa kalau akan ditanya malaikat di kubur. Sekarang ia berubah jadi ketakutan mati di Arab.

"Iya, sudah. Saya mau pulang."

*Sumber kisah dari teman

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.