Kisah Pengorbanan Cinta Sahabat Rasulullah saw.

Kisah Pengorbanan Cinta Sahabat Rasulullah saw.
Kisah pengorbanan cinta ini terjadi dizaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kisahnya cukup mengharukan. Mereka adalah Handzhalah bin Abu Amir dan Jamilah. Keduanya berasal dari suku Aus. Mereka adalah pengantin baru. Baru saja merasakan manisnya cinta. Kemesraan cinta masih menyelimuti keduanya.

Namun iman keduanya diuji dengan datangnya seruan jihad, seruan pada semua kaum muslimin untuk berperang. Sang pengantin baru, Handzhalah pun mendengar seruan tersebut. Berat tentunya meninggalkan istri tercinta yang baru ia nikahi. Tetapi, keindahan alam abadi jauh lebih indah dari sekedar kisah cinta di alam fana ini.

Handzhalah segera bergabung dengan pasukan kaum muslimin hingga lupa tak sempat mandi junub. Sang istri, Jamilah, pun mendukung tekad sang suami. Ia berangkat ke bukit Uhud berperang dengan orang kafir. Jamilah, sang istri, menunggu di rumah. Dalam penantiannya ia tertidur dan bermimpi melihat suaminya terbang menuju langit. Langit terbuka, lalu tertutup lagi setelah Handzhalah masuk. Jamilah bahagia melihatnya, namun kebahagiaan tersebut segera sirna karena awan tiba-tiba datang membuatnya ketakutan.

Perang Uhud menyisakan cerita pilu bagi kaum muslimin karena sebagian sahabat tergiur keindahan harta rampasan perang (Ghanimah), akhirnya mereka tak sanggup melawan serangan musuh. Di awal pertempuran, kemenangan sudah tampak berada di tangan kaum muslimin, tetapi pasukan pemanah terburu-buru meninggalkan posnya. Pasukan orang kafir pun berbalik menyerang.

Handzhalah maju ke arah Abu Sufyan bin Harb dan berhasil mematahkan kaki kudanya. Abu Sufyan pun terjatuh. Namun ia ditolong oleh Syaddan bin Aswad. Ia berhasil membunuh Handzhalah, sang pengantin baru, dengan tombaknya. Kisah asmara yang baru mulai ini pun berakhir. Banyak sahabat yang syahid dalam perang tersebut.

Baca jua: Kisah Kesetiaan Fatimah Binti Abdul Malik

Rasulullah mendapati jasad Handzhalah tergeletak bersimbah darah. Ada air menetes dari langit. Para sahabat heran dengan tetesan air tersebut. Sebagian dari mereka menyampaikan pada Rasulullah bahwa Handalah baru menikah. Tetapi air tersebut bukan tetesan air mata pengantin. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya para malaikat sedang memandikannya." Berkat peristiwa tersebut ia dijuluki "Ghasilul Malaikah" yaitu orang yang dimandikan malaikat.

Jamilah tidak mengira mimpinya merupakan tanda perpisahannya dengan suami tercinta di dunia. Ia tidak mengira akan menjadi janda di hari pernikahannya. Ia mengira tafsir mimpinya petanda akan terjadi fitnah sehingga ia mengumpulkan para saksi dan meminta mereka untuk menyampaikan pada masyarakat bahwa ia telah menikah dengan Handzhalah. Namun, rupanya Yang Maha Penyayang memberinya gelar istri sang syuhada.

Syahidnya Handzhalah menambah daftar kebanggan suku Aus. Kabilah Aus selalu membangga-banggakannya. Kata mereka, "Dari golongan kami ada yang dimandikan malaikat, dialah Handzhalah bin Abu Amir. Ada yang jasadnya dilindungi lebah, dialah Ashim bin Tsabit. Ada juga yang kesaksiannya disetarakan dengan kesaksian dua orang. Dia adalah Khuzaimah bin Tsabit. Ada juga yang kematiannya mengguncang Arasy Allah. Dialah Saad bin Muadz."

0 Response to "Kisah Pengorbanan Cinta Sahabat Rasulullah saw."

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel