Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

kisah percintaan sahabat nabi, kisah cinta sahabat rosul, kisah cinta sahabat rasulullah, cerita cinta sahabat nabi
Cerita cinta beda dunia ini terjadi pada seorang sahabat Nabi. mungkin ini termasuk kisah cinta sahabat nabi yang romantis
walau beda dunia. Banyak kisah cinta sahabat rasulullah
yang kita tahu, dan cerita cinta sahabat nabi yang satu ini cukup unik. Waktu itu Rasulullah sedang memberi semangat jihad kepada para sahabat pada bulan puasa. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah akan dikaruniai bidadari tercantik bernama Ainul Mardhiah.” Rupanya nama Ainul Mardhiah memikat hati salah seorang sahabat nabi yang masih muda. Rasa penasaran menguasai jiwanya, tapi ia malu untuk bertanya lebih jauh tentangnya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Membaca cerita sahabat rasulullah bisa membuat kita semakin cinta dan rindu Rasulullah, bisa membuat kita semakin semangat bersholawat. Bayak cerita cerita sahabat nabi yang menarik untuk kita baca, dan cerita cinta sahabat nabi mempunyai nilai tersendiri di kalanan remaja muslim. Anak muda memang suka cerita cinta.

Bidadari bidadari surga digambarkan sangat cantik, dan Ainul Mardhiah adalah bidadari surga yang tercantik, tak pernah terbayangkan kecantikannya. Bidadari tidak pernah disentuh oleh jin dan manusai. Bahkan ada riwayat yang mengatakan, andai bidadari meludah sekali saja pada lautan, maka air laut di seluruh dunia akan harum wangi kasturi. “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan” (Ar Rahman ayat 58). Nah, sedangkan yang ini adalah bidadari tercantik.

Menjelang waktu dzuhur para sahabat menyempatkan tidur sejenak sebelum berangkat berperang sesuai sunnah Rasul. Dalam tidurnya sahabat yang sedang dilanda rasa penasaran pada kecantikan Ainul Mardhiah ini pun bermimpi berada di suatu tempat yang sangat indah yang belum pernah ia lihat keindahannya. Di sana ia bertemu dengan wanita cantik yang belum pernah ia lihat kecantikannya. “Dimanakah ini?” tanyanya pada wanita itu.

“Inilah surga.”

Dengan rasa penasarannya ia bertanya, “Apakah kamu Ainul Mardhiah?”

“Bukan. Saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau kamu ingin bertemu dia, dia sedang istirahat di bawah pohon yang rindang itu.”

Sahabat itu pun segera mendekati pohon itu dan ditemuinya seorang wanita yang jauh lebih cantik dari yang tadi. Ia pun mengira bahwa dialah Ainul Mardhiah, bidadari tercantik. “Kamukah Ainul Mardhiah?”

“Bukan. Saya penjaganya. Jika ingin bertemu dia, itulah singgasananya.” Semakin penasaranlah ia, pastinya Ainul Mardhiah sangat cantik.

Segera sahabat itu pun menuju istana indah yang ditunjuk wanita cantik tadi. Di mahligainya ia bertemu dengan wanita sangat cantik yang jauh lebih cantik dari wanita tadi. Dia sedang membersihkan perhiasan dengan lap cantik. Ia sangat yakin inilah Ainul Mardhiah. Untuk memastikan, ia pun bertanya padanya, “Apakah kamu Ainul Mardhiah?”

“Bukan. Saya penjaga mahligai ini. Dia berada di mahligai itu.”

Tiga wanita cantik dengan tingkatan kecantikan berbeda sudah ia temui. Tak terbayangkan seperti apa cantiknya Ainul Mardhiah. Ia pun menuju mahligai yang ditunjuk wanita tadi. Ditemuinya wanita cantik yang jauh lebih cantik dari wanita cantik tadi. Wanita ini tampak pemalu sekali. “Apakah kamu Ainul Mardhiah?”

Dengan wajah tampak malu ia menjawab, “Iya, benar. Saya Ainul Mardhiah.”

Akhirnya, ia temui bidadari tercantik. Kecantikan yang belum pernah terlukis di alam dunia. Tak tertandingi kecantikannya. Tak ada pelukis yang pernah menghayalkan kecantikannya.  Ia pun mendekatinya, tapi  sang bidadari surga tercantik, Ainul Mardhiah menghindar, “Kamu bukan orang yang mati syahid,” katanya. Seketika ia pun terbangun.

Ia menceritakan kisah indah dalam mimpinya ini pada sahabat lain yang sangat ia percaya. Ia meminta sahabat tersebut untuk merahasiakannya hingga ia mati syahid untuk bertemu Ainul Mardhiah. Maka ketika komando jihad diteriakkan ia pun segera pergi ke medan jihad dengan penuh semangat untuk bertemu kekasih pujaan di surga. Cita-citanya tercapai, Allah menganugerahkan syahid padanya.

Saat petang tiba, sahabat kepercayaan yang mendengar cerita mimpi sahabatnya tadi menceritakannya pada Rasulullah. “Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah,” begitu tanggapan Nabi shallallahu 'alaii wasallam. Kisah ini ada dalam hadits Nabi Muhammad saw. riwayat Imam Tirmidzi.

Baca juga: Kisah Sahabat yang Menolak Tawaran Istrinya untuk Menikah Lagi

Itulah akhir kisah cinta sahabat nabi yang romantis, menurut saya. Betapa indahnya kisah percintaan sahabat nabi yang satu ini. Siapa yang tidak bahagia mendapatkan bidadari tercantik? Semoga kisah cinta sahabat rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ini memotivasi kita untuk terus meningkatkan iman dan taqwa.

0 Response to "Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel