Home » , , , , » Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah


______________________________________________________________


Cerita cinta yang unik ini terjadi pada seorang sahabat Nabi. Waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memberi semangat jihad kepada para sahabat pada bulan puasa. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah akan dikaruniai bidadari tercantik bernama Ainul Mardhiah.” Ada salah seorang sahabat yang masih muda penasaran mendengar nama Ainul Mardhiah.

Bidadari digambarkan sangat cantik, tak pernah terbayangkan kecantikannya. Bidadari tidak pernah disentuh oleh jin dan manusai. Bahkan ada riwayat yang mengatakan, andai bidadari meludah sekali saja pada lautan, maka air laut di seluruh dunia akan harum wangi kasturi. “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan” (Ar Rahman ayat 58). Nah, sedangkan yang ini adalah bidadari tercantik. Rasa penasaran menguasai jiwanya, tetapi ia malu untuk bertanya pada Nabi dan sahabat yang lain.

Sesaat setelah itu waktu dzuhur tiba. Para sahabat menyempatkan tidur sejenak sebelum berangkat berperang sesuai sunnah Rasul. Dalam tidurnya sahabat yang sedang dilanda rasa penasaran pada kecantikan Ainul Mardhiah ini pun bermimpi berada di suatu tempat yang sangat indah yang belum pernah ia lihat keindahannya. Kisah ini ada dalam riwayat Imam Tirmidzi. Di sana ia bertemu dengan wanita cantik yang belum pernah ia lihat kecantikannya. “Dimanakah ini,” tanyanya pada wanita itu.

“Inilah surga.”

Dengan rasa penasarannya, “Apakah kamu Ainul MArdhiah?” tanyanya.

“Bukan. Saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau kamu ingin bertemu dia, dia sedang istirahat di bawah pohon yang rindang itu.”

Sahabat itu pun segera mendekati pohon itu dan ditemuinya seorang wanita yang jauh lebih cantik dari yang tadi. Ia pun mengira bahwa dialah Ainul Mardhiah, bidadari tercantik. “Kamukah Ainul MArdhiah?”

“Bukan. Saya penjaganya. Jika ingin bertemu dia, itulah singgasananya.”

Segera sahabat itu pun menuju istana indah yang ditunjuk wanita cantik tadi. Di mahlidainya ia bertemu dengan wanita sangat cantik yang jauh lebih cantik dari wanita tadi. Dia sedang membersihkan perhiasan dengan lap cantik. “Apakah kamu Ainul Mardhiah?”

“Bukan. Saya penjaga mahligai ini. Dia berada di mahligai itu.”

Sahabat itu pun menuju mahligai tersebut. Ditemuinya wanita cantik yang jauh lebih cantik dari wanita cantik tadi. Wanita ini tampak pemaluu sekali. “Apakah kamu Ainul Mardhiah?”

“Iya, benar. Saya Ainul Mardhiah.”

Akhirnya, ia temui bidadari tercantik. Tak tertandingi kecantikannya. Tak ada pelukis yang pernah menghayalkan kecantikannya.  Ia pun mendekati Ainul Mardhiah, tapi ia menghindar, “Kamu bukan orang yang mati syahid,” katanya. Seketika ia pun terbangun.

Ia menceritakan kisah indah dalam mimpinya pada sahabat lain yang sangat ia percaya. Ia meminta sahabat tersebut untuk merahasiakannya hingga ia mati syahid untuk bertemu Ainul Mardhiah. Maka ketika komando jihad diteriakkan ia pun segera pergi ke medan jihad dengan penuh semangat untuk bertemu kekasih pujaan di surga. Allah pun menganugerahkan syahid padanya.

Saat petang tiba, sahabat kepercayaan yang mendengar cerita mimpi sahabatnya tadi menceritakannya pada Rasulullah. “Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah,” begitu jawaban Nabi.



______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT