Puisi Neno Warisman itu Katanya Doa Rasulullah saw


______________________________________________________________
kisah hikmah, kisah inspiratif, kisah islam, Kisah Nyata, Kisah Sahabat Nabi, hadits nabi saw., Sejarah Hidup Nabi saw., kisah teladan nabi muhammad, Sejarah Nabi Muhammad saw.,

Isu terbaru di acara malam munajat 212 viral menarik perhatian masyarakat Indonesia. Awalnya saya tidak tertarik untuk berkomentar, tapi setelah saya dengar komentar ulamak kebanggaan saya, Buya Yahya, saya tertarik untuk menceritakannya di sini.

Cerita doa dalam puisi kontroversi Neno Warisman ini saya dengar dari teman, katanya mengancam Allah. Saya pun coba searching di Google dan menemukan di Tribunnews isi lengkapnya. Tetapi mungkin karena saya tidak akrab dengan isu politik, saya merasa biasa ketika membaca kalimat "Kami khawatir tidak ada lagi yang menyembahnya". Dalam pemahaman saya terhadap puisi tersebut, itu saya pahami, "Kami khawatir tak ada lagi orang beriman." Merasa khawatir itu kan wajar. KARENA MERASA khawatir itulah kita MEMINTA dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, jika tidak khawatir, tak perlu berdoa.

baca juga: Saat  Perang pun Rasulullah saw. Meminta Ali ra. untuk Mengajarkan Islam pada Musuh


Berikut penggalan puisi tersebut:
.... 
Namun kami mohon jangan serahkan kami pada mereka
Yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami
Dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami

Karena jika Engkau tidak menangkan

Kami khawatir ya Allah

Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Ya Allah
Izinkan kami memiliki generasi yang dipimpin
Oleh pemimpin terbaik
Dengan pasukan terbaik
Untuk negeri adil dan makmur terbaik
Takdirkanlah bagi kami

Generasi yang dapat kami andalkan
Untuk mengejar nubuwwah kedua
Wujud dan nyata 
... 
Selengkapnya
Berikut komentar Buya Yahya:


Buya Yahya sangat berhati-hati menjelaskan. Beliau tidak membahas tentang puisi Neno, tapi khusus mengenai teksnya saja, kalimatnya saja. Rupanya itu memang doa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam perang Badr. Menurut beliau itu bukan mengancam Allah. Jadi, penjelasan Buya Yahya ini bukan mengenai tentang puisi yang dibacakan, tapi mengenai teksnya saja. Di akhir video, Buya berkata, "Saya rindu umat islam bersatu."

Namun, jika ada ulamak lain mengatakan kalimat doa tersebut menantang Allah dan tidak sopan, wallahu a'lam. Bukan kapasitas saya untuk menentang ulamak. Biarlah ulamak berurusan dengan ulamak. Kewajiban yang awam menghormati ulamak. Tetapi saya memilih tidak menilai salah sesuatu yang memang tidak salah.

Mengenai pembacaan puisi berisi doa di acara tersebut yang dinilai banyak orang ada tendensi politik, saya kurang ilmu untuk mengomentarinya. Cukup tentang kalimat doa tersebut saja, bahwa kalimat doa tersebut bukan mengancam Allah. Mengenai kata lawan, menang, kalah, yang dianggap mengarah pada pertarungan politik, saya tidak berani membahasnya.


______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT