Blogger Widgets

Featured post

Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Cerita cinta beda dunia ini terjadi pada seorang sahabat Nabi. Waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memberi semangat j...

Harus Tanya Gaji Dulu Kalau Cari Kerja


"Kerja itu berat, tapi masih lebih berat pengangguran yang sedang mencari lowongan kerja," kata Dullun.

Baca juga Lowongan Kerja Penipuan

"Puitis, Bro. HahahaHHaha... Makanya, sudah punya kerja tidak disyukurin. Beratlah, tidak enak lah, macam-macam alasan," komentar Dulla. "Sekarang, tahu rasanya jadi pengangguran."

"Sebenarnya lowongan kerja banyak. Milih kerjaan yang cocok itu yang agak sulit."

"Kamu yang seharusnya menyesuaikan dengan tempat kerjamu. Bukan menuntut agar tempat kerja sesuai seleramu."

"Tapi, kita harus memilih yang terbaik, termasuk dalam memilih kerja."

"Dari pada tidak punya penghasilan?"

"Bukan begitu. Pokoknya aku mau cari yang gajinya lumayan besar. Masalah berat atau tidak enak, tidak masalah."

"Memang ada? Di Indonesia ini nasehat terpopuler bagi para pencari kerja di grup-grup lowongan kerja, katanya 'Cari kerja jangan mikir gaji dulu, urusan gaji belakangan, sukses itu perlu proses, jangan mimpi langsung gaji besar, jalani aja dulu, banyak bersukur jangan banyak nuntut,' begitu nasehat-nasehat populer yang biasa diucapkan oleh netizen kepada para pencari kerja di Indonesia."

"Itu pemikirannya filsuf, Bro. Orang super bijak," Dulla terbahak ngakak. "Kalau gaji lima belas ribu sehari, mau dijalani? Tunggu sampai mampus baru bisa makan. Mau puasa terus? Yang biasa bilang begitu itu gengnya orang yang pesimis."

"Slow aja, man!"

"Mangkel juga saya kalau dengar kayak gitu. Memastikan gaji di awal itu justru menguntungkan perusahaan."

"Kok bisa?"

"Perusahaan itu juga pusing mikir banyak karyawan yang berhenti. Makanya, biar tidak terjadi seperti itu, gaji itu harus dipastikan di awal. Bayangkan aja, andai ada tiga puluh persen karyawan baru yang semuanya tidak tahu bahwa gajinya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, setelah sebulan atau dua bulan mereka berhenti semua, kacaulah perusahaannya."

"Kan ada kontrak kerja."

"Percuma, mereka akan sering bolos biar dipecat."

"Kalau punya skill, gampang cari kerja, gajinya juga mahal."

"Nasehat itu untuk anak kecil, Bro, untuk anak sekolah. Kalau sudah tua kayak aku dinasehati begitu, udah kelewat."

"HahahaHHHHHHHHAhahahahaa...!!"

"Udah terlanjur tidak punya skill. Cari yang gampang diterima aja. Kerja kasar."

"Kan butuh proses, Bro."

"Semua memang butuh proses. Tapi kan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pokonya kalau seminggu lagi belum nemu yang cocok, jadi kuli aja. Sehari tujuh puluh lima ribu dah lumayan."

"Sip, mantap."

"Tak butuh nasehat sabar, proses, apalah macam-macam."

"HahahahHAHAHahahahhaaaaa... sabar, Mas Bro."

Ust Abdul Somad: Ada yang Lebih Penting daripada Berdebat Soal Perbedaan

Saya pernah aktif di lebih dari 2 kelompok organisasi agama yang pemahamannya berbeda, cara ibadahnya berbeda. Artinya saya pernah menjelekkan lebih dari satu golongan. iya, begitu. Tetapi, jujur, yang lebih menarik adalah kelompok yang tidak banyak menjelekkan golongan lain, melainkan banyak memberi manfaat untuk umat.

Di forum pengajian, beberapa kali berbisik dengan teman sebelah, kenapa ikut kelompok tersebut. Jawabannya bukan karena kelompok tersebut menang debat, bukan juga karena banyak menyebut kekeliruan kelompok lain, tapi jawabannya karena lebih banyak kegiatan baik yang dilakukan, banyak memberi manfaat untuk umat.

Maaf, saya hanyalah orang yang belajar agama, bukan ahli agama. Tulisan ini hanya untuk share ilmu yang saya dapatkan dari orang yang alim berpengetahuan islam yang mumpuni. Mohon koreksi jika pemahaman saya keliru.

Saya baru saja menonton video Ustadz Abdul Somad di YouTube

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=QJe_LSybmWg[/embed]

Sebagai manusia, mungkin saja saya salah paham. Tetapi, menyebarkan ilmu itu merupakan kebaikan. Semoga bernilai ibadah. Ada penjelasan yang cukup menarik perhatian saya dari ceramah beliai dalam video tersebut. Yakni tentang bagaimana menyikapi perbedaan perbedaan pendapat.

Kata beliau tidak perlu permasalahkan perbedaan teknis dalam ibadah. Mau pakai qunut atau tidak, mau baca basmalah sirr (samar) ketika membaca surah Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua saat jadi imam sholat jamaah atau membaca basmalah secara jelas atau tidak pakai basmalah sama sekali. Sebab ada urusan yang lebih penting, yakni mendirikan sekolah islam dan usaha untuk umat islam untuk meningkatkan ekonomi islam.

Bersatu kita teguh, bercerai kita hancur. Banyak saya mendengar orang berpendapat bahwa umat islam saat ini sedang bercerai berai. Mungkin itu benar. Ada yang berkelompok-kelompok, tapi malah ramai saling hina. Saya tertarik dengan sikap Ust Abdul Somad, ajarannya bisa diterima oleh berbagai golongan. Beberapa teman di "golongan sebelah" juga gemar mendengar ceramah beliau. Menurut saya itu lebih baik daripada menyaksikan perdebatan.

Kisah Hikmah: Satu Amalan Solusi Untuk Berbagai Masalah Hidup

kisah hikmah

Ladangcerita.com akan menceritakan kisah hikmah dari seorang kyai karismatik, yakni kyai Kholil. Kisah ini tentang tiga orang yang mencari solusi terhadap permasalahan hidupnya. Masalah hidup yang paling banyak dikeluhkan orang sedunia adalah tentang uang. Ya, masalah ekonomi memang cukup menakutkan.

Saya ingin mengajak pembaca untuk mengambil pelajaran dari kisah hikmah ini. Mungkin pembaca sedang mengalami masalah yang sama dengan tiga orang dalam kisah ini. Kisah ini sebenarnya dikisahkan oleh saudara kita Mas Eko Febriyanto. Saya tertarik untuk mempostingnya di sini dengan menyampaikan juga pelajaran yang saya dapatkan dari kisah ini.

Berikut kisahnya:
Suatu hari Kyai Kholil kedatangan tiga tamu yang menghadap secara bersamaan. Sang kyai bertanya kepada tamu yang pertama: “Sampeyan ada keperluan apa?”

“Saya pedagang, Kyai. Tetapi hasil tidak didapat, malah rugi terus-menerus,” ucap tamu pertama.

Beberapa saat Kyai Kholil menjawab, “Jika kamu ingin berhasil dalam berdagang, perbanyak baca istighfar,” pesan kyai mantap.

Kemudian kyai bertanya kepada tamu kedua:

“Sampeyan ada keperluan apa?”

“Saya sudah berkeluarga selama 18 tahun, tapi sampai saat ini masih belum diberi keturunan,” kata tamu kedua.

Setelah memandang kepada tamunya itu, Kyai Kholil menjawab, “Jika kamu ingin punya keturunan, perbanyak baca istighfar,” tandas kyai.

Kini, tiba giliran pada tamu yang ketiga. Kyai juga bertanya, “Sampeyan ada keperluan apa?”

“Saya usaha tani, Kyai. Namun, makin hari hutang saya makin banyak, sehingga tak mampu membayarnya, ” ucap tamu yang ketiga, dengan raut muka serius.

“Jika kamu ingin berhasil dan mampu melunasi hutangmu, perbanyak baca istighfar,” pesan kyai kepada tamu yang terakhir.

Beberapa murid Kyai Kholil yang melihat peristiwa itu merasa heran. Masalah yang berbeda, tapi dengan jawaban yang sama, resep yang sama, yaitu menyuruh memperbanyak membaca istighfar.

Kyai Kholil mengetahui keheranan para santri. Setelah tamunya pulang, maka dipanggillah para santri yang penuh tanda tanya itu. Lalu, Kyai Kholil membacakan al-Qur’an :

Surat Nuh ayat 10-12 yang artinya: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu. dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”

Mendengar jawaban kyai ini, para santri mengerti bahwa jawaban itu memang merupakan janji Allah bagi siapa yang memperbanyak baca istighfar. Memang benar. Tak lama setelah kejadian itu, ketiga tamunya semuanya berhasil apa yang dihajatkan.

(Penuturan penulis; “Alhamdulillah..sudah lama saya membuktikan kedahsyatan “istighfar” dalam kehidupan saya terutama tantangan yg terkait dgn pekerjaan desain kapal sehingga saya diberi berkah oleh Allah mampu mendesain kapal patroli yg pertama kali di Indonesia yg menggunakan teknologi dan mataerial bimetal (kombinasi baja dan aluminium). Selain istighfar juga membuktikan khasiatnya sholawat nabi yg mengandung banyak barokah..salam..”)

(Ditulis oleh : Mas Eko Febriyanto, Sumber SARKUB)

Saya teringat ceramah oleh Gus Syaiful Rizal yang akrab dengan panggilan Gus Sep, di Desa Randu Cangkring, Kecamatan Pujer, Bondowoso, Jawa Timur. Dawuh beliau, "Orang mencari rizki itu tidak usah terlalu ngoyoh. Sebab rizki yang mengejar kita. Kalau kita yang terlalu ngoyoh mengejarnya, nanti salipan." Maksudnya, harus seimbang antara ibadah dan usahanya.

Sudah banyak sebenarnya keterangan tentang rizki. Tetapi, memang, jika tidak mendapat taufiq dan hidayah Allah, manusia seringkali malah memilih jalan yang sesat, tergiur oleh janji-janji orang tak jelas yang menawarkan uang ghoib, uang balik, penggandaan uang, dan semacamnya. Ada yang mengamalkan banyak amalan yang katanya dapat mendatangkan banyak rizki.

Tetapi, ketika uang tidak datang-datang, stresslah mereka. Ini ibarat smartfon yang diinstall berbagai aplikasi canggih, tapi jika smarphonnya memang tidak bagus, terinfeksi oleh banyak firus, PERCUMA, atau sedikit sekali efeknya. Dengan beristighfar, itu artinya kita memperbaiki kwalitas diri, membersihkan diri dari dosa. Agar jalan hidayah terbuka lebar, malaikat kerasan di dekat kita dan setan menjauh.

Namun, kita perlu sadar, rizki itu tidak harus selalu berupa uang atau harta. Allah lebih tahu kebutuhan kita, dan kampung akhirat itu lebih indah dari kehidupan di dunia yang fana ini. Mendekatlah pada ulamak, perbanyak mendengar nasehat-nasehat baik. Lakukan amalan-amalan baik yang dilakukan oleh para ulamak.
Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.