Blogger Widgets

Featured post

Orang Tua Komplain Anaknya Didisiplinkan

"Iya, maaf, Pak. Kemarin itu si Randy dikeluarkan dari kelas oleh guru Matematika karena bersikap tidak sopan di kelas. Bahkan dia be...

Home » , , , , , » Kentang Lokal Lebih Bagus, Indonesia Impor Kentang

Kentang Lokal Lebih Bagus, Indonesia Impor Kentang


______________________________________________________________



kentang goreng, donat kentang, masakan kentang,

Andai saya petani kentang, mangkel juga jika melihat kentang impor beredar di pasaran. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan bukan hanya petani kentang, tetapi juga konsumen di negeri ini. Kata Pak Manteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, impor kentang yang diijinkan itu hanya untuk industri, karena memang belum banyak diproduksi di negeri sendiri, sedangkan yang beredar di pasaran itu ilegal. (Detik Finance https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3366770/petani-minta-setop-impor-bibit-kentang-ini-respons-mendag Kamis 08 Dec 2016)

Berikut beberapa komentar pembaca di situs Detik

masker kentang, diet kentang, perkedel kentang

masakan kentang, masker kentang,

Biro Pusat Statistik (BPS) pada 2012 mencatat rata-rata konsumsi kentang di Indonesia mencapai 1.027.845 ton per tahun. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, Indonesia pada 2008 terpaksa mengimpor sebanyak 76.420 ton. Sementara produksi dalam negeri setiap tahunnya 1.004.041 ton.

Kentang yang diimpor sebagian besar untuk kebutuhan industri. Kentang yang biasa digunakan untuk industri adalah jenis atlantik. Namun, jenis tersebut tidak ditanam di Indonesia. Yang banyak ditanami di Indonesia adalah kentang sayur (granola). Dengan demikian untuk kebutuhan industri, terpaksa harus mengimpor kentang atlantik.

Untuk mendapatkan kualitas kentang terbaik untuk olahan, sejak 2013, Badan Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Kementerian Pertanian telah mengembangkan beberapa varietas kentang. Ketiga varietas yang kini masih diteliti adalah kentang varietas amabile, medians, maglia. Ketiga varietas tersebut memiliki keunggulan produktivitas tinggi dan tahan penyakit utama kentang (Phytopthora infestans).
... ... ...

Akan tetapi, petani belum bisa menikmati keuntungan dari menanam kentang tiga varietas terbaru Balitsa. Menurut Liferdi, paling cepat dibutuhkan waktu lima tahun dari satu varietas sebelum dilepas ke masyarakat. Waktu yang lama itu dibutuhkan untuk mendapatkan varietas terbaik. (Sumber Balitsa, Thursday, 04 September 2014 07:35 Written by Humas Balitsa)
Sekarang baru tahun 2016, berarti belum 5 tahun. Artinya, Indonesia belum bisa menghentikan impor kentang atlantik. Namun berbeda dengan saran Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Bandung Barat, Ida Nurhamida tahun 2011 lalu. Menurutnya kentang lokal lebihh baik dibanding kentang impor. Hal itu karena dataran rendah di Indonesia sangat bagus untuk pertumbuhan kentang lokal yang berkwalitas. Berikut kutipan beritanya di situs Pikiran Rakyat.
NGAMPRAH, (PRLM).- Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Bandung Barat, Ida Nurhmida mengimbau para petani tidak menanam benih kentang impor, karena belum tentu kualitasnya baik. Bahkan, kentang impor juga berpotensi menyebabkan tersebarnya penyakit nematoda sista kuning (NSK) yang merusak tanaman.

“Jangan tergoda dengan bentuk kentang impor yang bagus, seperti ukurannya yang besar dan tampak segar. Kentang impor sebenarnya harus dikarantina dulu agar kualitasnya terjamin,” katanya saat ditemui di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (3/11). (Sumber: Pikiran Rakyat , 4 November, 2011 - 06:51)
Kata Hasan Johnny Widjaja, ketua Umum AESBI (Asosiasi Eksportir Sayur dan Buah Indonesia) kepada DetikFinance (Jumat, 8/12/2016), rasa kentang lokal lebi lezat dibanding kentang impor karena tumbuh di tanah vulkanik. Komentar warga Batam yang tertulis di Antaranews berikut sesuai dengan pendapat di atas.
Walaupun kentang impor membanjiri Batam, namun pedagang mengaku warga cenderung lebih memilih kentang lokal.
     
"Pembeli lebih memilih kentang lokal, karena mereka tahu kualitasnya lebih bagus," kata pedagang sayur-mayur di Pasar Mitra Raya Batam Centre, Sulaiman.
(Sumber: Antara News  Kamis, 20 Oktober 2011 13:14 WIB)
Kelebihan kentang impor adalah harganya yang lebih murah. Ini sangat cocok bagi kalangan bawah seperti pengecer. Tetapi, kentang impor, katanya, bukan untuk pengecer, tapi untuk industri. Mungkin ini kentang ilegal yang mungkin dilegalkan untuk beredar.
Menurut pengakuan salah satu pedagang Pasar Kramat Induk Kramatjati yang menjual kentang impor, Santi, kentang impor jauh lebih murah ketimbang kentang petani lokal asal Dieng.

Santi mengungkapkan, dirinya menjual kentang impor ke pembeli yang rata-rata pedagang sayur eceran pasar sebesar Rp 7.000/kg. Sementara untuk kentang lokal dijualnya Rp 13.000/kg. (DetikFinance, Jumat 09 Dec 2016, 11:58 WIB)
 Semoga segera menemukan solusi.

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.