Blogger Widgets

Featured post

Orang Tua Komplain Anaknya Didisiplinkan

"Iya, maaf, Pak. Kemarin itu si Randy dikeluarkan dari kelas oleh guru Matematika karena bersikap tidak sopan di kelas. Bahkan dia be...

Home » , , , » Kisah Nyata: Sholat Imam Terlalu Lama

Kisah Nyata: Sholat Imam Terlalu Lama


______________________________________________________________



Kisah, Kisah nabi adam, kisah malam pertama, kisah 25 nabi dan rasul, kisah nabi yusuf, kisah nabi muhammad
Kisah Nyata. Ini cerita dari teman. Beliau pernah berkunjung ke rumah temannya yang belajar di Arab. Saat adzan Isyak berkumandang, ayah temannya meminta anaknya yang lulusan sebuah perguruan tinggi di Arab untuk jadi imam. Sebagaimana kebiasaan di Arab, sang imam membaca surat panjang. Belum tuntas imam membaca surat yang panjang, teman saya melihat ayahnya langsung memisahkan diri (sholat sendiri).

Usai sholat sang ayah langsung bilang, "Lek ngene, mati bapak, Le," katanya. 'Kalau begini, mati bapak, Nak.'

Cerita tersebut mungkin ada kurang dan lebihnya. Sudah lama sekali saya dengar ceritanya.

Cerita berikutnya dari sahabat Nabi saw. yang bernama Mu’adz bin Jabal radhiallahu’anhu.
Diantara kebiasaan Muadz, beliau shalat isya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid nabawi, kemudian Muadz pulang dan mengimami shalat di masjid kampungnya. Suatu malam, seusai jamaah isya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muadz pulang ke kampungnya dan mengimami shalat isya.

Kemudian Muadz membaca surat al-Baqarah. Salah satu diantara makmum Muadz adalah seorang pemuda dari Bani Salamah, yang bernama Salim. Ketika merasa shalatnya Muadz kepanjangan, dia langsung membatalkan diri dan shalat sendiri di sudut masjid, lalu pulang membawa ontanya.

Seusai shalat, jamaah lainnya melaporkan kepada Muadz. Beliaupun berjanji akan melaporkannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika dipertemukan, pemuda ini melaporkan,

Wahai Rasulullah, beliau shalat bersama anda di masjid nabawi hingga larut, kemudian beliau pulang dan mengimami kami dengan shalat yang sangat panjang.

Komentar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muadz,

“Apakah kamu ingin membuat fitnah, wahai Muadz?”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanya, apa yang dibaca orang ini dalam shalatnya.

“Wahai keponakanku, apa yang kamu lakukan ketika shalat?”

Pemuda ini menjawab:

Aku membaca al-Fatihah, aku memohon surga dan berlindung dari neraka. Dan aku tidak tahu apa yang anda baca ketika shalat maupun yang dibaca Muadz. (Sumber: konsultasisyariah)

Sumber lainnya tentang cerita ini:
“Mu’adz bin Jabal radhiallahu’anhu pernah shalat bersama nabi shallallahu’alaihi wasallam. Kemudian ia kembali kepada kaumnya dan shalat bersama mereka menjadi imam. Kemudian ia membaca surat Al-Baqarah. Kemudian seorang lelaki mangkir dari shalat dan ia shalat sendiri dengan shalat yang ringan. Hal ini terdengar oleh Mu’adz, sehingga ia pun berkata, ‘ia munafik‘. Perkataan Muadz ini pun terdengar oleh si lelaki tersebut. Maka ketika datang nabi shallallahu’alaihi wasallam ia bertanya, ‘wahai rasulullah, siang hari saya bekerja dengan tangan saya dan mengairi ladang dengan unta-unta saya. Kemarin Muadz shalat mengimami kami dan membaca Al Baqarah, sehingga saya mangkir dari shalat. Dan ia mengatakan saya munafik‘. Lalu nabi shallallahu’alaihi wasallam pun bersabda, ‘wahai Muadz, apakah engkau ingin menjadi pembuat fitnah?’ Sebanyak 3x. Bacalah was syamsi wad dhuhaaha (Asy Syams) dan sabbihisma rabbikal a’laa (Al A’laa) atau semisalnya’” (HR. Al Bukhari 6106, Muslim 465). Sumber: muslim.or.id
Ada cerita lagi dari teman yang kuliah di Al Ahzar, Kairo, Mesir. Pernah suatu ketika dia sholat jamaah dan berdekatan dengan orang Indonesia lainnya. Bacaan Quran sang imam membuat jamaah menangis. Usai sholat Iseng-iseng dia tanya jamaah asal Indonesia yang di sampingnya, "Kenapa nangis, Pak?"

"Capek, lama sekali sholatnya."

Entah cerita tersebut beneran terjadi atau dia hanya lucu-lucuan.

Cerita berikutnya tentang tangis bayi saat Rasulullah saw. mengimami.

Suatu ketika Rasulullah saw. sedang mengimami para sahabat. Tiba-tiba terdengar tangis anak dari shaf perempuan. Rasulullah mendengarnya. Rasulullah yang semula berniat memanjangkan sholatnya langsung mempercepat sholatnya.

Abu Qatadah (al-Harits) bin Rib'iy r.a berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Ketika aku berdiri dalamm sholat dengan niat akan memanjangkan bacaan, mendadak au mendengar tangis anak kecil. Maka aku segerakan sholatku, khawatiri memberatkan kepada ibunya." (Bukhari).

Itulah teladan pemimpin yang mengerti siapa yang dipiminnya.

Sumber: Google Book Pantulan Cahaya Rasul Jilid 1, karya KH. Munawir Abdul Fatah


______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.