Blogger Widgets

Featured post

Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Cerita cinta beda dunia ini terjadi pada seorang sahabat Nabi. Waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memberi semangat j...

Home » , , , , » Cerpen: Sapi Lebih Berharga daripada Sekolah (2)

Cerpen: Sapi Lebih Berharga daripada Sekolah (2)


______________________________________________________________


Oleh: Si Sun Rugyinsun
Lanjutan dari Cerpen Sapi Lebih Berharga daripada Sekolah (1)

Alfan...

Skill apa yang bisa kudapat dari sekolah? Bahasa Inggris hanya dua pertemuan dalam seminggu. Cara merawat sapi juga tidak ada pelajarannya. Di sekolahku, tak usah belajar pun bisa naik kelas. Pelajarannya itu itu saja. Nilai bahasa Inggrisku dan teman-teman lumayan bagus, tapi nyatanya tak ada yang bisa bahasa Inggris. Banyak pelajaran harus dipelajari, tapi nyatanya banyak yang lupa. Bapak ibu guru pun hanya mengajar satu pelajaran. Saat piket gantikan guru yang tidak masuk, jarang sekali ada guru yang bisa menggantikan mengajarkannya, kecuali hanya memberi tugas di LKS.

Melakukan sesuatu yang sudah jelas tidak bisa itu hanya buang umur. Bahkan kakak-kakakku tidak mampu mandiri sepenuhnya, lebih parah lagi mereka tak pandai bersosial. Apa-apa masih curhat ke orang tua, padahal pendidikan mereka sudah sarjana. Seharusnya mereka yang membantu masalah orang tua. Ilmu apa yang dipelajari...?!

Aku dan teman-teman memang pandai menjawab soal ujian, tapi tak pandai menjawab persoalan hidup. Bahkan bapak dan ibu guru pun begitu. Mereka teriak-teriak minta ditingkatkan kesejahteraannya. Mereka teriak pada pemerintah, bukannya kesejahteraan itu hak Tuhan. Yang katanya kaum terpelajar itu juga tidak peka sosial.

Bahkan banyak dari mereka yang lemah iman. Nikah saja takut. Padahal, yang tak sekolah SD saja berani dan hidup bahagia, tidak kelaparan. Mereka bisa bertahan hidup tanpa ijazah. Ada kelebihan mereka yang takut menikah, yaitu berani berhubungan dengan lawan jenis sebelum menikah. Itu beraninya. Padahal mereka tahu itu dosa. Begitu kelakuan orang yang katanya terdidik.

Aku jadi tidak tertarik untuk terus sekolah, sedikit gunanya.

***
cerpen, cerpen persahabatan, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen dewasa, cerpen anak

"Kok tidak masuk, Fan." Andre inbox di BBM Alfan.

"Malas, Dre."

"Mau kawin...??"

"Mungkin."

"HahaHaha... Dasar, sahabat gua yang satu ini, udah kebelet kawin beneran rupanya. Janda apa perawan, Bro? Perawan lebih semangat, Bro."

"Janda lebih bijaksana, Kawan."

"HahahHahAhah... Besok masuk kan?"

"Sepertinya tidak, Bro. Sibuk ngurus sapi."

"Sapi lo urus, mending ngurus janda."

"HahaHAhaha... Ketularan lo..."

Alfan sangat malas untuk masuk sekolah. Menurutnya, ijazah tidak penting. Apalagi dia tahu ijazah bisa dibeli. Pak De-nya yang jadi DPR juga beli ijazahnya. Ayahnya tidak punya ijazah, tapi jadi bos ternak. "Sukses tak butuh ijazah, tapi butuh ilmu dan semangat. Sekolah hanya jadi penghalang untuk belajar," pikirnya.

Tetapi sulit bagi Alfan untuk memutuskan berhenti sekolah. Meskipun dia sudah mandiri, orang tua dan saudara-saudaranya pasti tidak setuju. Apalagi harga sapi tidak stabil. Import sapi juga menjadi momok yang menakutkan bagi para peternak.

Bersambung Cerpen Exporir Sapi ke Australia

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.