Blogger Widgets
Home » , , » Cerpen: Penguasa Negeri Ini Bukan Presiden

Cerpen: Penguasa Negeri Ini Bukan Presiden


______________________________________________________________

cerpen sosial

CERPEN SOSIAL, cerpen bertema sosial.


CERPEN SOSIAL. "Presiden negeri ini udah tumpul taringnya, Mon."

"Ah, lho...!! kita anak SMP tahu apa soal politik."

"Aku ini sering nguping bokap diskusi politik sama kakek di rumah."

"Wuih, keren....!! Mertua sama menantu jadi pengamat politik."

"Ah, itu nggak penting."

Mereka berdua tidak sadar di kelas sudah ada Pak Latif, Guru Matematika yang terkenal galak. Asyik saja mereka ngobrol di belakang kelas, di bawah pohon jambu. Pak Latif memang terlambat tadi sehingga banyak siswa yang keluar kelas, termasuk Doni dan Mones. Tempat ini memang favorit bagi keduanya. Tempatnya rindang dan sejuk. CERPEN SOSIAL.

"Menurut kakek gua, Mon, penguasa suatu negeri itu ada 3 golongan, yaitu pemimpin yang kuat, seperti raja, bukan presiden, yang kedua pebisnis yang menguasai perekonomian, dan yang ketiga adalah paranormal."

"Paranormal...??" Mones agak bingung dan menatap Doni, "Dukun maksud lho...!!"

Doni mengangguk.

"Kok bisa?" sambil garuk-garuk kepala. "Kakekmu yang bilang begitu?"

"Iya. Masak orang tua salah?"

"Iya sih. Tapi bagaimana caranya ya?"

"Kita kan anak SMP, belum paham politik."

Mones tertawa terbahak sampai terdengar ke kelas. "Dasar lho...!!"

***

CERPEN SOSIAL. Mones dan Doni dihukum berdiri di lapangan yang panas keesokan harinya. "Mon, aku sudah tahu kenapa paranormal termasuk salah satu dari tiga penguasa negeri," kata Doni. Doni agak merengut karena kepanasan dan menoleh ke Doni. Sepertinya dia agak enggan merespon, tapi Doni semangat untuk bercerita. Mungkin agar tidak terasa capek dan panasnya.

"Bagaimana caranya?"

"Paranormal itu kan sakti, Mon. Orang waras bisa jadi gila, orang jujur jadi pembohong, begitu juga sebaliknya."

"Terus? Itu bukan pekerjaannya setan?!"

"Ah, bukan. Kalau panglima perang dibuat gila, Mon, terus menyuruh prajuritnya menyerbu, mati semua, Mon."

Mones tertawa. "HaAAhahahahHAhah....!!! Logika ingusan..." Teman-temannya yang di kelas menolehnya. Mungkin mereka mengira Mones senang dijemur meskipun kulitnya udah gelap. "Tapi masuk akal juga. Berarti Doraemon termasuk."

"Jadi, paranormal itu bisa menghipnotis para pejabat negeri agar bertindak sesuai kehendaknya, Mon."

"Misalnya paranormalnya bilang begini, 'Telanjang...!!' maka merekak semua telanjang... HahahHhhhhhhhhAhahahahahah.....!!!!" Mones tak kuasa menahan tawa membayangkan.

Kali ini Pak Latif tidak tahan, beliau keluar mendekati Doni dan Mones. "Doni, masuk!" Doni pun masuk kelas "Angkat kaki kananmu!!" perintahnya pada Mones. CERPEN SOSIAL.

Tinggallah Mones sendirian. "Apes gua. Yang cerita kan si Doni, kenapa gua yang kena?! Sial...!! Kalau saja aku sakti, kusuruh telanjang orang ini...," dia membayangkan Pak Latif melakukan yang ia inginkan. Ia tertawa lagi.

Pak Latif yang hendak ke kelas menghentikan langkahnya. "Kenapa ketawa?!" Bentaknya.

"Tidak. Tidak, Pak." Gemetaran.

"Apanya yang tidak...!!" Pak Latif mendekat dengan wajah geram.

"Tidak sengaja, Pak."

"Angkat kedua tanganmu...!!"

Sepertinya guru juga termasuk salah satu penguasa negeri, pikir Mones. Guru bisa seenaknya nyuruh siswa. Kalau semua guru nyuruh siswanya tidur, berapa persen dari penduduk negeri yang tidur dalam waktu bersamaan? Atau disuruh teriak semua, pasti rame sekali negeri ini.

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.