Blogger Widgets

Cerpen: Pak Lurah Kesiangan


______________________________________________________________

cerpen, cerpen persahabatan, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen dewasa, cerpen anak
Cerpen. Ada suara jerit-jerit di luar, kedengarannya tidak terlalu jauh. "Kurang ajar...!! Apa-apaan ini...!!" Aku kenal suara pria yang teriak marah-marah itu. Pak Karman, tetangga sebelah yang masih satu RT. "Pak Karman ditangkap," terdengar tetangga sedang berbisik tepat di sebelah kamarku. Sebelah rumahku memang lahan kosong. Aku pun keluar lewat pintu dapur. Rupanya ada Pak Sukir, Pak Rahmat, sama Pak Rokib di sebelah rumahku.

"Baru bangun, Pak?" sapanya.

"Sudah dari tadi. Ada apa?" aku pura-pura tidak tahu.

"Pak Karman ditangkap," jelas Pak Sukir setengah berbisik. "Tadi malam Pak Sodiq sama Pak Maimun juga sudah ditangkap."

Lewat depan rumahku Pak lurah bersama rombongan membawa Pak Karman dengan tangan terikat. Ada lima orang berseragam seperti polisi turut serta. Aku tidak kenal mereka.

"Coba dari dulu begini, kan aman," komentar Pak Rahmat. "Desa ini sudah jadi sarangnya maling, rampok, pemabuk, penjudi, pelacur juga ada. Kemaksiatan meraja lela."

Pak Rokib diam saja. Tiga kali beliau hilang sapinya. Dua motornya juga hilang. Bahkan istri dan mertuanya dua kali jadi korban pemerkosaan. Pak lurah hanya berucap prihatin atas peristiwa itu. Pak Rokib bukanlah satu-satunya korban kejahatan di desa ini. Katanya pelakunya akan dipenjara, tapi mana buktinya. Kayak orang sakti aja Pak lurah ini.

"Anak kelas enam SD sudah berani mencuri," kata Pak Sukir. "Heran saya. Padahal sekolah tambah maju, guru tambah banyak. Bayaran guru juga tambah mahal, motornya keren-keren."

"Jaman kita sekolah dulu, cuma tiga kan gurunya ya kang," tambahku.

"Iya. Kayak kurang diberi nasehat, anak jaman sekarang maunya aneh-aneh. Padahal sekolahnya pulang sore."

"Les itu kang."

"Lah iya, buat apa kalau kelakuannya malah begini. Pelaku kejahatan ini kan banyak anak mudanya. Sekarang sudah tidak ada yang tidak sekolah. Dulu jarang yang sekolah. Si Firman yang alumni pesantren malah dilarang ngadakan pengajian sama pak lurah."

"Takut sesat ajarannya, Kang. Firman kan mondoknya jauh."

"Tapi kan, anak-anak yang ngaji ke dia alim-alim, sopan-sopan. Rajin sholat. Iya kan?" beliau menatap kami. Aku menanggapinya dengan senyum. "Dulu Pak Lurah memelihara bajingan, pengajian yang dilarang. Sekarang kena batunya."

"Kalau belum kena sendiri, memang begitu..."

"Ini kan sejak istrinya digilir 13 pemuda, bahkan ada anak SD yang ikut dalam aksi kejahatan tersebut, katanya. Baru dia bertindak. Ini bukan demi rakyat, tapi balas dendam."

Aku tersenyum. Sepertinya Pak Sukir sangat tidak suka Pak Lurah. Maklum, beliau memang pendukung lawan saat pemilihan lurah dulu. Dulu beliau dukung Ustadz Hamdi, ayah Firman. Tetapi beliau kalah. Masyarakat di desa ini memang tidak tertarik dengan hal-hal yang berbau agama.

"Sudah mulai panas, waktunya ke sawah."

"Saya juga mau ngarit."


______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.