Blogger Widgets

Featured post

Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Cerita cinta beda dunia ini terjadi pada seorang sahabat Nabi. Waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memberi semangat j...

Home » , , , » Bolehkah Orang Bodoh Jadi Bos?

Bolehkah Orang Bodoh Jadi Bos?


______________________________________________________________


Oleh: Si Sun Rugyinsun
Bisnis, jadi bos, tips bisnis, cara sukses
Sudah banyak motivator bisnis memotivasi kita semua agar berbisnis dan menjadi bos. Luar biasa motivasinya. Benar memang, seseorang yang tidak punya keahlian mempekerjakann orang yang punya keahlian, mereka yang tidak punya ilmu mempekerjakan orang berilmu. Itu fakta. Itu artinya, kebanyakan Bos perusahaan adalah orang bodoh, kasarannya "Orang Goblock".

Orang pintar memang banyak tahu: tahu yang baik dan yang buruk, tahu kekurangan dan kelebihan, hanyay saja mereka lebih sering melihat kekurangan dan keburukan sehingga takut bertindak. Sedangkan orang bodoh tidak tahu apa-apa, hanya punya keinginan. Dia bertindak sesukanya. Dan, banyak yang sukses.

Berani Ambil Risiko, Jangan Cengeng

Tetapi, risiko besar juga menanti. Bos perlu tahu dan paham tentang "Kepemimpinan", "Management", selain keberanian. Jangan sombong dengan mengatakan, "Aku pemberani, berani ambil risiko...!!" Jika ketika risiko tersebut dialami lalu merengek-rengek pada orang-orang terdekat dan merepotkannya, bahkan mengurangi gaji karyawan, atau bahkan meminjam uang pada karyawan dengan paksa. Sebab, berani ambil risiko itu berarti mau menanggung sendiri juga, buan hanya OMDO (Omong Doang) 'Bukann hanya dalam perkataan saja'.

Ada cerita dari teman facebook. Dia pernah bercerita perjalanan bisnisnya. Sukses memang. Tetapi, suatu ketika ia ditimpa musiha dengan kerugian miliarann rupiah. Stress... Tetapi ia bangkit dan sadar bahwa ia memang salah: tidak punya management yang baik, tidak punya arah dalam menjalankan usaha, tidak disiplin, dan sebagainya. Sejak peristiwa itulah beliau mulai belajar: pada teman atau lewat buku. Dan, ia sukses. Semoga yang lain segera ngikut sukses.

Karyawan dan Perbudakan

Perusahaan berdiri atas ijin pemerintah/penguasa. Tentunya dengan ketentuan-ketentuan tertentu: Management jelas, tujuan jelas, manfaat jelas, jumlah dan gaji karyawan jelas. Namun, kenyataannya tidak demikian. Mencari kerja sulit, banyak orang tidak pilih-pilih kerjaan. Pebisnis yang berilmu akan terus mematuhi aturan dan etika. Tetapi bagi bos yang bodoh/goblock, dia akan memanfaatkan keadaan ini. Ia bisa memperbudak karyawan, sebab karyawan tidak akan protes; mau protes, takut dipecat. "Dari pada tidak bekerja, sabar saja." Bagus.

Bagaimana dengan pemerintah, bagaimana dengan pihak yang bertanggung jawab terhadap permainan ini? Terus dibiarkankah perbudakan ini? Silahkan, tapi...

Hukuman dari aparat mungkin tidak akan menimpa para bos bodoh itu, tapi Tuhan tak membiarkan. Selain itu, mungkin saja ada dendam di hati para karyawan. Mungkin saja mereka melakukan hal yang tidak wajar, misalnya, membunuh bos atau keluarga bos, dan semacamnya. Pelaku kriminal tak selalu 100% pantas disalahkan.

Etika Bisnis


Satu hal yang membedakann manusia dengan hewan adalah etika. Orang beretika dihormat, dihargai. Jika suatu perusahaan dipimpin oleh orang bodoh dan tak paham etika, maka perusahaan tersebut tidak beda dengan binatang yang memikirkan perutnya sendiri, bahkan memakan dagingnyay sendiri, seperti seorang bos yang memakan hak karyawannya.

Semoga kita semuau mendapat taufik dan hidayah Tuhan. Semoga kita semua dituntun ke jalanNya. Semoga segala urusan kita dimudahkan. Semoga kita semua tambah sukses.

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.