Home » , , , » Cerpen: Pura-Pura Tanya Tugas Kuliah Padahal Suka

Cerpen: Pura-Pura Tanya Tugas Kuliah Padahal Suka


______________________________________________________________

Cerpen. "Lin, u gi pa?"

Lebih dari lima kali sms semacam itu masuk ke nomor HP lina dan dari nomor yang sama, tentu dari orang yang sama. Kadang Lina merasa kesal, tapi ada manfaatnya juga karena yang sring ditanyakan adalah tentang tugas atau tentang mata kuliah. Lina jadi lebih rajin belajar. Tetapi, tetap saja baginya itu terlalu sering. Ya, terlalu.

Lina membalasnya, "Gk ngapa2in."

"U paham ttg Conditional Sentence?"
cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen

Baca juga: Cerpen Idaman Cewek SMA

Lina membaca sejenak, lalu meletakkan hapenya. Tidak mungkin mahasiswa serajin dia tidak paham materi "Conditional Sentence". Anak SMP saja sudah banyak yang paham. Ia memejamkan mata, sedang malas untuk mengerjakan sesuatu. Dia ingin bersantai saja.

"Tut Ting Tut Tut, Tet"

Hape Lina berdering lagi. Tetapi ia sudah bisa menebak si pengirim pesan. Sedang banyak yang ia pikirkan: organisasi, karir, masa depan, jodoh, dll. Ia ingin sekali bisa berkontribusi untuk negeri, bisa memberi sesuatu yang berarti. Tentang jodoh, ia sangat khwatir, mungkin terlalu berlebihan. Hampir tidak pernah ia temui cowok yang baik, yang memenuhi kriterianya.

Hapenya berdering lagi, kali ini telpon masuk. Tanpa ia lihat, langsung ia matikan. Ia teringat ustadz muda di kampung tempat ia KKN tiga bulan lalu. Luar biasa semangatnya, meski tidak pernah belajar di sekolah formal, tapi kegemarannya membaca dan keahliannya berbahasa Arab membuatnya kaya ilmu. Kepeduliannya terhadap anak-anak patut diacungi jempol. Waktu KKN Lina belajar bahasa Arab padanya. Ia jugau pandai sekali buat puisi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Arab.
***

"Lina, tunggu!"


Lina sudah sangat hafal siapa yang manggil dan apa maunya. Tetapi ia hargai, ia tunggu dia.


"Aku boleh pinjam buku linguistiknya?"


Padahal buku yang dimaksud masih ia pinjam dan belum dikembalikan. Tetapi Lina pura-pura sudahh ia pegang, "Dipinjam teman."


"Ow. Kalau buku statistik?"


Lina menghela nafas. "Ada. Ayo ambil di kontrakan."


"Sip," Dicky senang sekali.


Sambil berjalan berdua menuju parkiran Dicky mengajak Lina ngobrol. "Rina itu teman SMA-mu ya?" entah sudah yang keberapa kalinyay pertanyaan itu dilontarkan. Lima iyakan saja tanpa menolehnya. "Dia cantik ya." Lina tidak terlalu menggubrisnya.


***

Semua berubah. Tak ada lagi yang suka gangguin hari-hari Lina. Sudah dua bulan Dicky tidak lagi mengganggunya. Padahal, kadang ia tunggu sms-nyay seperti dulu, telponnya yang sring tanya hal-hal tak masuk akal. Semua tentang perilaku uniknya hilang.


"Aku kok tidak pernah lihat kamu sama Lina lagi?" tanya Rama.


"Tidak kenapa-kenapa."


"Putus?"


"kapan pacarannya? Aku sama dia itu tidak ada hubungan apa-apa."


"Ow. Eh, kalau boleh tahu, dia udah ada yang punya, belum?"


"Setahuku masihh single."


"Wah, sip. Langsung tak lamar aja."


"Hah...!! Apa?! Mau melamar?"


"Iya, kenapa? Kamu cemburu?"


"Tidak, tidak. Siapa yang cemburu. Aku udah punya."


"Ow. Nanti tak bilang ke dia."


Lina baru selesai kuliah. Rama melihatnya. "Itu dia. Lewat sini ya?"


"Iya."


"Tunggu sini aja."


Dicky tidak percaya Rama begitu entengnya bilang begitu. Padahal, Dicky sudah lebih duau tahun berusaha dekati Lina. Rama, belum apa-apa, sudah bilang mau melamarnya.


"Lin, aku ada perlu," Rama memanggil Lina yang sudah hampir mendekatinya.


Dicky diam saja, bersikap dingin. Lina meliriknya sambil mendekati Rama.


"Duduk sini."


Ia duduk di samping Rama, Dicky di sebelahnya. Dia di tengah.


"Lin. Aku suka sama kamu."


"Lina kaget."


"Aku pamit dulu," ia mau pergi.


Tapi Rama mencegahnya. "Aku serius. Aku mau melamarmu. Tidak hanya menjadikanu pacar. Menikahi lebih terhormat."


Lina terdiam. Bingung. Ia menunduk.


"Kalau boleh, sekarang jugau aku ke rumahmu."

Mata Dicky memerah.

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.