Tukar Istri Dengan Saudara


______________________________________________________________


cerita cinta, selingkuh, selingkuhan, cerita selingkuh, cerita cinta romantis, cerita cinta sedih, pernikahan, pernikahan dini,

Cerita cinta ini mungkin terasa aneh, tapi mereka menghargai pernikahan. Mungkin ini adalah cerita cinta sedih, bukan cerita cinta romantis. Tetapi ini adalah pengorbanan, sebuah jiwa besar di balik cerita perselingkuhan.

Cerita ini saya dengar dari seorang nenek tukang pijat. Waktu itu saya masih menderita sakit pembuluh darah dan sering pijat ke beliau. Entah mungkin karena sudah sangat akrab, beliau tiba-tiba bercerita tentang kedua menantunya.

Bagi saya dan keluarga, ceritanya tidak begitu lucu, tetapi bagi pembaca mungkin aneh. Ini kisah kedua anak perempuannya.

Kata beliau, beberapa miggu sebelumnya, salah satu menantunya ketahuan selingkuh dengan iparnya. Padahal sudah sama-sama punya anak. Uniknya, suami perempuan yang diselingkuhi tidak marah. Bukan tidak marah, siapa yang tidak amrah mengalami hal seperti ini. Hanya saja beliau mampu menahan amarah. Ujian itu memang disesuaikan dengan kemampuan yang diuji. Singkat cerita beliau ngajak tukar istri saja.

Baca juga : Maling Yang Mendadak Jadi Kyai

Yang saya kagumi alasannya ngajak tukar istri. Katanya demi anak agar tidak diasuh bapak atau ibu tiri. Kalau ditukar, kan diasuh pak de atau buk lek. Masih sama sayangnya. Begitu. Akan tetapi, ada kisah yang tak terungkap di balik cerita ini. Mungkin rasa sayang terhadap anak mengalahkan cinta birahi terhada istri. Tetapi semudah itukah mengalihkan haluan cinta? Ini tentang pengorbanan.


Menurut tradisi, sudah menjadi prinsip para orang tua, hidup demi anak. Pernah juga ada tetangga yang sering sekali bertengkar dengan istrinya. Katanya istrinya tidak penurut, mungkin kasar pada suami, tapi suami tidak mau bercerai, keluarganya pun juga sangat tidak mendukung perceraian. Alasannya, karena sudah ada anak. Menurut mereka, sebaik-baiknya ibu atau ayah tiri, tidak akan sama sayangnya dengan orang tua kandung.

Pernah juga seorang suami selingkuh dengan teman istrinya yang masih tetangga rumah sampai hamil dan punya anak. Akhirnya dinikahi dan pisah ranjang dengan istri pertama. Tetapi akhirnya kembali lagi pada istri pertama dan meninggalkan istri mudanya, dan diterima dengan baik oleh istri pertama. Alasannya, demi anak. Keluarga masing-masing juga tidak saling bermusuhan, mereka menganggap sudah masa lalu. Alasannya, karena sudah ada anak.

Salut. Anak tidak tahu apa-apa. Yang ia harapkan adalah kasih sayang. Akan tetapi, menurut hukum agama, zina tetaplah dosa besar yang harus dijauhi.

Sekian cerita cinta yang mungkin aneh menurut pembaca. Salah seorang merasakan cerita cinta romantis bersama selingkuhannya, sedangkan yang lain pastinya sedih dengan pernikahannya yang berakhir dengan cerita cinta sedih. Allah Maha Tahu atas segala rahasia.


______________________________________________________________

6 comments:

  1. Membaca hal ini, seperti kita melihat sebuah benang merah yang telah menjadi prinsip setiiap agama yang dianggap remeh.

    Dan sangat picis bila hal ini anak sebagai pencuci segalanya. Kalau memeang alasan dasarnya untuk anak, kenapa tidak bisa menjadi benteng mereka juga ya ? He,,,x9

    Salam,

    ReplyDelete
  2. Terima kasih kunjungannya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.