Home » , , , » Budaya Belajar dan Bertanya

Budaya Belajar dan Bertanya


______________________________________________________________

Belajar bukan sekedar kewajiban, tapi keharusan. kita makan nasi, karena tahu nasi mengenyangkan. Kita datang ke restoran, karena tahu di sana banyak makanan enak. Artinya pengetahuan itu penting. Pepatah mengatakan, "Malu bertanya sesat di jalan, banyak bertanya berarti tidak belajar". Pengetahuan ibarat penerang jalan kehidupan.

Namun, pada kata pepatah di atas, pada kalimat kedua "...banyak bertanya berarti tidak belajar." Di negeri yang terkenal dengan budaya lisannya ini mungkin masih wajar bertanya banyak pada seseorang yang dianggap lebih tahu. Namun, di beberapa negara maju, kalimat tersebut sangat benar.

Pernahkah anda bertanya pada seseorang, kemudian dia menjawab dengan muka masam dan menakutkan? Intonasi bicaranya naik. Apakah dia pelit? Atau anda yang terlalu banyak bicara? Pelajar di negeri yang kaya ini sudah biasa datang ke sekolah dengan hampa (Tidak semua). Ya, pokoknya datang. Kemudian mendengarkan penjelasan guru, ada yang melamun. Di negara-negara maju, biasanya siswa datang ke kelas dengan membawa sedikit ilmu yang akan didiskusikan di kelas. Sehingga kelasnya asyik sekali karena ilmu datang dari banyak sumber.

Di beberapa group di facebook, budaya belajar mandiri sudah mulai membudaya. Ketika seseorang bertanya hal yang sangat mendasar, bukannya dijawab, kebanyakan teman-teman menjawab begini, "Cari di google, belajar dan pahami sendiri. Kalau ada kesulitan, ke sini lagi." Luar biasa. Memang begitu seharusnya.

Perpustakaan sudah banyak, google tidak pernah libur. Sudah begitu mudahnya belajar di jaman sekarang. Kalaupun ingin bertanya, tanyalah begini "Apa saja yang perlu saya pelajari?" Nanti akan ditunjukkan bab-bab nya. Lalau cari sendiri di google atau buku. Setelah itu, baru sharing.

Masak, bilangnya ingin menjadi dosen di fakultas hukum, terus tanyanya "Definisi hukum itu apa ya?". Definisinya saja belum tahu, bilangnya mau jadi dosen. Terus tanyanyta di forum. Kan unik.

Biasakan/budayakan research.



______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.