Blogger Widgets

Featured post

Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Cerita cinta beda dunia ini terjadi pada seorang sahabat Nabi. Waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memberi semangat j...

Home » , , , » Remaja Adu Keberanian, Kenapa Dengan Pelajaran Sejarah?

Remaja Adu Keberanian, Kenapa Dengan Pelajaran Sejarah?


______________________________________________________________


Oleh: Si Sun Rugyinsun
Sudah sering ya dengar kabar pelajar tawuran, bolos, minum, bahkan minum minyak tanah. Aneh-aneh saja. Ada juga anak SMP dan SMA adu keberanian godain mahasiswi. Wah, keren.

Tetapi, sepertinya belum ada di Indonesia remaja yang adu keberanian mengatakan "Saya adu nyali untuk hidup mandiri bulan depan. Besok saya bilang ke orang tua, bulan ini terakhir saya minta ke orang tua." Atau bulan depannya diganti tahun depan saja.



Coba search di google, banyak contoh-contoh orang kaya di usia muda, mereka sukses di usia muda.

Kenapa anak-anak kita tidak tertarik seperti mereka? Kok malah lebih tertarik adu jotos, dan hal-hal negatif lainnya? Apa kita yang tidak pandai menghargai kebaikan mereka di masa kecil? Apa kita lebih pandai menilai keburukannya?

Di sekolah ada pelajaran sejarah. Hingga saat ini saya juga masih bertanya-tanya fungsinya. Apa hanya untuk mengingat-ingat yang dulu atau memang ada fungsi tertentu? Atau mengajari siswa pandai menganalisa masa lalu? Atau melatih siswa agar pandai mengambil manfaat dari kisah?

Tetapi seingat saya, guru sejarah saya hanya menceritakan sejarah atau cerita adanya saja. Pernah saya ngobrol dengan teman-teman, satu diantara kami sarjana sejarah. Ada yang tanya, "Ngapain sejarah di pelajari, kan sudah selesai?" katanya. Kami hanya tertawa, termasuk si sejarawan sendiri.


______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.