Home » , , , , , , , , , , » Guru TIK Kemana? Ini Soal Generasi atau Apa?

Guru TIK Kemana? Ini Soal Generasi atau Apa?


______________________________________________________________


Di dunia pendidikan, sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru. Para generasi akan naik level, yang memenuhi syarat. Ada yang berubah, kabarnya. Sudah agak lama munculnya kabar pemberlakuan kurikulum baru. Yang lebih panas, kabar dihapusnya beberapa mata pelajaran, yang sangat menonjol dan sering dibahas adalah mata pelajaran Bahasa Inggris untuk SD dan TIK untuk SMP dan SMA.

Kalau ada yang dihapus, berarti gurunya juga harus dihapus dari daftar. Atau buku panduannya juga dibakar aja. Apa perusahaan LKS yang biasanya menjual ke sekolah-sekolah tidak ikut dirugikan ya? Belum saya dengar kabarnya.

Tetapi tidak, guru TIK tetap bisa berperan. Mereka bisa dimasukkan dalam Pusat Teknologi Pendidikan yang ada di sekolah untuk membantu guru dalam mempersiapkan materi ajar. Jadi mereka membantu guru-guru untuk membuat media pembelajaran berbasis teknologi. Wah, bagus. Berarti mata kuliah media pembelajran di FKIP perlu dikurangi, agar tidak merebut peluang kerja guru dan calon guru TIK. hehe... Ini mikir generasi apa mikir uang sih?

Gimana kalau bisnis aja?

Hidup memang perlu makan. Saya rasa, lebih baik guru TIK buat lembaga sendiri, bisa berupa lembaga
kursus pembuatan media, atau menyediakan media pembelajaran. Tidak harus ikut-ikutan rebutan kursi di lembaga pendidikan.

Di dekat daerah saya ada yang sampek rebutan murid. Saking banyaknya yang ingin jadi guru dan punya sekolah, satu desa sampek lebih dari 1 sekolah. Akhirnya rebutan beli siswa. Biasanya murid itu bayar untuk daftar, karena sudah jadi rebutan, malah dibayar. Ini mikir generasi atau mikir apa?

Kalau guru bahasa Inggris, asal mereka memang benar-benar berilmu, bukan hanya berijasah, banyak sekali peluangnya. Bahasa asing ini selalu dibutuhkan. Cuma masalahnya, kebanyakan sekolah menjadi tempat yang aman bagu mereka yang berijasah tapi tidak berilmu. Belajar bersama siswa. Tidak masalah, dari pada hidup nyusain orang lain.

______________________________________________________________

2 comments:

Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.