Blogger Widgets

Featured post

Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Cerita cinta beda dunia ini terjadi pada seorang sahabat Nabi. Waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memberi semangat j...

Home » , , , , , , , , , , » Debat Guru Idealis dan Guru Realis

Debat Guru Idealis dan Guru Realis


______________________________________________________________


Oleh: Si Sun Rugyinsun
Matahari sudah agak tinggi, lebihh dari tongkat tingginya. Bumi sudah panas. Embun sudah tinggal sedikit. Daun sudah tampak sekali hijaunya, mengkilau. Penduduk desa sudah pada berangkat ke sawah, anak-anak juga sudah berada di sekolah.

Di salah satu ruang kantor sekolah ada dua guru sedang asyik mengobrol, berikut cuplikannya:



A: Saya tidak habis pikir, bagaimana jadinya dunia ini ke depan.
B: Sudah ada Tuhan yang mengurusi, Pak. (Sambil baca koran)
A: Tapi kan, kita sudah diangkat menjadi wakil-Nya untuk mengurusi dunia ini?!
B: Untuk memanfaatkannya juga, Pak.
A: Itu bukan yang utama. Kita mesti bertanggung jawab. Coba lihat generasi kita. Buuuaaaanyak sekali yang       tidak bermoral. Itu adalah cerminan bahwa kita, sebagai orang tua, terutama sebagai guru, gagal mengemban amanah Tuhan untuk mendidik mereka generasi kita.
B: (Tersenyum dalam hati) Aku sukses. Ni, perutku buncit (Berkata dalam hati)

A: Seharusnya, dan semestinya, kita sebagai guru fokus memikirkan generasi. Kalau perlu kita abdikan hidup kita 24 jam untuk memikirkan mereka. Keadaan, kondisi moral generasi sudah ssssaaaangat mengkhawatirkan. Ini sudah genting. Tidak bisa ngurusi dengan main-main.
B: Emang lho udah bisa buat anak bini lho tersenyum? (Berkata dalam hati)
A: Kalau saya jadi kepala sekolah, saya akan buat program dan aturan agar semua yang berada di dunia sekolah bekerja profesional dan tidak main-main.
B: Jadi menteri lebih baik, Pak. Gajinya juga lebih mahal.
A: Tidak digaji pun, saya akan terus berjuang mendidik generasi. Ini tanggung jawab kita yang tua. Perjuangan harus diusung. Dunia adalah tanggung jawab kita.
B: Dari mana lho bayar utang, kalau kerja nggak digaji. (Berkata dalam hati)
A: Saya melihat banyak ketidaksesuaian dalam pendidikan kita, khususnya di sekolah ini...!!
B: Apa saja, Pak?
A: Ya, banyak. Kurikulumnya. Bahan ajar. Metode mengajarnya. Perlakuan terhadap murid juga. (Tangannya melayang-layang mengilustrasikan). Kita tidak bisa sembarangan mengukur kemampuan siswa. Kita harus profesional. Program sekolah harus sesuai dengan konsep pendidikan kita, pendidikan nasional, pendidikan negara republik Indonesia.
B: Memang siapa yang membuat konsep pendidikan, Pak?
A: Ya, pemerintah. Pemerintah kita. Apa-apa yang sudah diatur oleh negara, jangan dilanggar agar pendidikan berjalan sebagaimana mestinya, dan sukses.
B: Benar juga, Pak. Tapi, negara itu siapa, Pak? Manusia, kan?
A: (Diam sejenak) Ya, mereka. Merek yang sudah profesional di bidang pendidikan. Mereka yang harus kita patuhi.
B: Ow... Terus, yang dikatakan sukses, bagaimana, Pak?
A: Ya sukses. Belajarnya berhasil. Nilai semua mata pelajaran selalu tinggi. Tidak ada yang tidak naik kelas. Tidak ada yang tidak lulus.
B: Tetangga saya tekun, pintar. Nilainya selalu tinggi waktu sekolah dulu. Tapi sekarang, ia sering pinjam uang ke tetangga yang lain. Dia ngajar di sekolah swasta. Katanya tidak perlu melamar, diminta lembaganya, tapi gajinya hanya 100 ribu sebulan.
A: Hidup memang perlu perjuangan! Itu bagus, berjuang.
B: Kalau begini, bagaimana, Pak? Saya punya banyak strategi.
A: Strategi apa?
B: Saya berencana merancang kebohongan-kebohongan agar saya bisa menjadi orang terhebat dan paling berkuasa, sehingga saya menjadi orang terkuat dan bisa mengatur negara, termasuk pendidikan. Kalau sudah begitu, saya tidak perlu protes sana-sini, tinggal bilang, "Kalian semua harus begini." Saya yakin mereka akan nurut. Dan, saya hidup kaya, tidak dimusuhi orang, dan hidup enak.
A: (Marah) Itu cara munafik...!!
B: (Tertawa) Gambarannya begini. Anda seorang diri naik motor di jalan raya lajur kiri. Anda benar. Tiba-tiba ada 3 bus dari arah berlawanan di lajur kanan, sejalur dengan anda. Anda mau mempertahankan kebenaran anda, atau mau keluar dari jalan? Keluar jalan, berarti menyerah.
A: Apa hubungannya?!
B: Pernah dengar aktifis mati terbunuh? (Sedikit berbisik)
A: (Pergi)

______________________________________________________________

2 comments:

Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.