Featured post

Menikahi Janda Kaya Untuk Biaya Kuliah

Ada orang ketuk pintu. Rian membuka kamar kostnya. Rupanya ibu kostnya, Bu Rahma. "Ibuk masak agak banyak, Nak Rian," katanya. &qu...

Lafadz Sholawat Nariyah Tak Perlu Dihafal

Cerita berjudul Lafadz sholawat nariyah tak perlu dihafal ini cerita fiksi ya. Ini bercerita tentang seseorang yang butuh teks sholawat nariyah. dia suka mendengar di mp3 dan penasaran sama lafadz sholawat nariyah. Mungkin mendengar tanpa lihat tulisan sholawat nariyah kurang mantep. Saya kisahkan sholawat nariyah dalam fiksi biar para pecinta dunia fiksi kenal juga dengan sholawat nariyah ini. Saya sertakan jua tulisan lafadznya. Tokoh cerpen ini bernama Dullin dan Dullan. Keduanya sama-sama orang kampung pecinta sholawat.

Lafadz Sholawat nariyah Arab

bacaan sholawat nariyah, lafadz sholawat nariyah,
sumber: nu.or.id

"Lin, kamu punya tulisan lafadz sholawat nariyah? Aku suka dengerin lagu sholawat nariyah mp3
tadi malam."

"Wah, suka sama lagu sholawatnya atau sama yang menyanyikannya?"

Tadi malam Dullin dan Dullan sedang ikut ronda menjaga kampung. Basecamp penjagaan di desanya berada di teras masjid. Sesekali keliling. Takmir masjid biasanya menghidupkan speaker dengan suara kecil biar para petugas ronda bisa sambil menikmati lantunan ayat suci al quran oleh syekh syekh terkenal, juga lantunan sholawat. Tadi malam ada lagu sholawat nariyah yang enak didengar oleh Dullan. Mungkin takmir masjid baru saja download lagu sholawat nariyah tersebut.

"Kalau cantik, boleh juga."

"Dasar loh, niat baca sholawat apa menikmati suara cewek?"

"Astaghfirullah. Saya ini anti maksiat."

"Wow..."

"Ini kalau cuma teks sholawat nariyah, tinggal lihat di Nu Online."

"Di google banyak lafadz latinnya juga ya."

"Iya, bikin bingung sebenarnya itu. Banyak kan orang tidak bisa baca tulisan arab, jadi mereka nyarinya yang latin."

"Tapi malah tidak pas nyebut hurufnya."

"Iya, tidak tahu makhroj jadinya. Mereka samain kayak baca teks bahasa Indonesia."

"Kamu hafal sholawat nariyah, Lin?"

"Hafal, saya baca tiap hari."

"Wah, tapi kok tidak kaya kaya, Lin?"

"Kamu ini... Yang bikin kaya itu bukan tulisan sholawat nariyah, tapi Allah. Sholawat ini hanya wasilah. Kita mendekatkan diri pada Allah dengan sholawat, bertawasul dengan kemuliaannya yang memberi ijazah, gurunya dan gurunya. Berharap, dengan itu Allah karuniai nikmat. Kalau mendadak kaya, alhamdulillah. Kalau tidak kaya, alhamdulillah sudah mendapatkan istiqomah."

"Bijaksana sekali kamu, Lin."

"Calon mantu kyai."

"Waaa.... ketahuan, suka sama Neng Firda?"

"Sssssttt.....!!"

"Kamu juga hafal terjemah sholawat nariyah?"

"Hafal, tapi tidak persis, hanya ingat maksudnya saja."

baca juga: Kisah nyata keajaiban sholawat nariyah

"Kalau baca terjemahannya, apa khasiatnya sama ya dengan membaca tulisan Arab sholawat nariyah?"

"Itu tergantung yang memberi ijazah. Ikuti petunjuk yang memberi ijazah."

"Kalau langsung baca sendiri?"

"Tidak apa-apa, tapi kan beda dengan yang dapat ijazah, ada sambungan batin dengan guru, wali-wali Allah."

"Iya ya... Kamu serius, Lin, suka sama Neng Firda?"

"Hahahahaa... Kamu iri?"

"Ah, kamu ngajak bersaing?"

"Hahahahaaa... Nyerah aja, kamu pasti kalah."

"Apa bisa ya baca sholawat nariyah agar disukai perempuan?"

"Mau nembak Neng Firda?"

"Hehehe... Tahu aja."

"Namanya karunia, ya, terserah Allah mau diberi apa. Disyukuri aja."

"Untuk mengamalkan sholawat nariyah ini, apa harus dihafal, Lin?"

"Tergantung yang memberi ijazah. Kalau hanya baca biasa, ya tidak harus. Tetapi jika kamu dapat ijazah dari ulamak yang menghruskan dihafal, ya, kamu harus hafal."

"Itu yang sulit, Lin."

Dullan dulu jua ngaji di musholla dan sekolah di madratsah diniyah, satu kelas sama Dullin. Tetapi, karena ekonomi, dia harus kerja bantu orang tua. Jadinya, dia tidak fasih baca tulisan Arab, termasuk membaca al Quran. Tetapi, ia hormat sekali pada kyai dan senang dengan kegiatan-kegiatan ibadah. Dia suka menghadiri pengajian-pengajian.

"Kamu bisa download lagu sholawat nariyah yang enak-enak, bisa yang mp3 atau yang video. Dengerin tiap hari, tirukan tiap hari. Lama-lama hafal sendiri."

"Sebenarnya dari dulu aku ingin mengamalkan sholawat nariyah. Tak pikir harus hafal. Aku mantep sekali, kayaknya aku bakal kaya kalau ngamalin sholawat nariyah."

"Meminta itu pada Allah. Yakinlah Allah yang bikin kaya. Dekati Allah agar mendapatkan cintaNya."

"Kayak ustadz kamu, Lin."

"Kayak gus."

"Wkwkwkwkwkwk...."

Ijazah Shalawat Nariyah

Dullan mencoba browsing teks sholawat nariyah, juga mencoba cari kyai yang bisa memberi ijazah. Ia mendapati sebuah website yang memberi info tentang ijazah sholawat nariyah di kota sebelah. Acara tersebut diadakan sehabis pengajian umum di masjid di salah satu desa. Ia mencoba buka google map melihat lokasi desa tersebut. Rupanya cukup jauh dari kota. Tetapi, ia harus datang karena butuh.

Pada hari H Dullan berangkat ke lokasi ijazahan sholawat nariyah tersebut. Rupanya Google map kurang akurat. Ia malah masuk ke halaman rumah alias jalan buntu. Tentu saja banyak orang melihatnya dengan curiga. Banyak ibu-ibu duduk-duduk di teras rumah. Dullan pun bertanya pada mereka. Tetapi, tidak satu pun ada yang tahu, hanya tahu desanya saja. Dullan pun menuju desa tersebut sesuai petunjuk orang itu.

Rupanya cukup jauh hingga habis bensinnya. Ia lupa juga tidak diisi full, ia pikir cukup. Ia pun mencari penjual bensin eceran. Agak jauh ia menuntun motornya. Akhir ada juga yang jualan bensin ecer. Betapa terkejutnya ia, yang keluar ternyata wanita cantik. Tidak ia sangka di kampung seperti ini ada wanita secantik dia. Dullan bertanya padanya, "Masih jauh ya, Mbak?"

"Lumayan. Dekat sini jua ada yang biasa ngasih ijazah sholawat nariyah."

"Kyai juga, Mbak?"

"Iya. Sampeyan terus aja dulu, sudah kadung niat. Nanti, kalau mau, sowan juga sama kyai di sini. Semakin banyak sanad, kan semakin banyak sambung batin sama ulamak."

Dullan terpana melihat kecantikan wanita itu. Tapi ia takut ia sudah bersuami. Mau tanya juga tidak enak, tetapi, sayang sekali kalau kehilangan kesempatan. "Dimana kediaman beliau, Mbak?"

"Tidak jauh dari sini. Nanti mampir lagi, kalau mau ke sana."

bersambung...

Belum ada Komentar untuk "Lafadz Sholawat Nariyah Tak Perlu Dihafal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel