Blogger Widgets

Featured post

Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Cerita cinta beda dunia ini terjadi pada seorang sahabat Nabi. Waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memberi semangat j...

Asal Usul Sholawat Nariyah

sholawat nariyah, shalawat nariyah mp3, sholawat nariyah mp3, bacaan sholawat nariyah, sholawat nariyah lirik, download sholawat nariyah, sholawat nariyah latin, sholawat nariyah dan artinya, teks sholawat nariyah, fadilah sholawat nariyah,
Sholawat Nariyah ini memang menjadi incaran banyak orang, khususnya pebisnis. Sholawat Nariyah sangat populer karena banyak kisah tentang faedah/manfaat jika rutin membacanya, yakni akan dilancarkan rizkinya, bahkan akan menjadi kaya. Karena itulah, banyak yang rutin membacanya (mengamalkannya).

BACA JUGA:
Kisah Utsman bin Affan ra, Sahabat Nabi yang Kaya, Tentang Faedah Surat Al Waqiah

Biasanya, sesuai tradisi, seseorang yang hendak mengamalkan Sholawat Nariyah harus mendapat ijazah/izin dari seorang guru/kyai/ulamak. Jika tanpa mendapat ijazah, asal mengamalkan saja, katanya percuma. Nah, pemberi ijazah biasanya memberikan cara-cara mengamalkan. Ada yang dibaca 11 kali setiap pagi, ada yang setiap selesai sholat fardhu, ada yang dibaca 4444 kali dengan berjamaah. Saya sendiri mengambil ijazah lewat kitab AL IMDAD, kitab kumpulan amalam ibadah Guru Sekumpul. Kata jamaah majlis beliau, setiap orang yang mempunya kitab AL IMDAD, sudah mendapat ijazah/izin dari Guru Sekumpul.

Namun, belakangan ini, khususnya di Indonesia mulai dihebohkan dengan hadirnya kelompok islam yang mengatakan bahwa Sholawat Nariyah itu tidak boleh dibaca karena itu termasuk bid'ah. Pelaku bid'ah masuk neraka. Ada yang mengatakan itu perbuatan syirik. Mereka mengatakan Sholawat Nariyah tidak jelas dari mana sumbernya.

Pernah ada penulis yang menulis begini di websitenya, "Saya dan tim ustadz sudah meneliti sumber sejarah tentang Sholawat Nariyah, tapi tidak ditemukan."

Berikut saya menemukan artikel di website NU Online tentang sumber asal Sholawat Nariyah.

sholawat nariyah, shalawat nariyah mp3, sholawat nariyah mp3, bacaan sholawat nariyah, sholawat nariyah lirik, download sholawat nariyah, sholawat nariyah latin, sholawat nariyah dan artinya, teks sholawat nariyah, fadilah sholawat nariyah,

Sumber

Syaikh Ali Jumah adalah seorang Mufti Mesir dan Syaikh Abdullah al-Ghummar adalah seorang ahli hadits di Maroko, tentulah keduanya tidak diragukan secara keilmuan. Keduanya terpercaya. Jika ada orang di jaman sekarang, apalagi orang Indonesia mengatakan tidak menemukan sumber sejarah Sholawat Nariyah, berarti dialah yang diragukan keilmuannya.

Sholawat Nariyah ini juga disebut sholawat Taziyah di Maroko.

Dari berbagai diskusi dengan kelompok yang menuduh Sholawat Nariyah tak ada sumbernya ini, sebenarnya, mereka bukan tidak menemukan sumber sejarah; bagi mereka, amalan ibadah itu kan harus dicontohkan Nabi Muhammad saw. Nah, jika mencari sumber sejarah yang menceritakan Nabi Muhammad saw. membaca Sholawat Nariyah, memang tidak ada. Wajarlah, kelompok mereka ini memang tekstualist, mereka tidak kontekstual dalam memahami naskah. Saya hormati perbedaan ini, kecuali sikap mereka yang merasa benar sendiri dan kebiasaan mereka menganggap yang tidak sepaham sebagai ahli neraka dan bukan saudara.

Sumber lain sejarah asal usul Sholawat Nariyah ada dalam buku karya Ibnu Sha'd: An-Najm Ats-Tsaqib (ditahqiq dan dicetak oleh Dr. Addibaji), pengarang Sholawat Nariyah, Syekh Ibrahim bin Muhammad bin Ali At-Tazi, adalah seorang wali di kota Tazah-Maroko. Makam beliau ada di Zawiyahya, Wahran/Oran Aljazair, namun kemudian dipindah ke Benteng Bani Rasyid.

Buku An-Najm Ats-Tsaqib ini ditulis oleh anak salah seorang murid Syeikh Ibrahim yang bernama Muhammad at-Tazi. Beliaulah yang mendapatkan langsung Sholawat Nariyah dari Syekh Ibrahim, yakni ketika keduanya bertemu, Syekh Ibrahim menulis Sholawat Nariyah dan mendoakan anaknya. Selengkapnya...

Memang ada yang mengatakan bahwa yang mengarang Sholawat Nariyah ini adalah salah seorang sahabat Nabi yang bernama Syekh Nariyah. Dari beberapa kitab sejarah, memang belum ada yang menemukan kisah tentang sahabat Nabi yang satu ini. Wallahua'lam.

Hafalan Al Waqiah Anak Perempuan Sahabatnya Utsman ra

kisah hikmah, kisah inspiratif, kisah islam, Kisah Nyata, Kisah Sahabat Nabi, Kisah Teladan, Cerita Hikmah, cerita islam,
Utsman bin Affan ra. merupakan salah satu dari Khulafaurrasidin. Utsman adalah khalifah ketiga, menggantikan Umar bin Khattab. Utsman bin Affan dikenal dengan kekayaan dan kedermawanannya. Itulah kelebihan Utsman bin Affan. Beliaulah yang mendukung dakwah Rasulullah saw. dengan harta.

BACA JUGA: 
Kisah Satu Amalan Solusi Untuk Berbagai MAsalah

Suatu ketika Utsman bin Affan ra. menemui salah seorang sahabatnya yang sedang sakit. Beliau membawa sejumlah harta yang hendak diberikan kepada sahabatnya yang sedang sakit tersebut. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Ghazali. Namun, sahabatnya menolak untuk menerima pemberian Utsman ra tersebut.

"Jika kamu tidak mau menerima harta ini, berikan saja pada anak-anak perempuanmu," kata Utsman ra.

"Mereka telah hafal surah Al Fatihah dan Surah Al Waqiah. Dengan barokah surah tersebut mereka mendapatkan kecukupan," jelasnya pada Utsman bin Affan ra.

BACA JUGA: Asal Usul Sholawat Nariyah

Al Quran bukan hanya tulisan di kertas. Ia Kalam Allah, Kalam Ilahi. Membaca dan mendenarnya akan merubah partikel-partikel tubuh, bahkan melihatnya saja, cahayanya akan mempengaruhi sel-sel tubuh dan merubahnya jadi lebih baik. Penyakit luntur, hal-hal buruk yang mengotori hati dan jiwa luntur.

Surat AL Waqiah, sudah banyak kisah tentangnya. Banyak yang mendapat faedah kelapangan rizki karenanya. Semoga kita semua dimampukan untuk merutinkan membacanya.

Untuk ijazah Surat Al Waqiah, saya membaca di AL IMDAD, kitab kumpulan ibadah Guru Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan. Menurut penjelasan jamaah majlis beliau, semua amalan di AL IMDAD sudah diijazah oleh al marhum Guru Sekumpul. Ada ratib Al Haddad, ratibb AL Ath Thos, Hizib Bahr, Hizib Nashor, Hizib Sakron, Hizib An Nawawi, Sholawat Nariya, dll.

Referensi: Buku Adz Dzahabul Ibriz (Rahasia dan Khasiat Ayat-ayat Al Quran), Terjemahan Kitab karya Imam Al-Ghazali: Adz-Dzahab AL-Ibriz fi Khawash Kitabillahi Al-'Aziz.

Sekolah Pelayaran di Kabupaten Tak Berpantai

CERPEN PENDIDIKAN, Pendidikan, potret pendidikan Indonesia,

Pagi-pagi sekali Dullun sudah memulai diskusi dengan Dulla. Dia memang menjadi pemerhati isu-isu nasional beberapa hari terakhir ini. "La, kamu tahu kabupaten Bondowoso?"

"Yang terkenal sebagai Kota tape itu?"

"Iya, betul. Kebayang tidak, jika anak-anak di sana ingin sekolah di SMK Pelayaran?"

BACA JUGA:
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Zonasi

"Kenapa? Kan tinggal daftar saja."

"Sistem Zonasi kan, PBDBnya sesuai daerah. Dimana lautnya?"

"HahahHahaha... Ya, tidak segitunya. Pak menteri itu bukan orang bodoh. Pak menteri sudah mengadakan penelitian, sudah mengkaji bersama para ahli pendidikan, organisasi guru juga sudah diajak musyawarah."

"Kata siapa?"

"Barangkali?"

"Ngawur kamu."

"Biasanya kan begitu. Beberapa bulan lalu saya baca berita tentang munculnya wacana larangan membawa HP di sekolah di Canada. Diberitakan di situ, menteri pendidikan sudah musyawarah dengan banyak pihak, termasuk orang tua siswa. Saya yakin di Indonesia juga begitu."

"Buktinya di grup guru ramai dibahas. Banyak yang menentang."

"Ya, ndak tahu kalau begitu. Ya, bisa buat program pembuatan laut buatan biar di semua kabupaten ada lautnya."

"Ngaco kamu!"

"Zonasinya per provinsi paling."

"Paling."

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Zonasi Mendikbud

CERPEN PENDIDIKAN, Pendidikan Islam, potret pendidikan Indonesia, Pendidikan,
Dullun baru saja membaca berita di detikNews. "Kamu sudah dengar tentang sistem zonasi?" tanyanya pada Dulla. Dulla sudah banyak dengar desas-desus tentang sistem zonasi, tapi ia diam saja. "Lihat nih beritanya di detikNews."

CERPEN PENDIDIKAN, Pendidikan Islam, potret pendidikan Indonesia, Pendidikan,
BACA JUGA:

"Bagaimana dengan fasilitas di sekolah terdekat?" kata Dullun. "Bagaimana kwalitas gurunya? Apakah pemerintah sudah menyetarakan kuantitas dan kwalitas yang tersedia di semua sekolah di tiap daerah? Jika tidak, itu tidak adil namanya. Iya kan?

Dulla hanya menanggapi dengan anggukan dan senyum. dia tetap asyik membaca novel.

"Berarti acuannya bukan desa, kecamatan atau kabupaten ya?"

"Jarak kan acuannya?"

"Soalnya ada anak yang lebih dekat ke sekolah di kabupaten lain, contohnya di daerah perbatasan."

"Ada daerah yang minim sekolahnya juga. Atau pindah saja, urus KTP dan surat pindah."

"Aneh-aneh saja."

CERPEN PENDIDIKAN, Pendidikan Islam, potret pendidikan Indonesia, Pendidikan,
"Hak yang sama bagaimana? Menurutmu, adil itu bagaimana, La?"

"Ya, menerima sesuai haknya."

"Contoh, di sekolah A di daerah A guru Bahasa Inggrisnya dan guru Bahasa Arabnya fasih berbicara Bahasa Inggris dan Arab, mengajar siswa dengan baik. Sedangkan di sekolah B di daerah B sebaliknya, yang mengajar sarjana baru lulus, masih kaku berbicara bahasa Inggris/Arab dan belum pengalaman mengajar. Apakah disebut adil jika anak-anak di daerah B harus menerima apa adanya kwantitas dan kwalitas fasilitas sekolah?"

Jika definisi adil yang dimaksud adalah siswa mendapatkan layanan dan fasilitas yang sama, maka pemerintah perlu memenuhinya.

Selain itu, minat, bakat dan kebutuhan anak tidak sama. Ada yang unggul dalam bidang bahasa, ada yang unggul dalam bidang teknik, dan semacamnya. Pemerintah juga perlu memenuhinya di semua daerah."

"Katanya mau disetarakan semua?"

"Kata Pak menteri?"

"Mungkin."

"Masalah berikutnya tentang kompetisi berlebihan. Apakah berlebihan menurut pandangan pribadi Pak menteri atau sudah dikaji bersama para ahli di bidang pendidikan di Indonesia sehingga didapatkan kesimpulan bahwa sistem yang berjalan selama ini melahirkan kompetisi berlebihan?"

Dulla mau tertawa. Seperti seorang ahli saja Dullun ini.
CERPEN PENDIDIKAN, Pendidikan Islam, potret pendidikan Indonesia, Pendidikan,
"Jika masing-masing individu yang menentukan prestasi dan masa depan, buat apa sekolah? Menurut saya guru dan fasilitas tetap punya peran dalam hal ini. Iya kan, La?"

"Iya, betul."

"Tidak semua anak bisa mengembangkan sendiri potensinya. Gurulah yang perlu membantu anak untuk mengenali potensi diri dan mengembangkan potensi diri. Guru harus jadi motivator dan konsultan bagi siswa."

"Benar sekali."

"Masalahnya, tidak semua guru begitu. Siswa atau orang tua memilih sekolah itu kan juga karena faktor kwalitas guru."

"Kayaknya sudah dipikirkan dengan matang oleh Pak Menteri."
CERPEN PENDIDIKAN, Pendidikan Islam, potret pendidikan Indonesia, Pendidikan,
"Wah, apa gurunya juga ditempatkan berdasarkan daerah asalnya? atau berdasarkan skill yang dimiliki atau berdasarkan kwalitasnya?"

"Kalau berdasarkan daerah asal sulit. Bagaimana dengan yang menikah di luar kota, dan sama-sama jadi guru?"

"HahahahaHAHahah... harus cerai ya?"

CERPEN PENDIDIKAN, Pendidikan Islam, potret pendidikan Indonesia, Pendidikan,
"Apa ini hanya berlaku untuk sekolah negeri atau sekolah swasta juga? Kalau sekolah swasta juga begini, sulit. Bagaimana dengan sekolah agama?"

sumber DetikNews

KISAH NABI IBRAHIM DAN EMPAT EKOR BURUNG

kisah nabi ibrahim as, kisah nabi ibrahim, kisah nabi ibrahim dan ismail, kisah nabi ibrahim lengkap, ayah nabi ibrahim, nama ayah nabi ibrahim, sejarah nabi ibrahim
Kisah Nabi Ibrahim as dengan empat ekor burung ini tertulis dalam kitab suci Al Quran, surat Al Baqarah ayat 260. Nabi Ibrahim bertanya pada Tuhannya bagaimana Allah menghidupkan orang yang sudah mati.

Kisah Nabi Ibrahim dan empat ekor burung ini ada dalam Al Quran surat AL Baqarah ayat 260:
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu ?" Ibrahim menjawab: "Aku telah yakin, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku). Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah[1] semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Dalam Tafsir Ibn Kathir 10 Volumes, halaman 645-646 tertulis bahwa menurut penjelasan Ibnu Abbas, Ikrimah, Sa'id bin jubair, Abu Malik, Abu Al-Aswad Ad-Dili, Wahb bin Munabbih, Al-Hasan dan As-Suddi. "Maka Ibrahim menangkap empat ekor burung, menyembelihnya, mencabuti bulu-bulunya, mencincangnya menjadi beberapa bagian dan mencampur aduknya. Lalu Ibrahim meletakkannya potongan-potongan badan burung tersebut di empat atau tujuh bukit." Ibnu Abbas berkata, "Ibrahim memegang kepala empat ekor burung tersebut. Allah memerintahkan Ibrahim untuk memanggil burung-burung yang sudah terpotong-potong tersebut. Ibrahim pun melakukannya. Ibrahim menyaksikan bulu, darah dan daging burung tersebut terbang, dan masing-masing terbang pada badan masing-masing, hingga masing-masing burung tersebut hidup kembali dan berjalan cepat ke arah Ibrahim. Burung-burung tersebut mencari kepalanya masing-masing di tangan Ibrahim. Ketika Ibrahim menyodorkan kepala yang bukan miliknya, badan burung itu menolaknya. Burung-burung itu hanya mau menerima kepalanya sendiri dengan kuasa Allah."

Itulah kisah Nabi Ibrahim as yang meminta penjelasan Allah tentang cara Allah menghidupkan orang mati. Nabi Ibrahim bertanya tentang hal tersebut untuk memantapkan hatinya (bukan tidak percaya pada Allah). Allah menunjukkan dengan bukti yang bisa dilihat denan kedua mata Nabi Ibrahim as. Ayat lain yang menjelaskan tentang hari kebangkitan ialah:
AL Hajj ayat 6:
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,

Yasin, ayat 52:
Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?." Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya).
Baca juga Kisah Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala

KISAH NABI IBRAHIM MENGHANCURKAN BERHALA

kisah nabi ibrahim as, kisah nabi ibrahim, kisah nabi ibrahim dan ismail, kisah nabi ibrahim lengkap, ayah nabi ibrahim, nama ayah nabi ibrahim, sejarah nabi ibrahim
Nabi Ibrahim dilahirkan di Faddam A'ram di kerajaan Babylon yang dipimpin Raja Namrud bin Kan'aan. Rakyat di kerajaan Babylon hidup sangat makmur serba berkecukupan, hanya saja mereka bodoh tidak mengenal Tuhan. Mereka menyembah patung yang terbuat dari batu, lumpur, tanah, dll. Raja Namrud merupakan raja yang sangat diktator. Ia memimpin dengan tangan besi. Segala perintahnya harus dituruti. Tidak cukup di situ, Raja Namrud merasa tidak puas jika hanya menjadi raja. Ia pun menyeru rakyat Babylon untuk menyembah dirinya saja dan berpaling dari menyembah patung karena patung menurutnya tidak bisa menolong manusia.

Ibrahim lahir menjadi salah satu rakyat Raja Namrud. Ayah Nabi Ibrahim , Aazar, seorang pembuat patung. Aazar membuat patung dan menjualnya pada rakyat Babylon. Sewaktu msih muda Nabi Ibrahim sering keliling kota menjajakan patung buatan ayahnya, tapi ia tidak begitu semangat menjajakannya, bahkan Nabi Ibrahim menjajakan sambil mengejeknya denan mengatakan, "Siapa yang mau beli patung tidak berguna ini?"

Sebelum berdakwah pada rakyat Babylon, Nabi Ibrahim mengajak ayahnya dulu. Namun ayahnya menolak dan bahkan mengusir Nabi ibrahim. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Nabi Ibrahim untuk menyampaikan ajaran Tuhan. Nabi Ibrahim paham hidayah itu dari Allah. Dirinya hanyalah seorang mahluk ciptaanNya. Nabi Ibrahim sering mengajak dialog penduduk Babylon tentang Tuhan. Nabi Ibrahim mengajak mereka untuk menggunakan logika akal sehat tentang manfaat menyembah patung buatan manusia. Namun, ketika orang Babylon kehabisan argumen untuk membantah Nabi Ibrahim, mereka bilang, "Kami hanya meneruskan apa yang dilakukan oleh nenek moyang kami."

Kisah dialog Nabi Ibrahim as dengan umatnya ini dikisahkan dalam Al Quran surat Asy Syyu'araa' ayat 69-82.
69. Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
70. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah?"
71. Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya."
72. Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?
73. atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?"
74. Mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian."
75. Ibrahim berkata: "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
76. kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
77. karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,
78. (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,
79. dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,
80. dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,
81. dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
82. dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat."

Perdebatan Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud dan orang Babylon juga dikisahkan dalam Al Quran surat AL Baqarah ayat 258:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang (Namrudz dari Babilonia) yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan." (*) Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (* Maksudnya raja Namrudz dengan menghidupkan ialah membiarkan hidup, dan yang dimaksudnya dengan mematikan ialah membunuh. Perkataan itu untuk mengejek Nabi Ibrahim a.s).

Masyarakat Babylon punya tradisi merayakan lebaran setahun sekali. Mereka meninggalkan rumah mereka dan berkemah di padang terbuka. Berhari-hari merekak menikmati perayaan tersebut dengan berbagai hiburan dan makanann yang enak-enak. Nabi Ibrahim juga diajak oleh mereka. Namun Nabi Ibrahim as pura-pura sakit dan minta izin untuk tetap tinggal di kampung. Karena merasa tidak mungkin memaksakan orang sakit, Nabi Ibrahim pun diizinkan istirahat di rumah, selain itu orang Babylon khawatir penyakitnya menular.

Dikisahkan oleh Allah dalam surat AL Anbiya ayat 57:
Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. (Kata Nabi Ibrahim as dalam hati).

Kampung orang Babylon sudah sepi, tinggal Nabi Ibrahim sendirian. "Inilah kesempatanku," kata nabi Ibrahim. Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh Nabi Ibrahim untuk menunjukkan sesuatu pada warga Babylon. Nabi Ibrahim as segera pergi ke tempat peribadatan orang Babylon yang sudah kosong tanpa penjaga. Nabi Ibrahim membawa kapak. Dilihatnya banyak makanan lezat di kaki patung-patung sesembahan orang Babylon itu. "Kenapa tidak kau makan makanan lezat ini yang sudah dipersembahkan untukmu?" ejeknya pada patung-patung itu.

Satu persatu Nabi Ibrahim pun menghancurkan patung-patung itu dengan kapak yang ia bawa. Tinggal satu, yakni patung yang paling besar dibiarkannya dan dikalungkannya kapak itu di leher patung yang paling besar itu. Sepulang dari perayaan, penduduk Babylon terkejut melihat sesembahan mereka hancur berkeping-keping. Mereka marah, gusar dan saling tanya satu sama lain. Ada yang menuduh, yang sering mengejeklah pelakunya. Ada yang menuduh, yang tidak ikut merayakanlah pelakunya. Akhirnya, Nabi Ibrahim disidang di tempat terbuka.

Nabi Ibrahim as senang sebab jika disidang di tempat terbuka dengan disaksikan banyak orang, itu artinya ia punya kesempatan bicara di depan orang banyak untuk menyampaikan kebenaran. Rakyat Babylon dari berbagai penjuru datang menyaksikan persidangan orang yang sudah menghina mereka dengan menghancurkan tuhan-tuhan mereka. Mereka meneriaki Ibrahim dengan cacian, kutukan, dan hinaan.

Firman Allah dalam Al Quran surat AL Baqarah ayat 130:
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

AYAH NABI IBRAHIM PEMBUAT BERHALA

ayah nabi ibrahim, nama ayah nabi ibrahim, sejarah nabi ibrahim, silsilah nabi ibrahim, nama istri nabi ibrahim, keturunan nabi ibrahim  mukjizat nabi ibrahim gelar nabi ibrahim
Nama Ibrahim terdapat dalam cerita nabi dan rasul. Ibrahim as. merupakan nabi keenam. Ibrahim as bukan hanya seorang nabi, tapi ia juga seorang rasul. Ibrahim as lahir dari keluarga penyembah berhala. Bahkan ayah nabi Ibrahim as adalah seorang pembuat patung. Ayah Nabi Ibrahim percaya bahwa patung-patung yang dibuatnya adalah perantara hubungan manusia dengan Tuhannya. Ayah nabi Ibrahim membuat patung lalu dijual pada orang-orang untuk disembah.

Nabi Ibrahim dilahirkan pada tahun 2295 SM di negeri Mausul. Silsilah Nabi Ibrahim adalah Ibrahim bin Azzar bin Tahur bin Sarush bin Rauf bin Falish bin Tabir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Syam bin Nuh. Itulah silsilah Nabi Ibrahim as. Ayah Nabi Ibrahim bernama Azzar. Ibrahim kecil dikaruniai kecerdasan yang luar biasa oleh Allah. Dikisahkan dalam Al Quran surat Al Anbiyaa' ayat 51 yang berbunyi "Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya." Ketika Nabi Ibrahim mulai dewasa, Ibrahim mulai bertanya-tanya tentang Tuhan yang patut disembah. Saat itu raja Namrud yang berkuasa mengaku sebagai Tuhan dan tidak sedikit yang mempercayainya.

Sebagai seorang rasul yang lahir di tengah masyarakat yang sama sekali tidak mengenal Allah, bahkan sang ayah pun pembuat patung yang disembah, tentu ini berat bagi Ibrahim as. Tidak jauh berbeda dengan kisah kisah nabi dan rasul yang lain. Dakwahnya mereka memang penuh tantangan. Nabi Ibrahim as diberi suhuf (lembaran) oleh Allah yang isinya berupa adab, nasehat, dan hukum untuk kaumnya agar diajarkan oleh Nabi Ibrahim kepada mereka, termasuk kepada sang ayah si pembuat patung.

Dikisahkan dalam surat maryam ayat 42-49. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim as dengan Ayah Nabi Ibrahim yang tertulis dalam kitab suci Al Quran ini.
42. Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?

43. Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

44. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

45. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan."
Pada ayat 42 Nabi Ibrahim as mengajak ayahnya untuk menggunakan akal logikanya. Ibrahim bertanya pada ayahnya kenapa benda yang tidak melihat, tidak mendenar, juga tidak bisa menolong ia sembah. Semestinya, yang disembah ialah yang lebih kuat, yang bisa menolong, bukan yang diciptakan dengan tangan manusia. Berikut tanggapan ayah nabi Ibrahim.
46. Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama."
Ayah Nabi Ibrahim mengusir Nabi Ibrahim. Ayah Nabi Ibrahim mengancam hendak merajam anaknya. Seakan tak ada lagi kasih sayang di hatinya untuk sang anak. Namun, Nabi Ibrahim membalasnya dengan ahlak mulia. Ia tidak marah atau membentak-bentak ayahnya. Melainkan ia balas dengan doa.
47. Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

48. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku."
Atas kesabaran dan doa Nabi Ibrahim as Allah karuniai beliau dua orang putra yang diangkat sebagai nabi.
49. Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi. (dikisahkan juga dalam surat Al Anbiyaa' ayat 72)

Dalam surat At Taubah ayat 114
114. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
Itulah kisah ayah Nabi Ibrahim yang menolak ajakan Nabi Ibrahim.
Powered by Blogger.

Disclaimer for Kumpulan Cerita Tentang Kehidupan

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at bisnissun@gmail.com.

Disclaimers for www.ladangcerita.com/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. www.ladangcerita.com/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (www.ladangcerita.com/), is strictly at your own risk. www.ladangcerita.com/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, March 30th, 2019
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.