Cerpen: Restu Tuhan, Suami Sah tapi ILegal

CERPEN PERJODOHAN ISLAMI

Lanjutan dari Cerpen Tuhanku Bukan Orang Tuaku. Cerpen ini merupakan cerpen perjodohan islami.

"Sok pinter...!!" Bapak menamparku. "Anak perempuan seperti kamu tahu apa?!" CERPEN PERJODOHAN ISLAMI.

Sejenak kumenangkap pandangan mata ibu. Berkaca. Tapi segera berpaling. Aku lari ke kamar. Ibu mengejarku. Kurebahkan diri di kasur. Menangis. Ibu duduk di sampingku sambil membelai-belai rambutku. Aku menangis sejadi-jadinya. Hampir putus asa.

Rabu 18 Mei 2016 sehabis sholat Maghrib Rina datang lagi. Dengan wajah ceria ia masuk ke kamarku, tetapi tawanya segera memudar melihat air mataku. "Kenapa, Fa? Kenapa lagi?" Aku tidak menjawab; merunduk diam. Berat rasanya yang mau bicara. Rina duduk di sampingku, "Kenapa, Fa?"

"Bapak tidak percaya, Rin," sambil menangis aku berusaha cerita padanya. "Mungkin karena tidak mendengar sendiri rekaman itu."

Rina menghela nafas dalam. Diam sejenak. Masalah ini memang menyesakkan. "Sabar, Fa. Pasti ada jalan. Pasti. Pasti."

CERPEN PERJODOHAN ISLAMI. Rina sahabat baikku. Ia takkan berhenti menolongku sebelum melihatku tersenyum. Begitulah ia. Di saat seperti ini, dialah satu-satunya orang yang bisa memberiku harapan. Sedangkan ibu, walau kepeduliannya, aku yakin, jauh lebih besar dibanding Rina, tapi ibu tak berdaya. Mungkin ibu lebih menderita dariku.

"Aku coba minta solusi sama Mas Rahman."

"Mas Rahman?! Yang dulu suka sama kamu, tapi kamu tolak terus?!"

Rina mengangguk sambil tersenyum.

"Katamu istrinya cemburuan dan memusuhimu?"

"Tidak apa-apa."

Rina berdiri. "Mau kemana, Rin?!" aku tak ingin dia nekad karenaku.

"Aku berangkat sekarang."

"Ini kan sudah malam, Rin!"

"Assalamualaikum."

Aku tidak bisa mencegahnya.

***
CERPEN PERJODOHAN ISLAMI. Malam berlalu begitu cepat. Aku suka kesunyian. Aku ingin sendiri tanpa siapa-siapa. Aku ingin malam lebih lama. Aku bosan dengan keramaian. Bosan dengan hidup ini.

"Assalamualaikum...!!"

Aku kenal sekali, itu suara Rina. Pagi sekali dia ke sini. Ibu membukakan pintu. Aku menghampirinya, lalu kami duduk di ruang TV. "Aku dapat solusi jitu," katanya. "Kali ini tidak akan gagal." Aku tidak begitu yakin dengan sikap bapak yang begitu keras. "Tadi malam aku diskusi sama Ustadz Arif."

"Ustadz Arif?"

"Iya, alumni Al Azhar, Cairo."

"Kenal dimana?"

"Tadi malam aku ke rumah Mas Rahman. Dia pas bersama istrinya di ruang depan. Istrinya mengusirku sebelum aku masuk. Tapi Mas Rahman maksa mengijinkan aku masuk. Aku sampaikan tentang masalahmu. Dia memperkenalkan aku dengan Ustadz Arif. Lalu aku pamit. Sesampainya di rumah aku langsung menghubunginya lewat WA. Rupanya dia belum tidur dan mau menjawab semua pertanyaanku hingga jam sebelas tadi malam."

Aku tersenyum. Berani sekali dia.

"Ini percakapanku dengannya di WA," Rina memberikan HP-nya. Kubaca percakapan dia dengan Ustadz alumni al Azhar itu. Kumulai dari jawaban Ustadz Arif.

"Jika dia dan pria pilihannya sekufu, maka boleh meminta hakim menginterogasi sebab penolakan bapaknya dan meminta bapaknya merestui pilihan anak gadisnya. Ada ulamak yang mengatakan tidak boleh menggunakan wali selain ayahnya kecuali ayahnya sudah tiada; solusinya pergi ke daerah lain yang jauhnya sejauh jarak dibolehkannya shalat qashar, lalu mintalah hakim menikahkan di sana. Ini menurut pendapat Madzhab Hanafi. Tetapi pemerintah melarang pernikahan semacam ini."

"Sekufu dalam hal apa saja, Ustadz?"

"Menurut Imam Malik dan Imam Syafi'i sekufu yang dimaksud adalah sekufu atau setara dalam hal agama."

Aku menatap Rina penuh tanya. Seakan aku tak percaya dan tak sanggup jika harus melakukan ini. "Rin..." aku tak sanggup berkata-kata. Rasanya ini gila, ini ide gila. CERPEN PERJODOHAN ISLAMI.

Rina menghela nafas panjang, seakan turut merasakan sesaknya. "Jika ini satu-satunya jalan..."

Kupejamkan mata dan diam.

Bersambung

Dari Bermacam Jalan Allah Memberi Rizki

Kisah nyata tentang rejeki

Banyak pelajaran yang Allah berikan lewat beragam peristiwa. Selama kaki mau melangkah, selama tangan mau bergerak, selama mata mau melihat, selama telinga mau mendengar, dan selama kita mau berfikir, Allah ajarkan berbagai pelajaran hidup.

Beberapa waktu lalu aku membeli sepasang burung lovebird kepada seseorang, ternyata dia seorang guru juga, sama sepertiku. Dia bertanya apakah aku sudah sertifikasi-sudah lebih enak hidupnya-kujawab belum karena aku memang tidak begitu menghiraukan itu.

Tadi malam saya membeli seekor tupai juga kepada orang yang aku kenal lewat group Facebook jual beli hewan. Rupanya dia seorang pemuda yang tidak bisa berjalan. Ia duduk di kursi roda. kulihat kedua kakinya sudah kurus sekali. Mungkin sudah lama tidak bisa berjalan. Padahal, waktu saya lihat profil Facebooknya, banyak sekali hewan yang ia jual: blacan, musang, sugar glider, dll. Di tempat dia masih ada musang besar, anakan seekor blacan sama anakan seekor sugar glider. Coba saya tanya harga sugar glidernya, katanya Rp 400.000 dengan kurungannya.

Kisah nyata jalan rizki

Allah memahamkan pada diri ini yang sudah lama tidak paham-paham bahwa rizki itu dijamin oleh Allah dan tak perlu khawatir, tak perlu resah dan gelisah. Asal mau berusaha, pasti dapat. Cecak yang berbadan kecil dan tak bersayap, makanannya hewan terbang, nyatanya, bisa hidup, bisa makan.

"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan." (Adh Dhuha ayat 8)

"(Allah) Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan." (Quraisy ayat 4)

Apapun pekerjaan kita, apapun jabatan kita, itu hanyalah jalan atau saluran rizki dari Allah. Tak perlu merendahkan suatu pekerjaan. Mungkin saja suatu pekerjaan bergaji besar berpenghasilan cukup besar, tetapi belum tentu membahagiakan. Terkadang banyak gaji atau penghasilan juga disertai banyak hutang. Sementara yang sedikit justru membahagiakan dan jauh dari urusan piutang.

 

Cerita Pemadaman PLN di Jawa Timur

Pemadaman_PLN

Dua hari kemarin sebagian daerah Jawa Timur terkena pemadaman. Lumayan lama, hari pertama baru nyala jam 10 malam lebih, hari kedua kemarin entah jam berapa nyala, saya bangun jam satu sudah nyala.

Rupanya ada yang ribut di Facebook. Tidak sedikit yang mencaci PLN. Ada juga yang posting pegawai PLN yang mati kesetrum. Saya screenshot postingan tersebut.

Saya sendiri tidak begitu dirugikan dengan pemadaman tersebut, hanya saja bisnis sedikit terkendala. Tetapi, foto petugas PLN diatas menarik perhatian sayabuntuk berkomentar.

Saya sendiri alumni SMK Jurusan Elektro. Kerja di PLN memang beresiko. Tetapi menampakkan kecelakaan kerja, itu sama dengan membuka aib. Saya juga pernah jadi sales. Menurut saya, pelanggan itu adalah raja dan usahakan jangan sampai tahu keburukan kita. Pelanggan ngomel itu biasa.

Buat kawan-kawan PLN, tetap semangat. Sukses selalu
Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT