Sunday, 18 June 2017

Belajar Dari Kisah Tragis Mahasiswi Sastra Inggris Ini







_____________________________________________________________________________

Cerita Hikmah, Cerita Kampus, cerpen kehidupan, cerpen cinta romantis, Cerita romantis, Flash True Story, contoh cerpen bahasa indonesia

Dari awal ceritanya memang sudah menyedihkan. Semoga dijauhkan dari anak atau adik perempuan yang demikian. Mengingat dia seorang muslim dan anak tokoh agama juga. Ada ajaran yang menurut saya memang keliru, sekalipun seorang bergelar kyai atau usadz yang menyampaikan. Di kampung dulu bukan sekali dan bukan hanya seorang yang mengatakan, "Tak perlu mendalami ilmu agama. Yang penting bisa sholat dan bisa ngaji," bisa ngaji yang dimaksud adalah bisa baca al-Quran tanpa harus tahu maknanya.

Saya tidak sepakat dengan pendapat tersebut. Memang kita tidak perlu mempelajari semua mata pelajaran yang diajarkan di lembaga pendidikan islam, tapi ada ilmu yang wajib dipelaari olehh setiap umat islam.

Wanita itu tidak boleh berduaan dengan seorang laki-laki yang bukan muhrim di tempat sepi. Ini dilarang dalam islam. Ini bukan ajaran kolot. Allah yang membuat aturan ini lebih tahu dari hamba-Nya.

Kembali pada cerita mahasiswi sastra inggris tersebut. Karena butuh pinjaman uang, mau saja diajak ke kamar berduaan oleh om-om yang sudah punya anak dan istri. Dia mau karena mengira dia orang baik dan tidak mungkin berbuat jahat. Nah... dia merasa lebih tahu dari Allah swt. Dan... apa yang terjadi, kejahatan tidak bisa ia hindari.

Sudah berapa banyak mahasiswi yang mengalami hal serupa. Waktu saya masih hidup di kampus pun kejadian serupa tidak sedikit, sekalipun itu kampus islam.

Kesalahan berikutnya, dia terlalu percaya diri, merasa mampu berjuang sendiri. Karena ekonomi orang tua merosot, ia pun berusaha tidak menyusahkan orang tua. Padahal, kuliah sastra inggris itu bukan kewajiban dari Allah, bukan fardu 'ain. Semestinya bilang saja sama orang tua, atau cuti dulu kuliahnya. Bukan jadi pahlawan jika berjuang dengan cara yang haram. Itu sama saja dengann jadi pengecut.

Tetpi dia sangat beruntung. Mahasiswi lain tidak sedikit yang menghadapi maut sebelum sempat bertobat. Tetapi Allah swt. Maha Pengasih, Dia Maha Pemaaf. Mahasiswi tersebut masih diberi kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki hidupnya.

Alangkah baiknya jika menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif yang jauh dari kemaksiatan. Setan itu cerdas dan menjadi musuh yang nyata, sebaiknya, jauhilah sejauh-jauhnya. Berkumpullah dengan orang-orang yang banyak beribadah dan sibuk dengan amal kebaikan.

Kita doakan semoga dia khusnul khotimah, dan tidak ada lagi mahasiswi yang mengalami hal serupa. baca kisah aslinya di sini


_____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment