Kisah Nyata: Belajar Dari Kisah Tragis Mahasiswi Sastra Inggris Ini

Kisah, kisah inspiratif, kisah nyata
Kisah Nyata. Dari awal ceritanya memang sudah menyedihkan. Semoga dijauhkan dari anak atau adik perempuan yang demikian. Mengingat dia seorang muslim dan anak tokoh agama juga. Ada ajaran yang menurut saya memang keliru, sekalipun seorang bergelar kyai atau usadz yang menyampaikan. Di kampung dulu bukan sekali dan bukan hanya seorang yang mengatakan, "Tak perlu mendalami ilmu agama. Yang penting bisa sholat dan bisa ngaji," bisa ngaji yang dimaksud adalah bisa baca al-Quran tanpa harus tahu maknanya.

Saya tidak sepakat dengan pendapat tersebut. Memang kita tidak perlu mempelajari semua mata pelajaran yang diajarkan di lembaga pendidikan islam, tapi ada ilmu yang wajib dipelaari olehh setiap umat islam.

Wanita itu tidak boleh berduaan dengan seorang laki-laki yang bukan muhrim di tempat sepi. Ini dilarang dalam islam. Ini bukan ajaran kolot. Allah yang membuat aturan ini lebih tahu dari hamba-Nya.

Kembali pada cerita mahasiswi sastra inggris tersebut. Karena butuh pinjaman uang, mau saja diajak ke kamar berduaan oleh om-om yang sudah punya anak dan istri. Dia mau karena mengira dia orang baik dan tidak mungkin berbuat jahat. Nah... dia merasa lebih tahu dari Allah swt. Dan... apa yang terjadi, kejahatan tidak bisa ia hindari.

Sudah berapa banyak mahasiswi yang mengalami hal serupa. Waktu saya masih hidup di kampus pun kejadian serupa tidak sedikit, sekalipun itu kampus islam.

Kesalahan berikutnya, dia terlalu percaya diri, merasa mampu berjuang sendiri. Karena ekonomi orang tua merosot, ia pun berusaha tidak menyusahkan orang tua. Padahal, kuliah sastra inggris itu bukan kewajiban dari Allah, bukan fardu 'ain. Semestinya bilang saja sama orang tua, atau cuti dulu kuliahnya. Bukan jadi pahlawan jika berjuang dengan cara yang haram. Itu sama saja dengann jadi pengecut.

Tetpi dia sangat beruntung. Mahasiswi lain tidak sedikit yang menghadapi maut sebelum sempat bertobat. Tetapi Allah swt. Maha Pengasih, Dia Maha Pemaaf. Mahasiswi tersebut masih diberi kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki hidupnya.

Alangkah baiknya jika menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif yang jauh dari kemaksiatan. Setan itu cerdas dan menjadi musuh yang nyata, sebaiknya, jauhilah sejauh-jauhnya. Berkumpullah dengan orang-orang yang banyak beribadah dan sibuk dengan amal kebaikan.

Kita doakan semoga dia khusnul khotimah, dan tidak ada lagi mahasiswi yang mengalami hal serupa. baca kisah aslinya di sini

Kisah Nyata: Hidangan Yang Tak Kunjung Habis

Kisah, Kisah nabi adam, kisah malam pertama, kisah 25 nabi dan rasul, kisah nabi yusuf, kisah nabi muhammad, kisah inspiratif

Kisah yang pertama dari padang pasir, di rumah wanita gurun yang biasa menjamu setiap musafir yang singgah untuk istirahat. Rasulullah saw. bersama Abu bakar, Amir Ibn Fuhairah, dan sang penunjuk jalan, Abdullah ibn al-Urayqath sedang melintasi guruntersebut. Mereka hendak ke Madinah usai bersembunyi di Gua Tsur. Terlihat oleh mereka dua buah kemah berdiri di sebuah sisi ruas jalan.

Ummu M'bad menyambut mereka dengan ramah meski tak kenal siapa dan dari mana mereka. Tetapi ketika rombongan hendak membeli kurma atau daging, ia bilang tidak ada. Pada tahun tersebut memang sedang masa paceklik. Semua orang kesulitan.

Rasulullah saw. tiba-tiba melihat seekor kibas kurus kerempeng di samping kemah, "Kibas ini kenapa, Ummu Ma'bad?"

"Itu kibas kami yang ketinggalan dari kambing-kambing lain karena kelelahan. Tubuhnya lemah tak kuat berjalan."

"Ada susunya?"

Ummu Ma'bad terkejut, "Kalau dia beranak, mungkin tidak akan kelelahan begitu. Kibas itu mandul."

Ia mengira lawan bicaranya tak mendengar apa yang dikatakannya.

"Boleh kuperah kibas itu, Ummu Ma'bad?"

Ummu Ma'bad kaget dan hampir berkata-kata yang tidak patut, tapi mulutnya tertahan oleh wibawa Nabi. "Demi ayahku, engkau, dan ibuku, kalau memang kaulihat ada susunya, perahlah!"

Nabi lalu mengusap susunya, menyebut nama Allah, dan berdoa. Tiba-tiba kedua kaki kibas itu meregang, susunya mengencang penuh dan siap diperah.

Nabi meminta bejana. Diberinya beliau bejana besar. Kibas diperah, susunya mengucur tumpah. Bejana besar itu pun penuh hingga busanya membuncah-buncah. Nabi menyerahkan bejana penuh susu tersebut kepada Ummu ma'bad. Dia terheran-heran oleh apa yang dilihatnya. Diangkatnya bejana itu dan diminum susunya hingga ia puas. Belum pernah ia minum susu selezat itu. Kemudian bejana itu diserahkan kepada yang lainnya dan berakhir di tangan Nabi.

Nabi kembali memerah lagi hingga bejana tersebut penuh susu sebanyak yang tadi. Susu tersebut beliau tinggal sebagai hadiah untuk Ummu ma'bad. Lalu beliau bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Ummu Ma'bad ternganga keheranan oleh yang terjadi. Ia tak tahu siapa tamu yang baru saja ia jamu.

Dari kisah ini, ada pelajaran berharga. Kita tak perlu khawatir dengan rizki Allah. Jika hendak mendirikan usaha, dirikanlah sebagai sumber dan jalan rizki. Seekor kibas kurus yang mandul pun bisa mengeluarkan susu sebanyak itu. Usaha dan doa jadikan senjata. Allah tidak menyia-nyiakan usaha hamba-Nya dan Allah mengabulkan doa hamba-Nya.

Cerita yang kedua terjadi di Rumah Jabir Ibn Abdullah al-Anshari.
Jabir Radhiyallahu anhu bercerita, “Ketika kami menggali parit pada peristiwa khandaq, sebongkah batu yang sangat keras menghalangi kami, lalu para sahabat menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya mengatakan, ‘Batu yang sangat keras ini menghalangi kami menggali parit,’ Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri yang akan turun.” Kemudian beliau berdiri (dalam parit), sementara perut beliau diganjal dengan batu (karena lapar). Tiga hari (terakhir) kami (para shahabat) belum merasakan makanan, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kampak dan memukul batu tersebut hingga pecah berkeping-keping.

Lalu aku berkata, “Wahai Rasûlullâh, izinkanlah aku pulang ke rumah.” Rasulullah mengijinkan. Sesampaiku di rumah, aku bercerita kepada isteriku, “Aku tidak tega melihat kondisi Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , apakah kamu memiliki sesuatu (makanan) ?”

Isteriku menjawab, “Aku memiliki gandum dan anak kambing.”

Kemudian ia meyembelih anak kambing tersebut dan membuat adonan gandum hingga menjadi makanan dalam tungku. Ketika adonan makanan tersebut hampir matang dalam bejana yang masih di atas tungku, aku menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku berkata, “Wahai Rasûlullâh, aku memiliki sedikit makanan. Datanglah ke rumahku dan ajaklah satu atau dua orang saja.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Untuk berapa orang ?”

Lalu aku beritahukan kepada beliau. Beliau bersabda, “lebih banyak yang datang lebih baik.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, “Katakan kepada isterimu, jangan ia angkat bejananya dan adonan roti dari tungku api sampai aku datang.”

Setelah itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bangunlah kalian semua.” Kaum Muhâjirin dan Anshâr yang mendengar perintah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu langsung berdiri dan berangkat.
Jabir Radhiyallahu anhu menemui isterinya (dengan cemas), dia mengatakan, “Celaka, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang bersama kaum Muhâjirîn dan Anshâr serta orang-orang yang bersama mereka.”

Isteri Jabir bertanya, “Apa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bertanya (tentang jumlah makanan kita) ?”

Jâbir menjawab, “Ya. ”

Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Masuklah dan jangan berdesak-desakan.” Kemudian Rasûlullâh mencuil-cuil roti dan ia tambahkan dengan daging, dan ia tutup bejana dan tungku api.

Selanjutnya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambilnya dan mendekatkannya kepada para sahabatnya. Lantas beliau mengambil kembali bejana itu dan terus-menerus beliau lakukan itu hingga semua sahabat merasa kenyang dan makanan masih tersisa. Setelah itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (kepada istri Jabir Radhiyallahu anhu), “Sekarang kamu makanlah ! Dan hadiahkanlah kepada orang lain, karena masih banyak orang yang kelaparan.”

HR. Bukhari, no.(Fathul Bâri, ta’liq Syekh bin Baz, Bâb Ghazwatil Khandaq, 7/395)
Di rumah ibu susuan, Halimah Sa'diyah, Keberadaan Rasulullah saw. membawa berkah bagi keluarga Haliamh Sa'diyah. Awalnya mereka hidup kekurangan, tapi sejak Rasulullah saw. diasuhnya mereka hidup serba berkecukupan: kambingnya gemuk-gemuk dan menghasilkan susu yang banyak. Air susu Halimah sendiri juga lebih banyak dari sebelumnya.

Suatu ketika pernah Halimah dan suaminya sedang merasakan lapar dan haus, sedangkan susu onta betina mereka tidak ada isinya. Suaminya berusaha bangkit dan mendekati ontanya. Ternyata air susu onta betinanyay penuh. Ia pun memerahnya dan diminum bersama hingga merek kenyang.


Referensi: 
Buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad, karya Dr. Nizar Abazhah
Reublika Online

Kisah Nyata: Raja Sriwijaya Ingin Belajar Agama Pada Umar bin Abdul Aziz

Kisah, Kisah nabi adam, kisah malam pertama, kisah 25 nabi dan rasul, kisah nabi yusuf, kisah nabi muhammad
Kisah Nyata. Belum saya temukan apa yang membuat Raja Sriwijaya, Sri Indrawarman, tertarik untuk mempelajari Islam hingga beliau dua kali kirim surat kepada Khalifah Bani Umayyah: kepada Muawiyah I dan kepada Khalifah umar bin Abdul Aziz. Mungkin karena akhlak umat Islam yang berdagang di wilayah kerajaan Sriwijaya, atau beberapa ajaran Islam yang sempat didengar oleh raja. Mungkin sja, wallahu a'lam bish showab. Surat Raja yang kedua didokumentasikan dalam buku Al-Iqdul Farid karya Abd Rabbih.

Pada masa itu memang sudah banyak pedagang dari Arab yang berdagang di wilayah kerajaan Sriwijaya. Tentu saja mereka juga membawa kabar tentang agama Islam. Sekitar tahun 625 M di kerajaan Sriwijaya sudah berdiri perkampungan Arab, tepatnya di pesisir pantai Sumatera. Kabar ini tertulis dalam dokumen kuno asal tiongkok.

Setelah perjanjian hudaibiyah tahun 6 Hijriyah, Rasulullah saw. mengajak raja-raja, penguasa, pemimpin suku, dll. untuk memeluk islam. Dengan cara ini banyak yang berhasil. Mungkin saja (wallahu a'lam bish showab) ada surat yang ditujukan pada Raja Sriwijaya.

Ada satu hadits yang menyebut tentang suatu negeri yang mana diperkirakan ngeri tersebut adalah kerajaan Sriwijaya. Berikut haditsnya:
“…Pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salla’llahu ‘alaihi wassalama tatkala lagi hajat hadhrat yang maha mulia itu, maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda Nabi: “Bahwa sepeninggalku ada sebuah negeri di atas angin samudera namanya. Apabila ada didengar khabar negeri itu maka kami suruh engkau (menyediakan) sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa orang dalam negeri (itu) masuk Islam serta mengucapkan dua kalimah syahadat. Syahdan, (lagi) akan dijadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanyak daripada segala Wali Allah jadi dalam negeri itu“….
Di Sumatera juga ditemukan makam Syeikh Rukunuddin yang berada di Barus (Fansur). Diperkirakan syeikh tersebut adalah sahabat Rasulullah saw (sumber).

Sang Raja, Sri Indrawarman, tertarik untuk mempelajari agama yang berbeda dengan yang beliau anut tersebut. Mungkin itulah hidayah. Khalifah Umar bin Abdul Aziz pun merespon baik surat dari Raja Sriwijaya dan mengirim utusannya untuk mengajarkan Islam.

Berikut bunyi potongan surat Raja Sriwijaya:
Dari Rajadiraja...; yang adalah keturunan seribu raja ... kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan; dan saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya, dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya.
Raja Sriwijaya, Sri Indrawarman, akhirnya masuk islam pada tahun 720 M. Sejak saat itu kerajaan Sriwijaya dikenal dengan Sribuza Islam. Mungkin inilah awal mula masuknya Islam ke Nusantara hingga menjadi besar seperti sekarang.

Tulisan kisah di atas belum tentu 100% valid. Bagi pembaca yang menemukan banyak cacat pada informasi yang tertulis, dengan senang hati penulis menerima masukannya.

Sumber:
1) wikipedia
2) Kanzunqalam
3) Portal Islam

Kisah Nyata: Menolak Menikah Lagi Walau Istri Memilihkan

Kisah, Kisah nabi adam, kisah malam pertama, kisah 25 nabi dan rasul, kisah nabi yusuf, kisah nabi muhammad

Kisah Nyata. Sepertinya memang naluri lelaki merasa tak cukup dengan satu wanita. Tak jarang lelaki yang memiliki istri lebih dari satu, entah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi atau tanpa sepengetahuan istri pertamanya. Tak sedikit juga yang terlihat tak ada niat untuk menikah lagi, tapi jika ada keempatan, bisa jadi, apalagi istri pertama yang menawarkan, waaahh...

Berikut ada kisah seorang pemimpin besar yangn terbilang sukses dalam memimpin. Ia pernah jatuh cinta pada seorang gadis namun istrinya tidak pernah mengizinkan beliau untuk menikah lagi. Beliaupun nurut. Luar biasa ya, seorang pemimpin besar yang terhormat nurut pada istri. Biasanya kan diam-diam menikah.

Suatu ketika beliau sakit. Sang istri prihatin melihat kondisi beliau. Tiba-tiba ia teringat seorang wanita yang dulu ingin dinikahi suaminya. Ia pun ingin menghibur suaminya dengan menghadiahkan wanita tersebut untuk menikah dengan suaminya. Harapannya sang suami akan merasa senang dan sembuh dari sakitnya. Tetapi ternyata tidak.

"Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada dunia perasaan semacam itu," kata beliau.

Beliau adalah khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, yakni Umar bin Abdul Aziz dan istrinya Fatimah binti Abdul Malik.

Sebelum wanita itu pergi, ia bertanya, "Umar, dulu kamu pernah mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang?"

"Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih dalam!"

Beliau lahir pada tahun 63 H/682 Februari 720. Beliau berkuasa selama kurang lebih tiga tahun 717-720. Beliau merupakan khlaifah yang ditunjuk langsung, bukan merupakan keturunan khalifah sebelumnya, tetapi masih sepupu dengan Sulaiman (khalifah sebelumnya). Baru dua tahun kepemimpinannya sudah nampak peningkatan kemakmuran masyarakatnya. Beliau dikenal sangat berhati-hati menggunakan harta negara dan harta pribadi, tidak dicampur-campur. Ketika baru menjabat, beliau menyerahkan seluruh hartanya untuk negara. Sungguh teladan yang luar biasa.

Itulah sekilas kisah tentang lelaki hebat: Umar bin Abdul Aziz.

baca juga: Kisah Sahabat yang Memilih Janda
referensi: wikipedia

Tips Tambah Berat Badan dengan Mie Instan dan Cokelat

Tips Sehat, Tips Diet, kegemukan

Solusi bagi yang memiliki tubuh kerempeng atau terlalu kurus dan sulit untuk gemuk. Ada solusi murah untuk meningkatkan berat badan anda tanpa perlu bersusah-susah mencari cara atau minum obat atau ramuan tambah berat bdan yang harganya tidak murah.

Banyak orang yang memiliki badan kurus dan ingin memiliki berat badan yang ideal dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Namun hasilnya tidak memuaskan atau bahkan tidak ada hasil sama sekali. Bahkan ada yang malah berefek terkena datah tinggi. Wah, bukan malah baik.

Jansen Ongko, seorang nutrisionis dari Lagizi menuturkan bahwa kandungan karbohidrat dalam mie instan sangat besar dan sedikit kandungan protein, vitamin dan mineral. Selain itu kandungan kalori mie instan juga cukup besar, yakni 400 kkal (sekitar 20% dari kebutuhan harian). Gemuk itu bisa disebabkan oleh konsumsi kalori yang melebihi jumlah kebutuhan harian. Coklat juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. (Detik Health)

Tips Sehat, Tips Diet, kegemukan

Nah, jika dikombinasikan, dimakan bersamaan atau dalam waktu berdekatan, apalagi sering, ini bisa jadi solusi untuk meningkatkan berat badan anda yang terlaluu kurus.
Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT