Thursday, 4 May 2017

Buku: Manusia Dalam Asuhan Rusa







_____________________________________________________________________________
cerpen, cerpen persahabatan, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen dewasa, cerpen anak
Cerita unik, tapi tidak menarik ketika dalam keadaan sibuk. Sudah lama tahu buku ini, tapi tidak tertarik untuk membacanya karena sedang sibuk bisnis. Terasa idak masuk akal. Tetapi, saat pikiran tenang, munccul rasa penasaran. Pasti ada rahasia istimewa di balik cerita aneh ini. Apalagi penulisnya bukan penulis sembarangan dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti bahasa Latin, Inggris, Yahudi, Belanda, Spanyol, Jerman, Prancis, dan Rusia.

Di bagian awal ceritanya agak membosankan. Menurutku terlalu panjang penjelasannya. Memang itu penting, tapi membosankan.

Ceritanya mulai menarik ketika Hayy, bayi yang dibuang, bertemu seekor induk rusa yang sedang merindukan anaknya yang hilang.

Walau hanya membaca buku, tapi aku bisa merasakan bagaimana perasaan keduanya saat bertatapan, terutama sang induk rusa. Tergambar jelas air matanya mengalir deras. Sudah lama ia rindukan sang buah hati. Kini, walau dalam bentuk yang beda, tapi baginya ia adalah buah hatinya.

Keduanya hidup bersama. Hayy, sang bayi yang masih polos menganggap sang induk rusa sebagai ibunya dan meniru cara hidupnya. Sang induk rusa sangat menyayangi Hayy sebagaimana anak kandungnya sendiri.

Hayy tumbuh berkembang bersama sang induk rusa dan hewan-hewan liar lainnya. Untungnya tidak ada hewan buas sehingga ia tidak jadi mangsa mereka dan dapat tumbuh brkembang dengan aman. Hayy semakin dewasa dan mulai mengamati bentuk hewan-hewan di sekitarnya. Mereka memiliki tanduk, sayap, cakat, bulu yang tebal. Sedangkan dirinya tidak. Hewan lain yang seusia dengannya sudah menjadi kuat dan mampu menyerang musuh. Sedangkan dirinya masih lemah. Ia merasa tak sempurna. Ia pun mencoba merangkai-rangkai dedaunan, kulit binatang yang sudah mati, dan bulu-bulu binatang untuk itempelkan ke badannya.

Sampai pada cerita ini, saya menemukan sesuatu di balik cerita ini. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, termasuk Hayy. Tetapi, karena ia tidak menyadari kesempurnaan dirinya, tak tahu potensi dirinya, ia malah ingin menjadi seperti mahluk-mahluk yang jauh tidak sempurna.

Ini terjadi dalam kehidupan nyata. Perilaku aneh anak manusia. Tak sedikit anak manusia yang merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya sehingga mereka merasa perlu memodifikasi bentuk dan warna sebagian tubuhnya. Hayy menempeli tubuhnya denan kulit binatang agar bisa mirip binatang. Hal tersebut ia lakukan agar ia bisa sama dengan hewan-hewan di sekitarnya. Tak sedikit anak manusia yang berbuat begitu hanya demi mendapatkan pujian dari orang-orang yang sebenarnya tak lebih mulia dari dirinya. Hal tersebut bukan hanya perbuatan sia-sia, tapi suatu kerugian.

Cerita berlanjut. Sang induk rusa menghembuskan nafas terakhir. Hayy yang sudah terlanjur terbiasa hidup bersamanya merasa kebingungan. Walau sudah cukup dewasa, tapi ia tak bisa lepas dari sang induk rusa. Padahal, seharusnya ia lebih terampil dari seekor rusa. Ia seharusnya lebih cerdas, lebih banyak tahu dari seekor induk rusa. Ia berusaha mencari cara agar sang induk rusa bisa hidup kembali, tapi tak bisa. Aneh, mahluk yang berakal ingin menggantungkan hidupnya pada mahluk yang seharusnya menggantungkan hidupnya pada dirinya.

Bersambung


_____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment