Wednesday, 19 April 2017

Pemuda Yang Mampu Menguasai 2 Bahasa Asing Dalam 32 Hari







_____________________________________________________________________________
Mempelajari bahasa asing tentu bukanlah perbuatan yang sia-sia. Banyak keuntungan yang diperoleh dengan menguasai lebih dari satu bahasa, terutama bahasa-bahasa penting yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Misalnya, bahasa-bahasa yang banyak digunakan untuk urusan bisnis, pendidikan, dsb. Semakin banyak bahasa yang dikuasai, tentu semakin luas jangkauan hubungan sosialnya, semakin luas peluang relasi bisnisnya, dan tentu semakin banyak sumber pengetahuannya.

Pada zaman Rasulullah saw. ada sahabat yang memiliki kecerdasan yang cukup bagus. Beliau begitu cepat mempelajari bahasa asing. Beliau sangat terkenal dengan jasanya sebagai Sang Penulis Wahyu. Dialah Zaid Bin Tsabit.

Zaid mampu menerjemahkan bahasa Persia, Rum, Qibthi, dan Habasyah. Selain sebagai penulis wahyu Zaid juga menjadi penerjemah. Cukup banyak bahasa asing yang ia kuasai. Sebagai penulis wahyu, ia tidak hanya bisa bahasa Arab. Hal ini menjadi pendorong untuk kita umat islam untuk mempelajari bahasa asing yang banyak digunakan dalam kehidupan.

Berikut beberapa sumber yang mengisahkan tentang Zaid terkait kemampuannya menguasai banyak bahasa:
Hadits sahih riwayat Tirmidzi, Zaid bin Tsabit mengatakan demikian:
“Rasulullah SAW pernah memerintahkan aku agar mempelajari tulisan bahasa Yahudi untuknya. Setelah aku dapat menguasainya dan Nabi SAW bermaksud berkirim surat kepada orang Yahudi, maka akulah yang menuliskannya buat mereka, dan apabila mereka berkirim surat kepada Nabi SAW maka akulah yang membacakan surat mereka kepada beliau.” Pada hadits lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad juga memerintahkan Zaid untuk mempelajari bahasa Suryani.

Zaid berkata, "Umarah bersamaku datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, 'Wahai Rasulullah anak ini dari Bani Najjar. Ia telah membaca 17 surah dari Al-Quran.' Aku pun membacakannya di hadapan Rasulullah dan beliau pun terkagum-kagum atas hal tersebut. Beliau pun bersabda, 'Wahai Zaid, belajarlah untukku kitabnya kaum Yahudi. Sesungguhnya aku, demi Allah, mereka tidak akan iman pada kitabku.' Aku (Zaid) pun menjawab, 'Aku akan mempelajarinya.' Aku memerlukan waktu setengah bulan hingga aku selesai mempelajari kitabnya kaum Yahudi tersebut. Aku pun menjadi penulis surat bagi Rasulullah saat beliau mengirim surat kepada kaum Yahudi." (1)

Rasulullah saw. bertanya kepada Zaid, "Apakah engkau bisa bahasa Suryani?" Zaid menjawab, "Tidak." Rasulullah berkata, "Maka pelajarilah." Akhirnya Zaid pun mempelajari bahasa Suryani selama 17 hari (2)

Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit bahwa:

Rasulullah SAW berkata kepadanya, "Aku berkirim surat kepada orang, dan aku khawatir, mereka akan menambah atau mengurangi surat-suratku itu, maka pelajarilah bahasa Suryani", kemudian aku mempelajarinya selama 17 hari, dan bahasa Ibrani selama 15 hari. (3)
 Apakah kita perlu mempelajari bahasa yang dikuasai oleh Zaid Bin Tsabit? Tidak harus. Zaid mempelajari bahasa-bahasa tersebut karena pada saat itu bahasa-bahasa tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat di sana pada saat itu. Sekarang, kita semua sudah tahu bahasa yang banyak digunakan di dunia, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Spanyol yang digunakan kurang lebih di 20 negara, bahasa Prancis yang digunakan di banyak negara-negara Afrika, Bahasa Mandarin dan Bahasa Jepang, Bahasa Jerman yang banyak digunakan di Eropa, dll.

Baca juga: Hukum Menulis Cerita Fiksi

Referensi:
1) Zaid Bin Tsabit, karya Dr. Shafwan Adnan Dawudi, Tiga Serangkai, halaman 10
2) Zaid Bin Tsabit, karya Dr. Shafwan Adnan Dawudi, Tiga Serangkai, halaman 11
3) https://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Tsabit
_____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment