Saturday, 5 November 2016

Sholat Imam Terlalu Lama







_____________________________________________________________________________
Cerita Hikmah, cerita islam, kisah islam, kisah teladan nabi muhammad,
Ini cerita dari teman. Beliau pernah berkunjung ke rumah temannya yang belajar di Arab. Saat adzan Isyak berkumandang, ayah temannya meminta anaknya yang lulusan sebuah perguruan tinggi di Arab untuk jadi imam. Sebagaimana kebiasaan di Arab, sang imam membaca surat panjang. Belum tuntas imam membaca surat yang panjang, teman saya melihat ayahnya langsung memisahkan diri (sholat sendiri).

Usai sholat sang ayah langsung bilang, "Lek ngene, mati bapak, Le," katanya. 'Kalau begini, mati bapak, Nak.'

Cerita tersebut mungkin ada kurang dan lebihnya. Sudah lama sekali saya dengar ceritanya.

Cerita berikutnya dari sahabat Nabi saw. yang bernama Mu’adz bin Jabal radhiallahu’anhu.
Diantara kebiasaan Muadz, beliau shalat isya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid nabawi, kemudian Muadz pulang dan mengimami shalat di masjid kampungnya. Suatu malam, seusai jamaah isya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muadz pulang ke kampungnya dan mengimami shalat isya.

Kemudian Muadz membaca surat al-Baqarah. Salah satu diantara makmum Muadz adalah seorang pemuda dari Bani Salamah, yang bernama Salim. Ketika merasa shalatnya Muadz kepanjangan, dia langsung membatalkan diri dan shalat sendiri di sudut masjid, lalu pulang membawa ontanya.

Seusai shalat, jamaah lainnya melaporkan kepada Muadz. Beliaupun berjanji akan melaporkannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika dipertemukan, pemuda ini melaporkan,

Wahai Rasulullah, beliau shalat bersama anda di masjid nabawi hingga larut, kemudian beliau pulang dan mengimami kami dengan shalat yang sangat panjang.

Komentar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muadz,

“Apakah kamu ingin membuat fitnah, wahai Muadz?”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanya, apa yang dibaca orang ini dalam shalatnya.

“Wahai keponakanku, apa yang kamu lakukan ketika shalat?”

Pemuda ini menjawab:

Aku membaca al-Fatihah, aku memohon surga dan berlindung dari neraka. Dan aku tidak tahu apa yang anda baca ketika shalat maupun yang dibaca Muadz. (Sumber: konsultasisyariah)

Sumber lainnya tentang cerita ini:
“Mu’adz bin Jabal radhiallahu’anhu pernah shalat bersama nabi shallallahu’alaihi wasallam. Kemudian ia kembali kepada kaumnya dan shalat bersama mereka menjadi imam. Kemudian ia membaca surat Al-Baqarah. Kemudian seorang lelaki mangkir dari shalat dan ia shalat sendiri dengan shalat yang ringan. Hal ini terdengar oleh Mu’adz, sehingga ia pun berkata, ‘ia munafik‘. Perkataan Muadz ini pun terdengar oleh si lelaki tersebut. Maka ketika datang nabi shallallahu’alaihi wasallam ia bertanya, ‘wahai rasulullah, siang hari saya bekerja dengan tangan saya dan mengairi ladang dengan unta-unta saya. Kemarin Muadz shalat mengimami kami dan membaca Al Baqarah, sehingga saya mangkir dari shalat. Dan ia mengatakan saya munafik‘. Lalu nabi shallallahu’alaihi wasallam pun bersabda, ‘wahai Muadz, apakah engkau ingin menjadi pembuat fitnah?’ Sebanyak 3x. Bacalah was syamsi wad dhuhaaha (Asy Syams) dan sabbihisma rabbikal a’laa (Al A’laa) atau semisalnya’” (HR. Al Bukhari 6106, Muslim 465). Sumber: muslim,or,id
Ada cerita lagi dari teman yang kuliah di Al Ahzar, Kairo, Mesir. Pernah suatu ketika dia sholat jamaah dan berdekatan dengan orang Indonesia lainnya. Bacaan Quran sang imam membuat jamaah menangis. Usai sholat Iseng-iseng dia tanya jamaah asal Indonesia yang di sampingnya, "Kenapa nangis, Pak?"

"Capek, lama sekali sholatnya."

Entah cerita tersebut beneran terjadi atau dia hanya lucu-lucuan.

Cerita berikutnya tentang tangis bayi saat Rasulullah saw. mengimami.

Suatu ketika Rasulullah saw. sedang mengimami para sahabat. Tiba-tiba terdengar tangis anak dari shaf perempuan. Rasulullah mendengarnya. Rasulullah yang semula berniat memanjangkan sholatnya langsung mempercepat sholatnya.

Abu Qatadah (al-Harits) bin Rib'iy r.a berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Ketika aku berdiri dalamm sholat dengan niat akan memanjangkan bacaan, mendadak au mendengar tangis anak kecil. Maka aku segerakan sholatku, khawatiri memberatkan kepada ibunya." (Bukhari).

Itulah teladan pemimpin yang mengerti siapa yang dipiminnya.

Sumber: Google Book Pantulan Cahaya Rasul Jilid 1, karya KH. Munawir Abdul Fatah


_____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment