Berani Nyontek, Penjara Menanti

ujian masuk perguruan tinggi, tes masuk perguruan tinggi, latihan soal

Di China, siswa yang nyontek dalam ujian masuk perguruan tingi akan dipenjarakan hingga 7 tahun. Lumayan lama. Ada sekitar 9,4 juta siswa yang siap mengikuti ujian. Di Provinsi Jiangxi, sepatu siswa discan untuk memastikan siswa tidak membawa conekan. Jaringan wireless juga dimanfaatkan. Polisi juga terlibat dalam pengamanan.

Hal tersebut dilakukan untuk menegakkan keadilan sosial di China.

Di Amerika Serikat minggu ini sekitar 85 siswa diberitakan terlibat kasus nyontek saat ujian di Universitas Ohio.

Baca berita aslinya di sini

Pendidikan: Hormati Yang Tak Puasa


hormati yang tidak puasa, ramadhan 2016, warung makan tutup

Akhir-akhir ini ramai isu himbauan "Hormati Yang Tak Puasa". Sesuatu yang asing, biasanya yang puasa yang dihormati. Beberapa menduga akan ada juga himbauan hormati yang tak sholat, bahkan mungkin dihimbau agar menghormati pezina dan pemabuk. Na'udubillah.

Orang beribadah itu urusan pribadi, katanya, jadi tak perlu merepotkan orang lain untuk menghormati ibadahmu. BENAR. Jika hanya mau puasa kalau tidak melihat makanan, itu namanya kurang ikhlas puasanya. Seharusnya, dalam keadaan bagaimana pun, ibadah tetaplah sempurna.

Panduan Perjalanan Umroh Paket Arafah 9 Hari

Pendidikan Generasi

Ada hal yang perlu kita perhatikan saudara, yakni pendidikan terhadap generasi. Ini berlaku untuk semua agama, semua golongan, dan semua orang. Umat islam perlu mendidik generasinya agar melaksanakan kewajiban ibadah. Mereka generasi muda itu masih lemah imannya, jika ada kesempatan, kemungkinan besar akan melanggar.

Ibadah memang urusan pribadi, tak perlu minta tolong pada mahluk. Tetapi pendidikan terhadap generasi, ini tanggung jawab bersama. Marilah salih membantu mendidik generasi. Pendidikan itu akan sukses jika lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah kondusif.

Pelatihan puasa terhadap anak-anak atau orang-orang yang masih lemah imannya akan lebih baik jika dijauhkan dari rangsangan-rangsangan yang bisa membuat mereka tergoda untuk tidak puasa. Salah satunya dengan menutup warung makan, atau paling tidak tidak terlalu nampak warungnya.

Nasib Penjual Makanan

Memang kita tak bisa mengabaikan nasib pada pedagang makanan. Mereka juga butuh penghasilan untuk kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Namun, inilah konsekwensi hidup bersama. Sesekali kita tertuntut untuk merelakan keinginan diri demi kepentingan orang lain. Mereka pun juka akan begitu di saat yang lain.

Penjual makanan masih bisa berjualan pada malam hari, artinya tidak 24 jam tutup. Atau mungkin berjualan di rumah saja atau delivery order. Tentu ada hikmah dari semua ini. Umat beragama yang lain juga begitu. Saat nyepi di Bali, masak mereka diminta menghormat yang tidak nyepi? Bagaimana jika ada yang ingin konvoy pada saat hari raya nyepi?

Semoga kita semua hidup rukun selalu. Aamiin.

Nikah Muda vs. Menunggu Kematangan Akal

pernikahan dini, menunda pernikahan, hukum menikah
Jaman dulu banyak yang menikah di usia muda, misalnya 12 tahun, terutama kaum hanya, bahkan ada yang dinikahkan sebelum baligh (belum cuup umur/belum siap dibuahi). Bahkan di jaman sekarang pun juga masih ada di beberapa negara dan daerah-daerah tertentu (biasanya daerah terpencil).

Kenapa Nikah Muda?

Pertimbangan yang sangat umum untuk menikah muda adalah menghindari maksiat. Dengan menikah, yang dulunya dikategorikan perbuatan maksiat berubah menjadi perbuatan baik yang berpahala, bahkan wajib dilakukan.

Di usia muda, akal keduanya biasanya belum matang, bahkan belum siap untuk hidup berdua, lebih parah lagi belum siap pisah dari orang tua. Kondisi ekonomi biasanya juga belum bisa diandalkan. Bahkan yang pria masih menganggur, alias masih meminta pada orang tua. Pertengkaran diantara keduanya mungkin sekali lebih sering terjadi dibanding mereka yang sudah matang.

Keuntungan nikah muda:

  1. terhindar dari perbuatan maksiat
  2. berproses tumbuh dan berkembang bersama dengan hubungan yang halal
  3. proses kematangan kepribadian semakin cepat karena keduanya akan tertuntut untuk jadi dewasa
Kerugian nikah muda:

  1. menambah beban orang tua jika belum bisa mencukupi kebutuhan sendiri
  2. terjadinya perceraian karena belum matangnya kepribadian besar kemungkinan terjadi
  3. kebebasan diri jadi terbatas sehingga sering merasa kesulitan mengembangkan diri
  4. kesempatan belajar terkurangi jika tidak pandai mengelola emosi dan mengatur waktu
Berikut sabda Nabi Muhammad saw:

Hadist Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia berkata :

قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم  يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ 

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mempunyai kemampuan (secara fisik dan harta), hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat meredam (syahwat).

Kenapa Menunda Menikah?
  1. alasan ekonomi yang belum bisa diandalkan
  2. terlalu banyak pertimbangan (merasa belum mampu, mencari calon pasangan yang sempurna)
  3. masih berusaha mengembangkan diri agar bisa menjadi orang tua yang baik

Berikut ada kutipan ayat al Quran:

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin allah akan mengkayakan mereka dengan karunianya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).

Menurut ayat di atas, berarti tak perlu mengkhawatirkan rizki yang akan iberikan Allah. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya.

Kata Mohammad Fauzil Adhim, penulis buku-buku tuntunan keluarga, "Menyegerakan nikah itu tidak sama dengan terburu-buru". Jika naik motor dengan kecepatan yang lebih dari biasanya, namun masih dalam batas mampu dikontrol, atau melalui jalan pintas, apakah ini termasuk terburu-buru atau menyegerakan? Dan bagaimana dengan orang naik motor yang ingin segera sampai dengan tancap gas sekencang-kencangnya tanpa peduli tikungan, tak peduli jalanan padat? Anda bisa mendefinisikan sendiri.

Lakukan kebaikan-kebaikan dengan ilmu. Menyegerakan atau tidak, bukan hanya soal waktu, tapi juga kesiapan diri (bukan merasa siap atau sebaliknya).

Semoga yang belum nikah disegerakan oleh Allah. Yang sudah, semoga bahagia selalu hingga di surga-Nya nanti.

Moral Generasi Masa Kini

Beberapa hari terakhir, sejak beredarnya kabar guru dipenjarakan orang tua siswa, guru dicukur rambutnya oleh orang tua siswa, di Facebook banyak beredar foto di bawah ini. Beberapa akun yang share foto berikut teman akun facebook saya. Foto berikut saya ambil dari akun bernama HendriCahyono

moral siswa, guru dipenjara, orang tua polisikan guru

Jika anda seorang guru atau sebagai orang tua, bagaimana perasaan anda melihat ulah siswa di gamabr tersebut? Jika saya berpendapat bahwa guru tersebut tidak perlu marah, tidak perlu menghukum siswi tersebut, bagaimana menurut anda?

Ada aturan yang mengatur bagaimana seharusnya seorang guru dan bagaimana seharusnya seorang siswa. Aturan tersebut beragam: ada yang bersumber dari kitab suci, kesepakatan kelompok masyarakat tertentu, kepercayaan, hukum, dan yang sering saya dengar juga aturan organisasi aktivis HAM.

Jika berpedoman pada aturan adat budaya kita, saya yakin, hampir semua sepakat untuk menilai siswi di gambar tersebut benar-benar kurang ajar. Akan tetapi, tidak ada penjelasan yang jelas mengenai adegan tersebut. Mungkin saja siswi tersebut sedang kurang sehat jiwanya dan butuh penanganan atau terapi? Atau mungkin sudah sangat kesal pada guru tersebut?

Kebiasaan sebagian pengguna sosial media, ketika melihat gambar semacam itu, tanpa klarifikasi langsung menghujat. Tak seharusnya begitu.

Bolehkah Guru Menghukum Siswa?

Kasus yang ramai diperbincangkan di sosial media adalah tentang guru dipenjara karena menghukum siswa, katanya hanya karena mencubit siswa. Jika hukuman yang diberikan pada guru adalah karena tindakannya tidak sesuai ketentuan yang sudah disepakati semua pihak, maka sudah seharusnya begitu. Tetapi jika alasannya hanya karena orang tua tidak terima anaknya dihukum, menurut saya, ini masalah komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.

Dalam hal ini, berarti ada perbedaan pandangan antara keduanya. Keduanya belumm sepaham tentang bagaimana semestinya proses pendidikan terhadap anak di sekolah. Orang tua seharusnya menyampaikan pada pihak seklah saat mendaftar bahwa dirinya tidak mau anaknya dihukum dengan hukuman tertentu. Begitu juga pihak sekolah, mestinya di awal pembelajaran sudah menyampaikan proses pendidikan di lembaganya.

Menghukum Anak Itu Tidak Baik

Di jaman modern ini, sudah tersebar luas pemahaman bahwa menghukum anak itu tidak baik, bahkan mengucapkan kata negatif itu pun tidak baik, katanya, misalnya mengatakan kata "Tidak", "Jangan", dan semacamnya. Katanya biar tidak mematikan kreativitas, kepercayaan diri anak, agar anak tidak jadi penakut, begitu katanya.

Lalau bagaimana caranya memahamkan anaka tentang konsekwensi negatif dari tindakan yang tiak baik? Dalam hidup ini, jika kitia berbuat baik, konsekwensinya adalah mendapatkan hal-hal yang baik. Sebaliknya, jika melakukan sesuatu yang tidak baik, konsekwensinya adalah mendapatkan hal-hal yang tidak baik. Mengajarkan hal ini, tidak cukup hanya dengan kata-kata. Menurut saya, hukuman fisik lebih tepat untuk membuat siswa pahamm konsekwensi. Tentunya, kadar hukuman harus disesuaikan dengan pelanggaran dan kondisi siswa. Cara dan bentuknya harus yang disepakati oleh orang tuau dan guru.  
Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT