Home » , » Gagal Memotivasi, Jangan Menyalahkan

Gagal Memotivasi, Jangan Menyalahkan


______________________________________________________________

my note, catatanku

Sebagai pendidik (Guru, Kyai, Dosen), salah satu tugasnya adalah MEMOTIVASI

Belajar dari pendahulu. Beragam cara mereka lakukan. Ada yang baik ada yang tidak. Ada 1 hal yang menurut saya pendidik perlu sangat berhati-hati. Begitu dekat dengan hal yang tidak baik.

Jika seorang guru punya 500 siswa, dia nasehati dan motivasi mereka. Sebagian besar menuruti nasehat beliau dan benar-benar sukses. Betapa bangganya guru tersebut.

TETAPI,

kadang ada 1 atau 2 murid yang SUSAH, SULIT, BERAT, hidpnya. RIZKINYA juga serret, miskin, banyak masalah, banyak musibah, dsb. Mungkin dia memang nakal atau murid yang baik.

Seorang guru yang telah melihat sebagian besar muridnya berhasil setelah ia nasehati AKAN mudah sekali menganggap, "Mungkin dia tak menuruti nasehatku," dan merasa tak suka pada mereka yang gagal. ... ... ya, HAMPIR tepat memang. NAMUN, nasib baik itu rahasia Allah. Meski sudah 10.000 murid dinasehati dan berhasil, lalu ada 1 murid yang gagal, BUKAN berarti ia merupakan murid yang TAK baik.

Bisa jadi Tuhan sedang mengujinya, mungkin Tuhan ingin mengajarinya sesuatu yang lebih berarti dari sekedar kesuksesan dunia, mungkin Tuhan sayang karena dengan begitu ia selalu ingat, dsb.

Jika dulunya ia adalah murid yang nakal, mungkin sudah bertaubat.

Saya pernah mendengar dari beberapa teman yang merasa sungkan untuk bertamu ke gurunya yang sudah lama tidak ditemui, alasannya, karena belum sukses. "Waktu saya dan teman saya yang sudah sukes bertamu, ceria sekali bertanya ini itu padanya, ke saya?" katanya.

Ya, ia paham dan mengerti, karena sudah bukan anak-anak lagi.

*Semoga kita semua selalu diberi petunjuk: Taufik dan hidayah-Nya

______________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT