Monday, 20 April 2015

Cerpen: Pak Dosen Dapat Tugas dan Ngasih Tugas Mahasiswa







_____________________________________________________________________________
cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen
"Wah, dosen tidak tahu diri. Tugas, tugas, tugas melulu. Kukira cukup empat hari saja sibuk ngerjakan tugas."

"Tidak usah ngeluh."

"Kamu senang dapat tugas?!"

"Tidak juga sih, tapi yang namanya kuliah, memang kayak gini."

Pak Muniman namanya. Beliau dosen senior dengan kumis tebal. Beliau suka bercerita: cerita anaknya yang juara lomba karya tulis ilmiah, cerita cucunya yang menang lomba pidato Bahasa Prancis, cerita istrinya yang pintar masak, cerita pengalamannya selama kuliah. Sejak pertemuan awal, mahasiswanya sudah dibentuk kelompok-kelompok. Mereka disuruh membuat makalah dan dipresentasikan.

"Enak jadi dosen," kata Amir. "Tidak usah ngajar."

"Mahasiswa memang harus sudah bisa mandiri, Bro," sahut Budi.

"Kalau harus belajar mandiri, tidak usah kuliah, atau ujian saja."

"Ngawur kamu..!!"

"Terus, buat apa dosen? Kan benar? Kita belajar sendiri, di akhir semester diuji," jelas Amir. "Empat tahun hanya masuk lima kali saja."

"Ide bagus."

***

Amir makan sendirian di kantin, di pojok. Ada beberapa kakak tingkatnya di meja sebelah. "Edo ambil S2 katanya. Jadi dosenn dia sekarang." Amir nguping obrolan mereka. "Enak kalau jadi dosen. Ada tugas, tinggal nyuruh mahasiswanya." Amir kaget mendengarnya. "Ya nyuruh mahassiwa kayak kita-kita ini." Amir jadi ingat Pak Muniman. Jangan-jangan beliau juga begitu.

Ia mulai mencari akal. "Harus kukerjain." Pikirnya, pak Muniman tidak secanggih dirinya. Ia kira beliau tak akrab dengan internet.

Ia ke perpustakaan mencari buku yang tebal sekali. Ia buat teori sendiri dan ia beri keterangan dikutip dari buku tebal tersebut. Ide bagus. Tetapi, ia kurang puas. Menurutnya itu masih kurang kejam. Ia putar otak. Nah. Ia punya teman yang pintar Bahasa Inggris. Pikirnya Pak Muniman tidak bisa Bahasa Inggris. Ia berniat membuat terjemahan palsu.

"Kamu yakin dia tidak bisa Bahasa Inggris, Mir?"

"Iya, yakin."

***

Hari ini giliran kelompok Amir maju presentasi. Tetapi Amir tidak mau masuk. Ia biarkan teman-temannya presentasi. Ia ijin sakit. Ia buat surat keterangan dokter palsu dengan membuat stempel palsu. Ia sangat yakin Pak Muniman tertarik pada makalahnya karena ia mencantumkan referensi buku-buku tebal dan yang berbahasa Inggris.

Seperti biasa, Pak Muniman duduk di belakang bersama mahasiswa dan sibuk mengerjakan sesuatu. Amir membayangkan beliau terkagum-kagum mendengar presentasi teman-temannya. Puas sekali dia meskipun tak melihat faktanya. Tetapi ia juga membayangkan beliau menyuruh teman-temannya membuat makalah lagi karena makalah yang ia buat tak valid.

Ia ingin sekali mendengar kabar Pak Muniman malu di depan teman-teman kuliah S2-nya dan dosennya. Tetapi hampir tidak mugkin.

HP Amir berdering ada SMS. Ia sudah mengira dari temannya: tentang presentasi tugas Pak Muniman.

"Makalahnya salah. Suruh buat lagi."



_____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________

0 comments:

Post a Comment