Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK) Tidak Hormat Bendera

Tidak usah berburuk sangka dulu. Mungkin beliau lupa. Atau memang ada aturan baru. Atau mungkin ***. Mulai menyeruak kabar yang mungkin unik bagi netizen di acara perayaan HUT RI ke 70, yakni bapak wakil presiden HM Jusuf Kalla (JK) tidak melakukan gerakan penghormatan terhadap Bendera Merah Putih.

 

Saat komandan upacara memberi aba-aba, seluruh peserta melakukan hormat, kecuali bapak wakil presiden HM Jusuf Kalla (JK). Kita tunggu kabar selanjutnya dari beliau.


Ternyata yang dilakukan Pak Jusuf kalla sudah sesuai undang-undang dan itu juga dilakukan oleh Bung Hatta. Baca Wapres tak hormat bendera

Apa Yang Salah Dengan Parade Tauhid

Ramai di perbincangkan di sosial media tentang kegiatan Parade Tauhid. Mengutip berita di situs Republika, ada 3 tujuan parade ini diselenggarakan, berikut:
  1. mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia ke 70. 
  2. merealisasikan amanah pada Konggres Umat Islam VI di Yogyakarta yakni Penguatan Politik Islam, Penguatan Ekonomi Islam, dan Penguatan sosial budaya Islam. 
  3. Terakhir, dalam rangka Halal bi Halal Nasional dan Halal Bi Halal antara umat dan tokoh Islam.

parade tauhid, tokoh umat beragama, peringatan hari kemerdekaan RI
Diambil dari situs Arrahmah com

Luar biasa tujuannya. Saya pernah mendengar cerita dari saudara bahwa di tempat beliau nyantri (Belajar agama di pesntren) rutin bersama memanjatkan doa untuk para pejuang kemerdekaan setiap 17 Agustus, bukan hura-hura, katanya. Sekarang semakin besar oleh Parade Tauhid.

Umat islam tampak bersatu dalam acara parade ini. Memang ada berita miring beberapa golongan yang kurang sepakat, tapi itu tak jadi masalah. Menurut saya hanya beda cara saja DALAM MENGKAMPANYEKAN ISLAM. Kalau saya ingat di daerah saya, yang kata orang "Kota Santri", memang, hampir di setiap RT ada musholla tempat anak-anak mengaji dan sholat jamaah bersama warga juga. Setiap pagi anak-anak itu pulang berbusana muslim membawa kitab.

Masih ingat lagu, "Tiap pagi dan sore hari muda-mudi berbusana rapi menyandang kitab suci"

Itulah gambaran sekilas kota santri. Jam setengah tujuah mereka ke sekolah dasar / SD belajar. Pulang dari SD istirahat sejenak lalu berangkt ke madratsah, satu dusun biasanyay ada 1 madratsah, muda-mudi itu memenuhi jalanan dan gang dengan busana muslimnya. Habis ashar mereka pulang dan di musholla-musholla mulai dibunyikan lantunan Quran. Anak-anak berbusana muslim bersiap berangkat ke musholla memenuhi jalanan dengan busananya. Hanya pada hari jumar madratsah diliburkan.

Setiap hari wajah islam ditampakkan. Didengungkan. Kami memahami itu adalh syiar, begitu kata ustadz. Memang, dulu juga ada beberapa penentangnya, katanya tak perlu ditampak-tampakan. Tetapi, wajarlah berbeda, namanya juga manusia.

Semoga hari esok lebih baik. Semangat buat semuanya.

Cara Memilih Pembalut yang Aman Bagi Wanita

Akhir-akhir ini banyak isu pembalut berbahaya bagi wanita, diisukan banyak pembalut yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan mis-v. Kabarnya, beberapa pembalut dapat menyebabkan kanker pada miss-v. Tentu saja ini sangat meresahkan. Miss-v merupakan aset kaum hawa. Kesehatannya sangat berharga dan tentu harus dijaga.

pembalut wanita berbahaya, pembalut wanita yang aman, cara memilih pembalut wanita


Berikut beberapa tips memilih pembalut wanita yang aman:

Rutin Mengganti Pembalut
Meskipun anda sudah memilih pembalut wanita yang aman, tentu jika dipakai terus-menerus akan berbahaya juga. Ganti pembalut yang anda pakai tiap 3-4 jam sekali. Hindari memakai celana yang terlalu ketat, jangan duduk melipat agar miss-v dapat bersirkulasi.

Kenyamanan Pembalut
Untuk mengetahui apakah jenis pembalut yang anda pakai merupakan pembalut yang aman atau pembalut berbahaya, coba kenyamanannya. Jika tidak nyaman dan terasa gatal, sebaiknya ganti pembalut jenis lain.

Kebersihan Pembalut
Untuk mengetahui apakah pembalut yang biasa anda pakai aman atau tidak bagi kesehatan miss-v, anda bisa menge-tes-nya menggunakan lampu. Dekatkan pembalut pada lampu, lihat bagian dalamnya, apakah ada benda mencurigakan atau tidak.

Daya Serap Pembalut
Pembalut wanita yang aman dan bagus memiliki daya serap yang bagus dan tidak gampang bocor. Pelembab yang memiliki daya serap yang bagus akan membuat anda nyaman memakainya dan terus terasa kering, serta tidak terasa gerah. Sebab ada pembalut yang menyebabkan lecet.

Itulah sekilas tips memilih pembalut yang aman bagi wanita agar anda terhindar dari kesalahan memilih pembalut wanita berbahaya. Kesalahan memilih pembalut wanita akan berakibat fatal bagi kesehatan miss-v, misalnya, keputihan atau bahkan serangan kanker berbahaya.

pembalut wanita berbahaya, pembalut wanita yang aman, cara memilih pembalut wanita

Crystal X mencegah dan mengobati keputihan. Crystal X juga ampuh:
  • membunuh kuman dan bakteri, 
  • mengaktifkan serta melenturkan kembali selaput vagina, 
  • menambah kepekaan vagina terhadap rangsangan
  • mencegah kanker yang berkaitan dengan alat reproduksi
  • membersihkan kerak pada selaput organ intim wanita
  • menghilangkan bau tak sedap pada organ intim wanita 


Pemesanan Crystal X
hub : 081578729803
Pin BBM 5451C635

Facebook Butuh Ustadz

Saya harus mengabaikan urusan lain hanya untuk menulis ini.

Facebook Butuh Ustadz, sosial media, facebook


Banyak yang bilang ustadz artist tak kompeten. Saya setuju. TETAPI, jangan abaikan dunia teknologi. GENERASI ISLAM banyak yang di sana. Jika para alim ulamak menjauhi teknologi, siapa yang menuntun generasi islam? Di sana sangat berbahaya. Jangan hanya generasi yang datang ke pesntren dan membayar SPP (maaf) yang diurus.

Masalah banyak. Satu masalah yang membuat saya segera menulis ini adalah sebuah group Facebook berlabel PENDIDIKAN AGAMA. Baca namanya, indah sekali. Ini (sepertinya) untuk kebaikan umat. Namun, siapa pembuat dan siapa yang mengontrol? TAK JELAS. Padahal, agama bukan urusan main-main.

Mengurusi hal semacam ini mungkin memang terkesan berlebihan, tapi jika mengingat dampaknya, tentu ini buan hal sepele.

Di sebuah group facebook selalu ada diskusi. Itu bagus karena akan merangsang semangat belajar. Tetapi, ada tahapan dalam penyampaian ilmu. Ilmu harus disesuaikan dengan penerimanya. Suatu contoh, patutkah seorang ustadz mengajarkan pada anak umur 11 tahun tentang esistensi / keberadaan Tuhan dengan cara berdiskusi? Tentu anak tersebut akan bingung. Apalagi dengan senjata pertanyaan-pertanyaan filsafat yang aneh-aneh.

Di group Facebook, hal ini tak terkontrol. Anak-anak yang menjadi angota group tersebut bebas berdiskusi tentang Tuhan. Liar saja mereka berdiskusi. Bahkan yang tak punya pondasi / ilmu dasar pun sudah berani mengkritik Tuhan. Sebagai manusia itu wajar, tapi hal itu akan ditiru oleh yang lain. Ini tugas GURU di madratsah, atau tugas ADMIN dalam group Agama. Di salah satu group Facebook saya tanya apakah ada seorang ustadz di situ, ternyata ada. Dan, beliau membiarkan aank-anak muda di situ berdiskusi tentang Tuhan tanpa dasar yang jelas. Saya hargai perbedaan pendapat ini, tapi sepakatkah para alim ulamak dengann ustadz di group tersebut?

Di negeri Indonesia ini banyak ORMAS Islam, ada yang terkesan diam, ada yang berkobar-kobar semangatnya. Bahkan ada yang lantang mengajak perang Non-Muslim. Semoga juga lahir organisasi islam yang fokus mengurusi pendidikan islam.

Bukan hanya karena dibantai musuh, islam akan hancur. Ketika pemeluknya sudah tak menjalankan ajarannya pun sudah hancur. Generasi adalah masa depan dan mereka hidup di zaman dengan kecanggihan berbagai teknologi.

Apa Salahh Tarawih Ngebut?

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan tentang tarawih 2 rakaat yang selesai dalam waktu kurang dari 1 menit. Luar biasa. Banyak yang PURA-PURA kaget, syok, "Astaghfirullah," gumamnya. Padahal, hal semacam itu sudah lama berlangsung. Hanya saja dulu tidak ada sosial media, jadi beritanya tidak cepat menyebar.

Jika kita mau membuka mata dan melihat bumi Tuhan ini, insyaAllah tidak akan mudah kaget. Banyak sekali hal-hal yang kita anggap aneh di sana. Jika tarawih ngebut dianggap suatu kejelekan, yang lebih jelek dari itu juga tak sedikit. Lihatlah jauh di sana..!!

"Sholat tarawih itu tidak ada tuma'ninah-nya," saya pernah mendengar pernyataan semacam itu. Mungkin pemahaman ini yang dijadikan dasar dilakukannya tarawih ngebut. Namun, masalahnya bukan hanya soal ngebut atau lambatnya sholat tarawih, lebih dari itu yang perlu kita perjuangkan bersama adalah kualitas pendidikan islam, kualitas penyiaran dakwah Islam.

Tarawih ngebut, tarawih ngebut orang NU

Jika hanya menilai, itu mudah. Cukup katakan, "Itu salah", "Itu tidak baik", "Itu keliru", "Itu pelecehan", dsb. Tetapi apakah dengan begitu masalahnya beres? Bisa jadi muncul masalah baru: tersinggung, merasa tak dihargai pendapatnya, dan semacamnya. Sering saya temui orang ngototo mengatakan:
"Sudah jelas kan dalilnya...!!!"
"Sudah jelas kan itu keliru...!!"
"Sudah jelas itu tidak ada dasarnya..!!"
"Sudah jelas kan dalilnyay lemah...!!"
dan seamcamnya.

Tanpa pertolongan Allah, kita tidak akan mampu melihat, apalagi mencari dalil. Jika bukan karena Allah, kita tidak akan mampu memahami suatu ajaran atau perkara. Tenganglah, mohonlah bantuan-Nya agar mendapat solusi yang bijaksana. Selama hidup masih berlangsung, masalah akan selalu ada. Selama proses belajar belum usai, kekeliruan tak bisa dihindari. Umat islam itu belajarnya hingga ahir hayatnya. Maka tenanglah, tenanglah menghadapi suatu perkara.

Tersesat itu biasa, namanya juga lagi belajar. Justru lebih buruk lagi orang yang berhenti belajar, merasa sudah sangat banyak ilmu dan pasti benar. Ini justru lebih berbahaya. Yang tersesat akan kembali ke jalann yang benar seiring bertambahnya ilmu yang ia dapat. Tetapi mereka yang merasa sudah banyak ilmu dan gampang menjelekkan orang lain; tak sadar bahwa dirinya sudah mengabaikan kewajiban belajar.

Teori itu mudah, tapi fakta di lapangan sering membuat kita berputar-putar. DAN, kita tahu, strategi itu dibolehkan. Para Sunan (Wali Songo) itu paham tentang bid'ah dan kemusyrikan ritual-ritual tradisi, tetapi sebagai strategi dakwah, itu pun dilakukan dengan beberapap modifikasi. Perang tak harus maju terus, perlu taktik. Menurut keterangann pihak pesantren tarawih ngebut, hal tersebut dilakukan oleh pendiri dahulu kala, KARENA masyarakat setempat adalah masyarakat pekerja yang sulit diajak sholat. Bisa dekat dengan masjid, meskipun tidak sholat, itu sudah merupakan suatu kemajuan.

Kembali ke tarawih ngebut. Tak perlu ribut-ribut atau sok kaget. Kalau boleh saya singgung, banyak alumni perguruan tinggi islam yang membaca Al Quran seenaknya, bahkan terbata-bata. Bahkan saya tidak jarang mendapati khotib masjid tak hati-hati dengan tawallud, makharijul huruf, panjang pendek, dan semacamnya. Dan masih banyak lagi kelucuan-kelucuan, jika kita memang mau menganggap itu suatu yang lucu.

Itu biasa. Sembari silaturahim, lakukan musyawarah, sampaikan dengan bijak, dan bicarakan dengann baik. Dan, yang kita lakukan pun bisa jadi lebih pantas ditertawakan atau dicela dari pada tarawih ngebut. Wallahu a'lam. Semoga kita semua selalu mendapat taufiq dan hidayah-Nya.

Dauh Gus Mus (KH. Mustofa Bisri), "Kita semua sama-sama mencari jalan menuju-Nya." Bijaklah menyampaikan ilmu. Allah yang memberi hasil, BUKAN karena teriakan lantang seorang hamba

Gagal Memotivasi, Jangan Menyalahkan


my note, catatanku

Sebagai pendidik (Guru, Kyai, Dosen), salah satu tugasnya adalah MEMOTIVASI

Belajar dari pendahulu. Beragam cara mereka lakukan. Ada yang baik ada yang tidak. Ada 1 hal yang menurut saya pendidik perlu sangat berhati-hati. Begitu dekat dengan hal yang tidak baik.

Jika seorang guru punya 500 siswa, dia nasehati dan motivasi mereka. Sebagian besar menuruti nasehat beliau dan benar-benar sukses. Betapa bangganya guru tersebut.

TETAPI,

kadang ada 1 atau 2 murid yang SUSAH, SULIT, BERAT, hidpnya. RIZKINYA juga serret, miskin, banyak masalah, banyak musibah, dsb. Mungkin dia memang nakal atau murid yang baik.

Seorang guru yang telah melihat sebagian besar muridnya berhasil setelah ia nasehati AKAN mudah sekali menganggap, "Mungkin dia tak menuruti nasehatku," dan merasa tak suka pada mereka yang gagal. ... ... ya, HAMPIR tepat memang. NAMUN, nasib baik itu rahasia Allah. Meski sudah 10.000 murid dinasehati dan berhasil, lalu ada 1 murid yang gagal, BUKAN berarti ia merupakan murid yang TAK baik.

Bisa jadi Tuhan sedang mengujinya, mungkin Tuhan ingin mengajarinya sesuatu yang lebih berarti dari sekedar kesuksesan dunia, mungkin Tuhan sayang karena dengan begitu ia selalu ingat, dsb.

Jika dulunya ia adalah murid yang nakal, mungkin sudah bertaubat.

Saya pernah mendengar dari beberapa teman yang merasa sungkan untuk bertamu ke gurunya yang sudah lama tidak ditemui, alasannya, karena belum sukses. "Waktu saya dan teman saya yang sudah sukes bertamu, ceria sekali bertanya ini itu padanya, ke saya?" katanya.

Ya, ia paham dan mengerti, karena sudah bukan anak-anak lagi.

*Semoga kita semua selalu diberi petunjuk: Taufik dan hidayah-Nya

Jika Guru yang Belum PNS Ternyata Lebih Profesional

Guru PNS, GTT, GTY, Pendidikan
Jika siswa yang diajar guru PNS tak sepandai siswa yang diajar guru yang belum PNS...???

Jika keduanya tak akur, menurut saya, itu sama dengan ayah dan ibu yang tak akur.... BETAPA SEDIHNYA SANG ANAK....???

- Orang tua mencari sekolah berkwalitas untuk anaknya
- Sekolah butuh guru berkwalitas.
- Sekolah juga butuh fasilitas yang lengkap dan berkwalitas

Bicara soal sekolah berkwalitas itu sedikit lebih gampang. Kriterianya:
~ Gedung mewah
~ Fasilitas lengkap dan berkwalitas
~ Gurunya S1 dan S2
~ dsb.
Sekilas begitu.

Tetapi, bagaimana dengan guru yang berkwalitas?
1) Yang lama mengajar, benarkah?
2) Yang disiplin, datang jam 6 pagi, benarkah?
3) Yang ijazahnya S1/S2, apa iya?
4) Yang menguasai pelajaran kah?
5) Yang ceria?
6) Yang lucu?
dsb...

Coba kita berbincang sekilas tentang bagaimana cara sekolah mendapatkan (merekrut) guru YANG BERKWALITAS.
1) Ada yang diminta mengabdi dulu
2) Ada yang di-test (Skill tertentu saja)
3) Ada yang kontrak dulu, baru jadi guru tetap
4) dsb.

Guru kontrak biasanya langsung besar gajinya, bahkan bisa nego.
Yang mengabdi, tak usah gaji pun tak apa-apa.

3 posisi guru baru di atas sama-sama kurang nyaman: gaji kecil, bahkan tak digaji, yang gaji besar belum tentu diperpanjang kontraknya.

Mereka akan berproses di sana. Tetapi, ketika mereka sudah menyadari bahwa mereka sudah cukup meningkat skillnya setelah mengajar di lembaga tersebut, ada beberapap kemungkinan:
a) terus mengajar di sana.
b) terus mengajar di sana, tapi minta tambahan gaji.
c) mencari lembaga lain yang gajinya lebih besar/jadi dosen.
d) buka lembaga pendidikan sendiri
e) cari kerjaan lain yang gajinya besar

Jika semua guru yang direkrut seperti yang (a), entah karena memang benar-benar merasa nyaman atau hanya karena takut tak dapat kerjaan lain di luar sana, berarti nasib lembaga masih cukup bagus,..... tapi jika sekian persen dari mereka seperti yang (b, c, d dan e), berarti lembaga tersebut GAGAL untuk mempunya guru berkwalitas karena harus merekrut guru baru lagi yang belum jelas kwalitasnya.

Ada lembaga yang merekrut dengan kualifikasi tinggi, bahkan dengan tawaran gaji yang tak sedikit. Biasanya lembaga pendidikan swasta. TENTU saja akan menaikkan beban biaya siswa, atau sumber lain. Intinya, kalau boleh saya katakan, biaya produksi NAIK... ... PADAHAL, guru yang masuk dalam kualifikasi tersebut belum jelas kualitasnya.... Mungkin mereka pandai dan cerdas, IPK sempurna, tapi apa sudah ada bukti bahwa mereka bisa mengajar dengan baik? Bukankah untuk menilai keberhasilan pengajaran dan pendidikan itu tak sebentar??!!

Coba kita lihat anak-anak jaman sekarang.
~ Terdidikkah mereka?
~ Berapa persen yang terdidik dengan baik?

Jika ada siswa tawuran,
bolehkah guru disalahkan?
atau siswa saja yang disalahkan karena gurunya sudah S1/S2?

Masyarakat menilai hasil. Jika anak-anak yang lulus sekolah tetap tak baik moralnya, pendidikan (Sekolah) yang mereka salahkan. Jarang sekali di jaman sekarang ada orang bilang, "Anak siapa?", yang saya tahu, "Sekolah dimana?"

Melihat out put pendidikan yang demikian, tentu kebanyakan masyarakat tak mau buang uang untuk hal yang mereka anggap kurang bermanfaat. "Percuma bayar sekolah, hasilnya begini."

Makanya, ada beberapa orang yang jika melihat guru demo soal gaji, mereka bilang, "kerja belum bagus, minta tambahan gaji...!!"

Baca juga : Masalah-masalah Pendidikan dalam Catatan Saya

Terkabulnya Doa Di Raudhah Di Masjid Nabawi

Raudhah yang dalam Bahasa Indonesia adalah Taman adalah suatu tempat yang berada di Masjid Nabawi Madinah. Tempat ini di buru oleh muslim sedunia, biasanya saat melaksanakan ibadahh haji atau ibadah umroh. Padahal, luasnya hanyay sekitar 26 x 15 meter. Bisa dibayangkan seperti apa antrinya. Untuk itu, petugas di Masjid Nabawi membatasi pengunjung dengan sistem antri. Berikut sabda Rasulullah saw. yang membuat umat islam berebutu untuk mengunjungi tempat ini.
Di antara rumahku dan mimbarku terletak sebuah raudhah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku ada di atas telagaku (HR Abu Hurairah RA)

Semoga kita semua disegerakan

Raudhah atau taman surga yang berada di masjid Nabawi ini merupakan tempat Rasulullah saw. Beribadah, memimpin sholat, menerima wahyu. Para sahabat juga turut serta beribadah di sana. Taman surga di sini bukan berarti tempat ini  bagian dari surga di akhirat. Tidak ada bidadari di sana. Melainkan, tempat yang mulia untuk beribadah. Beribadah di tempat tersebut lebih khusyuk dan setiap doa yang dipanjatkan di sana mudah diijabahi (Dikabulkan).

baca juga: Motivasi Sholat di Akun IG SunuMatta

Cara memasuki Raudhah

Untuk memasuki raudhah tempat mulia ini perlu antri. Kaum priapunya kesempatan selama 24 jam, sedangkan untuk kaum hawa hanya di waktu Dhuha (Sekitar 2 jam), antara waktu Dhuhur dan Ashar, dan di malam hari (Pada jam 22). Hati-hati saat antri, jangan semabrangan. Ada peringatan yang ditulis dengan Bahasa Arab, Inggris, Turki, dan Bahasa Indonesia. Berikut peringatannya:
“Jangan memaksakan diri dan menyakiti sesama pada saat memasuki Raudhah dengan saling mendorong dan berdesak-desakan. Tunggulah giliran dengan izin Allah, masih banyak waktu untuk Anda untuk memasuki Raudhah dan sholat di dalamnya”

Agar dapat giliran, bersabar saja, duduk sambil wiridan, ketika melihat kesempatan, baru action. Begitu caranya.

baca juga: Cerita Maling yang Mendadak Jadi Kyai

Penampakan Raudhah

Area Raudhah menggunakan karpet warna hijau yang membentang dari rumah Rasulullah saw. (Sekarang menjadi makam beliau) hingga ke mimbar. Seluruh karpet di Masjid Nabawi menggunakan warna merah. Jadi, jika anda sudah menginjak karpet warna hijau, berarti anda sudah berada di Raudhah (Taman surga). Bagian luar Raudhah adalah kubah berwarna hijau, mihrab tempat imam berwarna perak. Pintu masuk yang terdekat adalah Gate Babus Salam atau Gate Jibril.
biaya umroh, biaya umroh 2015, umroh 2015, Raudhah taman surga

By Bayu Adjie Nugroho [CC BY-SA 3.0 ],

via Wikimedia Commons

Batas Raudhah

Batas kiri Raudhah adalah makam Rasulullah saw. di bekas rumah Rasulullah tersebut juga dimakamkan dua sahabat beliau: Abu Bakar As Siddiq dan Umar bin Khattab.

Batas kanan Raudhah adalah mimbar masjid yang digunakan untuk berkhutbah sejak zaman Rasulullah.

Mihrab Raudhah

Mihrab Raudhah yang sekarang sudah lebih luas, sekitar 10 meter di depan mihrab yang dahulu karena perluasan masjid.

Seperti itulah penampakan Raudhah, taman surga tempat yang mustajabah untuk berdoa. Banyak orang hingga menangis di sini mengadukan banyak hal permasalahan hidup pada Allah SWT. Semoga kita semua bisa segera tiba di sana.

Baca juga:

Panduan Perjalanan Umroh Paket Arafah 9 hari

Cerpen: Pak Dosen Dapat Tugas dan Ngasih Tugas Mahasiswa

cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen
"Wah, dosen tidak tahu diri. Tugas, tugas, tugas melulu. Kukira cukup empat hari saja sibuk ngerjakan tugas."

"Tidak usah ngeluh."

"Kamu senang dapat tugas?!"

"Tidak juga sih, tapi yang namanya kuliah, memang kayak gini."

Pak Muniman namanya. Beliau dosen senior dengan kumis tebal. Beliau suka bercerita: cerita anaknya yang juara lomba karya tulis ilmiah, cerita cucunya yang menang lomba pidato Bahasa Prancis, cerita istrinya yang pintar masak, cerita pengalamannya selama kuliah. Sejak pertemuan awal, mahasiswanya sudah dibentuk kelompok-kelompok. Mereka disuruh membuat makalah dan dipresentasikan.

"Enak jadi dosen," kata Amir. "Tidak usah ngajar."

"Mahasiswa memang harus sudah bisa mandiri, Bro," sahut Budi.

"Kalau harus belajar mandiri, tidak usah kuliah, atau ujian saja."

"Ngawur kamu..!!"

"Terus, buat apa dosen? Kan benar? Kita belajar sendiri, di akhir semester diuji," jelas Amir. "Empat tahun hanya masuk lima kali saja."

"Ide bagus."

***

Amir makan sendirian di kantin, di pojok. Ada beberapa kakak tingkatnya di meja sebelah. "Edo ambil S2 katanya. Jadi dosenn dia sekarang." Amir nguping obrolan mereka. "Enak kalau jadi dosen. Ada tugas, tinggal nyuruh mahasiswanya." Amir kaget mendengarnya. "Ya nyuruh mahassiwa kayak kita-kita ini." Amir jadi ingat Pak Muniman. Jangan-jangan beliau juga begitu.

Ia mulai mencari akal. "Harus kukerjain." Pikirnya, pak Muniman tidak secanggih dirinya. Ia kira beliau tak akrab dengan internet.

Ia ke perpustakaan mencari buku yang tebal sekali. Ia buat teori sendiri dan ia beri keterangan dikutip dari buku tebal tersebut. Ide bagus. Tetapi, ia kurang puas. Menurutnya itu masih kurang kejam. Ia putar otak. Nah. Ia punya teman yang pintar Bahasa Inggris. Pikirnya Pak Muniman tidak bisa Bahasa Inggris. Ia berniat membuat terjemahan palsu.

"Kamu yakin dia tidak bisa Bahasa Inggris, Mir?"

"Iya, yakin."

***

Hari ini giliran kelompok Amir maju presentasi. Tetapi Amir tidak mau masuk. Ia biarkan teman-temannya presentasi. Ia ijin sakit. Ia buat surat keterangan dokter palsu dengan membuat stempel palsu. Ia sangat yakin Pak Muniman tertarik pada makalahnya karena ia mencantumkan referensi buku-buku tebal dan yang berbahasa Inggris.

Seperti biasa, Pak Muniman duduk di belakang bersama mahasiswa dan sibuk mengerjakan sesuatu. Amir membayangkan beliau terkagum-kagum mendengar presentasi teman-temannya. Puas sekali dia meskipun tak melihat faktanya. Tetapi ia juga membayangkan beliau menyuruh teman-temannya membuat makalah lagi karena makalah yang ia buat tak valid.

Ia ingin sekali mendengar kabar Pak Muniman malu di depan teman-teman kuliah S2-nya dan dosennya. Tetapi hampir tidak mugkin.

HP Amir berdering ada SMS. Ia sudah mengira dari temannya: tentang presentasi tugas Pak Muniman.

"Makalahnya salah. Suruh buat lagi."


Cerpen: Dosenku, Maaf Ku Tak Paham

cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen
"Salim..."

Menyapa dan berlalu. Ah, cowok yang satu ini memang menjadi perhatian banyak gadis. Bentuk wajah kearab-araban, kulit putih cerah, tinggi, hidung mancung. Ditambah Bahasa Indonesia yang tak begitu fasih, cukuplah buat bahan tawaan dan jalan untuk P-E-D-E-K-A-T-E. Sebenarnya Ia bukan bule. Dia orang indonesia asli, tulen, dan terlahir di negeri ini, di desa, dari keluarga petani. Entah mimpi apa ibunya hingga melahirkan anak setampan dia.

Senyum, sapa, canda, gurau. Begitulah ia. Tetapi jalannya cepat, disiplin, sering di perpustakaan. Tasnya selalu berat. "Aku pinjam lima buku di perpustakaan," jawabnya saat ditanya oleh Herdi. "Pake KTM Mukhlis sama Ridho." Tetapi ketika ada temannya, ia tinggalkan aktivitas membacanya.

Karena hobi membaca, tentu ia banyak pengetahuan, dan suka debat juga, tetapi sambil gurau. Sebenarnya ia fasih berbahasa Indonesia, hanya saja logat daerahnya kental sekali. Itulah yang selalu jadi bahan tawaan, saat ia debat dengan dosen, atau saat presentasi. "Saya tidak akan merubah logat saya, kasihan orang yang punya hutang," candanya disela presentasi di kelas, "Jadi sedih kalau tidak ada yang lucu."

Ayah Salim memang orang yang disiplin. Meskipun beliau hanya seorang petani, tapi semua aturan dari leluhur ia patuhi: tak boleh potong kuku malam hari, tak boleh tidur saat petang, tak boleh tidur di pagi hari, dsb. Salim nurun watak bapaknya. Satu lagi, ia sangat membenci menyia-nyiakan waktu.

"Kamu jomblo ya?" tanya Vina saat duduk berdua dengannya.

"Karena saya orangnya tak sabaran."

"Apa hubungannya?"

"Kalau pacaran, kan cuma dilihatin. Tindakannya nunggu nanti setelah nikah."

"Ah, aneh..!!"

"Memangnya kamu mau jadi istri aku?"

"Ich... Baru semester dua."

"Gitu aja sewot. Kamu cantik, Vin, sayangnya tidak menarik."

"Maksudnya?!"

"Nggak tahu."

"Dasar...!!"

***

"Kenapa, Wan? Kok melamun?"

Wawan memang pendiam, tak banyak bicara. Suka menyendiri. Seringkali Salim mendekatinya agar ia tak sendirian dengan pikiran kosong. Ia tahu Wawan kurang percaya diri.

"Ke perpusakaan, yuk?"

Seperti biasa. Mereka ke lantai dua. Salim selalu mengajaknya membaca buku-buku psikologi dan motivasi. Ia tahu Wawan membutuhkannya. Salim langsung ambil empat buku. "Kamu baca semua, Lim?" Salim hanya tersenyum dan membawanya ke meja. Ia buka catatan kecilnya dan mulai membaca sambil sesekali mencatat.

"Buku apa itu?"

"Hmm... tidak tahu," sambil tersenyum Wawan menjawab dengan tidak yakin. "Sepertinya bagus."

Salim hanya tersenyum.

***

"Salim...!!"

Salim kenal suara yang memanggilnya. Dewasa, cantik, rajin, perfeksionis, tapi suka maksa.

"Salim, kamu udah selesai tugasnya Bu Tuti?"

"Hah..!!" Salim kaget. "Tugassss...??"

"Dorrr...!!! Lupa...?!"

"Lagian, dosen ini tidak serius sih. Selalu tampak tak siap. Penjelasannya tidak nyambung."

"Wah, hebat kamu..."

"Aku ke perpustakaan aja."

"Nggak masuk?"

"Sibuk."

Wulan bingung. Tak ada yang ia anggap lebih sempurna dari dirinya selain Salim. Ia kejar Salim ke perpustakaan. Masih ada waktu 10 menit. Ia juga penasaran kenapa Salim selalu duduk di kursi paling belakang setiap kuliahnya Bu Tuti. Dosen ini memang terkenal paling banyak ngasih tugas. Banyak mahasiswa mengeluhkannya.

Salim sedang duduk dengan setumpuk buku, satu ia pegang. Wulan langsung mendekatinya dan duduk di sampingnya. "Bantu aku ngerjain tugas...!!" Ia menarik lengan Salim dan menutup buku yang ia baca.

"Kalau istriku begini, tak pisah ranjang setahun."

"Iya sudah, terserah. Ayo, ini gimana? Nomor tiga dan empat saja."

Salim membacanya. Tersenyum. "Saya tidak yakin beliau paham tentang ini."

"Tidak apa-apa. Yang penting aku selesai. Kamu paham, kan?"

"Iya. Aku paham kalau yang buat soal juga bingung."

"Ich... Ayo, ke kelas...!!" Ia menarik lengan Salim dengan paksa.

Terpaksa Salim masuk ruang kelas. Diam mendengar marahan Bu Tuti. Salim marah, tapi bingung. Tak layak mahasiswa menentang dosen, apalagi perempuan. Salim tak menyangka di kampusnya ada dosen yang kualitasnya begitu. Menurutnya, Bu Tuti seperti guru SMA. Kurang tepat mengajar mahasiswa.

"Tumben kamu duduk di depan?!"

Salim hanya tersenyum.

***

Mumpung akhir pekan, Salim pulang kampung. Lumayan, meski cuma dua hari, bisa bantu orang tua di sawah. Musim tanam baru saja mulai. Semua petani pada sibuk ngurus sawah. "Buk, cewek di kota cantik-cantik." Ibunya tersenyum. "Kapan-kapan tak ajak ke sini."

"Jangan diajak ke sawah. Nanti hitam. Hilang cantiknya."

Bapaknya tidak banyak tertawa, juga tampak tak ceria. Salim paham. Musim panen kemarin, kata ibu, hasilnya sedikit. Padahal biaya produksi naik. Ia menghabiskan banyak waktunya di sawah, seakan memaksa tanahnya untuk menghasilkan lebih banyak lagi. Tetapi, beginilah hidup. Teori kehidupan tak selalu menaklukkan kenyataan. Kalau nanti Salim sudah sukses, tak perlulah orang tuanya bekerja di sawah lagi. Ia yang akan mencukupinya. Makanya ia rajin sekali belajar.

"Mbak Rina, sering datang, Buk?"

Ibunya menoleh ke bapaknya yang lagi sibuk sendirian di petakan sawah satunya. "Iya, sering. Kamis kemarin ke sini, pinjam uang," agak berbisik takut didengar sang suami. Rina adalah satu-satunya kakak perempuan Salim. Ia dinikahkan waktu usianya masih 14 tahun. Suaminya buruh tani, mantan ustadz di pesantren dulu. "Tak kasih uang sama beras. Tak bawain lauk juga."

"Suaminya kerja apa?"

"Tidak ada, cuma buruh tani. Orang pada susah sekarang."

"Saiful sudah sekolah?"

Saiful adalah anaknya Rina. Ia sudah berusia lima tahun sekarang.

"Mau sekolah gimana, wong bapaknya nggak punya uang!"

Salim terdiam.

"Minggu lalu, Si Rizki pulang."

"Rizki? Yang kuliah di Jogja itu?"

"Iya. Sudah wisuda, tapi pulang minta uang sama bapaknya. Katanya mau usaha di sana."

"Usaha apa?"

"Tidak tahu. Katanya, kalau kerja ke orang, gajinya kecil; kayak jadi budak. Bapaknya jual sawah; yang itu dijual semua, dua petak; buat modal."

"Jurusan apa kuliahnya?"

"Katanya jurusan yang bisa jadi guru gitu."

"Ow."

"Si Mia itu jurusan apa? Katanya gajinya empat juta sebulan."

"Sudah lulus?"

"Belum. Katanya, kalau jurusannya dia cepet kerja."

"Jurusan apa? Di tempatku tidak ada."

***

"Habis pulang kampung, Rek. Mana oleh-olehnya...?" Arika menyapa Salim di lobi.

"Bawa oleh-oleh kemenyan."

"What...?! Kemenyan..!!"

"Mau dukunin kamu tu, Ka," sahut Rahman.

"Aku mau didukunin," tambah Lia.

Sebenarnya Salim sedang tak seceria hari-hari sebelumnya. Teman-temannya tahu itu. Hanya saja, mereka sudah paham, ia orang yang tabah, sabar, dan memang ramah. Pandangan Salim tidak fokus. Pikirannya tak menentu. Seakan ia ingin ke sawah lagi dan menumbuhkan benih yang unggul agar hasil panen melimpah. Agar aayhnya tersenyum. Tetapi, itu hanya angan. Pura-pura saja ia tersenyum. Namun, seolah ia sudah bosan berpura-pura.

Zaki lari-lari dari pengajaran. "Pak Teguh tidak ada. Ditukar sama Bu Tuti."

Spontan kaget semua. "Tugasnya...?!"

"Biasanya kan Salim sudah ngerjakan," celetuk Titin.

"Kecuali mata kuliahnya Bu Tuti," sahut Wulan.

Salim mendapat SMS dari teman baru, pebisnis jamur tiram. Sebenarnya, SMS tersebut lebih penting dibanding kuliah Bu Tuti yang sangat teoritis dan tak jelas, menurutnya. Tetapi, sudahlah, ia masuk saja. Ia pilih kursi paling belakang. Buka buku hortikultura. Membaca. Cuek saja sama mahluk di sekitarnya.

"Beda cuaca, beda kualitas tanah, beda air, beda hama. Tentu penanganan juga beda." Salim mencatat beberapa hal penting di buku tersebut. "Alam terus berubah, para ahli yang lahir pada jaman dahulu sudah mati. Ilmu mereka sudahh banyak tidak sesuai." Bu Tuti sudah memulai ceramah, tapi Salim tak mendengarnya. Ia menganggap penulis buku yang dipegangnya lebih nyaring suaranya dan lebih penting isinya.

Masih terus terbayang wajah bapaknya yang tak ceria di sawah kemarin. Masih terngiang cerita ibu tentang kakak perempuannya yang hidup kekurangan, cerita si Rizki dengan gaji kecil. Mungkin saja bapaknya khawatir setelah ia lulus nanti, ia juga akan pinjam uang dan minta jualkan sawah. Hidup memang harus dipikirkan dengan serius. Hidup tak main-main.

Masih ia ingat waktu ia minta dikuliahkan. Pak De yang membantu melunakkan hati ayah agar mengijinkan. Salim yakin sekali akan menjadi pebisnis yang sukses. Ia ingin mengembangkan pertanian di negeri ini. Pak De yang bijaksana yang banyak menyadarkannya. 

"Salim," Bu Tuti memanggilnya. Salim tak sadar hingga Wawan yang disampingnya menyadarkannya. "Melamun?"

"Tidak, Bu."

"Coba jelaskan ulang cara mengatasi hama tanaman berbahaya..!"

"Hama apa, Bu?"

Teman-temannya tertawa. "Mikirin siapa sih...!!" kata teman-temannya. "Patah hati ya..."

"Diracun, Bu."

"Pernah ke perpustakaan kamu?"

"Sering ke sawah, Bu. Tapi tidak ada hama di sawah. Jadi, saya belajar cara meningkatkan hasil produksi."

"Ow, jadi kalau sudah kena hama, baru mau belajar?"

"Bukan begitu, Bu. Ini soal prioritas."

"Gaaaaayaa....!!! wkwkwkwk. Ahli peertanian, Rek," seru teman-temannya. "Prioritas, katanya...!!"

"Calon pebisnis, Bro. Harus gitu," sahut Salim, mencoba menceriakan perasaan. "Masak semua dipelajari? Kan harus jelas tarjet dan sasarannya."

Bu Tuti tampak tidak terima. Ia diam. Berpikir. "Praktek itu harus. Tetapi kalian bukan kuli. Kalian akan menjadi petani berilmu. Harus banyak pengetahuan; bahkan akan jadi konsultan pertanian," terangnya.

"Penyakitnya kan sudah ganti baru, Bu? Apa teori di buku masih berlaku?"

"Ya berlaku lah. Kamu kok mau menentang ilmuan."

"Kalau ilmu mereka itu berguna, kenapa hama penyakit tidak tuntas, Bu? Bukankah buku pertanian itu menumpuk di perpustakaan?" Teman-teman Salim hanya diam, membiarkan ia berdebat dengan Bu Tuti. "Bahkan penyuluh pertanian di daerah saya malah banyak tanya pada petani. Itu fakta."

"Kamu ini masih mahasiswa..."

"Maksudnya?!"

"Tugasmu memperbanyak bekal ilmu dulu..."

"Apa mungkin langsung mendadak jadi konsultan pertanian setelah lulus? Jika tak pernah tahu tanah."

Sepertinya kisah Rizki sangat mengganggu pikirannya. Tak pantas sarjana pertanian minta jual sawah. Tetapi jika ia tak sigap hadapi situasi, tak cekatan menghadapi keadaan, bisa jadi ia tergilas jaman dan gagal.

"Kalau jenis hama saja kamu tidak tahu, bagaimana bisa mengatasinya..." Respon Bu Tuti kurang nyambung. Kondisi kelas tidak kondusif buatnya. "Dan mahasiswa itu harus bisa belajar mandiri."

Salim diam. Marah. Ingin keluar. Kuliah tak gratis. Ia buang uang, buang waktu. Ia relakan aktivitas pribadi demi mendapatkan ilmu dari dosen; bukan tugas kuliah yang tak jelas tujuannya. Ia juga menduga-duga tugas yang banyak diberikan oleh Bu Tuti hanyalah cara beliau menutupi kekurangannya.

"Apa boleh ikut ujian saja, Bu?" tanya Salim. "Biar saya belajar mandiri saja."

"Maumu apa sih..?!!!"

Kali ini Bu Tuti benar-benar marah. Beliau tak kuasa menahan emosi. Matanya berkaca-kaca. Ia masukkan semua buku di meja dosen kedalam tasnya. Sudah, selesai kuliahnya. Beliau keluar.

"Kalau hanya begini, ngapain repot-repot ke kampus..?!" Teriak Salim. "Buang waktu..!!" Tak nampak lagi Salim yang kemarin. Seakan ia mewakili bapaknya yang hanya diam saja di sawah kemarin. Semua diam. Kaget. Terkejut. Tak ada yang menduga Salim seberani itu. Ia pendiam, santun, dan ramah. Wawan memegang bahu Salim; menenangkannya. Salim keluar. Pergi.

***

Bu Tuti langsung pulang. Ia liburkan kuliah berikutnya. Ia memang merupakan dosen yang selalu padat jam ngajarnya. Dia juga ngajar di kampus lain, juga di SMK. Memang, dengan kesibukan sedemikian padat, ia tak sempat menambah ilmu, apalagi mengamati perkembangan pertanian di kehidupan nyata. Bisanya hanya membaca buku, itu pun hanya saat mau ngajar saja.

Baginya, yang penting ia bisa memenuhi kebutuhan putra putrinya. Bisa memenuhi kebutuhan mereka. Bisa membayar biaya sekolah mereka. Mengurus anak sendirian tanpa suami memang tak mudah. Apalagi dengan skill yang terbatas. Kuliah S2-nya pun jadi terbengkalai karena kesibukannya. Padahal, tak layak seorang dosen hanya lulusan S 1.

Pengertian Ibadah Umroh dan Manfaatnya

Berdoa di Raudhah (Makam Rasulullah) itu didengar oleh Allah dan dikabulkan. Jadi, jangann nungguu kaya untuk ke Baitullah. Berangkat dulu dan mohon dilapangkan rizki di sana. Keempatan berdoa di sana biasanya pada musim haji, yakni ibadah yang merupakan rukun islam yang kelima. Akan tetapi, untuk muslim Indonesia, berhaji seolah jadi mimpi. Kuota jamaah sekarang dibatasi dan harus antri. Jika daftar tahun ini, mungkin 15 tahun lagi baru berangkat. Kecuali Haji Plus, hanyay 5-6 tahun antrinya (Info biro perjalanan umroh resmi 081578729803 di jakarta). Ibadah haji wajib bagi yang mampu secara finansial dan fisik.

Jika ingin lebih cepat dari itu, tentu solusinya adalah Ibadah Umroh. Umroh bisa dilaksanakan kapan saja, tidak perlu menunggu musim haji. Jadi, anda bisa berangkat kapan saja. Berangkat dulu, ongkos tentu lebih murah daripada ongkos haji, lalu berdoa di sana agar dilancarkan rizkinya. Semoga 5 tahun kemudian berangkat lagi untuk ibadahh haji, bahkan semoga bisa setiap tahun ke sana. “Semoga.“

Pengertian Ibadah Umroh

Umroh merupakan serangkaian ibadah yang dilakukan di tanah suci dengan mengunjungi Ka'bah Baitullah dengan melakukan beberapa kegiatan: Ihram, Tawaf, Sai dan diakhiri dengan Tahalul.
Ihram

Dalam melaksanakan Ihram, pakaian harus berwarna putih dan tanpa jahitan, dengan niat Umroh yang dilakukan di tempat Miqot. Miqot merupakann tempat untuk melakukan Ihram, biasanya di Bir Ali.

Tawaf
Tawaf ialah ibadah dengan mengelilingi Ka'bah 7 kali putaran sambil berdoa.

Sai
Sai adalah ibadah yang dilakukan dengan berlari kecil antara Bukit Shofa dan Bukit marwah sebanyak 7 kali.

Tahalul
Tahalul merupakan kegiatan akhir serangkaian ibadah umroh, pelaksanaannya dengan mencukur sebagian rambut atau keseluruhan.

Manfaat ibadah Umroh:
Beberapa manfaat melaksanakan umroh, diantaranya:
  1. Pahala Ibadah Umroh sama dengan pahala Jihad
  2. Dengan melaksanakan Umroh, dosa kita diampuni
  3. Umroh jugau dapat menghilangkan kefakiran
Banyak sekali manfaat Umroh dan tak bisa saya sebutkan semuanya di sini.

Bagi anda yang ingin melaksanakan Umroh, hati-hati, banyak penipuan. Pilihlah agen perjalanann umroh yang sudah terpercaya. Jangann menitipkan uang pada individu, sekalipun dia pegawai agen perjalanann Umroh. Jangan transfer uang pada rekening atas nama pribadi. Kecuali jika memang sudah terbukti. Satu-stunya agen yang transfer uangnya langsung ke perusahaan di Jakarta adalah PT. Arminareka Perdana. Namun, anda akan tetap ditemani oleh tim Arminareka Perdana di daerah anda. Tim Arminareka Perdana tidak memegang uang anda, mereka hanya membimbing anda.

PT. Arminareka juga memberikan solusi bagi semua, termasuk bagi anda yang tak punya uang:
  1. Bayar tunai bagi anda yang punyay uang
  2. Dicicil bagi yang punya pendapatan rutin
  3. Bermitra bersama kami, dan berangkat Haji/Umroh gratis + Penghasilan rutin
Semua orang bisa Umroh, tak perlu menunggu kaya. PT. Arminareka memberikan solusi. Kami bimbing anda sampai berangkat.
  • Hotel kami terdekat dengan Ka'bah, bintang 5, 
  • Juru masak dari Indonesia, 
  • Makan 3 kali
  • Pesawat Garuda
  • Tidak khawatir gagal berangkat
Baca:
Paket Umroh PT. Arminareka Perdana dan Biayanya

Rincian Kegiatan Umroh Paket Arafah 9 hari




Umroh bisa dilakukan sendirian, tetapi bersama PT. Arminareka perdana, anda bisa mengajak orang tua, anak, paman, dan saudara-saudara anda dengan sharing profit yang kami berikan.

Info lebih lanjut: 081578729803 (Sunardi - Tentor Bahasa Inggris

biaya umroh, biaya umroh 2015, umroh 2015

Panduan Perjalanan Umroh Paket Arafah 9 Hari

biaya umroh, biaya umroh 2015, biaya umroh 2015,

"Semoga kita semua dimampukan"

Berikut perjalanan Umroh Paket Arafah 9 hari.

Pembayaran: 
1) bisa dicicil, tidak harus bayar tiap bulan. Bayar DP 3.5 juta, langsung dapat asurandi kesehatan.
2) bisa gratis bagi yang mau bermitra
3) Hubungi 081578729803

Baca Paket Umroh lainnya

Hari ke 1) Berangkat dari Jakarta - Jeddah - Madinah

  1. Jamaah diharapkan berkumpul 2 jam sebelum keberangkatan di Bandara Internasional Soekarno Hatta Terminal 2F pintu 3 EF.

  2. Setibanya di Jeddah, perjalanan dilanjutkan ke Madinah

  3. Setibanya di Madinah, check-in di Hotel dan beristirahat


Hari ke 2) Di Madinah

  1. Jamaah berziarah ke makam Rasulullah. Ada taman surga di sana bernama Raudhah (Tempat dimana doa mudah diijabah), di Masjid Nabawi Madinah usai sarapan pagi. Tempat ini sangat diburu oleh jamaah karena siapa yang berdoa di tempat ini, maka Allah SWT akann mendengarnya dan mengabulkannya.

  2. Memperbanyak ibadah


Hari ke 3) Madinah - Mekkah

  1. Usai sarapan pagi, jamaah ziarah ke Masjid Quba. Masjid ini merupakann masjid pertama yang dibangun Rasulullah.

  2. Masjid ini jug dikenal dengan sebutan Masjid Qiblatain (Masjid 2 Kiblat). Di Masjiid ini Rasulullah saw. pertama kali menerima wahyu untuk memindahkan arah kiblat dari Masjidil Aqsa di Palestina ke Masjidil Haram di Mekkah.

  3. Jamaah juga mengunjungi Sab'ah, Jabal magnet, serta Jabal Uhud, lembah gunung tempat terjadinya Perang Uhud.

  4. Ziarah diakhiri dengan berkunjung ke pasar kurma. Anda bisa berbelanja kurma untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

  5. Kemudian melanjutkan perjalanann ke Mekkah, namun mampir dulu sejenak di Adbyar Ali (Bir Ali) untuk mengambil MIQOT.

  6. Tiba di Mekkah, check-in Hotel. Mengerjakan Umroh pertama


Hari ke 4) Mekkah

  • Perbanyak ibadah di Masjidil Haram


Hari ke 5) Mekkah

  • Perbanyak ibadah di Masjidil Haram


Hari ke 6) Mekkah

  • Sebelum melaksanakan ibadah sholat subuh, jamaah akan dibawa ziarah ke Padang Arafah, Jabal Rahmah (Tugu peringatan untuk mengenang tempat bertemunya Adam dann Hawa), lalu ke Mina, Muzdalifah (Jamaah berkesempatan mengunjung Gua Hira tempat Rasulullah saw. menerima wahyu pertama), lalu ke Jabal Tsur (Tempat Rasulullah saw. dan Abu Bakar As Syidiq berlindung di gunung tersebut ketika hijrah ke Madinah). Kemudian yang terakhir jamaah kunjungi adalah Masjid Ji'ronah; disini jamaah ambil Miqot dan mengerjakan Umroh kedua.


Hari ke 7) Mekkah - Jeddah

  1. Melaksanakan Thawaf Wada' dan Sholat Dzuhur berjamaah

  2. Berangkat ke Jeddah. Setibanya di Jeddah jamaah melakukan City Tour dengan mengunjungi Laut Merah, Masjid Terapung, dan shopping Center Balad dan Corniche.


Hari ke 8) Jeddah - Jakarta

  1. Usai sarapan merupakan waktu bebas bagi jamaah

  2. Berangkat ke Airport dan kembali ke Jakarta


Hari ke 9) Jakarta

  • Insya Allah Jamaah sudah tiba di Jakarta


Nama-nama Hotel Tempat Jamaah Tinggal
Di Makkah:

  1. Pullman Zam Zam

  2. Royal Dar Eiman

  3. Safwa Orchid

  4. Al Gufron Hotel

  5. Hilton Tower

  6. Elaf Kindah


Di Madinah:

  1. Al Haram

  2. Dallah Taibah

  3. Dar Al Hijrah

  4. Royal Diyar

  5. Dar Eiman Royal


Di Jeddah:

  1. Roshan Al Azhar

  2. Al Azhar Trident

  3. Nawaras


Pendaftaran: Hub 081578729803 (Sunardi)

Bolehkah Orang Bodoh Jadi Bos?

Bisnis, jadi bos, tips bisnis, cara sukses
Sudah banyak motivator bisnis memotivasi kita semua agar berbisnis dan menjadi bos. Luar biasa motivasinya. Benar memang, seseorang yang tidak punya keahlian mempekerjakann orang yang punya keahlian, mereka yang tidak punya ilmu mempekerjakan orang berilmu. Itu fakta. Itu artinya, kebanyakan Bos perusahaan adalah orang bodoh, kasarannya "Orang Goblock".

Orang pintar memang banyak tahu: tahu yang baik dan yang buruk, tahu kekurangan dan kelebihan, hanyay saja mereka lebih sering melihat kekurangan dan keburukan sehingga takut bertindak. Sedangkan orang bodoh tidak tahu apa-apa, hanya punya keinginan. Dia bertindak sesukanya. Dan, banyak yang sukses.

Berani Ambil Risiko, Jangan Cengeng

Tetapi, risiko besar juga menanti. Bos perlu tahu dan paham tentang "Kepemimpinan", "Management", selain keberanian. Jangan sombong dengan mengatakan, "Aku pemberani, berani ambil risiko...!!" Jika ketika risiko tersebut dialami lalu merengek-rengek pada orang-orang terdekat dan merepotkannya, bahkan mengurangi gaji karyawan, atau bahkan meminjam uang pada karyawan dengan paksa. Sebab, berani ambil risiko itu berarti mau menanggung sendiri juga, buan hanya OMDO (Omong Doang) 'Bukann hanya dalam perkataan saja'.

Ada cerita dari teman facebook. Dia pernah bercerita perjalanan bisnisnya. Sukses memang. Tetapi, suatu ketika ia ditimpa musiha dengan kerugian miliarann rupiah. Stress... Tetapi ia bangkit dan sadar bahwa ia memang salah: tidak punya management yang baik, tidak punya arah dalam menjalankan usaha, tidak disiplin, dan sebagainya. Sejak peristiwa itulah beliau mulai belajar: pada teman atau lewat buku. Dan, ia sukses. Semoga yang lain segera ngikut sukses.

Karyawan dan Perbudakan

Perusahaan berdiri atas ijin pemerintah/penguasa. Tentunya dengan ketentuan-ketentuan tertentu: Management jelas, tujuan jelas, manfaat jelas, jumlah dan gaji karyawan jelas. Namun, kenyataannya tidak demikian. Mencari kerja sulit, banyak orang tidak pilih-pilih kerjaan. Pebisnis yang berilmu akan terus mematuhi aturan dan etika. Tetapi bagi bos yang bodoh/goblock, dia akan memanfaatkan keadaan ini. Ia bisa memperbudak karyawan, sebab karyawan tidak akan protes; mau protes, takut dipecat. "Dari pada tidak bekerja, sabar saja." Bagus.

Bagaimana dengan pemerintah, bagaimana dengan pihak yang bertanggung jawab terhadap permainan ini? Terus dibiarkankah perbudakan ini? Silahkan, tapi...

Hukuman dari aparat mungkin tidak akan menimpa para bos bodoh itu, tapi Tuhan tak membiarkan. Selain itu, mungkin saja ada dendam di hati para karyawan. Mungkin saja mereka melakukan hal yang tidak wajar, misalnya, membunuh bos atau keluarga bos, dan semacamnya. Pelaku kriminal tak selalu 100% pantas disalahkan.

Etika Bisnis


Satu hal yang membedakann manusia dengan hewan adalah etika. Orang beretika dihormat, dihargai. Jika suatu perusahaan dipimpin oleh orang bodoh dan tak paham etika, maka perusahaan tersebut tidak beda dengan binatang yang memikirkan perutnya sendiri, bahkan memakan dagingnyay sendiri, seperti seorang bos yang memakan hak karyawannya.

Semoga kita semuau mendapat taufik dan hidayah Tuhan. Semoga kita semua dituntun ke jalanNya. Semoga segala urusan kita dimudahkan. Semoga kita semua tambah sukses.

Pengalaman Menjinakkan Kucing Dengan Mantra Tadi Malam

Pawang Binatang, Amalan Menjinakkan Binatang, Kisah Nyata

Sepertinya bisa juga buat jinakin koruptor.

Ini pengalaman saya tadi malam. Saya tinggal di kontrakan. Di kontrakan ini sering ada dua kuding kampung keluar masuk. Yang satu warna abu-abu kecoklatan, yang satunya lagi hitam (agak kelabu) dan putih. Nah, yang hitam dan putih gesit sekali. Pernah satu hari dia tidur di kamar di tumpukan baju yang habis dicuci. Begitu saya masuk, dia langsung kabur.

Meskipun sering ketemu, kucing ini sulit sekali didekati. Mungkin karena memang tidak terawat. Dia sudah tidak akrabb dengan manusia. Beberapa waktu lalu saya bergabung group pecinta ilmu ghaib di Facebook. Saya coba tanya amalan yang bisa menjinakkan binatang. Akhirnya ada yang ngasih.

Nah, amalann inilah yang saya coba. Tadi malam, pas sekali, kucing hitam putih tadi tiba-tiba ada di karpet dekat tempat sholat. Dia sudah mau lagi, tapi segera saya baca amalan tersebut. Perlahan saya dekati sambil membacanya. Ternyata dia diam. Sayay ulurkan tangan, hampir saja digigit. Dia masih tampak marah. Terus saya baca. Akhirnya, aku bisa menyentuhnya, tapi nyentuh saja. Perlahan, akhirnyay dia mau dielus hingga tertidur.

Saya jadi ingin mencoba menggunakan amaln ini untuk menjinakkan "YANG LAINNYA"

UMROH Fasilitas Hotel Ring 1 Dekat Kakbah dan Koki Indonesia

Umroh paling nyaman itu jika hotelnya Ring 1, yakni hotel yang terdekat dengan Ka'bah. Jadi tidak perlu lari-lari untuk ibadah. Tidak terburu-buru. Jika hotel jauh, ibadah jadi kurang khusuk. Was-was juga takutu terlambat jemaah.

Untuk kesehatan, akan lebih enak jika juru masaknya dari Indonesia. Makanannya sudah sesuai dengan perut dan selera kita. Jadi lebih sehat. Kan tidak perlu repot-repot adaptasi dengan makanan baru. Jadi, 3 kali makan sehat semua.

Pemberangkatannya, akan lebih yakin jika menggunakan pesawat Garuda. Sudah terkenal kredibilitasnya. Tidak perlu was-was.

Nah, itulah yang banyak dicari oleh para calon jamaah UMROH. Agen yang menyediakan fasilitas tersebut hanya PT. Arminareka Perdana. Bahkan anda juga berkesempatan untuk mendapat harga lebih murah dan dapat penghasilan juga. Karena bagi PT. Arminareka Perdana, semua orang bisa pergi UMROH dan Haji dengan 3 cara:
  1. Bayar tunai bagi yang punya uang
  2. Cicil bagi yang punya penghasilan kecil tapi rutin
  3. Ikut bekerja bersama PT. Arminareka Perdana (Jadi Mitra)
Jadwal Umroh PT Arminareka Perdana 2015.
Untuk mendapatkan kepastian kursi, para jamaah harus membayar DP 3,5 juta dan Booking Seat  2-3 bulan sebelum keberangkatan sebesar:
  • USD 300 (Umroh 9 hari) atau
  • USD 500 (Umroh 12 hari, Umroh Plus Turki, Umroh Plus Aqsa, Umroh Ramadhan) dan
  • Rp 1.000.000 (perlengkapan umroh, airport tax dan handling bandara). 
Pelunasan biaya Umroh dan pemasukan dokumen Umroh 1 -2  bulan sebelum tanggal keberangkatan.

Paket PT Arminareka Perdana:
  1. Paket Arofah,
  2. Paket Mina,
  3. Paket Muzdalifah,
  4. Paket Marwa,
  5. Paket Umroh Plus Turki,
  6. Paket Umroh Plus Aqsa dan Petra,
  7. Paket Umroh Plus Dubai,
  8. Paket Umroh Plus Cairo,
  9. Paket Umroh Ramadhan.
Paket Arofah
Paket Umroh 9 hari dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dan Akomodasi Hotel Bintang Lima.
Biaya Umroh sebesar :
  1. USD 2600 perorang (sekamar berempat),
  2. USD 2650 perorang (sekamar bertiga),
  3. USD 2700 perorang (sekamar berdua).
Plus airport Tax, Perlengkapan dan Handling bandara : Rp. 1.000.000

Paket Mina
Paket Umroh 9 hari dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dan Akomodasi Hotel Bintang Empat.
Biaya Umroh sebesar :
  1. USD 2450 perorang (sekamar berempat),
  2. USD 2500 perorang (sekamar bertiga),
  3. USD 2550 perorang (sekamar berdua).
Plus airport Tax, Perlengkapan dan Handling bandara : Rp. 1.000.000

Paket MuzdalifahPaket Umroh 9 hari dengan menggunakan penerbangan Lion Air dan Akomodasi Hotel Bintang Empat Pemberangkatan dari Jakarta.
Biaya (Pemberangkatan dari Jakarta) adalah sebesar :
  1. USD 2200 perorang (sekamar berempat),
  2. USD 2250 perorang (sekamar bertiga),
  3. USD 2300 perorang (sekamar berdua).
Paket Umroh 10 hari dengan menggunakan penerbangan Flynas (Saudi) dan Akomodasi Hotel Bintang Empat Pemberangkatan dari Surabaya, langsung ke Madinah.
Biaya (Pemberangkatan dari Surabaya) adalah sebesar :
  1. USD 2400 perorang (sekamar berempat),
  2. USD 2450 perorang (sekamar bertiga),
  3. USD 2500 perorang (sekamar berdua).
Plus airport Tax, Perlengkapan dan Handling bandara : Rp. 1.000.000

Paket Marwa
Paket Umroh 13 hari dengan menggunakan penerbangan Flynas (Saudi) dan Akomodasi Hotel Bintang Empat.
Biaya Umroh sebesar :
  1. USD 2400 perorang (sekamar berempat),
  2. USD 2450 perorang (sekamar bertiga),
  3. USD 2500 perorang (sekamar berdua).
Plus airport Tax, Perlengkapan dan Handling bandara : Rp. 1.000.000

Paket Umroh Plus TurkiPaket Umroh 12 hari dengan menggunakan penerbangan Turkish Air dan Akomodasi Hotel Bintang Lima.
Biaya Umroh sebesar :
  1. USD 3100 perorang (sekamar berempat),
  2. USD 3150 perorang (sekamar bertiga),
  3. USD 3200 perorang (sekamar berdua).
Plus airport Tax, Perlengkapan dan Handling bandara : Rp. 1.000.000

Paket Umroh Plus Aqsa Plus PetraPaket Umroh 15 hari dengan menggunakan penerbangan Saudia Air dan Akomodasi Hotel Bintang Lima.
Biaya Umroh sebesar :
  1. USD 3600 perorang (sekamar berempat),
  2. USD 3650 perorang (sekamar bertiga),
  3. USD 3700 perorang (sekamar berdua).
Plus airport Tax, Perlengkapan dan Handling bandara : Rp. 1.500.000

Paket Umroh Plus DubaiPaket Umroh 10 hari dengan menggunakan penerbangan Emirates Air dan Akomodasi Hotel Bintang Lima.
Biaya Umroh Desember 2014 – 15 Juni 2015 untuk Paket Umroh + Dubai adalah sebesar :
  1. USD 2550 perorang (sekamar berempat), 
  2. USD 2600 perorang (sekamar bertiga), 
  3. USD 2650 perorang (sekamar berdua).
Plus airport Tax, Perlengkapan dan Handling bandara : Rp. 1.000.000

Paket Umroh Plus CairoPaket Umroh 12 hari dengan menggunakan penerbangan Egypt Air dan Akomodasi Hotel Bintang Lima.
Biaya Umroh sebesar :
  1. USD 2550 perorang (sekamar berempat),
  2. USD 2600 perorang (sekamar bertiga),
  3. USD 2650 perorang (sekamar berdua).
Plus airport Tax, Perlengkapan dan Handling bandara : Rp. 1.000.000

Akomodasi Hotel Bintang 5 untuk Paket Arofah dan Umroh Plus :
  1. Makkah : Pullman Zam Zam, Royal Dar Eiman, Movenpick
  2. Madinah : Hotel Al Haram, Hotel Dallah Taibah, Hotel Al Saha, Hotel Royal Dinar, Hotel Dar Eiman Royal
  3. Jeddah : Hotel Al Azhar, Hotel Roshan Al Azhar, Hotel Trident, Hotel Nawaras
Akomodasi Hotel Bintang 4 untuk Paket Mina, Muzdalifah dan Marwa :
  1. Makkah : Hotel Al Massa, Hotel Elaf Masyaer, Hotel Grand Rawdah, Kenzi Hotel, Hotel Ajyad Makarim, Hotel Mira Ajyad, Suhada Hotel, Hotel Dar Eiman Ajyad
  2. Madinah : Hotel Madinah Mubarak, Hotel Mubarak Silver, Hotel Waseel Reem, Hotel Fayruz Shatta, Israq Hotel, Hotel Al Ansor New Palace
  3. Jeddah : Hotel Al Azhar, Hotel Roshan Al Azhar, Hotel Trident, Hotel Nawaras.
Harga Paket Umrah sudah termasuk :
  1. Tiket Pesawat Jakarta – Jeddah Pulang Pergi
  2. Akomodasi Jeddah, Madinah dan Mekkah
  3. Ziarah dengan transportasi lokal dengan bus AC
  4. Makan 3 kali sehari dengan menu Indonesia
  5. Muthawwif / Guide
  6. Air Zam Zam 5 liter
  7. Visa Umrah
Harga Paket Umrah belum termasuk :
  1. Airport Tax, Handling dan Perlengkapan Rp. 1.000.000
  2. Biaya pembuatan Passport dan dokumen perjalanan lainnya
  3. Pengeluaran pribadi seperti laundry, telepon, tips, dll
  4. Tour tour / acara diluar program atas permintaan sendiri
  5. Kelebihan bagasi (over weight)
  6. Vaksin Maningitis (Rp. 305.000 / orang)
Pembatalan Paket Umrah :Jika calon jamaah Umrah terpaksa membatalkan diri, maka dikenakan biaya pembatalan sbb:
  1. Pembatalan 1 bulan sebelum keberangkatan (insert name) dikenakan USD 150
  2. Pembatalan 3 minggu sebelum keberangkatan dikenakan biaya 50%
  3. Pembatalan 2 minggu sebelum keberangkatan dikenakan biaya 75%
  4. Pembatalan 1 minggu sebelum keberangkatan dikenakan biaya 100%
  5. Perhitungan Biaya pembatalan = Harga Paket – USD 350 (Voucher) x Persentase (%)
*PentingPembayaran DP/Booking Seat/Pelunasan harus ditransfer langsung ke rekening perusahaaan Arminareka Perdana:
  1. Bank BCA. No. rek. 751-0172-820
  2. Bank Mandiri. No. rek. 156.0001408550 (Rupiah)
  3. Bank Mandiri. No. rek. 156.0001408576 (US$)
  4. Bank Syariah Mandiri. No. rek. 0690038383
  5. Bank BNI. No. 0147752748
  6. Bank BRI. No. 0528-01-000088-30-3
Atas nama PT Arminareka Perdana

Lebih lanjut, hubungi 0815 787 29803

biaya umroh, umroh 2015, biaya umroh 2015

biaya umroh, umroh 2015, biaya umroh 2015

Antena Penguat Sinyal Modem Solusi Internet Cepat

Antena modem sangat penting bagi pecinta internet. Alat penguat sinyal modem ini cukup membantu kegiatan berselancar di dunia maya, terutama bagi daerah yang susah menjangkau sinyal 3G/4G. Antena yagi merupakan penguat sinyal 3G, selain itu antena ini juga menjadi penguat sinyal 4G.

Dulu saya pakai Modem Sma*t*** di desa. Wah, luar biasa. Tarif modem CDMA memang lebih murah dibanding modem GSM waktu itu.  Namanya juga produk Indonesia kata beberapa komentator di fans page produk tersebut. Harga modem GSM seperti huawei mahal saat itu. Modem huawei memang diberitakan paling cepat. Kalau bicara soal modem tercepat, Huawei rajanya. Sehingga saya belum pake modem gsm, terpaksa sabar pakai modem CDMA. Dan, saya menjadi salah satu yang sangat sabar, mungkin. Sabar menunggu loading sinyal yang zsangat lemot. Modem luar biasa.

Akhirnya saya coba beli lagi modem GSM, sepertinya memang lebih bagus modem GSM meski bayarnya lebih mahal. harga modem GSM juga lebih mahal dibanding modem CDMA. Ternyata benar, lebih cepat, meskipun itu bukan modem tercepat, tapi beberapa kartu saja dan di saat-saat tertentu saja yang cepat loadingnya. Payah juga. Nasib hidup di desa.

Lalu saya dapat info dari teman tentang cara Memperkuat sinyal modem, atau cara menguatkan sinyal modem yaitu dengan menggunakan antena Yagi. Langsung saya cari tahu harga antena yagi atau harga penguat sinyal ini. Akhirnya saya mendapatkannya, yaitu antena yagi yang 85 DBi yang jangkauannya 25-30 km.

Antena ini berfungsi memperkuat sinyal modem. Tak coba, ternyata benar. Luar biasa jadinya. Mantap dah modem GSM ku. Antena modem tersebut mampu menjangkau sinyal sejauh kira-kira 35 km, katanya. Tinggi antenanya modemnya tak buat 12 meter di samping rumah. Lumayan tinggi.

antena modem, antena yagi, penguat sinyal, Jual antena modem, harga antena yagiCara Memperkuat sinyal modem, alat penguat sinyal modem, penguat sinyal 3G, penguat sinyal 4G, Jual antena modem

Berikut spesifikasi antenanya:
Dengan kemampuan receive/ terima sinyal dari BTS up to 23-30km.

Antena Yagi 3 Driven ini bisa digunakan untuk menguatkan sinyal EVDO, HSDPA, HSUPA, 3G/ UMTS, EDGE dan GPRS.

Bisa dipakai untuk semua modem CDMA maupun GSM yang memiliki konektor antena eksternal maupun yang tidak ada konektornya (untuk semua merk Modem).

Kemampuan lain dari antena yagi triple driven ini yaitu bisa untuk menangkap signal wifi 2,4GHz  dengan meng induksikan ke Modem wifi anda.
Satu antena bisa serba guna karena bisa untuk menangkap signal Hot spot dikota anda.

Support untuk menguatkan sinyal Telkomsel, Indosat, XL, Smart, AHA dan operator lainnya.
Bisa untuk menangkap sinyal wifi yang sudah terjangkau dikota anda.

Spesifikasi Antena Yagi 3 Driven:
-Support Frequency : 800/1900/2100/2200Mhz
-Support Frequency GSM: GPRS/ EDGE/ 3G/ 4G/HSDPA/ HSUPA
-Support Frequency: CDMA 1x / EVDO : Rev.O/ Rev.A/ Rev.B
Gain : 85dBi

Jangkauan Maximal : 23-30km ( Clear Line of Sight)
Radiation : Directional                
Polarization : Vertical                                                                      
Support Frequency ( Wifi Modem 2,4GHz)
Total Element : 20 Element (short and long element)
Driven : Triple Driven High Gain
Dimensi Reflector : 35 x 20cm
Menggunakan Kabel Tipe : RG6 Coaxial Cable 15m High Quality
Instalasi Antena : Out door
Panjang Antena : 85cm
Panjang Kable dalam paket: -+15m

PAKET pembelian Antena Yagi 3 Driven berisi:
• Spek antena yagi dan cara pemasangan
• Unit Antena Yagi 85dBi
• Kabel 15 Meter
• Induksi untuk menempelkan modem
• Kabel Ext USB versi 2. BONUS

Pembelian bisa hubungi
HP 0815 787 29803 (Sunardi)
Pin BBM D1417B25
Sejak menggunakan antena modem inilah internetan di kampung jadi lancar. Waktu itu belum ada modem bolt, mungkin kalau pakai modem bolt akan lebih kenceng lagi loadingnya.

Jual antena modem sebagai solusi internet lemot. Dengan antena yagi internetan jadi lancar. Tidak lelet lagi. Antena yagi sebagai penguat sinyal GSM dan CDMA. Penguat sinyal modem ini bikin kamu enjoy surfing itnernet.

Cerpen: Jangan Jadi Sarjana Kertas

Cerpen. Ia cium tangan ayah ibu. Ramai sekali di luar. Begitulah orang-orang, katanya malaikat sedang melebarkan sayapnya memayungi mereka, karena Ardian sudah siap-siap berangkat cari ilmu. Harapan orang tua, ia jadi orang mulia, berilmu dan bermanfaat. Paling tidak ia mendapat kerja yang layak, bukan kerja kasar seperti pemuda kampung lainnya.

Tak satupun dari keluarganya, bapak, ibu, pak lek, pak de, bulek dan pak lek, kakak-kakak nya pun hanyay lulusan SD. Ardian adalah satu-satunya generasi di keluarganya yang akan merasakan belajar di perguruan tinggi. Banyak yang berharap ialah yang akan jadi pemimpin di kampungya, termasuk memimpin acara-acara keagamaan.

cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen

"Ian, gima, udah siap?" tanya Ferdi lewat telepon.

"Siap."

Ia sengaja meminta teman-teman SMA nya untuk tidak datang ke rumahnya, "Ketemuan di di jalan aja," katanya. Mereka naik motor semua. Sebenarnya, keluarga Ardian mau bawa mobil, ada banyak saudara dan tetangga yang mau ikut. Tetapi, Ardian tidak membolehkan. Menurutnya, itu terlalu lebbay, hanya malu-maluin di kontrakan.

Ardian berangkat. Semua melepas kepergiannya, ada yang meneteskan air mata, merasakan naungan sayap malaikat yang memayungi pencari ilmu.

***
"Buat apa kerja di perusahaan berkelas, jika hanya jadi babu. Lebih baik hidup dari usaha kecil tapi jadi bos untuk diri sendiri."

Sudah hampir separuh jalan Ardian menjadi mahasiswa. Ia banyak ikut organisasi dan menjadi pengurus di beberapa organisasi. Bahkan dia sudah biasa menjadi pembicara, bahkan motivator. Sudah tiga bulan ia tergabung di komunitas bisnis di kampusnya, bisnis jaringan alias MLM. Ia banyak mengikuti seminar motivasi dan sudah naik kelas menjadi motivator juga. Motivasinya, agar mahasiswa tidak hanya menjadi sarjana kertas yang mengandalkan ijazah mencari kerja, melamar di kantor-kantor untu menjadi pegawai. Sarjana harus hidup mandiri, harus menjadi bos bagi dirinya sendiri. Begitu motivasinya.

"Nekad saja, sukses itu mudah, asal kamu mau action. Tidak punya modal, bisa pinjam, nekad saja. Temanku, anak teknik berani nipu orang tuanya, tapi demi kebaikan bersama. Ia bilang mau bayar uang praktek 1.500.000, sebulan kemudian ia kembalikan dengan jumlahh 10.000.000. Luar biasa kan."

"Iya, sih. Aku pikir-pikir dulu ya."

Rina memang tidak begitu tertarik dengan dunia bisnis. Ketertarikannya pada anak-anak sudah nampak sejak ia remaja. I senang dekat dengan anak-anak. Ia senang mempelajari psikologi anak. Karena itulah ia memilih jurusan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Menurutnya, mahasiswa yang mencari alternatif di luar bidang yang ia tekuni adalah mahasiswa yang tidak yakin terhadap kemampuan dirinya, tidak punya prioritas, padahal untuk sukses itu perlu yakin dulu. Begitu kata para motivator MLM. Jika begitu, sudah benar Rina meyaini bahwa kesuksesan baginya adalah menjadi guru PAUD. Ia yakin itu. Jadi, tentu ia akan menolak ajakan untuk beralih pada bidang lainnya.

Ardian sering kali mengajaknya bergabung, tapi selalu dijawab dengan jawaban yang sama, "Kupikir dulu". Padahal, Ardian sudah bisa membuktikan, ia bisa menghasilkan uang banyak. "Sekarang kamu hasilkan itu, tapi apakah hidup hanya untuk mengumpulkan uang? Bukankah uang hanya alat pembayaran?" Nampaknya Rina juga agak kesal. Ardian paham itu. Rina menerka-nerka ada maksud lain selain ajakan berbisnis, dan baginya, Ardian tak istimewa. Menurutnya, hidup Ardian tak berprinsip, bergantung pada uang. "Semangat itu bukan karena akan mendapat banyak uang," katanya. "Apakah semua orang kamu ajak berbisnis? Menurutmu, tak perlu ada dokter? tak perlu ada guru? tak perlu ada politikus? tak perlu ada polisi? Begitu?!" Ardian diam saja. Ia memilih pergi meninggalkannya.

"Ditolak lagi, Bos?" tanya Rendy yang sejak tadi memperhatikan Ardian membujuk Rina.

"Biasa," jawabnya dengan wajah yang dipaksa-paksakan ceria. "Pergi dulu, Mas Bro."

"Yoi."

***
Semester 7

"Ian!"

"Eh, Arman. Gimana kabar? Lama tidak jumpa."

"Baik, baik. Gimana, udah skripsi?"

"Masih tinggal separuh. Nanti ajalah. Kamu?"

"Udah mau seminar. Tak usahain cepet, biar cepet kerja."

"Tidak tertarik bisnis?"

"Nantilah. Tunaikan kewajiban dari orang tua dulu. Orang tuaku sangat ingin aku jadi sarjana dan jadi guru."

"Memang ingin menjadi guru ya?"

"Iya, ingin hidup berjuang di dunia pendidikan. Nanti akan bisnis juga, perjuangan juga butuh support dana, tapi yang tidak mengganggu aktivitas di pendidikan. Kerja dan bisnis hanya untuk dapat uang, tapi hidup harus bermakna."

Cerpen: Pura-Pura Tanya Tugas Kuliah Padahal Suka

Cerpen. "Lin, u gi pa?"

Lebih dari lima kali sms semacam itu masuk ke nomor HP lina dan dari nomor yang sama, tentu dari orang yang sama. Kadang Lina merasa kesal, tapi ada manfaatnya juga karena yang sring ditanyakan adalah tentang tugas atau tentang mata kuliah. Lina jadi lebih rajin belajar. Tetapi, tetap saja baginya itu terlalu sering. Ya, terlalu.

Lina membalasnya, "Gk ngapa2in."

"U paham ttg Conditional Sentence?"
cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen

Baca juga: Cerpen Idaman Cewek SMA

Lina membaca sejenak, lalu meletakkan hapenya. Tidak mungkin mahasiswa serajin dia tidak paham materi "Conditional Sentence". Anak SMP saja sudah banyak yang paham. Ia memejamkan mata, sedang malas untuk mengerjakan sesuatu. Dia ingin bersantai saja.

"Tut Ting Tut Tut, Tet"

Hape Lina berdering lagi. Tetapi ia sudah bisa menebak si pengirim pesan. Sedang banyak yang ia pikirkan: organisasi, karir, masa depan, jodoh, dll. Ia ingin sekali bisa berkontribusi untuk negeri, bisa memberi sesuatu yang berarti. Tentang jodoh, ia sangat khwatir, mungkin terlalu berlebihan. Hampir tidak pernah ia temui cowok yang baik, yang memenuhi kriterianya.

Hapenya berdering lagi, kali ini telpon masuk. Tanpa ia lihat, langsung ia matikan. Ia teringat ustadz muda di kampung tempat ia KKN tiga bulan lalu. Luar biasa semangatnya, meski tidak pernah belajar di sekolah formal, tapi kegemarannya membaca dan keahliannya berbahasa Arab membuatnya kaya ilmu. Kepeduliannya terhadap anak-anak patut diacungi jempol. Waktu KKN Lina belajar bahasa Arab padanya. Ia jugau pandai sekali buat puisi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Arab.
***

"Lina, tunggu!"


Lina sudah sangat hafal siapa yang manggil dan apa maunya. Tetapi ia hargai, ia tunggu dia.


"Aku boleh pinjam buku linguistiknya?"


Padahal buku yang dimaksud masih ia pinjam dan belum dikembalikan. Tetapi Lina pura-pura sudahh ia pegang, "Dipinjam teman."


"Ow. Kalau buku statistik?"


Lina menghela nafas. "Ada. Ayo ambil di kontrakan."


"Sip," Dicky senang sekali.


Sambil berjalan berdua menuju parkiran Dicky mengajak Lina ngobrol. "Rina itu teman SMA-mu ya?" entah sudah yang keberapa kalinyay pertanyaan itu dilontarkan. Lima iyakan saja tanpa menolehnya. "Dia cantik ya." Lina tidak terlalu menggubrisnya.


***

Semua berubah. Tak ada lagi yang suka gangguin hari-hari Lina. Sudah dua bulan Dicky tidak lagi mengganggunya. Padahal, kadang ia tunggu sms-nyay seperti dulu, telponnya yang sring tanya hal-hal tak masuk akal. Semua tentang perilaku uniknya hilang.


"Aku kok tidak pernah lihat kamu sama Lina lagi?" tanya Rama.


"Tidak kenapa-kenapa."


"Putus?"


"kapan pacarannya? Aku sama dia itu tidak ada hubungan apa-apa."


"Ow. Eh, kalau boleh tahu, dia udah ada yang punya, belum?"


"Setahuku masihh single."


"Wah, sip. Langsung tak lamar aja."


"Hah...!! Apa?! Mau melamar?"


"Iya, kenapa? Kamu cemburu?"


"Tidak, tidak. Siapa yang cemburu. Aku udah punya."


"Ow. Nanti tak bilang ke dia."


Lina baru selesai kuliah. Rama melihatnya. "Itu dia. Lewat sini ya?"


"Iya."


"Tunggu sini aja."


Dicky tidak percaya Rama begitu entengnya bilang begitu. Padahal, Dicky sudah lebih duau tahun berusaha dekati Lina. Rama, belum apa-apa, sudah bilang mau melamarnya.


"Lin, aku ada perlu," Rama memanggil Lina yang sudah hampir mendekatinya.


Dicky diam saja, bersikap dingin. Lina meliriknya sambil mendekati Rama.


"Duduk sini."


Ia duduk di samping Rama, Dicky di sebelahnya. Dia di tengah.


"Lin. Aku suka sama kamu."


"Lina kaget."


"Aku pamit dulu," ia mau pergi.


Tapi Rama mencegahnya. "Aku serius. Aku mau melamarmu. Tidak hanya menjadikanu pacar. Menikahi lebih terhormat."


Lina terdiam. Bingung. Ia menunduk.


"Kalau boleh, sekarang jugau aku ke rumahmu."

Mata Dicky memerah.

Cerpen: Ayahku Tidak Punya Moral

"Kamu tidak ikut demo?"

"Demo apa?"

"Protes kinerja pemerintah."

"Orang tuaku saja masih belum benar perilakunya, kok mau protes pemerintah."

"Ngaco loh, orang tua dibilang begitu!"

"Kenyataannya begitu. Kita harus lihat kenyataan, Bro. Orang terdekat saja belum dibenahi, kok malah ngurusin yang jauh."

"Aneh lho. Hati-hati dengan orang tua. Keramat."

cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen


Dimaz aktif di organisasi kampus. Ia menjabat seabgai pengurus bidang humas. Tetapi, ia mungkin satu-satunya aktivisi kampus yang tidak pernah ikut demo. Katanya, itu hanya buang-buang waktu. Katanya, itu hanya mengganggu orang lewat di jalan. Katanya itu bukan cara orang berilmu. Ia belajar berfikir kritis di organisasi, dan bahkan bukan hanya mengkritisi orang lain, tapi dirinya dan organisasinya pun ia kritisi, bahkan orang tuanya pun.

Menurutnya, orang tuanya tidak bermoral. Perilakunya tidak berprinsip. Menurutnya, orang tua seharusnya lebih bermoral dari anak muda, lebih bijaksana bersikap. Padahal, dulu dia yang dididik, bahakn dipukul kalau nakal.Sekarang,dia sudah banyak ilmu,sudah paham tentang nilai dan moral. Sekarang berbalik, ayahnya yang ia anggap tak bermoral.

"Kamu kok sering melamun, Bro?"

"Mikir keluarga, ortu."

"Kenapa?"

"Yaa, begitulah. Kehidupan mereka memburuk. Sering tengkar. Sama tetangga juga tidak baik."

"Namanya juga orang tua. Pendidikan mereka tidak seperti kita."

***
 "Mau kemana, Dim?"

"Pulang."

"Besok, tidak kuliah?"

"Cuma ambil uang di rumah."

"Minta orang tuamu?"

"Tidak. Minta bupatiku."

Reza tersenyum mendengar jawaban Dimaz. "Okay, hati-hati, Bro. Salam sama ortu, ya."

"Insya Allah."

Cerpen: Aku Mahasiswa, Sudah Jadi Idaman Cewek SMP dan SMA

"Mana si Udin?"

"Keluar."

"Tiap pagi mesti keluar."

"Siang juga."

"Jadi tukang ojek?"

"HahAHAhahaha... Ngawur, Lo, dia itu anak pengusaha kaya di kampung."

"Iya, becanda. Ngojek pacarnya, maksudku."
cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen

Kelas 2 SMP awal rasa cinta bersemi di hati Udin. Ia jatuh cinta pada kakak kelasnya, Ria, yang juga masih satu kampung, anak Pak KASUN. Tetapi, ia gagal mendapatkannya. Katanya Ria terpikat sama anak SMA. Ada juga yang bilang, Ria diguna-guna sehingga jatuh cinta pada anak SMA itu. Tapi dugaan terkuat, Ria bangga bisa dapatkan cowok SMA.

Udin tidak mungkin pacaran sama anak SD, bisa apa, pikirnya. Mau hidup nge-jomblo, malu. Anak orang kaya kok hidupnya setara dengan anak orang miskin. Di sekolahnya, anak gaul harus punya pacar. Ia pun terpaksa macarin si Muna, lumayan cantik untuk dibawa keluyuran, meski ia tidak suka. Bisalah buat tambah hiasan motornya yang keren, pikirnya.

Ketika SMA, nasib sial masih setia bersamanya. Gadis idamannya pacaran sama anak kuliahan, mahasiswa di kampus berkelas. "Adik kelas banyak yang cantik, Bos," Ricko memberanikan diri usul. Tapi, Udin tak menggubrisnya. Tetapi, lagi-lagi, karena ia tidak punya gebetan, akhirnya pun seadanya. Ia macarin adik kelas yang dianggap paling cantik oleh cowok sak sekolahan.

"Mas, makan siangnya dimana?"

Pacar Udin sangat manja, tapi Udin senang. Sudah sekian lama ia apes terus. Sekarang ia bisa membuktikan bahwa ia bisa macarin gadis-gadis SMA, kalau perlu semua gadis tercantik di tiap SMA akan dia pacarin. Ia dendam pada masa lalu yang kelam.
***



3 Tahun kemudian


Udin membawa pacarnya ke kontrakannya. Ia ingin nunjukin kehebatannya pada Adrian dan Salman, teman sekontrakannya, bahwa dia bisa macarin cewek cantik dan berkelas. Mereka berdua kaget melihat Udin bawa anak SMA masih lengkap dengan seragamnya. Apalagi tingkahnya ... Wah ... luar biasa.


"Pacarmu, Din?" tanya Adrian yang lagi mandiin motornya di teras depan.


"Memangnya pacar siapa?"


"Cantik, Din," tambah Salman yang lagi ngasih makan burung kenarinya di samping. "Masih unyu-unyu."


"Iya, mantap itu," sahut Adrian. "Jangan kayak Salman, sukanya sama tante-tante."


"Tante lebih matang, Cuy. Servicenya mantap"


"Iya, wong anak SMA dah kamu dicicipi semua. Udah bosan."




"Ah, kan bagi-bagi sama kamu juga dulu."
***

10 tahun kemudian


"Kamu belum nikah, Din?" tanya Adrian lewat chat di Whatsapp.


Udin tidak segera menjawab. "Belum dapat yang cocok," jawabnya.


"Nyari yang kayak apa? Jangan cari anak SMP, Din. Kelamaan nunggu kamu. Kecuali dia mau berhenti sekolah."


"Ceritanya berubah, Kawan."


"Maksudmu?"


"Entahlah. Aku jadi bingung."


Dulu waktu masih sekolah atau watu masih kuliah, Udin pacaran agar tidak malu sama teman-temannya, agar dibilang cowok hebat juga. Sekarang, teman-temannya sudah pada hidup sendiri-sendiri. Mereka sudah sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Sudah sibuk dengan keluarga masing-masing. Tidak mungkin rasanya bagi Udin menikahi wanita untuk dipamerkan ke teman-temannya. Istri itu kan tidak sama dengan pacar, tidak bisa ditinggal begitu saja. Kalau mau ditinggal harus cerai ke pengadilan.


Kadang ia juga mikir masa depan. Selama ini ia hidup dengan harta orang tua yang berlimpah. Tetapi sudh nampak sekali usia orang tuanya. Sudah sakit-sakitan. Mau melanjutkan usaha orang tua, ia tidak pengalaman. Mau kerja sesuai bidang studi yang ia pelajari di kampus, sudah lupa semua ilmunya. Apa lagi dulu memang tidak tahu apa yang diajarkan dosen.


"Aneh. Hidupmu kan tidak repot, Din. Perlu apa, tinggal beraksi."


Udin tersenyum saja. Dulu hidup begitu menarik buatnya. Sekarang, seakan hidup itu tidak ada perlunya. Tetapi, ia juga belum ingin mati, tapi ngapain juga hidup.


"Iya, sih..."



Cerpen: Dosenku Tak Lebih Pintar Dariku

cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen lucu, cerpen bahasa inggris, cerpen anak, contoh cerpen
Cerpen. "Lihatlah saudara-saudara kita di desa. Adik-adik belia yang masih begitu muda usianya, harus bergelut dengan cangkul dan lumpur. Tak kenal aksara. Buta jalan hidup," ceramah pak dosen membius mahasiswa seisi ruangan. Kata-katanya seperti syair para pujangga. "Kita sebagai mahluk intelektual wajib hukumnya membantu mereka. Kalau ada orang berilmu yang pura-pura tidak tahu, sungguh terlalu!"

Faiz mendengarkan dengan khusuk. Ceramahnya luar biasa: membuka hati yang tertutup, membuka jendela dunia yang tak nampak. Dosen yang satu ini memang terkenal pandai bicara. Beliau sering tampil menjadi pembicara di acara-acara kampus.

"Kalau bukan kita, kaum intelektual, siapa lagi yang memikirkan nasib mereka? Pemerintah? Mereka sibuk rebutan kursi, kerjaannya tengkar melulu, pencitraan melulu."

Faiz tersenyum mendengarnya. Seakan ia berada di dunia lain. Pikirnya, pak dosen ini sangat luas wawasannya. Seumur-umur baru kali ini Faiz ketemu orang secerdas ini. Seperti malaikat pikirnya. Para kyai dan ustadz di kampung, yang ia tahu, tidak ada yang secerdas beliau. Beliau telah membukakan pintu dunia baru bagi Faiz dan ia telah memasukinya.

Tetapi ada tanya di benaknya. Pak dosen sibuk mengajar mahasiswa. Jadwalnyay padat. Beliau juga harus ngoreksi tugas-tugas mahasiswanya. Bagaimana beliau bisa meluangkan waktu untuk mereka orang-orang yang butuh uluran tangan kaum intelek? Membaca makalah yang dibuat oleh semua mahasiswanya butuh waktu yang lama, apalagi mencermati kekurangan dan kesalahannya. Atau makalah-makalah itu tidak dibaca oleh beliau? Masak langsung dibuang?

Faiz bergabung dengan salah satu organisasi pergerakan islam di kampusnya. Yang ia tahu, mereka sering mengadakan acara bakti sosial. Mereka sering terlibat dalam masalah-masalah sosial seperti membagikan daging kurban, pengobatan gratis, mengatasi korban gempa, hingga demo menolak pembukaan usaha tambang yang dinilai merugikan rakyat.

Faiz duduk di paling depan. "Kita yang muda tak boleh lemah, tak boleh malas...!!" Pekik kakak senior di hadapan para anggota baru yang sedang mengikuti diklat. "Tenaga dan pikiran kita dibutuhkan. Kalau perlu, nyawa pun kita relakan.,,!!" Faiz agak kaget. Seperti mau perang saja, pikirnya. "Kitalah agent of change, agen perubahan. Kitalah yang akan merubah keadaan negeri ini."

Faiz sudah resmi menjadi anggota baru, sudah dinyatakan lulus perekrutan meskipun sempat beberapa ketiduran saat menjalankan sholat malam karena tidak terbiasa. Satu yang terasa berat baginya: puasa. Tetapi ia harus membiasakan karena begitulah para senior mencontohkan.

Hari ini pertama kalinya ia ikut kegiatan sosial. Bakti sosial tersebut berupa pembagian pakaian muslimah dan sarung, serta uang. Sasaran bakti sosial tersebut adalah warga desa Tegal dan desa Silowangun. Faiz tahu dua desa tersebut. Tidak jauh beda dengan desanya.

"Kita bukan tidak toleran," kata kakak senior yang menjadi korlap. "Tetapi kegiatan kristenisasi di dua desa berpenduduk muslim tersebut dapat menyebabkan kerusuhan. Di sana banyak kyai, banyak ustadz. Jika kristenisasi dibiarkan, besar kemungkinan para pemuka agama, tokoh agama seperti kyai dan ustadz akan marah. Sehingga kerusuhan pun bisa terjadi."

Menurut Faiz itu benar. Seharusnya penyebaran agama itu kepada warga yang belum beragama atau kepada warga yang menganut agama atau kepercayaan yang mrugikan rakyat. Tetapi apa ada ya? Menurut cerita senior, sudah ada lebih dari 20 orang yang pindah agama di dua desa tersebut. 20 orang tersebut dikucilkan oleh warga yang lain, bahkan sempat dilempar batu hingga pecah kepalanya. Jika jumlah mereka semain banyak, bisa terjadi perang saudara.

"Maaf, Kak..." Faiz mencoba bertanya. "Apa kita juga akan menemui pimpinan umat kristiani?"

"Ow, tidak. Menyebarkan agama itu hak mereka. Itu kewajiban mereka. Ajaran agama mereka mewajibkan itu. Yang hendak kita lakukan adalah memberi pemahaman pada warga bahwa kita sebagai umat islam harus melindungi iman kita dari godaan-godaan yang merusak. Kita pahamkan pada mereka, bahwa iman tak boleh ditukar dengan harta. Kita tunjukkan pada mereka bahwa saudaranya yang seiman peduli pada mereka. Untuk itu kita harus sering membantu mereka."

Pikir Faiz, sebenarnya kita umat islam juga wajib menyebarkan ajaran agama islam. Kepada siapa kalau bukan kepada umat yang beragama lain? Umat kristiani juga kan? Dia mau tertawa. Rebutan umat, pikirnya.

Semakin lama di organisasi, semakin banyak kegiatan sosial yang diikuti oleh Faiz. Pengalaman itu telah merubah pandangannya. Bahkan ia merasa kegiatan belajar di kampus tak lebih berarti dibanding kegiatan sosial. Dan ia ingat ceramah dosen luar biasa yang kaya kata-kata indah. Faiz mempertanyakan beliau karena tidak pernah ikut dalam kegiatan bakti sosial. Dosen yang lain memang tidak ada yang ikut. Jangan-jangan beliau hanya pintar bicara, pikirnya.

Bersambung... Mahasiswa: Peran Sosial, Cinta dan Cita-cita

Cerpen: Salah Masuk Ruang Kuliah Ketemu Bidadari

Cerpen. Rian lagi asyik online dan diskusi serius di group Facebook "Curhatan lebbay Bin Alay". Postingannya mendapat 250 komentar, termasuk balasannya. Kualahan ia membalas semua komentar hingga semakin ngawur komentarnya, tapi malah semakinn banyak yang komentar. Ia geletakkan badannya, sepertinya agak lelah. Ia biarkan saja thread-nya dikomentari. Wajahnya ia tutupi topi.

Jam sudah menunjuk angka 08.47, berarti 13 menit lagi Rian harus berada di ruang kuliah dan menyerahkan tugas kuliahnya. Tetapi ia lupa. Ia bangun dan mengambil ponselnya di meja. Ada beberapa foto mahasiswi yang ia foto tanpa permisi. Ia lihatin satu-satu.

"Hah..!!" Ia kaget. Ingat. "Tugas?! Sekarang!"

Jam sudah 08.53. Tanpa mandi, ia langsung pake baju, ambil tas dan lari ke kampus. Beruntung konttrakannya di samping kampus. Namun telat, teman-temannya sudah masuk. Ia pun langsung masuk ruang 1.3 dan duduk di deretan nomor dua.
cerpen, cerpen persahabatan, cerpen dewasa, cerpen romantis, cerpen cinta, cerpen singkat

Pak dosen memandanginya. Rian merasa aneh. Ia tidak kenal dosen yang menatapnya. Belum pernah diajar beliau. Ia menoleh teman-teman sekelasnya. Tidak satu pun yang ia kenal. Rian merasa malu, tapi nekad saja diam sejenak. Barangkali dosennya akan menganggap ia memang mahasiswanya. Dan benar dugaannya. Pak dosen melanjutkan ceramahnya.

Sepertinya sudah aman. Rian ingin memastikan sudah tidak ada lagi mahasiswa di kelas itu yang memperhatikannya. Ia memutar pandangan lagi. Betapa terkejutnya dia, tepat di samping kanannya, seorang bidadari sedang memandangnya. Matanya indah. Tetapi Rian segera memalingkan pandangannya, takut ketahuan dosen. Ia tulis pin BBM di kertas, "Ini pinku, simpan ya." Lalu ia berdiri dan mohon pamit pada pak dosen. Pak dosen terlihat bingung. "Salah kelas, Pak," jelasnya sambil tertawa. Sontak seisi kelas tertawa.

Segera ia balik ke kontrakan, tidak jadi kuliah. "Kok sudah pulang, Bro?" tanya Firman, teman kontrakannya.

"Telat. Buru-buru masuk, tak tahunya salah ruangan."

"Loh... Kok bisa... hahHAhahahahHaa..." Firman, Dani, dan Luki tertawa.

"Tapi spesial, Bro."

"Apa?! Dosennya cantik?"

"Kamu, Dan! Incarannya kok dosen. Ketuaan lah. Tadi aku duduk di deretan bangku nomor dua. Hmm... ternyata, di sampingku itu ada cewek cantik. Tak kasih aja pin BBM. Semoga dia invite."

"Terlalu ngarep kamu! Sulit cari cewek cantik single, Bro. Apalagi wajah pas-pasan kayak kamu."

"Ngece, Lo. Jangan iri kalau aku bisa dapatkan dia."

***
Malam semakin sepi. Rian masih memandangi smartphone-nya, menunggu ada notifikasi invite di BBM-nya. Ia sudah mulai ngantuk. Teman-temannya sudah pada tidur. Ia menyesal tidak menunggu cewek itu selesai kuliah. Seharusnya Rian menunggu di depan kelas hingga ia keluar. Mau ke kampus sekarang, sudah sepi.

Akhirnya ia pun tertidur.

"Bro...!! Bangun, Bro...!! Dah siang."

Setengah sadar Rian mendengar suara Firman membangunkannya sambil mengetuk pintu. Langsung ia lihat smartphone-nya. Kecewa. "Masih ngantuk, Bro," jawabnya.

"Tidak kuliah?"

"Ntar, jam sembilan."

"OK."

Smartphone Rian berbunyi. Itu bunyi notifikasi BBM. Segera ia raih smartphone-nya. Langsung hilang ngantuknya. Ada satu permintaan dari seseorang dengan nama "Adiba Shakila Atmarini" dengan foto profil kelinci Angora English warna putih. Rian yakin dia cewek yang ia beri pin BBM di kelas itu. Langsung ia terima dan menyapanya, "Kamu yang di kelas itu? Yang saya beri pin BBM?"

Dia langsung membalas, "Hehe... iya," jawabnya. "Minat beli kelinci? Ni q mau jual dua ekor Flemish Giant."

Rian tidak mengerti soal kelinci, tapi ini kesempatan. Langsung saja ia balas, "Iya, berapa?"

"Rp 600rb, gan."

Rian kaget. Ia belum tahu harga-harga kelinci. Uang segitu, mau dapat dari mana? "Q lht dulu ya..."

"Boleh."

"Alamat?"

"Perumahan belakang perpustakaan, gang F nomor 6."

Rian segera mandi dan langsung berangkat. Uang urusan belakang, pikirnya. Yang penting bisa ketemu dia dulu. Dengan mudah Rian bisa menemukan rumah itu. Dia sudah menunggu di teras depan dengan dua ekor kelinci besar. "Shakila..." sapa Rian dengan ragu-ragu.

Dia tersenyum. "Adiba."

"Adiba..." Rian buka BBM-nya. "Adiba Shakila Atmarini..."

Dia tersenyum. "Iya. Ini kelincinya."

Rian kaget melihat kelinci sangat besar seperti anak kambing. "Besar sekali..?!"

"Iya. Itu jenis Flemish Giant."

Sebenarnya ia ingin tanya kenapa harganya sangat mahal. Pikirnya cuma 30.000-an. Tetapi, tidak enak. Takut dikira bokek. "Pakannya apa?" Pura-pura saja ia tanya perawatan dan segala seluk beluk tentang kelinci. "Ini rumahmu?"

"Bukan. Saya ngontrak. Bertiga di sini. Sambil melihara kelinci di halaman belakang."

"Banyak?"

"25 ekor. Ada Angora English, Fuzy Loop, Dutch, Tiger Head," jelasnya. Lalu dia ke dalam.

Rian tidak mengerti jenis-jenis kelinci. Batinnya, cewek kaya nih... Kalau satu ekor harganya 600.000, dikali 25 kan 15.000.000. Wah, 5000.000 saja aku belum pernah pegang. Adiba keluar lagi membawa empat ekor kelinci dengan bentuk berbeda-beda. "Ini masih anakan: ini yang English, ini Dutch, ini Fuzy Loop, ini Tiger Head." Rian tersenyum. Lumayan dapat kuliah peternakan gratis dari dosen cantik.

"Kamu hebat ya."

Adiba tertawa. "Saya hobi melihara binatang sejak SD. Di rumah saya punya kuda."

Rian coba menggoda, "Punya sapi juga, Mbak?" Menurutnya, tidak mungkin perempuan melihara sapi.

"Saya punya lima ekor sapi Brahman sama dua ekor sapi limousin. Ada 15 ekor kambing etawa juga di rumah."

Rian garuk-garuk kepala. Bingung.

Bersambung...

Baca juga: Dosenku Kurang Asyik, Cuy
Powered by Blogger.

Blog Archive

 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT