Nonton TV Channels International Online

Banyak yang menawarkan langganan TV dengan banyak channel. Harga mulai Rp 100.000 dan seterusnya. Betapa mahalnya bagi kaum menengah ke bawah di beberapa daerah. Saya dulu pernah berencana berlangganan, meskipun harus menabung. Sebagai pelajar bahasa asing saya sangat membutuhkannya, terutama TV luar negeri.

channel TV online, TV online internasional, nonton tv online


Ternyata, tidak perlu berlangganan dengan harga semahal itu untuk nonton channel TV di seluruh dunia. Saya baru tahu kalau ada situs online yang menyediakan live TV secara gratis. Anda bisa memilih benua dan negara mana yang akan ditonton, dan channel apa.

Anda tidak butuh mengeluarkan banyak uang, yang diperlukan hanya jaringan internet. Selamat menikmati.

The Memoirs of Seyyedeh Zahra Hoseyni: Da (Mother) - One Woman's War


"One Woman’s War (Da)" is autobiography and an oral history of the 8 year Iraqi, first appeared in September 2008. This is the oral histories of Iranian women in the Iran-Iraq war. This is the record of Zahra Hoseyni’s interviews with A zam Hoseyni while Kurdish families took refuge in Iran after being expelled from their home. Many readers see Da as an epic of grief.

There are three parts of this book. The first part tells about the author’s life: about her childhood in Iraq, about the immigration of her family to Iran, and about their struggle to life in Khorramshahr (a port city on the Persian Gulf).


The second part is the largest part. This part tells about Zahra Hoseyni s experiences as a nurse to wounded civilians and soldiers during the first three weeks of the Iran-Iraq War (September 22 October 13, 1980). Her role is collecting of body parts and washer of corpses. She is also as a combatant in the defense of Khorramshahr. Above all his role as Da (mother in Kurdish)

The third part tells about her recovery from shrapnel wounds. She got wounded on the battlefield. This part also tells about her married life. She spends in two homes: in an urban apartment house (central Tehran) and another one in a suburban area of southwestern Iran.

Now this book has been translated into English by Professor Paul Sprachman from Rutgers University. This book is also translated into Urdu and Turkish. Now the international people can read this book. This is available now on Amazon.

FPI Terbitkan Artikel Kebolehan Pemimpin Kafir di Website-nya


FPI tolak Ahok, FPI bolehkan pemimpin kafir, FPI anarkis
sumber http:// fpi. or. id/ 139-Pemimpin-Kafir.html

Beberapa kerja bagus Ahok saat diwawancarai di acara Hitam Putih:
1) Sekolah negeri masuknya di tes, padahal anak orang kaya konsumsinya lebih bergisi, bisa kursus, tentu saja yang miskin kalah, akhirnya masuklah mereka ke sekolah swasta yang tidak berkualitas.
2) Hidup ini ngapain kalau tidak berbuat sesuatu untuk kesejahteraan orang lain (ingat ayat, celakalah orang yang shalat tapi lalai...)
3) Ruang private saya toilet
4) Jika tidak private, mudah panggil orang
5) Magang diijinkan bersama, belajar politik bukan di buku, tapi lihat kami kerja
6) ikan mati ikut arus, ikan hidup lawan arus
7) Orang tidak mampu haji/umroh diumrohkan
8) Usul harta pejabat diketahui umum
9) kinerja honorer jelek masuk laporan sms Ahok dan ditindak
10) bahkan kasus selingkuh juga dilaporin, dan dilayani



Akhir-akhir ini FPI mulai aktif lagi demo di ibu kota: menolak Ahok, wagub non-muslim yang akan menjabat menjadi gubernur. Beritanya seperti biasa, anarkis, dan semacamnya. Bahkan sempat ada insiden bentrok dengan seorang wanita. Namun, setelah saya banyak menyaksikan tayanan dialog tentang ormas ini, ternyata tidak seburuk pemberitaan. Hanya saja memang masih lemah dalam keorganisasiannya, padahal aksinya lumayan serius. Hal ini yang sering menyebabkan masalah. Orang lain, termasuk musuh FPI bisa ikut demo bersama mereka tanpa seleksi yang ketat (atau katakanlah syar'i). Habib Rizieq bahkan pernah mendoakan Pak Ahok agar mendapat hidayah. Luar biasa kan? Doa lebih baik dari kebencian.

Ormas Islam bernama FPI ini memang gencar sekali dan tegas dalam menolak hal-hal yang menurutnya dilarang oleh agama. Saya mengapresiasi. Golongan ini seperti polisinya umat islam, kerjanya menindak yang melanggar. Tetapi bukan berarti saya setuju dengan pemahaman FPI, apalagi karakternya. Bahkan kadang curiga ada siapa di balik FPI; mungkin politisi. Wallahua'lam.

Jika saya membaca website fpi dan mendengar ceramah-ceramah Ustadz Rizieq, sepertinya FPI lemah dalam penerimaan informasi. Dalam hal penolakan Ahok misalnya, FPI sangat menolak bahkan akan menganggap tidak ada gubernur jika Ahok yang menjadi gubernur. Padahal kalau kita perhatikan artikel di atas, yang dikutip dari pendapat Mulsim NU, sumbernya pun situs Hidayatullah, bukankah Ahok termasuk memberi manfaat: mengatasi banjir, menata kota, menutup tempat hiburan yang sering menjadi tempat maksiat (tempat ini tidak ditutup oleh FPI). Dan gubernur muslim sebelumnya kan memang tidak demikian kinerjanya.

Mungkin FPI terlalu banyak membaca ayat Al Quran dan Hadits tapi kurang memperhatikan keadaan sosial. Saya mengutip pidato Gus Mus (K.H Mustafa Bisri). Dalam pidatonya beliau sedikit bergurau, "Saya kadang bingung. Ini siapa yang akan masuk surga nanti: apa orang beriman tapi tidak menjalankan ajaran Rasul, atau orang kafir tapi menjalankan ajaran Islam?" Beliau berkata demikian saat bercerita pengalamannya pergi ke Jerman dan menyaksikan kesantunan polisi di sana, serta kepatuhan warga Jerman dan anjingnya pada aturan.

Andai saja keorganisasian FPI bagus. Saya yakin FPI akan luar biasa. Sebab yang dilakukan Habib Rizieq, menurut saya, bukanlah permusuhan dan kebencian, tapi penegakan hukum agama yang dipahaminya benar, hanya caranya yang perlu dipelajari lagi. Banyak orang berilmu agama tinggi, paham sedalam-dalamnya, tapi jika tidak diamalkan, untuk apa. Dan FPI aktif mengamalkan ilmunya.

FPI tolak Ahok, FPI bolehkan pemimpin kafir, FPI anarkis

Media Islam Menjamur, Belajar Agama Jadi Mudah, Mudah Tersesat Juga

Mengamati media Islam jadi ingat pidato Mufti Ismail Menk---alumni University of Medinah, international speaker---kata beliau, "Jaman sudah semakin modern. Kita bisa belajar agama hanya dengan menekan tombol gadget, bisa memilih penceramah mana yang ingin didengar ceramahnya." Benar, dakwah semakin mudah sekarang. Bahkan sambil tiduran pun kita bisa belajar agama, dan seorang da'i bisa berceramah lewat gadgetnya. Islam semakin mudah didengar.

Pada hari Rabu, 11 Juni 2014, 09:17 WIB Republika.co.id menerbitkan sebuah berita berjudul "Umat Islam di Barat Sukses Kembangkan Ekonomi Syariah". Luar biasa. Ini pernah saya dengar di group facebook Canada bahwa kata salah seorang anggota group facebook tersebut bilang bahwa Eropa sudah menjadi negara islam. Namun dalam artikel di Republika tersebut juga disinggung tentang negara yang sudah lama dikenal sebagai negara Islam sendiri, sebaliknya, korupsi justru meraja lela. Saya bahkan berasumsi, apa karena di negara islam mereka lebih banyak belajar dan mengajar dari pada mempraktekkan??? Wallahua'lam.


Senang sekali waktu saya baru tahu VOA Islam. Ini sebuah kemajuan islam di Indonesia dan kemudahan belajar agama, pikir saya. Ada juga eramuslim, Hidayatullah, pkspiyungan, dsb.

Tetapi, (saya pake hurup tebal) saya mempertimbangkan artikel yang terbit di media-media islam tersebut. Berikut beberapa screenshootnya. Saya awali pembahasan artikel di eramuslim.com

ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban

ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban 

Di awal artikel tersebut ada kata yang saya garis bawahi dengan garis warna merah. Artikel tersebut disodorkan untuk publik, dan tentu orang/pembaca akrab sekali dengan nama "muslim" yang menjadi nama domain website tersebut. Pembaca tentu saja berasumsi bahwa ini sudah sesuai ajaran islam dan mewakili karakter umat islam Indonesia khususnya (kecuali yang paham tentang media). Saya ambil contoh hukum memberitakan orang berzina, ini jelas diatur dalam Al Quran An Nisaa' ayat 15, harus benar-benar jelas dengan disaksikan 4 orang, berikut ayatnya:

15. Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

Saya tidak hendak membahas hukum zina, tapi cara penyampaian berita dalam islam. Dalam artikel di eramuslim.com di atas, hanya menyebut "Satu media". Media apa? Kenapa tidak klarifikasi dulu pada Pak Ahok apa tujuan dan alasan pelarangan tersebut, atau pada orang-orang yang satu ruang kerja dengan beliau.

Apa umat islam yang menjadi pembaca website eramuslim.com memang sengaja disodori berita tidak jelas tentang kebijakan pemerintah??? Apalagi jika melihat judulnya, saya bahkan berani mengatakan bohong, meskipun pada kalimat di paragraf pertama disebutkan bahwa larangan menyembelih Qurban tersebut adalah di sekolah dasar. Jika orang hanya melihat di Google search kemudian tidak baca, jadilah pembaca beropini, "Ahok melarang umat Islam Qurban". Saya ingat pada cerita dosen komunikasi UNMUH Jember, Pak Heri B. Cahyo. suatu hari beliau pernah bercerita teks pidato yang dibuat mahasiswanya dengan judul, "Zina Boleh Asal Tuhan Tidak Tahu". Beliau tidak setuju karena akan disampaikan dengan bahasa lisan, takutnya audien hanya mendengar "Zina Boleh..." saja lalu tertidur. Ini soal komunikasi dakwah.

Pada gambar yang kedua di atas penulis artikel tersebutu menyodorkan link menuju sumber pernyataan Ahok. Saya coba buka, berikut situsnya:

 ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban 

Kalimat yang benar adalah "Dilarang Memotong Hewan Kurban di Sekolah Pendidikan Dasar".

Yang berikutnya adalah PKSpiyungan.org. Media ini juga bernuansa islam karena PKS meskipun merupakan partai politik, tapi dalam perkaderannya menggunakan ajaran Islam. Sedikit saya sampaikan pandangan saya tentang organisasi ini. saya mengenalnya waktu SMA, sekitar tahun 2004 dan memilih caleg PKS, karena perempuan. Pikir saya wanita lebih tlaten dan sabar. Tahun 2009 saya lebih dekat lagi lewat FLP (Forum Lingkar Pena) dan dekat dengan anaknya PKS: KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Saya kagum pada karakternya yang santun, tapi saya ragu dengan agamanya yang tidak jelas fikrahnya/alirannya. Di dalamnya ada orang NU, Muhammadiyah, dsb. Mungkin saya perlu lebih dekat lagi agar benar-benar tahu organisasi ini.

Berikut artikel tentang larangan Ahok berkurban di SD.
 
ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban

Perhatikan judulnya. Padahal kenyataannya hanya diatur tempatnya sehingga beberapa tempat tidak diizinkan dilakukan penyembelihan qurban. Seorang wartawan yang dimaksud dari media mana? Apa wartawan tersebuut belum riset dulu tentang informasinya sebelum bertanya, kok bertanya tentang larangan qurban, bukankah itu larangan melaksanakan qurban di SD?

Yang berikutnya VOAislam.com. Perhatikan juga judulnya. Ada kalimat yang saya garis bawahi warna merah. Tentang hal tersebut saya ingin mengutip penyampaian Ibu Ratih Zulhaqqi, M Psi, Psikolog Anak dan Remaja dan ustadz Mohammad Fauzil Adhim. Tapi kita lanjut ke media berikutnya dulu. 

 ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban

Yang berikutnya adalah Hidayatullah. Ormas islam yang satu ini terkenal pendidikannya yang bagus. Ingin suatu saat nanti saya bergabung, andai memenuhi syarat. Yang ini lebih lunak dari media-media sebelumnya. Namun judulnya sama tidak menyebut larangan di sekolah dasar.

ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban
  ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban
 ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban 

Yang menjadi perhatian saya adalah kalimat "Apa iya trauma? kalau memang trauma, kenapa diadakan di tengah masyarakat? Kurban yang diadakan di masyrakat juga dihadiri anak-anak". Ini lebih pada soal pendidikan, atau pengenalan islam. Tetapi, pengajaran islam harus sesuai masanya. Kita lanjut dulu pada MUI, berikut komentarnya:

ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban

Komentar MUI hampir sama dengan komentar Hidayatullah: berlebihan, katanya.

Sekarang coba kita perhatikan klarifikasi Pak Ahok berikut:
judul: Ahok: Saya tak Larang Pemotongan Hewan Kurban di Sekolah
Wednesday, 24 September 2014, 16:40 WIB

ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban

Ternyata memang ada beberapa kepala sekolah yang memang merasa khawatir dengan kesiapan psikis anak. Saya mau mengutip kata-kata Ustadz Mohammad Fauzil Adhim--Pakar parenting, penulis buu keluarga, Dosen Psikologi. Dalam ceramahnya beliau menceritakan kekeliruannya dulu mengajari anak sholat sebelum usia 7 tahun, inginnya beliau, lebih awal lebih bagus. Tetapi setelah beliau belajar-belajar lagi akhirnya beliau menyadari bahwa mengajari anak sholat sebelum usia 7 tahun itu keliru. Sebelum usia 7 tahun anak sebaiknya dididik agar cinta ibadah, cinta belajar, cinta islam, agar berperilaku baik, dilatih skill sosialnya, dilatih jadi orang sabar, dan semcamnya. Belaajr itu ada tahapannya. Berikut videonya


Pendidikan ada tahapannya, tidak sembarangan. Mengenai pengenalan arti qurban, saya mencoba klarifikasi di fans page VOA-islam tapi belum mendapat tanggapan. Saya belum mendapat penjelasan kapan tepatnya mengenalkan makna qurban pada anak dengan cara melihat langsung, tapi saya akan menunjukkan beberapa fakta korban pengajaran agama yang kurang tepat.

Saya awali dari diri saya. saya hidup di desa dan belajar agama di lembaga yang tidak bagus manajemennya. Pemukulan, marah-marah sudah biasa, bahkan ustadz menganiaya dengan memukul dianggap pahala, dsb. Sehingga, ada efek buruk yang saya dan teman-teman alami. Ketika mendengar adzan kami terbiasa mengucapkan, "Aduh, udah adan," dengan nada mengeluh. Ketika jumat apalagi. Ketika merasa libur ibadah, misalnya hujan di hari Jumat, bahagia rasanya. Bahkan teman SMK saya ada yang takut mendengar orang mengaji atau qiroat.

Saya berusaha mengubah mindset tersebut, tapi tidak mudah. Saya sangat prihatin pada teman-teman yang belum menyadarinya.

Baru saja saya nonton tayangan MetroTV di YouTube, acara Suara Anda, membahas tentang aturan tempat pemotongan qurban. Ratih Zulhaqqi, M Psi, Psikolog Anak dan Remaja, yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa memang ada sebagian anak yang belum siap melihat hewan disembelih. Ada seorang penelpon dari jakarta, Riamah, menceritakan kisah keponakannya yang tidak mau makan daging lagi setelah melihat penyembelihan sapi saat penyembelihan Qurban.


Pak Agung priambodo, Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, yang juga hadir di acara tersebut menjelaskan pahwa instruksi tersebut adalah untuk mengatur agar mudah dikontrol. Selain itu, untuk menghindari penyakit seperti Antraks, Flu burung, Rabies, dsb. Contohnya di Bone, sekitar 20 sapi terjangkit antraks.

ahok larang kurban, peraturan kurban DKI, larangan kurban

Mohon maaf kepada admin media-media yang saya sebutkan di atas. Tetapi saya ingin sekali beropini, mengingat betapa sulitnya bagi saya belajar agama karena faktor ekonomi dan budaya. Saya juga kurang suka membaca media-media umum yang kurang mendidik. Saya senang sekali dengan hadirnya media-media islam. Tetapi, saya merasa harus bicara jika penyampaian terlalu terburu-buru. Jika memang keburu ingin memahamkan umat, bukankah Allah yang memahamkan. Tak perlu buru-buru pun bisa. Mohon perhatikan artikel yang memang pantas dipublish atau belum siap. Saya ingat nasehat Dosen komunikasi yang saya sebut di atas, beliau baru berani menyelesaikan satu artikel dalam satu minggu, jika itu berkaitan dengan urusan memahamkan umat.

Lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan pada masyrakat/pembaca bahwa perlu berhati-hati meskipun yang dibaca media bernama atau menggunakan domain dengan nama islam. Jika belum jelas hanya menimbulkan fitnah dan kebencian. Tidak jarang teman menyodorkan situs-situs tersebut untuk dibaca. Tapi, saya tidak biasa membaca dari satu sumber.

Tidak ada manusia yang sempurna. Semoga kita semua mendaapt Taufiq dan hidayah Allah untuk melakukan perbaikan.

Bidikmisi Solusi Cerdas Yang Miskin; PAUD dan TK Solusi Untuk Semua Generasi

Mahalnya biaya pendidikan membuat generasi cerdas tapi miskin tak bisa lanjut sekolah. Untuk mengatasi hal ini pemerintah sudah memberikan beasiswa baik yang sifatnya membantu saja (tidak penuh) atau yang plus biaya hidupnya seperti Bidikmisi.

Bidik misi menjadikan anak orang miskin terangkat
pendidikan anak usia dini, Guru PAUD, Guru TK
Sabtu, 16 Agustus 2014 | 14:18 WIB 

Tetapi pemberian beasiswa pada siswa berprestasi saja tidak cukup. Belum pernah ada sekolah yang 100% siswanya berprestasi. Artinya yang dianggap tidak berkualitas lebih banyak. Jika mereka dibiarkan, tentu saja negeri ini akan dihuni orang-orang yang tidak berkualitas dan membebani yang berkualitas.

PAUD dan TK merupakan tempat menempa skill anak di usia dini, sebelum mereka masuk ke sekolah dasar. Di sini karakter mereka dibentuk. HighScope Perry Preschool Study menyatakan bahwa individu yang mendapat pendidikan usia dini berkualitas:
    - berpendapatan lebih dari $ 2,000,
    - lulus perguruan tinggi
    - hubungan keluarga harmonis (tidak kawin-cerai)

The Abecedarian Project juga menunjukkan hasil yang serupa, mereka yang tidak mengenyam pendidikan usia dini berkualitas/tidak sama sekali:
    - prestasinya rendah/tidak meningkat
    - membutuhkan pendidikan spesial
    - Masa depan bermasalah 
(Early Childhood Education, www.nea.org)

Pendidikan anak usia dini memberikan pendidikan cara belajar dan skill sosial, problem solving yang diperlukan untuk masa depan mereka. Pendidikan anak usia dini mendorong meningkatnya skill akademik, rasa ingin tahu, kemandirian, dan menanamkan jiwa semangat belajar seumur hidup.
(www.cps.edu)

pendidikan anak usia dini, Guru PAUD, Guru TK

Pendidikan anak usia dini: PAUD dan TK tidak patut disepelekan. Ini memang lembaga pendidikan terendah, tapi bukan berarti harus dipandang rendah. Di Indonesia, kenyataannya masih memprihatinkan. Banyak masalah menimpa tempat belajar anak di usia emas ini: masalah kualitas guru yang banyak disoroti. Banyak guru PAUD dan TK yang hanya lulusan SMA atau bahkan Paket C. PAUD dan TK adalah lembaga pendidikan yang menjadi pondasi jenjang pendidikan selanjutnya, jangan sampai dua sekolah ini diamanatkan pada orang yang tidak pantas.

Salah satu contoh masalah yang terjadi di kota pendidikan Malang, Jawa Timur.

pendidikan anak usia dini, Guru PAUD, Guru TK
Radarmalang.co.id Posted on 1 Januari 2014 by Redaksi in Pendidikan 

Kata Ratna APBD tidak cukup untuk menyekolahkan mereka. Disdik tidak bisa berbuat banyak karena kebanyakan PAUD dan TK berada di bawah yayasan yang menentukan perekrutan guru, dan memang tidak ada aturan guru PAUD dan TK harus S1. Padahal guru yang belum S1 tidak bisa ikut program sertifikasi guru. Namun, di Malang ada program pembianan guru PAUD untuk meningkatkan kualitas mereka.

Dari sumber lain, berikut:

pendidikan anak usia dini, Guru PAUD, Guru TK

Semoga berita berikut benar-benar terwujud dan terealisasi:


pendidikan anak usia dini, Guru PAUD, Guru TK
Sabtu, 16 Agustus 2014 | 14:18 WIB  

Guru Sukwan dan Honorer: Statement Guru Harus Ikhlas Salah Kaprah

Bicara pendidikan, saya awali dari sejarah berdirinya pesantren. Waktu penyebaran islam dulu, orang-orang yang ingin belajar agama datang ke rumah kyai (Guru agama) untuk belajar. Bahkan beberapa dari mereka minta ijin untuk mendirikan bangunan di sekitar kediaman beliau (nantinya menjadi pesantren) agar mereka tak perlu pulang.
gaji guru, kesejahteraan guru, pendidikan di pesantren

Karena mereka menyita waktu kyai, tanpa diminta pun tentu sadar, kyai kan butuh biaya hidup. Santri-santri pun memberi uang yang dikenal dengan istilah (Suwan/nyabes), pekerjaan-pekerjaan rumah beliau pun termasuk menggarap ladang dan sawahnya atau toko dibantu santri, tujuannya agar kyai fokus mendidik mereka. dikenallah istilah santri mengabdi pada kyai yang ikhlas mendidik mereka. Kyai tidak digaji, tapi santri semangat membantu kyai, karena hidup kyai adalah hidup mereka.

Sekarang, jaman berubah. Semua lembaga pendidikan harus dibawah naungan pemerintah dan harus mengikuti standard pemerintah.

Aturan pemerintah berbeda dengan pesantren tradisional. Pemerintah mengedepankan profesionalitas. Sehingga, muncullah gaji bulanan untuk guru yang dibayar dengan uang negara (uang rakyat). Namun, masyarakat belum bisa melupakan tradisi pesantren. Di benak mereka, namanya guru ya tidak cari uang, tapi cari pahala. Meskipun mereka sadar bahwa manusia itu jika tidak makan akan mati, kecuali yang sakti.

Bahkan beberapa lembaga negara pun masih ada oknum yang menggunakan sistem santrian seperti pesantren. Bahkan direktur lembaga non-formal seperti lembaga kursus pun juga ada yang begitu. Pimpinan-pimpinan ini memotivasi para staff pengajarnya agar berjuang mendidik dan tak mempertimbangkan gaji. Menurut saya ni salah tempat.

Jaman dulu, santri yang semangat membayar. Sekarang, karena pemberian gaji sudah dialihkan ke pemerintah, seharusnya keseriusan memperhatikan kesejahteraan para pengajar dilakukan oleh pemerintah. Memang, kontrol perlu karena tidak sedikit oknum guru yang nakal.

Buang jauh statement guru harus ikhlas. Pada konsep pendidikan seperti sekarang, ikhlas bukan tidak dibayar, tapi ikhlas adalah bekerja profesional dan mendapat upah yang layak.

Selain itu, saya melihat merebaknya ketidakpedulian. Tidak sedikit sekolah yang dijadikan alat untuk menolong saudara, sahabat, dan kerabat yang butuh uang. Jika bukan saudara harus bayar uang sekian juta, ada yang 4 - 6 juta, hanya untuk menjadi guru dengan gaji 50ribu aau bahkan tanpa gaji. Jadi, perekrutan guru bukan berdasarkan kualitas. Pembiaran dilakukan masal. Sekolah sembarangan merekrut guru dibiarkan. Sekolah menggaji guru dengan upah sedikit dibiarkan. Guru baru mengajar sekian bulan dicatat sudah mengajar 10 tahun dibiarkan. Guru minta kenaikan gaji dibiarkan. Masih banyak lagi. Semoga saya salah, mungkin pemerintah mengusahakan tapi belum berhasil. Semoga saja. saya doakan semoga berhasil.

*Sumber kisah awal mula pesantren saya baca di sebuah buku, maaf lupa judulnya. dalam artikel ini saya ingin menjelaskan bahwa pesantren jaman dahulu dan sekolah jaman sekarang itu beda. Ini sekedar opini saya.

Tertipu Lowongan Ngetik Captcha, Input Data, Data Entri

Mencari kerja dan info lowongan semakin sulit di negeri ini. Peluang kerja lebih sedikit dari yang membutuhkan. Jalannya memang semakin mudah, bisa lewat Facebook dan situs-situs promosi seperti olx.co.id. Bisa dilihat di HP atau laptop. Diantara para pekerja yang mungin sudah putus asa mencari kerja, ada beberapa yang menipu rekannya, bahkan yang sudah kaya pun berbuat demikian.

Penipuan ada yang dianggap biasa, katanya strategi. Di negeri ini hal ini dianggap biasa. Pedagang saja yang katanya kerja halal, biasa bilang, "Saya hasil sedikit, Pak. Kalau segitu saya rugi," padahal hasilnya sudah 3 kali lipat. Begitu juga dengan info lowongan kerja.

Baca juga: Siapa yang Merubah Nasib: Kita atau Tuhan?

Lowongan kerja dalam kantor, kerja kantoran, non sales, jenjang karir HRD, OB, Sekretaris, Satpam, dsb. Urutan jenjang tidak jelas. Kemudian honornya "Penghasilan 1 juta - 3 juta", menggunakan kata penghasilan. Ini biasa kita temui di situs olx.co.id. Saya tanya sama teman-teman terdekat di daerah yang promosi, ternyata, katanya disuruh bayar uang, dan kerja tidak jelas.

Hasil 50.000.000,- dalam waktu 2 jam. Kaya mendadak dari kerja santai. Sambil tiduran bisa jadi millionaire, dsb. Dulu saya tertarik dengan Excenza yang kerjanya hanya posting iklan. Yang mempromosikan pura-pura lagi suka kerja di Excenza. Setelah lebih dari 2 tahun akhirnya saya coba. Memang tidak menipu dan benar-benar bayar. Tetapi, yang mengecewakan adalah transparansi kerjanya. Promosinya kerja enak. Ternyata, kita harus posting iklan sekitar 1000.000 iklan dalam sebulan. Situs yang perlu diposting perlu mencari, kalau sudah dapat perlu daftar, dsb. Ada deadline dalam seminggu harus berapa gitu. Jika terlambat, atau tidak selesai, sia-sialah kerjanya. Jika ada yang salah, sia-sialah kerjanya. Padahal untuk kerja di situ harus bayar dulu. Ini semacam MLM.

baca juga: Cerita Maling yang Mendadak Jadi Kyai

Yang kedua saya tertarik dengan DNI. Beruntung langsung banyak yang memberi info dan testimoni bahwa setelah tiba di tempatnya hanya dimintai uang. Ada lagi lowongan pemintalan benang dengan gaji besar, ternyata disuruh bayar juga.

Dulu saya pernah ikut kerja mengetik captcha, dapat dari group facebook infonya. Ini memang benar-benar membayar, tapi resminya captcha yang harus dikerjakan hanya sedikit dalam sehari, pendapatannya pun sedikit. Nah, oleh orang-orang diakali dengan software, sehingga bisa mengerjakan banyak dalam sehari. Bahakan ada yang bisa $5 dalam semalam. Sekitar 5000 captcha lah. Itu pun kalau diterima semua. Kalau tidak sesuai kan ditolak.

Nah, kemudian munculah lowongan pengetikan, ada yang menggunakan bahasa input data, data entri, dsb. Agak keren lah bahasanya. Uniknya, lamarannya cukup sms. Ternyata, lowongan ini adalah penjual software untuk mengetik captcha seharga Rp 300 ribuan. Tentu saja ada yang merasa tertipu, contohnya:

Ternyata Linda sudah bayar Rp 300.000, dan hanya mendapat 25.000 dalam waktu 2 minggu.

Kebohongan atau penipuan yang legal

Di negeri yang terkenal dengan kesantunan dan adat ketimurannya ini ternyata kebohongan dan penipuan sangat legal. Himbauan kepada korban mulai banyak disuarakan. Apa himbauan menyelesaikan???

Seharusnya pemerintah tegas menindak pelaku dan pihak yang terkait. Kalau perlu situs promosi diberi aturan lebih ketat. Situs olx.co.id yang dulunya bernama tokobagus.com bisa mempromosikan di TV dan dilihat banyak orang. Pemerintah mengizinkan hal tersebut. Lalu, jika hal-hal menipu bisa dipromosikan di situs tersebut, kenapa bebas berpromosi untuk publik???

Beberapap waktu lalu saya sempat melihat tayangan berita yang memberitakan bahwa polisi juga aktif di media. Pelanggaran di media juga akan ditindak. Semoga penipuan lowongan kerja semacam ini juga termasuk menjadi sasaran.

LSM juga perlu bergerak untuk menindak hal ini.

Saran dari saya untuk pencari kerja

Jika menerima tawaran kerja dengan membayar gaji di depan, pastikan anda kenal dengan orang-orang yang sudah sukses, baru putuskan untuk ikut. Jika belum, sebaiknya minta dipinjami saja kepada yang promosi cepat kaya, nanti minta potong penghasilan. Jika ngajak ketemuan, sebaiknya hindari saja, jika terpaksa pastikan di tempat yang sangat aman (bahaya hipnotis).
Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT