Accident: Monster Truct Run Over The Spectators

Why the event coordinators did not learn through the former accident like this video

I opened my favorite YouTube channel to watch some news. Something took my attention, that was the accident of Monster Truck in Netherland. I tried to watch more video, I tried the more clear video, but I found more that were similar.

So sad, my condolence for the victims.

It was a lesson for us, the people in the world. I saw that there was no anything save the spectator from the monster truck. It could easily hit the spectators; no fence there. I pick one YouTube video here


This accident killed at least 2 people and injured dozens of others. If I look the free space is too narrow. The monster truck could not move freely. The spectators were too closed, and they stood there without any good safety.

Monster truck accident, Monster truck safety, Netherland monster truck

FPI Tolak Ahok; Ahok Memiliki Peran Sama Penting Dengan FPI



Umat islam memang dilarang memilih nonmuslim menjadi pemimpin, tapi apakah gubernur masuk kategori pemimpin yang dimaksud, bukan kapasistas saya untuk menjelaskannya.

FPI dan Ahok memiliki peran sama penting

Existensi FPI memang saya akui banyak peran. Golongan ini mau bertindak untuk menghapus kemungkaran. Tetapi, saya tidak mengakui pemahaman golongan ini terhadap islam sebagai pemahaman yang sempurna, sehingga tentu akan banyak keliru dalam tindakannya. Tetapi, negeri ini punya banyak masalah dan butuh orang yang berani memberantasnya. FPI bisa menjadi alat untuk menghapusnya. Polisi mungkin tidak seberani mereka karena punya keluarga. FPI tentu melihat surga lebih indah daripada dunia. Mereka rela mati.Karena aparat keamanan negara yang tak sempurna, sehingga FPI dibutuhkan negeri ini.
FPI tolak Ahok, Ahok jadi gubernur, DKI dan Ahok

Contoh lain kasus tempat hiburan terbesar di Jakarta yang menjadi tempat kemaksiatan yang meresahkan warga, polisi membiarkannya. Baru setelah mendapat perintah dari wakil gubernur Ahok tempat hiburan tersebut ditutup. Karena Ahok berani. Ahok yakin Tuhan ada.

Sampai saat ini, hanya FPI yang ngotot menolak Ahok menjadi gubernur. Menurut mereka gubernur adalah sama dengan pemimpin dalam islam, sehingga tidak boleh nonmuslim. Warga Jakarta tentu menolak sebab mereka ingin masalah di kotanya terselesaikan. Ahok yang oleh mereka dianggap sebagai pelayan yang amanah, sudah terlihat banyak bukti hasil kerjanya. Mereka sudah melihat gubernur muslim sebelumnya, dan mereka melihat hasil kerjanya.

FPI perlu penyeimbang

Kenapa saya katakan FPI perlu penyeimbang, sebab peran FPI yang saya lihat selama ini lebih pada penyelesaian masalah, bukan pada pencegahan. Ada kriminal, mereka tindak. Ada kemaksiatan, mereka tindak. Manusia bukan hewan, manusia punya hati. Pendidikan adalah jalan merubah peradaban.

Saya tidak percaya FPI sanggup dalam urusan peningkatan pendidikan. Untuk itu, ORMAS islam lainnya perlu meningkatkan pendidikan umat Islam. Yang saya tahu sampai saat ini, pendidikan islam yang bagus itu tentu membutuhkan biaya yang mahal. Padahal orang miskin di negeri ini tidak sedikit. Sehingga,wajar saja jika banyak yang setuju dengan pemimpin nonmuslim. Mereka kan tidak paham, atau memang tidak begitu yakin dengan agama islam.

Jika banyak ORMAS islam yang benar-benar bekerja, lengkap jadinya. Masyarakat diddik, yang tidak berhasil menjadi tugas FPI untuk mengingatkannya. Misalnya, sudah dididik kok masih datang ke tempat maksiat, FPI bisa memusnahkan tempat maksiatnya. Kerja sama yang bagus kan???

Organisasi islam terbesar Muhammadiyah dan NU tidak menolak Ahok menjadi Gubernur. Namun, kata ketua PBNU, Maksum Machfoedz, ada 5 syarat yang harus dipenuhi, yakni jujur, amanah, adil, kerjasama (tolong menolong) dan konsisten.
FPI tolak Ahok, Ahok jadi gubernur, DKI dan Ahok

A Christian Man Will Be The Governor Of Most Muslim Populated Province

Ahok, Jakarta vice governor, Christian and Muslim

I watch many videos about this great vice governor of Jakarta. He is like an angel, I think. However, he confuses the Muslims people in Jakarta. They have a lot of problems, and this Christian vice governor does his best for them. How many Muslim politicians have govern this country, this province especially, but the problems have not been solved. While this christian man really shows his great works.

"I don't do corruption because I know God exists," he said on media.

An Islamic teacher has ever said (he maybe joking), "Who will enter paradise: they are who believe in God but do not practice the Islamic lessons; or they are who do not accept Islam, but do a lot of Islam lessons?" The leader of an Islamic organization comment on him, "What you are doing is what should the Muslim do, Sir. Just need to recite Syahadah," then they laugh together.

Some people do not like Ahok (The vice governor's call name) because he looks short tempered, he is easily got angry. However, he was angry in the right moment with the right people. Political analyst said once on TV that Ahok was a spirit man. He worked focus on his goal, and didn't care how the way to achieve that goal. If something or someone disturbed him, he will be angry and try to strike it away. His goal is to uphold social justice. He works for his people. I am proud of him.

Some people claim that what he does is to make himself become popular and to be reelected again. But, it doesn't make sense. I think, his character had been well created by his father (based on his story) since he was a child. His father was a successful businessman in Bangka Belitung. He help poor people.

Ahok watched this, Ahok learned it. He raised up with this great deed. In my point of view, this make him become a great man, become a great hero. He really know and really understand how meaningful helping people. He really feel that he must help them. Wallahua'lam.

Several days ago I watched video on YouTube about an Islamic organization, FPI (Front Pembela Islam). On that video the leader, Habib Riziq, refuses Ahok to be governor of Jakarta after Jokowi become president of this country. The reason is because Muslims people may not or forbid to choose non-Muslim become leader. However, other Muslim community accept him as governor.

However, my understanding came up with that Habib did not refuse Ahok, but he just followed his understanding that according his understanding Muslims are forbidden to make non-Muslim become their leader. This understanding may change later. Nobody is perfect. Everybody is on the learning process. Something great he did in the end of the video, he pray together with all his members, "Hope God guide Ahok to the right path." It is really great. Prayer is better than hatred.

Almost every day I watch his video on YouTube. I always get new lessons from him. He is really great. He is like Umar RA, I think.

I hope God always guide us.

Selain Naik Gaji, PNS Sebaiknya Diberi Tambahan Gaji Bonus

Status PNS di Indonesia banyak diburu warga. Pasalnya, pendapatan rutin dan pasti setiap bulan. Bahkan, malas-malasan kerja pun gaji tetap. Saya mengutip berita berikut:

25 Agu 2014 15:05
Gaji PNS naik, Kinerja PNS buruk, Kesejahteraan PNS


Pada tahun 2012 lalu TEMPO.CO, Rabu, 21 Maret 2012 | 14:57 WIB

Gaji PNS naik, Kinerja PNS buruk, Kesejahteraan PNS

Sementara REPUBLIKA.CO.ID pada Thursday, 09 August 2012, 17:19 WIB

Gaji PNS naik, Kinerja PNS buruk, Kesejahteraan PNS

PNS juga warga negara yang, juga perlu dididik mandiri untuk mengejar kesejahteraan. Memang, faktanya kehidupan mereka masih jauh dari sejahtera, kecuali yang bersyukur dan mempunyai pemasuka lain. Logikanya memang, "PNS sejahtera, kinerja baik. PNS sejahtera, mereka bisa fokus kerja", tetapi tidak seratus persen begitu.

Yang dikatakan bapak Miftah memang benar, tetapi perlu dipilah-pilah tentang "kebutuhan PNS meningkat". Karena tidak semua PNS bisa mengukur kebutuhannya. Jika yang dimaksud adalah kebutuhan pokoknya, itu memang harus dipenuhi oleh negara. Tetapi, mengenai kesejahteraan,tidak sedikit PNS, terutama yang berasal dari desa yang selalu merasa tidak sejahtera. Budaya kompetisi kualitas kepemilikan harta masih dipegang meskipun mereka sudah berstatus pelayan publik.

Kesejahteraan sebaiknya bukan diberikan begitu saja pada mereka, tapi mereka harus berkompetisi untuk mendapatkannya. Kabar baik dari Liputan6.com 20 Jan 2014 18:04

Gaji PNS naik, Kinerja PNS buruk, Kesejahteraan PNS

Semoga negeri ini tambah maju dan membaik secara keseluruhan.

Ahok Mirip Umar RA; Habib Riziq Mendoakannya

Tolak Ahok, habib Riziq, Umar RA



Orang yang tidak banyak pengetahuan soal politik dan agama pun ikut menolak Ahok menjadi gubernur. Agama yang menjadi masalah. Ada yang tidak suka karena beliau suku Tiong Hoa. FPI juga tegas menolak. Bahkan politisi Haji Lulung pun bilang, "Ahok harus dibinasakan...!!!" dibinasakan karirnya, maksudnya.

Lihat videonya di sini Habib Rizieq FPI Bantu Lulung 'Binasakan' Ahok

Tidak ada yang baik 100%, dan tidak ada yang buruk 100%. Ingat Ahok, saya ingat Umar RA.

Sisi baik Habib Riziq dalam pidatonya yang saya kagumi, "Kita doakan Ahok mendapat hidayah". Ini berarti teriakan beliau bukanlah kebencian. Beliau memahami bahwa orang selain islam dilarang menjadi gubernur. Itu pemahaman beliau saat berpidato. Suatu saat bisa berubah, karena kebenaran mutlak hanyalah milik Tuhan, manusia hanya belajar untuk sempurna. Beliau menolak karena beliau meyaikini bahwa Tuhannya melarang. Sama dengan Ahok (semoga tidak bohong), tidak korupsi karena percaya Tuhan ada dan melarang korupsi. Mendoakan lebih baik daripada mencaci.

Orang benci tidak mungkin mendoakan yang baik. Dan, sangat disayangkan, orang-orang terhormat (oknum) di DPRD mengatakan, "kami ini mitra kerja gubernur, kok disakiti...". Mungkin redaksinya beda. Tetapi maksudnya merasa tidak enak dengan sikap Ahok. Bahkan ada yang bilang akan menjegal. Demi kepentingan rakyatkah??? Perlukah sakit hati dalam melaksanakan tugas mulia? Sakit hati, tidak mau bekerja.

Saya meyakini Habib Riziq lebih baik dari sikap oknum DPR tersebut. Namun, yang saya nilai kurang baik dari FPI adalah dasar pertimbangan tindakan dan keputusannya. Khalid Bin Walid memang pernah dianggap keliru tindakannya oleh Umar RA, namun khalifah saat itu, yakni Abu Bakar As Sidiq membenarkan karena alasan jarak dan waktu dan tugas yang diemban Khalid. Mungkin Habib Riziq dan kawan-kawan FPI menilai ini adalah hal yang urgen, sehingga merasa cukup memahami atau mengkaji suatu masalah berdasarkan kelompoknya saja (wallahua'lam). Di negeri ini banyak kyai, ada dua organisasi islam tertua yang exis, ada banyak ormas islam, tapi mereka tidak bertindak seperti kawan-kawan FPI. Tetapi, tiap orang atau organisasi beda karakter, dan memiliki peran masing-masing. Semoga semua lebih banyak manfaatnya dari mudhoratnya.

Masyarakat muslim (masyarakat awam) mungkin atau pasti bingung dengan beragam wajah para organisasi dakwah islam. Para da'i atau organisasi dakwah menjadi artis yang seharusnya diteladani.

Tentang Ahok akan menggantikan Jokowi menjadi gubernur DKI memang memberatkan beberapa umat islam di sana, tapi saya yakin warga DKI lebih gelisah oleh beragam masalah di DKI yang sekarang sudah banyak disulap habis oleh Jokowi dan Ahok. Hampir setiap hari saya tonton video Ahok di YouTube, seperti malaikat saja orang ini. Sosoknya mengingatkan saya pada sosok Umar RA, Amirul muminin setelah Abu Bakar As Sidiq. Menurut saya Ahok mirip Umar RA, keras sikapnya. Kita tahu bagaimana Umar RA setelah masuk islam. Semoga doa Habib Riziq dan kawan-kawan FPI terkabul jika itu memang lebih baik.

Habib Riziq hanya ingin agar aturan ditegakkan, wallahua'lam. Berbeda dengan komentar-komentar liar yang penuh kebencian. Jika saya simpulkan pesan Habib Riziq, begini "Jika kita sudah tahu dan paham ini dilarang, hindari dan jangan lakukan." Jadi, yang tidak memahami non-muslim haram jadi gubernur DKI, tidak perlu keberatan. "Gitu aja kok repot," kata Wallahu yarham Gus Dur.

Dialog: Nasehat Guru Untuk Murid Yang Nakal

Nasehat guru, Metode mengajar, motivasi siswa
Murid: Pak, saya ingin main game. Bosan sama pelajaran sejarah.

Murid(lainnya): Waktunya pelajaran, mau main game..!!

Guru  : Alhamdulillah, masih mempunyai keinginan. Di luar sana banyak teman-teman kita sudah tidak mempunyai keinginan. Mereka banyak diam, disuruh begini, ya begini, di suruh begitu, ya begitu, manut. (Siswa tertawa). Sepintas, anak ini memang baik, penurut dan patuh. Tetapi, kebanyakan dari mereka hanya diam dan bingung ketika menghadapi masalah yang sulit diselesaikan. Hidup akan selalu berhadapan dengan masalah.

Mereka menjadi korban paham di masyarakat yang begitu mudah memberi label "Nakal". "Jangan banyak tingkah, diam...!!" kata mereka. Bagaimana bisa menjadi manusia yang penuh semangat dan kreatif, kalau mereka selalu diam.

Murid: Berarti, saya boleh main di sini, pak? (Siswa yang lain menolehnya)

Guru  : (Tersenyum) Orang yang merasa aman akan begitu.


Murid: Aman bagaimana, Pak?

Guru  : Mau makan, sudah tersedia. Ada yang mau menjahili, ada yang mau belain. Serba tercukupi. Merasa tidak butuh orang lain. Di USA, anak usia 18 tahun sudah harus mandiri. Kalau tidak, dia akan menjadi olok-olokan temannya."Udah 18 tahun, masih belum mandiri." Mereka yang sudah hidup mandiri juga menginginkan kebebasan, tetapi bedanya, mereka sadar akan akibat atau konsekuensi. "Kalau aku suka mengganggu orang, orang-orang akan merasa terganggu, mereka akan membenciku. Kalau aku dibenci banyak orang, dengan siapa aku berteman? Apa ada orang yang mempekerjakan aku?" Mau bisnis, dengan siapa? Mau merampok, kucing-kucingan sama aparat keamanan dan orang-orang yang benci dan dendam. Sama saja dengan tida bebas.

"Kebebasan adalah ketidakbebasan," itu benar.

Murid: Maksudnya, Pak?

Guru  : Duta besar kerajaan Bisantium berkomentar, membandingkan kehidupan Umar (RA) dengan raja-raja lainnya yang suka berbuat sesuka hati menuruti nafsu, "...yang mengherankan bagiku... Di saat raja-raja yang lain berbuat sesuka hatinya hingga tidak bisa tidur dan gelisah......sedangkan engkau, wahai Khalifah. Bolehkan aku memanggil namamu? Engkau, wahai Umar. Telah berbuat adil, maka kau merasa tentram, dan bisa tidur nyenyak." Waktu itu Umar tidur di halaman tanpa pengawal. "Seseorang yang menaklukan para raja, dan punya pasukan perang yang berani. Ia tidak layaknya raja-raja yang lain, dan beginilah keadaannya," kata duta besar itu sambil menunjuk ke Umar (RA) yang baru saja terbangun dari tidurnya di halaman.

Umar tidak bertindak sesuka hati dan memimpin dengan adil, sehingga dia bebas. Sementara raja-raja yang menuruti hawa nafsunya, mereka dijaga oleh banyak pengawal: di gerbang, di atas gedung, ada yang keliling mengitari istananya. Semua penjaga bersenjata lengkap, tetapi Raja pun masih khawatir ada musuh yang mampu mengalahkan para penjaganya. Hatinya tidak bebas.

Itulah kebebasan.

Murid: Anak-anak di sini banyak yang nakal, Pak.

Guru  : Bukan nakal, tapi belum paham.


Murid: Suka aneh-aneh, Pak.

Guru  : Terasa aneh karena masih baru. Yang baru adalah hasil kreativitas. Kreativitas memang membingungkan.


(Bersambung)
Powered by Blogger.
 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT