SEO: Check Your Blog or Website Loading Speed

Is your blog or website loading speed good? Is it important for you to care of your blog loading speed? If you are not a blogger, it must be not important, but if you are a blogger or someone doing online business using blog or website, so being aware of you blog or website loading speed is one of important things in blogging activity.

The purpose of blogging activity is to get many visitors, to get people reading your blog. So that, blogger must care about the visitors. As blogger you must make them enjoy reading your blog. Make your blog as wonderful as you can. Make the visitors interesting and have interesting experience reading on your blog.

One of enjoyable activities in reading a blog is without having trouble in that activity. What will happen if your blog loading speed so bad or so slow? Do you think the visitors will be sincerely waiting it? No, there are thousands even millions blog and websites they can read. They will prefer move to another blog or website which have good loading speed.

Therefore, it is important for bloggers to know the loading speed or their blogs or website. To know it, you can check here: blog speed test

Once you open it, you will see a page like this

blog loading speed, website speed, how to check blog loading speed

Then enter your blog or website URL. Look the picture bellow!

howo to check blog speed, blog speed, website loading speed

 The result is as follow:


Now you know your blog loading speed. 

Khawatirkan Pemurtatan (Apakah) Dengan Mahalnya Pendidikan Islam (?)

khawatirkan kafirkan Indonesia, Jokowi, presiden RI
Presiden terpilih Joko Widodo dikhawatirkan akan kafirkan Indonesia. Beberapa waktu lalu seorang ustadz bahkan menulis kekhawatirannya ini di akun twitternya. Kekhawatiran ini muncul berdasarkan rekam jejak Jokowi dan beberapa faktor lain. Bahkan ada yang khawatir akan terjadi perang jika beliau terpilih menjadi presiden.  

berikut link nya voa-islam.com/read/opini/2014/03/17/29532/bachtiar-nasir-selangkah-lagi-jokowi-membuat-indonesia-kafir/;#sthash.f59evvt3.dpbs

Kekhawatiran tidak menyelesaikan masalah. Fakta tentang Islam yang saya tahu di sekitar saya memang tidak keliru jika dikatakan mengkhawatirkan kondisinya. Tetapi juga tidak tepat, atau sangat tidak tepat jika orang yang paham agama mengatakan mereka islam KTP, mereka nakal, mereka pensiun dari keislaman, mereka suka berbuat syirik, mereka hobi bid'ah, dll. JANGAN katakan itu jika belum berusaha membantu memahamkan.


Meskipun negeri ini merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar, tapi faktanya tidak mudah untuk belajar islam dengan baik. Hanya muslim yang beruang yang mampu menyekolahkan anaknya ke sekolah islam favorit dengan sistem pendidikan yang bagus. ILMU AGAMA TIDAK SEPERTI KERIKIL DI JALANAN YANG SEMUA ORANG BISA MEMUNGUTNYA. Bahkan ilmu bahasa asing lebih mudah diakses secara gratis. Demikian pengalaman saya di daerah saya.

Banyak orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan islam yang bagus. Meskipun mau berusaha sebisanya, tentu mereka harus memilih: memilih pendidikan non-agama karena peluang kerja lebih banyak, atau pendidikan agama dengan peluang kerja yang sempit dengan biaya yang sama-sama tidak sedikit. Tahun lalu saudara saya harus kuliah lagi di kampus non-agama karena guru agama sudah kelebihan.

Saya ilustrasikan keadaannya dalam dialog berikut:

Rakyat: Kami tidak punya uang.
Ustadz: Itu ujian iman. Berusahalah, cari ilmu meskipun biaya mahal
Rakyat: Nanti kerjanya apa?
Ustadz: Orang islam harus yakin. Tidak perlu khawatir.
Rakyat: Tak pikir dulu.
Ustadz: Jangan banyak pikir, Allah pasti menolong.
Rakyat: Tapi makan saja masih kurang-kurang, Ustadz.
Ustadz: Itu ujian.
Rakyat: Gimana kalau digratiskan saja, ustadz?
Ustadz: Terus ustadz-nya makan apa? Parkir sepeda saja bayar, masak titip anak gratis?
Rakyat: Sebenarnya ingin punya anak yang masih kecil pun sudah pintar baca Quran, tapi uangnya.
Nyamuk: Islam itu untuk orang kaya.

Biaya pendidikan yang mahal membuat orang miskin tidak bisa belajar agama dengan baik. Kalau dulu mungkin dengan mengabdi pada kyai sambil ikut mengaji, seperti Allahu yarham kyai saya dulu. Beliau adalah pembantu kyai.

Tetapi jika digratiskan, lembaga butuh biaya operasional. Ustadz profesional juga tidak murah. Ustadz juga tidak gratis kuliahnya.

Begitulah kondisi islam yang saya tahu di daerah saya. Sangat tersinggung dan sangat marah sebenarnya jika ada orang mengatasnamakan agama suci mengatakan kami islamnya separuh-separuh, bahkan dikatakan sudah kafir. Mentang-mentang kaya dan mampu belajar agama di lembaga favorit. Tetapi, memberi maaf itu lebih baik.

Kembali pada soal presiden negeri ini. Sebenarnya, keadaan generasi islam di desa atau bahkan di pinggiran kota pun bisa jadi lebih mengkhawatirkan dari presiden. Sewaktu saya bekerja di tambak, ada teman yang bercerita tentang pengalamannya ketika berada di Bali. "Orang Hidu lebih baik dari pada orang islam ya," katanya. "Baik-baik orangnya." dsb.

Masalah yang dihadapi umat tidak akan terselesaikan hanya dengan kekhawatiran, apalagi dengen menganggap saudara seiman pensiun dari agamanya. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaiki, bukan tanggung jawab saling menyalahkan. 

Kenapa Hanya Kecurangan Pemilihan Presiden Yang Heboh

Habis nonton video dengan judul

Prabowo Unggul 54%, Fakta Hasil Pilpres 2014 Ditangan TNI Dan Polri (Umar Abduh)

berikut link-nya http://www.youtube.com/watch?v=x8WoJBklpVE&feature=youtu.be

Kecurangan pilpres, pemilihan presiden Indonesia, KPU

Saya tidak akan membahasa isinya. Tetapi ingin merespon issue yang heboh ini. berita kecurangan ini heboh sekali. Katanya harus adil dan jujur. Benarkah ketidakadilan, ketidakjujuran, kecurangan hanya terjadi kali ini saja??? Hal ini sudah sangat mengakar. Jika memang banyak pahlawan keadilan, seharusnya sejak dulu memberantas kecurangan, manipulasi, dan semacamnya. Apa karena yang menjadi korban orang besar, bukan rakyat biasa?

Ketidakadilan, ketidakjujuran, kecurangan terjadi di banyak sektor. Pahlawan keadilan seharusnya berjuang memberantas semua sejak dulu. Rakyat kecil juga banyak yang menjadi korban manipulasi dan kecurangan, kemana pahlawan keadilannya? Banyak pelanggaran hukum yang tidak diproses. Konflik hanya banyak mengorbankan rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa.

Kenapa tidak mengakui saja bahwa negara kita memang masih belum begitu mapan, dan membutuhkan banyak perbaikan. Tidak usah berpanas hati karena saat ini tertimpa kecurangan. Mungkin karena kecurangan ini terjadi pada urusan paling besar atau paling penting, karena menyangkut pemimpin negeri, tetapi sekecil apapun, ketidakadilan tetaplah ketidakadilan, kecurangan tetaplah kecurangan.

Lebih baik kita perbaiki bersama. MARI PERBAIKI SEMUA. Jangan hanya kecurangan pada pemilu. Siapapun pemimpinnya, jika tidak mendapat petunjuk dari Pencipta Jagad ini, kebutaan yang akan menyelimutinya. Memperbaiki negeri ini tidak harus menjadi presiden. Kebaikan bukan diukur berdasarkan jabatannya.

Sehebat Apapun Seorang Pemimpin, Jika Memimpin Orang Tidur ...

Pemilihan Pemimpin Baru Usai
Pemimpin Indonesia, Pilpres 2014, KPU pemilihan presiden

Indonesia baru. Begitu kata orang. Sebenarnya bukan Indonesianya yang baru, karena langitnya masihh biru, yang kekeringa pun masih kekeringan, lautnya pun juga masih berair. Hanya pemimpinnya yang baru, yakni presiden dan wakil presiden. Dua orang inilah yang diharap membawa perubahan dalam memimpin negeri ini. Sehingga, kehadirannya pun disebut oleh banyak sebagai lahirnya Indonesia baru.

Ada satu insiden yang membuat orang-orang yang sedang tidur (agak) terbangun, yakni sikap salah satu calon menjelang diputuskannya siapa yang terpilih menjadi pemimpin negeri ini. Sebagian ahli politik ada yang mengatakan, "Sangat disayangkan karena kejadiannya ketika sudah mau usai". Ada juga orang-orang yang berpendapat bahwa kebenaran dan keadilan memang harus ditegakkan. Ada yang sedikit menyalahkan sikap KPU yang menerima dengan senyum-senyum, seolah menganggap bukan masalah serius. Macam-macam asumsi.

Pahlawan Atas Keadilan dan Kebenaran

Sikap tidak menerima atas kecurangan, ketidakjujuran, atau ketidakadilan yang dilakukan oleh seseorang, apalagi calon pemimpin merupakan kewajiban semua orang yang sadar dan berakal. Apalagi seorang negarawan. Tetapi, coba saya sampaikan sedikit fakta tapi tidak disertai bukti rekaman atau gambar.
  1. Perekrutan CPNS. Waktu saya masih menjadi mahasiswa baru, saya ditawari dengan harga 10 juta langsung jadi. Katanya sekarang sudah menjadi 100 hingga 150 juta.
  2. Pembuatan SIM. Di beberapa daerah mungkin benar-benar diuji, tetapi di beberapa daerah lain pakai uang.
  3. Nilai ujian siswa. Guru saya dulu ngasih kunci jawaban. Bahkan orang tua teman saya yang masih menjadi kepala sekolah waktu itu, katanya rapat dengan seluruh kepala sekolah sekabupaten mengenai strategi meluluskan siswa pada UNAS.
  4. Bantuan sosial dan pendidikan. Ada kepala desa yang bilang, kalau mau turun memang harus dipotong. Kalau mau utuh, harus nunggu lama. "Kasihan rakyat," katanya.
  5. dll.
Keempat contoh tersebut hanya sebagai contoh, yang tentu tidak sekuat fakta yang mempunyai kekuatan hukum. Tetapi dengan fakta-fakta tersebut saya bertanya kepada pembaca, apa ada yang salah atau dibuat-buat dari keempat contoh tersebut??? Hati nurani anda tahu jawabannya.


Apakah Ketidakadilan Baru Kali ini Ada?

Ketidakadilan, ketidakjujuran itu sudah ada sejak dulu. Pemimpin yang tidak adil sudah ada sejak dulu. Lawannya pun juga sudah ada sejak dulu. Namun, bentuknya yang berbeda-beda. Lawannya pun juga melawan dengan cara yang berbeda-beda: ada yang melawan dengan kepala dingin, ada yang membakar jenggot sak rambutnya, dan semacamnya. Beberapa orang yang lain malah menganggap ketidakadilan dan ketidakjujuran tersebut sebagai strategi yang sah-sah saja. Katanya, "Membiarkan kemudhoratan kecil demi menghindari kemudhoratan besar".

Protes Pedas dan Tajam

Protes merupakan salah satu respon terhadap ketidakadilan dan ketidakbenaran dengan harapan orang atau pemimpin yang diprotes menyadari kekeliruannya. Ada orang yang tidak capek-capek memprotes orang lain atau pemimpin, sekalipun ia sadar tidak ada hasilnya. Ada yang nekad protes dengan kata-kata pedas, bahkan dengan fisik. Bahkan ada yang mencari keuntungan dengan protes, dengan berjualan kata-kata protesnya.

Siapa sebenarnya yang diharap berubah dan membuat perubahan tersebut? Benarkah dengan diprotes seseorang akan segera berubah seperti TV yang ditekan tombol remote-nya???

Sebagian orang mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab membuat perubahan. Ada juga yang mengatakan, "Ketika kau berubah, maka dunia pun berubah". Tidak usah capek-capek ya... Ada yang mengatakan bahwa masing-masing oranglah yang bertanggung jawab merubah nasibnya. Ada yang berpendapat bahwa diri sendiri dan Tuhanlah.


Bukankah Pemimpin Itu Dari Rakyat?

Tidak ada pemimpin yang tidak pernah diprotes, benar? Tetapi, adakah yang memprotes Tuhan? Mungkin saja. Rakyat memilih pemimpin dari rakyat, lalu ketika ada kekurangan dari pemimpin tersebut, ia pun dicaci. Jika dari 10 pemimpin ada 1 atau 2 yang tidak baik, mungkin ini memang salah pilih. Tetapi jika hampir semua pemimpin tidak baik, rakyat tersebut perlu bertanya pada diri dan Tuhan. Katakan, "Apakah kami semua adalah orang buta, jika iya, lahirkanlah dari kami generasi yang lebih baik."

Seorang pengendara motor yang tidak mempunyai SIM akan sangat bersyukur ketika lolos dari operasi polisi, apalagi ia bekerja memenuhi nafkah keluarga dan membiayai anak sekolah dengan sepeda motornya. Untuk kebenaran dan keadilan atau untuk siapa dan untuk apakah syukur tersebut? 

Mengenai sikap salah satu calon pemimpin kita kemarin, semoga tidak menimbulkan akibat yang tidak diharapkan. Semoga negeri ini selalu tambah maju dan lebih baik.

Ramalan joyoboyo tentang presiden RI


Saya tonton dari awal, tidak jauh melenceng perkiraannya. Megawati Sukarno Putri yang digambar kan sebagai anak presiden, Gus Dur yang digambarkan seabgai tinggi spiritualitasnya, B.J habiie yang menggantikan presiden yang mengundurkan diri.

capres, pilpres, Presiden RI


Yang terakhir digambarkan

Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu

Pemimpin yang mempunyai tingkat kerohanian yang tinggi digambarkan seperti seorang Resi Begawan (Pinandito) yang senantiasa bertindak dengan hati nurani yang bersandar pada petunjuk yang maha kuasa (Sinisihan wahyu)

Tutorial Anti Copy Paste Artikel, CTRL + U, dll di Blogspot

tutorial blogspot, anti copy paste, script anti copy artikel blog

Masalah pembajakan bukan hanya dialami oleh artis, blogger pun juga mengalaminya. Banyak blogger pemula atau orang-orang yang baru mengenal bisnis onlie malas menulis dan mengisi blognya dengan copy tulisan orang lain.

Ini bahaya. Tidak bagus untuk kesehatan blog. Tetapi tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. Berikut cara untuk mengatasinya.

1) Masuk ke bagian tata letak / lay oout blog
2) klik Tambah gadget
3) Pilih html/javascript
4) Ambil/copy scriptnya di sini
5) pasang scrip nya
6) simpan gadget

Untuk script anti CTRL + U dll:
1) Masuk ke Edit HTML
2) cari kode "<body>"
3) ganti dengan script berikut, di sini
4) Simpan

Selesai sudah. Semoga tambah sukses aktivitas bloggingnya.

Tutorial Membuat dan Memasang Site Map di blogspot


1. Verifikasi email anda
-di beranda webmaster klick URL blog anda
-pilih pengguna dan Pemilik situs
-verify using a different method atau verivikasi menggunakan metode lain
-add a meta tag on your site's home page atau tambahkan tag meta ke beranda situs anda >>> copy dan simpan kode html di bawah kode <head> template
-simpan, lalu kembali ke jendela google webmaster, dan klik verify
-biasanay muncul tulisan success atau selesai

2. Lalau, Submit sitemap/peta situs
-kembali ke beranda google webmaster
-klik URL blog anda
-pilih peta situs atau sitemap di pinggir kiri
-di pojok kanan atas pilih tambahkan/uji peta situs
-masukkan site map/peta situs di bawah ini

sitemap untuk blog yang jumlah artikelnya di bawah 500
atom.xml?redirect=false&start-index=1&max-results=500

di bawah 1000
atom.xml?redirect=false&start-index=501&max-results=500

di bawah 1500
atom.xml?redirect=false&start-index=1001&max-results=500

Penggagas Kurikulum 2013 Sungguh Luar Biasa

kurikulum 2013, pelaksanaan kurikulum 2013, konsep kurikulum 2013

Kurikulum baru 2013 diharapkan oleh penggagasnya mampu membawa pendidikan di negeri ini menjadi lebih baik. Namun, berbagai tanggapan bermunculan dari berbagai kalangan. Ada yang bilang hanya alat bisnis, hanya untuk uang, hanya buang waktu, buang tenaga, dan buang pikiran, ada yang bilang hanya buang-buang uang. Tapi ada juga yang memuji.

Menarik membaca tulisan Pak Mochamad Syafei di kompasiana. Berikut saya kutip paragraph yang cukup menarik.

Pelatihan guru dilaksanakan dalam kondisi yang sangat mepet. Baru akhir tahun pelajaran, pelatihan implementasi kurikulum baru dilaksanakan. Selama 5 hari. Apa yang didapat? (1) ceramah tentang alasan atau rasional kehadiran bayi kurikulum dengan mengumbar begitu banyak kekurangan kurikulum lama dan membaik-baikkan kurikulum baru dengan perbedaan yang bagai langit dengan bumi, (2) ceramah tentang teknis kurikulum baru harus dilaksanakan (tentang silabus yang belum jelas milik siapa dan sudah sah apa belum, tentang RPP yang juga belum bisa gambaran pelaksanaan di lapangan) (3) praktik mengajar apa adanya dan tak ada perbedaan sama sekali dengan yang lama (hanya ada istilah-istilah baru yang dipaksakan). (edukasi.kompasiana.com/2014/07/15/kemendikbud-nafsu-gede-stamina-memble-664365.html)

Sedikit membuat saya mau tertawa ketika membaca kalimat “(1) ceramah tentang alasan atau rasional kehadiran bayi kurikulum dengan mengumbar begitu banyak kekurangan kurikulum lama dan membaik-baikkan kurikulum baru dengan perbedaan yang bagai langit dengan bumi”. Wkwkwkwkwkwk…

Jika ada bintang pemain bola yang sudah mencetak goal 1000 kali, lalu sekali dia gagal, maka kebanyakan orang akan membicarakan kegagalan itu, bahkan pujiannya akan dialihkan pada pemain baru yang baru mencetak 10 goal. Begitulah manusia, manusia secara umum, termasuk yang menjelek-jelekkan kurikulum lama dan membangga-banggaka kurikulum baru buatannya. Mungkin saya keliru menilai.

Saya lulusan SMK (STM). Sekolah ini saya pilih atas dorongan ketakutan tidak bisa bekerja. Sebab, motivasi sekolah yang saya dapatkan sejak kelas 3 SD begitu. Sekolahlah agar mendapat kerjaan yang enak. Padahal saya sendiri menyukai sastra, suka baca dan menulis, suka binatang. Kacau sudah jadinya.

Promosi SMK waktuu itu adalah mencetak lulusan yang siap pakai. Masih ingat waktu guru olah raga melatih kami ala militer: lari, push up, sit up dengan tarjet tertentu, katanya agar mampu kerja mulai pagi sampai sore. Jalan pun harus gesip, sigap dan cepat. Sehingga, saya pun menjadi orang yang cepat jalannya.

Berita perubahan kurikulum saya dengar waktu kelas 2 SMK, tapi yang berubah hanya kelas 1 waktu itu. Jadi saya tidak kebagian. Katanya kurikulumnya berubah menjadi KBK. Saya pun bertanya-tanya pada adik kelas. “Hebat ya kamu, kurikulummu kan berbasis kompetensi, jadi kamu pasti lebih hebat dari saya?” Tanya saya. Yang saya Tanya malah menjawab dengan senyuman, “Semogalah,” katanya.

Tahun 2008 masuk kuliah setelah keluyuran tanpa pendidikan selama 3 ahun. Saya memilih FKIP Bahasa Inggris. Wah, ternyata sudah berubah menjadi KTSP. Apalagi nih? Tahun 2012 saya mengajar di SMP dengan kurikulum KTSP yang saya tidak begitu paham sepak terjangnya. Saat itulah saya mendengar kabar tanda kelahiran kurikulum 2013. Rekan-rekan guru pun mulai desas-desus tentang ini. “Belajar lagi, pelatihan lagi,” kata sebagian mereka.

Sebagai guru yang masih tergolong junior, saya kok merasa ketinggalan banget. Belum tuntas belajar kurikulum sebelumnya, lah, kok sudah diganti. Sempat putus asa, apa sebaiknya menekuni pendidikan nonformal, sebab setahu saya anak-anak yang intar di sekolah adalah hasil belajar tambahannya di lembaga kursus. Berperan di lembaga pendidikan ini sepertinya lebih baik.

Lembaga pendidikan nonformal juga mampuu mengurangi pengangguran yang cukup signifikan. Berikuut saya mengutip dari situs sebelah.

Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Wartanto, berpendapat bahwa lembaga kursus dan pelatihan turut andil dalam menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia. Dia lalu menunjuk data 2010 yang menyebutkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia masih berkisar di angka 8,14 juta jiwa. Jumlah tersebut turun di akhir 2011 menjadi hanya sekitar 7,7 juta jiwa.

Dari total peserta yang dididik lembaga kursus, sekitar 78 persen dapat bekerja dan sekitar 9 persen merintis wirausaha. “Ini luar biasa. Ini gambaran yang saya katakan dapat mengurangi pengangguran. Kursus ini sangat penting untuk menunjang (penurunan tingkat pengangguran) itu,” ujar Wartanto ketika mendampingi Direktur Jenderal PAUDNI, Lydia Freyani Hawadi dalam jumpa pers, Jumat (17/02) di Kantor Kemdikbud, Jakarta.
(home.hipki-kotatasik.net/lembaga-kursus-ikut-andil-atasi-pengangguran/)

Program wajib belajar 9 tahun sepertinya kurang tepat jika kurikulum berubah kurang dari 9 tahun. Lihat saja KBK tahun 2004, tahun 2006 sudah berubah menjadi KTSP, lalu tahun 2013 muncul yang baru lagi. Indonesia memang luar biasa. Saya berharap ada aktifis pendidikan yang mempunyai lembaga yang tidak mengikuti orang atau lembaga bingung. Katanya Pesantren Gontor tidak mengikuti program pemerintah, jika benar, semoga segera lahir yang lainnya, agar pendidikan di negeri ini tidak mencetak orang bingung.

Pengalaman Internet Dengan Axis di Daerah Jawa Timur Bondowoso


Baru kemarin saya membeli simcard baru Axis. Niat saya memang untuk mencoba internetan, setelah lama sekali tidak menggunakannya karena sinyalnya habis wal died. Tapi ternyata luar biasa, begitu saya coba konek dengan internet, sinyal yang muncul HSDPA. Awalnya saya kaget, kok ada kode xl, ternyata setelah baca di fans page nya memang udah merger sama xl.

Saya pun berselancar dengan kecepatan tinggi. Luar biasa. Tetapi, betapa terkejutnya setelah saya utak atik laptop tadi pagi. Saya coba browsing. Tiba-tiba sinyalnya UMTS. Wah, gawat. Tapi tetap saya gunakan untuk browsing dan semacamnya. Kecepatan masih cukup lumayan.

Beberapa saat kemudian berubah lagi menjadi EDGE. Saya mulai berpikir dan menganalisa. "Are you serious?" tanya saya pada ni simcard. Tentu saja menjadi saingannya becak speed-nya. Tapi tetap saja say gunakan. Dan, akhirnya tibalah saatnya menggali kubur. Mati total. Bukan hanya EDGE, tapi sama sekali tidak ada sinyal. Sempat sesekali muncul keterangan "Limitted Service". Batinku, "Koe ngejak guyon to?" Masak HSDPA turun jadi Limitted Servise? Itu pun kadang-kadang. Setelah itu, tamat alias mati total.

Saya coba simcard yang lain karena saya menduga modem atau kabel USB saya yang error. Ternyata IM3, As, dan SimPati lancar. Sinyal HSPA dan HSDPA, kecuali IM3 kadang-kadang UMTS. Alhamdulillah, berarti perangkat saya masih normal.

Beberapa saat kemudian saya coba lagi Axis. Wow, keren, sinyal jadi HSDPA. Luar biasa. Ngebut lagi ni internetan. Lalu, barusan kambuh lagi. Tidak tanggung-tanggung, langsung putus alias mati. KAdang muncul UMTS, tiba-tiba HSPA, lalu berubah HSDPA, lalu berubah mati. Kadang muncul limitted service.

Tapi, syukurlah, sekarang sudah lancar lagi. Tetapi, saya bingung untuk memberi kesimpulan. Mau dibilang cepat, memang iya, tapi musibah mungkin saja datang. Mau dibilang lambat, memang kadang-kadang iya. Mau dibilang statbil, kayaknya tidak cocok dengan kamus bahasa Indonesia. Mau dibilang tidak stabil, TERLALU kayaknya kalau dari HSDPA jadi mati. Atau mungkin tidak kuar panas ya simcard-nya? Mungkin saja.

Semoga tambah canggih aja. Semoga tambah sukses buat semua.

Konflik Israel-Palestina Berkepanjangan: Dimanakah Sang Pahlawan Sejati


konflik israel-Palestina, Relawan palestina, Korban Di Gaza
Cukup menarik membaca tulisan Kholda Naajiyah, S.Si, (Seorang peminat masalah sosial, khususnya wanita dan anak-anak) dengan judul Nasib Anak-anak dalam Konflik Bersenjata di situs (http://hizbut-tahrir.or.id/2008/07/27/nasib-anak-anak-dalam-konflik-bersenjata/). Kholda mengulas nasib anak-anak tak berdosa yang menjadi korban keganasan perang.

Berikut sekilas kutipan yang cukup menarik perhatian saya:

“Dari rentetan kekerasan, pembantaian dan pengalaman buruk lainnya yang dialami anak akhirnya dapat menaburkan benih perilaku anarkis, curiga, kasar, tertutup (introvert), penuh dendam, atau agresif dan selalu ingin mencari musuh. Bahkan, dampak yang lebih buruk lagi, mereka memiliki perasaan ‘wajar’ meniru berbagai kekerasan dan sifat anarkis yang dilakukan militer. Dampak psikologis seperti itu jelas berbahaya bagi suatu bangsa, dibanding sekadar kerusakan fisik. Kerusakan infrstruktur bisa dibangun kembali 1-2 tahun kemudian, namun ‘kerusakan’ mental anak tidak bisa dipulihkan, bahkan sepanjang hayatnya. Padahal, di tangan merekalah masa depan dan identitas suatu bangsa ditentukan. Bagaimana jika pelajaran kekerasan yang terpaksa ia terima di waktu kecil menjadi bekalnya untuk memimpin bangsa tersebut kelak?”

Benih peri laku anarkis tumbuh di jiwa-jiwa belia tersebut dan siap melahirkan kekerasan yang lebih kejam nanti. Benar, ini merupakan kerusakan yang buruk dari pada sekedar kerusakan fisik. Saya jadi teringat Carok (perkelahian) yang hampir menjadi budaya di Madura, tanah nenek moyang saya sendiri. Saudara yang berkunjung ke sana pernah bercerita pengalamannya selama seminggu keberadaannya di sana. Orang mati dipenggal sudah biasa terjadi, katanya (Tidak semua daerah, kebanyakan daerah pelosok) dan tidak ada proses hukum.

Menurut cerita para tetua, konflik mayoritas disebabkan oleh wanita. Wanita ibarat ratu. Namun yang menjadi perhatian saya adalah sebab membudayanya carok, bukan penyebab carok tersebut. Kata mereka para tetua, ikatan kekeluargaan di Madura sangat kuat, hingga ada sepupu, dua pupu, tiga pupu, dst. Mereka mengenal sekali leluhurnya dan siapa yang membunuh leluhurnya. Sebagai keturunan, mereka seolah berkewajiban membalaskan dendam. Menurut kabar, sekarang carok sudah hampir tidak ada lagi.

Kholda mengangkat konflik Israel-palestina dalam artikelnya. Konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini memang tidak ada habis-habisnya diberitakan. Bahkan keberadaannya sudah melahirkan banyak pahlawan dari berbagai penjuru dunia. Bahkan dari Amerika, Negara super power yang sering disebut sebagai pendukung Israel, yakni Rachel Aliene Corrie. Ia adalah seorang activist perdamaian AS yang mati dibuldoser Israel.

“Rachel Aliene Corrie (April 10, 1979 – March 16, 2003) from Olympia, Washington, was an American peace activist and diarist. She was a member of the pro-Palestinian group called the International Solidarity Movement (ISM). She was killed by an Israel Defense Forces (IDF) armored bulldozer in a combat zone in Rafah, in the southern part of the Gaza Strip, under contested circumstances during the height of the second Palestinian intifada.” (en.wikipedia.org/wiki/Rachel_Corrie).

Dari Negara-negara lain juga banyak yang rela mati di daerah konflik tersebut, termasuk Indonesia yang dikenal sebagai Negara dengan jumlah muslim terbesar ini.

“Presiden ACT Ahyudin dalam siaran pers di Jakarta, Jumat mengatakan tim terdiri dari tenaga medis dan logistik yang akan mengirim bantuan ke Gaza City serta anggota tim diminta membuat surat wasiat untuk keluarganya.” (republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/07/11/n8k3h4-act-berangkatkan-relawan-ke-palestina).

Di Bengkulu.

"Pendaftarannya telah kami buka sejak Sabtu lalu. Jadi sekalian relawan juga sebagai tim jihad untuk masyarakat Palestina. Ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai sesama muslim," ujar Pimpinan Ponpes Al Madinah, Sasri Poni, di Bengkulu, Minggu 13 Juli 2014.
(us.nasional.news.viva.co.id/news/read/521238-pondok-pesantren-ini-buka-pendaftaran-relawan-jihad-ke-palestina).

Luar biasa solidaritas mereka, nyawa pun dikorbankan. Mereka mengecam tindakan tidak berperikemanusiaan terhadap warga sipil Palestina. Mereka adalah pahlawan.

Namun, semoga bantuan untuk palestina tidak ada yang merupakan bantuan untuk membalaskan dendam. Jika ini yang terjadi, bisa jadi akan lahir perang dunia ketiga karena di semua Negara akan tumbuh benih dendam. Seperti yang banyak saya saksikan, relawan itu berteriak-teriak bahkan meski masih di negeri sendiri mengecam pelaku kekerasan. Secara manusiawi itu wajar. Manusia normal akan marah menyaksikan kebiadaban terhadap orang-orang tak berdosa. Bahkan ada orang tua yang menanamkan jiwa berperang pada anaknya yang masih belia. Mungkin menurutnya jihad berperang itu wajib. Semoga kita semua mendapat petunjuk Sang Pencipta.

Ibnul Qayyim rahimahullah membagi jihad menjadi empat bagian:
1. Jihadun Nafs (Jihad melawan diri sendiri)
2. Jihadusy Syaithan (Jihad melawan syaithan)
3. Jihadul Kuffar (Jihad melawan kaum kuffar)
4. Jihadul Munafiqin (Jihad menghadapi kaum munafiqin)
(islamdiaries.tumblr.com/post/4958668727/jihad-itu-apa-sih)

Khalifah Umar ra. pernah menyatakan ketidaksukaannya pada sikap agresif Khalid Bin Walid dalam perang, sebab Islam harus tersebar dengan damai tanpa dendam. (referensi film Umar Ibn Khattab).

Beberapa waktu lalu saya sempat mendapat teman facebook yang mengaku dari Palestina, entah beneran atau tidak. Saya menanyakan padanya, “Maukah anak-anak di Palestina diungsikan ke Negara lain dan belajar di sana?” Jawaban dia, “Tentu mau”. Mungkin pertanyaan saya ini konyol. Tetapi, menurut saya itu sangat bagus untuk perkembangan anak agar jiwanya tidak tumbuh bersama dendam.

“Masalah kesehatan mental yang diderita oleh Anak-anak Palestina akibat dari beberapa paparan terhadap peperangan dan kekerasan yang berkelanjutan dapat mengganggu kompetensi kognitif dan tingkah laku mereka (perkembangan sumber daya) termasuk: perhatian, konsentrasi dan daya ingat yang kesemuanya adalah dasar bagi pembelajaran dan pencapaian akademis. Kompetensi kognitif dan perilaku mereka menjadi penuh dengan penderitaan mereka dan digunakan untuk berjuang dan bertahan melawan penderitaan mereka daripada pertumbuhan dan kecakapan pengembangan tugas-tugas.” (idp-europe.org/eenet-asia/eenet-asia-9-ID/page32.php)

Kembali pada tulisan Kholda,

“... peperangan dibatasi dengan tata tertib yang sangat detail. Antara lain dilarang membunuh bukan pada waktu perang; orang yang tidak ikut perang tidak halal dibunuh atau dianiaya (misal wanita, anak-anak kecil, orang-orang jompo, pendeta, hamba sahaya dan pegawai).
Bahkan diharamkan berbuat kekejaman, membunuh binatang, merusak tanaman, mencemari sumur dan menghancurkan tempat tinggal serta menghabisi orang yang luka, mengejar orang yang lari atau menghabisi orang yang telah menyerah. Dengan cara demikian, korban yang berjatuhan baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak dapat diminimalisir. Bahkan kerugian material akibat kerusakan fisik dapat ditekan. Bagi negara yang melanggar, harus dikenai sanksi oleh mahkamah internasional. Jika perlu, kucilkan dari pergaulan masyarakat dunia.”

Mungkin seperti pertandingan Piala dunia antar kesebelasan. Jika mereka bertanding di sembarang tempat, bisa jadi bukan gawang lawan yang dijebol, tapi jendela rumah tetangga. Aturan perang diatas hampir sama. Seandainya aturan tersebut dipatuhi, tentu tidak akan ada korban warga sipil, terlebih anak-anak.

Tetapi, seakan mereka buta aturan, seperti singa di hutan saja. Jika sudah maunya untuk memangsa, siapapun akan diterkam. Mengingat begitu lama konflik yang terjadi, seolah ini bukanlah manusia yang berulah, tapi NAFSU, entah nafsu dendam atau nafsu keserakahan. Jika memang nafsu yang berulah, tentu untuk menghentikannya haruslah dengan senjata yang mampuu membunuh nafsu, bukan senjata yang hanya bisa membunuh manusia. Sudah berapa generasi yang merasakan penderitaan konflik tersebut? Sudah tak terhitung.

Banyak orang menuduh Islam sebagai agama perang. Namun, akhir-akhir ini saya sering menonton video yang menayangkan konflik di Ukraine. Wanita dan anak-anak juga menjadi korban di sana. Ada video yang menayangkan seorang anak yang berpangku pada tangan ayahnya, “I just miss my dog”, “Aku hanya rindu anjingku,” katanya. Sebenarnya dia tidak hanya merindukan anjingnya, tapi ia rindu kedamaian bersama anjingnya, dia rindu semua kenangan di kedamaian.

Menurut saya, ini bukan soal agama. Konflik Ukraine jelas bukan Islam yang berulah. Tetapi ini soal mental, menurut saya. Apapun agamanya, jika ia tidak terdidik, maka sangat mungkin ia menjadi manusia yang haus kekacauan.

When Facebook Mobile Came To Our Lives

facebook mobile, facebook cell phone, facebook phone
Remember the story of Facebook mobile when the first time we could access it through our small tools, cell phone. It was so cool.

Facebook mobile was launched in 2007. It allows users to access Facebook from their phones. They can view and update their pages through web browser, e-mail, text messages, or downloaded applications. Since that it became easier to be engaged with friends on Facebook. Users don’t need to bring a heavy laptop or sit on the chair in front of their PC computers.

Users can use text and picture messaging to post on their wall, update status, and upload photos. But, they can not see friends’ updates. They must log in to the mobile web site.

Then good news came in May 2010 when Facebook launched “Facebook Zero”. It allows users to access Facebook for through mobile web site. Since that time users could access Facebook mobile for free through their phone. Many people more care of their cell phone than someone beside them.It means this new feature changed the life style.

Politik: Pertunangan Pun Dibatalkan Hanya karena Beda Pilihan

politik, kampanye, pemilu
Sama seperti perusahaan yang hendak mengenalkan produk baru, para calon elit politik memperkenalkan diri dengan mempromosikan diri, visi-misi, janji-janji, dan semacamnya. Banyak cara dilakukan untuk menarik perhatian rakyat agar tertarik untuk memilihnya.

Rakyat yang merasa akan mendapat keuntungan dari perilaku promosi mereka tertarik. Entah merasa mendapat untung materi atau kedudukan. Tidak sedikit orang-orang yang menjadi kepercayaan anggota legislatif menjadi sangat terhormat di masyaraakt, bahkan bisa bertindak semaunya.

Tidak jarang demi hal tersebut rakyat rela mengorbankan hubungan kekerabatan. Dulu di daerah saya sempat terjadi perpecahan dalam perayaan Maulid Nabi. Warga dalam satu RT yang biasanya merayakan Maulid Nabi bersama tiba-tiba berubah, alasannya karena sebagian dari mereka berbeda pilihan partainya.


Contoh yang lebih parah terjadi sekitar setahun lalu. Di desa sebelah ada pemilihan kepala desa. Dua orang tua yang akan berbesanan (Kedua anaknya bertunangan) rela menggagalkan pertunagnan putra-putrinya hanya karena beda pilihan. Padahal, jika yang didukung berhasil, belum tentu ingat pada dukungannya.

Para pendukung itu seakan sudah sangat biasa sekali saling hina satu sama lain. Padahal negara ini adalah negara yang berketuhanan. Semua agama tidak mengajarkan hal tersebut. Atau mungkin sudah menjadi negara berkeuangan?


Hari Lumpur Di Wayne, Michigan

Hari lumpur, Michigan, Wayne
Ada-ada saja manusia ini. Lumpur pun ada hari khususnya. Nanti mungkin juga akan menyusul hari kerikil, pasir, dan saudara-saudaranya. Di Wayne anak-anak bermain dan berlomba di lumpur seluas 70 x 150 kaki dengan kedalaman 1,5 kaki. Pemenangnya akan menjadi raja dan ratu lumpur.

Bahkan ada yang merayakan pernikahan di situ. Wah, bahaya kalau mengenakan gaun berwarna putih. Tapi, cukup menarik kalau ingin menikmati summer di sana.

Animal Welfare In The Story Of Muhammad PBUH

animal welfare, Muhammad, Quran
One day a man took a young bird. This act caused distress to the bird mother. He is a companion of Muhammad PBUH. Knowing about this, Muhammad PBUH ordered him to return that young bird.

As written in Saheeh Muslim book, a Companion of Muhammad PBUH narrated the story as follow:

“We were on a journey and during the Prophet’s absence, we saw a bird with its two chicks; we took them. The mother bird was circling above us in the air, beating its wings in grief. When Prophet Muhammad returned he said, “Who has hurt the feelings of this bird by taking its chicks? Return them to her.”



Muhammad PBUH also prohibited Muslim using life animal for game such as making it as a target for arrows. It is allowed to kill animal just in need of food. We all know that lions in jungle hunt other animals only when they are hungry.

Muhammad PBUH also said, "If someone kills a sparrow for sport, the sparrow will cry out on the Day of Judgment, “O Lord! That person killed me in vain! He did not kill me for any useful purpose." (An Nasai)

Another story about how Muhammad gave an example treating animal in a best way. One day a cat fell asleep on robe of Muhammad PBUH. Muhammad did not disturb that cat, but he cut off his robe and let the cat continue its sleep. My ex-teacher told a different story about this. He told me that the cat fell asleep on the rug where Muhammad usually performs Sholah. Muhammad PBUH who wanted to pray took scissors and cut the rug. Then, he performed Sholah in another place.

Animals are like human, though not completely the same. In Quran God explains:

"And there is no creature on the earth or bird that flies with its wings except that they are communities like you. We have not neglected in the Register a thing. Then unto their Lord they will be gathered." (Al-'An`ām, 38)

"Do you not see that Allah is exalted by whomever is within the heavens and the earth and by the birds with wings spread in flight? Each of them has known his means of prayer and exalting Him, and Allah is Knowing of what they do." (An Nuur, 41)

There are a lot of stories about how to treat animals, but I could not write all stories here. This story has been clear enough for us, for Muslim especially, that we should protect animals from violence.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Mau Jadi Presiden

Menarik juga mengikuti perkembangan politik di negeri ini. Di mata masyarakat politik ibarat jurang pembuangan kotoran sapi. Mungkin itu berlebihan. Tetapi jika ada seorang yang terhormat, entah karena kiprahnya di bidang sosial atau seni, dsb, lalu ia mau terjun atau sudah terjun ke dunia politik, "Sayang sekali ya...," begitu komentar masyarakat. Anies Baswedan juga menyinggung soal ini dalam pidatonya di YouTube.

Banyak sebenarnya aktivis kemanusiaan yang begitu gettol memperjuangkan kemanusiaan, tetapi menjauh dari dunia politik, membiarkan orang tidak baik saja yang menjalankan politik di negeri ini.

Ada satu tokoh politik yang unik dan luar biasa, menurut saya. Unik karena baru kali ini ada. Luar biasa, karena semangatnya dan karakter yang dimilikinya. Beberapa videonya saya tonton hingga larut malam. Tetapi, manusia tidak akan bisa menjadi baik tanpa pemberian Tuhan. Tuhanlah yang mengkaruniai itu semua. Beliau adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Basuki Tjahaja Purnama, Ahok, Presiden Indonesia

Analisa saya tentang beliau:

Teladan dari orang tua

Orang tua Pak Ahok seorang pengusaha yang sudah biasa membantu rakyat miskin di daerahnya. Ini menurut cerita beliau. Sebagai anak, tentu saja beliau mewarisi semangat ini. Setiap anak akan selalu meniru orang-orang di sekitarnya.

Fakta kesejahteraan masyarakat di sekitarnya

Menurut cerita beliau juga, ketika perusahaan orang tuanya bangkrut, beliau tidak bisa lagi membantu masyarakat miskin. Tetapi masyarakat miskin sudah terbiasa minta bantuan pada beliau. Secara alamiah, manusia akan sangat terpanggil untuk berusaha menolong. Mereka sudah seperti anak yang minta bantuan pada orang tuanya.

Tahu caranya

Beliau tahu dan paham bagaimana caranya menyejahterakan rakyat, meskipun tidak 100% benar, tapi setidaknya tahu kebutuhan rakyat.

Kepribadian beliau memang terbangun dengan bagus oleh lingkungan keluarga yang dermawan. Ini memang manusiawi, bukan karena agama. Orang yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang agama pun belum tentu mampu menjalankan semua perintah agama dan menjauhi segala larangannya jika kepribadiannya belum terdidik. Semua manusia perlu belajar dan berlatih. Pak Ahok terlatih dalam urusan kemanusiaan, makanya tidak ada susahnya bagi beliau menolong rakyat. Mungkin sudah jadi hobi.

Dalam menjalankan tugas ceplas-ceplos

Kata orang suka ceplas-ceplos. Kalau saya lihat di YouTube memang benar begitu. Tetapi, di dunia ini berlaku hukum sebab akibat. Kenapa beliau begitu? Karena tujuan beliau bukan menduduki jabatan, tapi menyelesaikan masalah. Itu MANUSIAWI sekali. Semua orang akan begitu ketika sedang bekerja menyelesaikan masalah. Dia akan melakukan apa saja untuk menyingkirkan segala hambatan dan gangguan.

Berbeda dengan mereka yang tujuannya adalah menduduki jabatan atau berkarir di dunia politik, mereka pasti banyak pertimbangan dalam menjalankan tugasnya. Dan itu juga manusiawi, setiap manusia pasti akan selalu menjaga yang dimilikinya. Mereka sedang memiliki jabatan di pemerintahan, pasti akan dijaga, meskipun harus sedikit mengabaikan kepentingan rakyat. Beda dengan Pak Ahok, bahkan beliau pernah bilang ingin segera selesai dan keluar.

Pak Ahok Mau jadi Presiden

Barusan saya baca di website liputan 6 tentang ucapan spontan beliau mau jadi presiden. Sebenarnya hanya ucapan spontan setengah bergurau saja. Berikutu pernyataannya:


"Nanti DPR studi banding lagi tuh cuma mau ubah UU. Makanya gua mau jadi presiden kalau kayak gitu. Udah kesel. Itu masalahnya. Menurut aku urus negeri ini nggak susah. Asal lu nggak ada kepentingan dan lu nggak takut hilang konstituen. Taat konstitusi aja," 

Itu juga alami sekali bagi orang dengan karakter seperti beliau. Beberapa teman saya yang karakternya seperti beliau juga begitu. Ketika sedang mengerjakan sesuatu bersama-sama, mereka selalu tidak sabar melihat rekan-rekan yang tidak bisa bekerja dengan baik. Tetapi, mereka tidak protes, melainkan bilang, "Biar aku saja". Begitu juga dengan Pak Ahok. Nggak umes kata tetangga saya.

Kekurangan beliau menurut saya:

Kurang pertimbangan dalam bersikap

Wajar saja karena beliau adalah seorang pebisnis. Tujuan berbisnis adalah dapat untung berupa materi. Menurut pengamatan saya, beliau menjalankan pemerintahan seperti menjalankan bisnis, yang penting berhasil. Padahal hidup ini kompleks. Menjalankan pemerintahan bukan hanya menyelesaikan masalah yang ada dan mengenyangkan rakyat, tapi jauh lebih dari itu. Ini adalah kehidupan manusia dengan berbagai aspek.

Rakyat memang ingin terbebas dari masalah, tapi bukan berarti kebutuhan rakyat mutlak merupakan cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimana jika rakyat ingin hidup bebas seperti binatang? Tentu tidak bisa dituruti kan.


Waktu dan tempat kurang tepat

Mengingat di negeri ini mayoritas beragama islam, tentu jika beliau terlalu di atas akan menyebabkan kemudhoratan lain. Setiap umat beragama, baik Kristen, Hindu, Budha, Islam wajib menjalankan perintah agamanya dan menjauhi larangan agamanya. Jika tidak, berarti di negeri ini tak ada agama. Itu sama saja dengan berbohong, ngaku beragama tapi tidak mematuhi aturan agama. Pak Ahok tidak suka dengan orang macam demikian.

Akan tetapi, saya tidak mengatakan beliau tidak bisa jadi presiden, sebab pemerintahan negeri ini kan dari dan oleh rakyat, berarti ... ... ...

Fiction Dialogue Kill Me After I Give You Money

Fiction, short story
I watched a lot of video about chaos in this planet such is in Ukraine, Iraq, etc. This situation inspires me to write a fictional dialogue

Slaluben: Sla, do you remember how my grandpa told us the story of world war?

Slalusa   : Hahahahaha... It was so funny.

Slaluben: What? Why do you think it's funny? Millions people died.

Slalusa   : He told us that our army used pointed bamboo to kill their enemy. While the enemy used gun, but they were defeated.

Slaluben: Then, is that funny?

Slalusa   : No, no. it was great. I imagine you're my enemy. You have gun, but you can not make gun.

Slaluben: You want to use bamboo.

Slalusa   : No, no, no. I can make gun and sell it to everyone. One day you have no bullet anymore and I am broke. Then, you come to me and want to compromise, "Don't kill me now, I want to buy some bullets. You need money, right?" Hahahahahahaaa...

Slaluben: Do you think it's funny?

Slalusa   : No. Just fun.

A proverb said, "Playing water cause you wet, playing fire cause you hot."

Powered by Blogger.

Blog Archive

 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT