Tak Usah Bertanya Jika Tak Butuh Jawaban

Aku tak hendak menggurui
karena pangkatku memang bukan guru

Aku tak mengajari
karena yang aku punya tak lebih

Tetapi aku tahu
sesuatu waktu lalu
sudah berlalu
bisa jadi pantas atau tidak untuk ditiru

Aku melihat orang-orang teriak-teriak
wajahnya cemberut tak ceria
seakan menatap dunia banyak cerita laknat
katanya ini salah dan ini tak benar
begitu teriaknya
sambil mondar-mandir ketimur dan kebarat

Seekor semut yang bersembunyi karena takut terinjak bertanya
tapi tanpa suara

"Kau tak suka segala di sekitarmu, kenapa kau di sini?"
"Kau melihat banyak keburukan, kenapa kau bisa tahu? Jadi orang bodoh saja agar tak tahu."
"Kau kesal? Untung kau masih bisa merasa."

Orang-orang itu menjadi tontonan burung-burung di puncak pohon
yang setiap pagi menyanyikan lagu-lagu indah
tetapi kala itu mereka berbalik jadi penonton
menghentikan nyanyiannya tentang keindahan

Battery Tahan Selama 18,5 Jam, Inilah Lenovo’s new Yoga 8 tablet

Perlu penyimpan daya agar bisa online lama? Perlu, agar tidak bolak-balik charge karena daya batery habis. Tetapi, para ahli teknologi akan selalu berkreasi untuk memenuhi kebutuhan pecinta atau konsumen teknologi.

Sebelumnya para produsen tablet bersaing mendesain layar yang bagus untuk merebut hati pelanggan. Mungkin sudah banyak kita temui. Tetapi, satu tantangan lagi bagi para produsen, yakni ketahanan battery.

Lenovo telah sukses menjawab tantangan tersebut. Lenovo telah berhasil menciptakan tablet dengan ketahanan battery yang bisa tahan hidup selama 18,5 jam.

Keren kan?

Coba bandingkan sama tablet Apple iPhone 5 - 16 GB - Hitam

Penanganan DOD Pada 2 Minggu Awal

Berikut sedikit tips penanganan/pemeliharaan anak itik/DOD di minggu awal:
  • -Perlu pemanasan yang terus-menerus. Bisa menggunakan pemanas lampu/dop, pemanas mitan (minyak tanah), pemanas LPG, dan pemanas dari briket batu bara. 
  • -Jangan lupa untuk selalu menyesuaikan temperatur kandang dengan pertumbuhan anak itik. anak itik butuh suhu ruang 350C pada usia 1 minggu, terus menurun hingga 180C pada usia 1 bulan
  • -Kandang ditutup terpal pada malam hari
  • -Pemberian pakan sebaiknya sedikit demi sedikit tapi sering;  protein: 20%
  • -Pemberian pakan umur 0-1 minggu = 100g/minggu/ekor, umur 1-2mgg=200g/mgg/ekor
  • -Usahakan pakan habis dalam waktu kurang dari 1 jam agar tidak menjadi sumber penyakit
  • -Hindari pemberian pakan yang sudah basi atau berjamur
  • -Berikan vitamin dan antibiotika untuk merangsang nafsu makan, keseragaman pertumbuhan dan pencegahan penyakit.
  • -Kepadatan pepulasi sebaiknya 18-30 ekor/m2 agar tidak stress atau bahkan mati
  • -Atur sirkulasi udara untuk keseimbangan kadar CO2 dan O2. Di usia ini, anak bebek peka terhadap penyakit pernapasan
  • -Alas sebaiknya berlubang agar kotorannya langsung jatuh, tapi tidak mmembuat kaki anak itik terjepit.
  • -Lakukan cucihama kandang secara teratur
  • -berikan vaksinasi yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungan tempat itik dipelihara.

Generasi Terbaru Koneksi Nirkabel - Apple iPhone 5 - 16 GB - Hitam


iPhone 5 mendukung lebih banyak jaringan di seluruh dunia yang termasuk koneksi jaringan yang lebih hebat seperti HSPA, HSPA+ dan DC-HSPA. Browsing, download dan streaming konten dalam kecepatan ultra. Koneksi dual-band 802.11n juga mengakselerasi pengalaman pemakaian Wi-Fi pada iPhone 5 sampai dengan 150 Mbps.

Prosesor canggih, kamera menakjubkan, desain menawan. Merupakan iPhone tertipis, teringan dan tercepat. Bagian belakangnya dilapisi dengan aluminium yang membuatnya begitu kokoh sekaligus elegan.

iPhone 5 memiliki ketebalan hanya 7.6 millimeter. Untuk itu Apple menciptakan simcard yang berukuran lebih kecil dari sebelumnya yaitu nano-SIM, lebih kecil hingga 44 persen dibandingkan dengan micro-SIM dan teknologi LTE yang menggunakan dua chip yang berfungsi satu untuk suara dan satu untuk data.

Dengan teknologi nirkabel LTE walaupun iPhone Anda lebih tipis dan ringan tetapi daya tahan baterai menjadi lebih bertahan lama tidak cepat habis.

Koneksi data yang lebih dan sangat cepat dari sebelumnya. Teknologi nirkabel LTE pada iPhone 5 menjadikan koneksi internet Anda lebih cepat dan masa hidup baterai lebih lama, hal yang sangat Anda butuhkan bagi sebuah smartphone.

Konektor Lightning

Anda akan mendapatkan sebuah konektor yang biasa digunakan untuk menngisi daya iPhone 5 dan sinkronisasi data yang bernama ""Lightning"". Konektor Lightning ini berukuran 30% lebih kecil dibanding konektor iPhone yang pernah dirancang sebelumnya.

Sistem Operasi iOS 6

iPhone 5 Anda sudah terinstall oleh sistem operasi terhebat didunia, iOS 6. pada iPhone 5 dengan iOS, Anda akan menemukan aplikasi yang sudah tersedia (built-in apps) yang berteknologi intuitif yang Anda butuhkan sehari-hari, seperti teknologi sentuhan ganda (Multi-Touch) dan Siri yang membuat setiap iPhone sangat intuitif.

iOS 5 sudah Anda dapatkan dengan gratis pada iPhone 5 Anda sehingga saat Anda membuka iPhone 5 baru Anda, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 fitur baru untuk membuat hari Anda lebih baik dari sebelumnya.

iOS didesain dengan sederhana dan indah sehingga membuat Anda sangat mudah menavigasi setiap aplikasi, selain itu Anda dapat juga mendownload lebih dari 700.000 aplikasi lainnya yang tersedia pada AppStore.

iOS sangat mudah untuk Anda update hanya dengan menggunakan koneksi nirkabel, dan iPhone Anda akan memperingatkan apabila ada software update terbaru, sehingga Anda tidak akan ketinggalan fitur terbaru pada update terbaru. selain itu iOS 6 memiliki pilihan 30 bahasa, kamus 35 bahasa, Voice Control yang mengerti 20 bahasa, 30.000 karakter tulisan China, 30 braille display dan banyak lagi.

Saham Facebook Mau Dijual

Mark Zuckerberg akan menjual 41,4 juta sahamnya.

Zuckerberg merencanakan untuk mendonasikan 18 juta saham facebook di akhir tahun. Dia dan istrinya Priscilla Chan merupakan orang kedua yang terkenal karena kedermawanannya di US akhir tahun ini, menurut ranking oleh The Chronicle of Philanthropy. Warren Buffett adalah yang menduduki peringkat satu.

Saham tersebut rencananya akan dinonasikan kepada Silicon Valley Community Foundation yang sebelumnya sudah pernah menerima 18 juta dari Zuckerberg akhir Desember.

Sumber: cnn com

Atap Apollo Teatre di London Roboh

Beberapa pengunjung mendengar suara kreek.. dan mengira suara tersebut adalah bagian dari adegan teater. Kemudian ada yang melihat atap yang hendak jatuh "Lihat..!!" Tetapi terlambat.

Kurang lebih 720 pengunjung di tempat dengan kapasitas 775 kursi tersebut. Semua panik atas peristiwa terebut. Peristiwa tersebut melukai lebih dari 40 orang. Ada pengunjung bersama anak dan istrinya yang sangat bersukur karena selamat dari bencana tersebut.

Korban terluka segera dibawa ke rumah sakit.

Kecelakaan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Semoga tidak terulang lagi.

SumberCNN com


Info harga modem GSM/CDMA terbaru:

GSM

Modem ZTE MF683 Speed 42Mbps Rp 370.000
Vodafone K5005 up to 100Mbps Rp 725.000

Modem Huawei E353 MoldCell HiLiNk Rp 300.500
ZTE MF70 Modem + Wifi 21.6Mbps Rp 420.000
Modem ZTE MF691 Speed 21Mbps Rp 290.000

Modem ZTE MF656 14Mbps logo VOILA Rp 235.000

Modem Huawei E176 logo HUAWEI Rp 240.000
Modem Huawei E1752 Rp 245.000
Modem Huawei E171 Rp 240.000
Modem GSM Huawei K3715 Rp 245.000
Modem GSM Huawei E160 Rp 240.000
Modem ZTE MF636 Rp 220.000
Modem GSM Huawei E173 orange Rp 235.000
Modem Huawei E510 Rp 230.000
USB Modem HSDPA Huawei E169 Rp 225.000

CDMA

Modem CDMA evdo Smartfren EC176-2 Rp 285.000
Smartfren EC306-2 EVDO Rev.B Rp 495.000
AirFlash USB modem EVDO Rp 160.000
Smartfren Haier CE81B EVDO Rev.B LOCK Rp 360.000

*Berminat? sms/whatsapp 081578729803

A Mission

Demi sebuah misi

Film Keluarga Islam

Selalu terdengar suara film di ruang tamu dari kamar, tempatku berkarya.

Kali ini suaranya berkisah tentang suami islami yang sedang dikhianati istrinya karena sedang diuji rejekinya. "Astaghfirullahal'adzim..." berulang kali ia kumandangkan. Sesekali berdoa pada Allah agar diberi pertolongan-Nya.

Rupanya sang suami adalah lelaki yang taat beribadah, namun kurang memahami ajaran islam. Apa orang lapar bisa kenyang dengan berdoa??? Seorang ustadz pernah menyampaikan bahwa sunnatullah harus diikuti. Jika lapar, harus makan. Itu sunnatullah.

Film tersebut berkisah tentang salah seorang penganut agama islam yang kurang memahami ajaran islam. Ia hanya bisa berdoa, beristighfar. Tidak ditampakkan semangat silaturahimnya. Ia juga tidak ditampakkan sebagai seorang muslim yang selalu semangat belajar dan meningkatkan pengetahuan agamanya. Jadi hanya beristighfar tanpa usaha perbaikan, hanya berdoa tanpa kerja keras. Juga tidak ditampilkan sholat berjamaahnya di masjid dan mendengarkan kultum. Tidak ada adegan demikian. Hanya istighfar dan doa.

Film yang insya Allah luar biasa.

Semoga penonton bisa mengambil pelajaran dari kisahnya, bukan hanya menikmati indah lantunan soundtrack lagu islami yang mengiringi kisahnya.

Jawab di Hati Saja

Apakah ketika Adam As. diturunkan ke bumi ini bersama Hawa, dunia ini sudah dalam keadaan tertata rapi?

Suka mengkritik, Kritis atau suka mengeluh?

Coba cermati kisah berikut:

  1. Suatu pagi Deno ngasih roti ke adiknya, "Kok cuma satu, Kak?!"
  2. Jam 6.45 Deno ngantar adiknya ke sekolah, "Kakak terlalu cepat naik motornya."
  3. Pulang sekolah, Deno membelikan adiknya bolpen hitam, "Kok gk dibelikan yang biru?"
  4. Sore hari Deno ngasih adiknya es krim, "Kemarin aku ingin sekali, gk dibeliin!"
  5. Malamnya Deno bantu adiknya ngerjakan PR, "Kemarin malam kakak gk ngajari adik."

*Coba perhatikan respon adik Deno. Ia kritis atau suka mengeluh???

Tuhan senantiasa memberi kita nikmat, begitukah sikap kita??? Semoga tidak.

Syukur itu menambah nikmat, sementara keluhan mengurangi nikmat.

Profesor? Saya Kira Mahasiswa Baru yang Baru Ikut Organisasi

Hahahahahaa....
Haduuuhhh.... Aku menertawakan diri saya sendiri.
Ilmuwan harus dihormat, dia lebih mulia.

Saya tidak sengaja, membaca tulisan yang menurut saya kurang enak dibaca. Saya kasih saran cara penyampaiannya. Eh, malah dibantah seperti mendebat. Saya tersenyum. "Objek baru untuk belajar psikologi ni," pikir saya. "Praktek gratis". Saya respon. Tambah panas. Wah, luar biasa. Saya kira memang masih mahasiswa baru. Ya... saya pun berkata-kata seenaknya. Bahkan sempat menggurui. Tetapi seru, jadi banyak nampak kepribadiannya.

Uppsss...!!

Kata teman-teman yang pernah jadi TKI di Taiwan, pelajar di sana dihormat, kedudukannya mulia. Apalagi profesor. Kok malah dijadikan alat praktek membaca karakter.

Saya baru tahu kalau beliau adalah profesor ketika membaca komentar yang menyebut beliau profesor.

Aduuhhhh...!!

Saya search di google, ternyata beneran. Beliau udah bapak-bapak. Hmm...

Jadi takut yang mau ketemu. Hehe...

Tetapi,

Mungkin karena saya terbiasa dekat denan profesor yang menurut saya luar biasa. Sehingga saya menganggap yang lain dalam biasa. Entahlah...

Seharusnya saya bangga Indonesia punya banyak profesor, kok malah di anu anu ...

Tetapi, beliau yang saya salah duga memang luar biasa, hanya caranya yang membuat saya salah pandang. Mungkin karena beda budaya.

Harus lebih hati-hati ni...

Wanita Itu Makanan. Objek Kenikmatan. "Ibu?"



Dialog pagi

Sa: Dah baca koran?
Ba: Mata gua sakit kalau baca koran, pake IT, lue lihat kompas.com, ni (nunjukin ipad-nya)
Sa: Wah, wah, wah... cantik-cantik banget.
Ca: Bini lue gak ada apa-apanya.
Sa: Bener juga lue. Kalau sama mak lue, cantik mana?
Ba: orang tua dibawa-bawa. Darah daging lue tu dari sono. Hormati ibu. Dasar...!!
Sa: Lah, kan perempuan juga. Nikmat juga kan? Lezzzzaaaat...
Ca: Error ni orang. Belum tahu rasa sepatu gua ya?!
Sa: Memangnya para contestant Miss World gak bakal jadi ibu?!
Ba: Itu kan nanti. Sekarang kan masih smmmmmriwing, jadi nikmati dulu keindahannya. Enak buat sarapan nih...
Da: Dah pada gila ni orang. Ntar kena adzab gua. Pergi aja
Ba: Emangnya lue alergi wanita?! Pergi aja sono
Ca: Gak usah ngotot gitu, Sa! Biasa aja lihatnya. Sama bini lue merrem, gak buka mata
Sa: Mang urusan lue...?!!
Ba: Sa, katanya lue dulu dapetin bini lue pake dukun? Gimana kalau dukunin para kontestant Miss World? Gua kan udah duda.
Ca: Lue emang udah duda, Ba. Tapi anak-anak lue kan butuh ibu. Ibu itu wanita penyayang, yang selalu sibuk merhatiin anaknya. Kedudukannya terhormat.
Ba: Memangnya para contestant Miss World gak terhormat?
Sa: Ya terhormat juga bagi anaknya. Bagi bapaknya, hmmm...
Ca: Tak bilangin bini lue, kapok lue...!
Sa: Bilangin aja sono. Makanan itu harus variatif, Ca. Menu sarapan sama makan siang itu beda. Buta selera lue.
Ca: Memangnya Emak lue berapa?
Ba: Eh, udah udah udah udah... Udah tua, ribut melulu. Ingat waktu anak-anak dulu, nagis minta gendong sama emak lue
Ca: Makanya, carikan emak yang baik anak-anak lue tu... jangan mikir casing mlulu.. ntar lebih tua anaknya.
Sa: Hahaha... hahaha...
Ca: Napa ketawa lue?
Sa: Ndak kenapa-kenapa.
Ba: Anak-anak gua cariin emak. Emak lue kan baik, Ca. Buat gue, tak dukunin tu 3 kontetant Miss World. Hehehe... Jatahnya kan Emmmmmpat...
Ca: (Mendelik pada Ba) Apa lue bilang?!
Sa: Tthing...!! Kontes perebutan kontestant Miss World dimulai secara tidak resmi...!!!

Pulsa Gratis Dari Mcent

Pulsa gratis, jika ragu, search dulu di google
PULSA GRATIS MCENT PENIPUAN
Lihat bagaimana hasilnya?

Bukan penipuan kan?

Cara Daftar Di Mcent
=> Pertama Masuk Disini
=> Kemudian Masukkan Nomer Hpmu Yg Masih Aktif
=> Dengan segera kamu akan dikirimi kode konfirmasi lewat sms
=> Setelah itu masukkan kode konfirmasinya atau langsung ketautan yg dikirim lewat sms tadi
=> Lalu isi langkah berikutnya seperti nama, tempat tinggal dll
=> Jika ingin sign up dengan cara lain seperti log in lewat facebook
=> atau kamu klik " sudah menjadi anggota? masuklah "
=> scroll kebawah akan ada tulisan " bukan anggota?bergabung sekarang"
itu alternatif agar kita tidak usah keluar opmin untuk cek sms

Cara Agar Dapat Pulsa
Ada dua cara :
1. Mengikuti survei yg diadakan mcent
=> Pertama masuk ke mcent, biasanya langsung dapat survei dengan mengisi beberapa pertanyaan dan dapet Rp. 2000 tapi tidak bisa langsung ditukar dengan pulsa harus menunggu survei berikutnya biar saldonya sampe Rp. 5000
=> Jadi kamu harus sabar sampai pihak mcent mengirim email untuk ikut survei lagi

2. Mengajak Teman Untuk Ikut Bergabung Dengan Mcent
Ini adalah undian dengan hadiah pulsa Rp. 100.000,- untuk 50 pemenang setiap diundi. Lumayan kan.

Jika ada satu orang yg sign up melalui link unikmu itu artinya kamu dapat satu kupon untuk diundi pada waktu yg sudah di tentukan!! bayangkan jika ada 100 orang yg sign up lewat linkmu, bisa ikut undian 100 kali
=> Caranya klik My Offers >> enter to win >> catat link unikmu contoh : http://mcent.com/ref/HI5ZHJ/
=> Lalu promosikan ke temen-temen fb, twitter atau forum

Jadwal Sholat

Kanker Usus Besar

Kanker ini merupakan yang umum ketiga yang menyebabkan kematian. Terjadi ketika sel-sel menjadi abnormal, yakni Jika se-sel tetap terus membelah ketika sel-sel baru tidak diperlukan, suatu massa dari jaringan terbentuk. Massa dari jaringan ekstra ini yang disebut suatu pertumbuhan atau tumor, ada yang ramah (tidak berbahaya) ada yang ganas (berbahaya).

Di Singapore, kanker usus besar sering menjadi penyebab kematian, terutama pada penduduk berkebangsaan cina. Kanker ini dapat menyerang berbagai usia, namun lebih sering pada usia 50an.

Gejala-gejalanya:
  • nyeri di perut
  • benjolan di perut
  • banyak buang air besar dan perubahan bentuk fases
  • anemia dan gejala kronis akibat penyerapan racun
Wah, menakutkan juga ya.

Kesehatan memang mahal. Jaga kesehatan. Ada beberapa buah yang bisa mencegah munculnya kanker usus besar, berikut:
  • makanan tinggi folat
  • susu
  • alpukat
  • cokelat
Selain itu, pola hidup juga sangat menjamin kesehatan kita. Atur poa hidup sehat kita.

referensi 1
referensi 2
referensi 3

Wanita Berbadan Pendek, Bersyukurlah

Aneh-aneh saja

Banyak wanita merasa tidak pede karena postur tubuh yang pendek. Bahkan ada yang pake higheel yang tingginya separuh betis. Waduh. Ingin kelihatan tinggi. Ada yang pake baju liris atas ke bawah, biar tampak tinggi.

Ingat, segala sesuatu ada hikmahnya.

Baru saja membaca situs asiaone tentang hasil penelitian terhadap resiko kanker yang dilakukan oleh American Association for Cancer Research, ditemukan bahwa wanita tinggi lebih beresiko terkena kanker. Wah, gawat. Padahal, tinggi itu identik dengan kecantikan, katanya.


Dalam penelitian tersebut tidak disebutkan berapa tinggi yang dimaksud. Tinggi itu kan nilai, nilai adalah ukuran, yaitu suatu perbandingan. Kita bisa mengatakan di B ini tinggi sekali, karena kita tidak pernah melihat wanita yang lebih tinggi dari B. Andai saja kita sudah sering melihat yang lebih tinggi dari si B, nilai yang muncul bukan tinggi lagi, tapi "Si B itu pendek".

Namun, tinggi bukanlah satu-satunya penyebab kanker. Pola hidup justru lebihh penting.

Sumber

Pakan Sapi yang Tahan Disimpan Setahun

Baca judul di atas, ini solusi beternak agar lebih hemat waktu, bisa usaha lainnya juga.

Kekurangan hijauan sering jadi masalah di musim kemarau. Kalau ternak sapi 1, 2 ekor mungkin tidak terlalu masalah, tapi kalau sudah 20 ekor? atau lebih? Wah, gawat?

Bagaimana kalau pas musim hujan ngarit sebanyak-banyaknya, lalu disimpan, pas musim kemarau dikasikkan sapinya. Paling sapinya ngelirik sambil mbatin, "Lho ni belum tahu gua ya...!" hehehee...

Kasihan dikasih daunan kering, gisinya hampir tidak ada, sulit dicerna juga.

Lalu?

Tahu tape kan? Kotaku dikenal dengan kota tape. Makanan yang dibuat dengan proses fermentasi. Lebih awet memang.


Nah, proses ini menjadi solusi buat peternak. Bukan hanya menjadikan awet, tapi juga meningkatkan kualitas gisi. Bahan yang difermentasi adalah jerami. Ya, jerami yang biasanya dibakar di sawah-sawah.

Denan tekhnologi sederhana, jerami bisa dibuat menjadi Tape jerami. Bahan-bahan yang dibutuhkan pun tidakk terlalu mahal, yakni 1 botol bioactivator "Ragi Tape Jerami", 1 kg molasse/tetes tebu untuk 1 ton jerami.

Jerami padi yang diolah menjadi Tape Jerami meningkat kandungan proteinnya menjadi sekitar 7 - 9%, serta lebih mudah dicerna. Aromanya harum karamel dan lebih higienis.

Sebelum difermentasi jerami padi bergizi rendah (hanya mengandung protein 2-3% saja) serta sedikit vitamin dan mineral. Selain itu, jerami padi juga sulit dicerna karena kandungan serat kasarnya yang sangat tinggi.

Bagus kan?

Ayo, peternak sapi, jangan takut kekurangan rumput/hijauan lagi. Mumpung banyak jerami, kumpulkan sebanyak-banyaknya. Tape jerami tahan disimpan selama setahun.

Baca Langkah-langkah pengolahannya

Jual Ragi Tape Jerami

Tinggalkan Indonesia, Ceraikan istri Juga? Buang Anak Juga?

Beberapa bulan lalu saya ditawari buku bagus oleh rekan kerja, yakni buku berjudul "Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat". Hehe... Terus, bagaimana nasib para guru? Ada-ada saja. Banyak juga saya lihat kekaguman-kekaguman mahasiswa terhadap orang-orang sukses yang DO dari sekolah atau kampus. Bahkan ada yang kabur dari rumah.

Aneh-aneh saja.

Ada seorang blogger yang mengkritik kekaguman mereka. Kata beliau dalam tulisannya (di postingan sebelumnya), "Benarkah mereka sukses karena DO?" begitu intinya.

Seorang pemuda pendiri penyedia blog Tumblr yang dibeli Yahoo senilai US$1,1 miliar, David Karp juga berhenti dari sekolahnya, bahkan atas izin orang tuanya. Tetapi dia tidak sukses begitu saja setelah DO. Dia berhenti sekolah karena butuh waktu untuk belajar.

"Belajar"

Satu kata itulah yang perlu kita cermati. Bukan karena sulit ngerjakan banyak tugas di kampus, terus mau DO agar segera sukses. Ini perlu dipertanyakan, ingin belajar lebih giat atau malas?

Tidak perlu panjang lebar. Ada lagi yang perlu kita pelajari.

"Apakah jika tangan atau anggota badan lainnya terkena penyakit, lalu mau kita amputasi? Benarkah keinginan semacam itu langsung muncul?"

Saya yakin jawabannya, "Tidak".

Pertanyaan lagi, ketika sudah hidup lebih besar, dari individu menjadi keluarga. Berarti diri sudah bukan satu, sudah bernama keluarga. Jika istri atau suami punya sifat buruk, mau langsung dibuang? Sebagian suami akan menjawab "iya", calon penggantinya banyak. hehehe...

Bagaimana jika anak atau orang tua yang mempunyai sifat buruk?

Seorang ibu yang sejati akan sulit untuk tidak menangis.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana dengan negeri ini?

Apakah karena pejabat atau manusia-manusianya buruk, lalu kita tinggalkan saja negeri ini?

Masih ingat kisah seorang pembunuh yang membunuh 99 orang, kemudian dia membunuh seorang abid juga yang mengatakan bahwa dosanya tidak akan diampuni? Ia kemudian bertemu seorang alim. Orang alim inilah yang mengatakan bahwa dosanya akan diampuni, dan beliau menyarankannya untuk hijrah/pindah karena penghuni wilayah itu berperilaku buruk.

Akankah kita yang di Indonesia juga begitu? Karena sulit menjadi orang baik, lalu ingin meninggalkan negeri ini? Negeri ini kaya. Tapi kita miskin. hehehe... Salah siapa? Mau saling menyalahkan?

Kemudian, bagaimana dengan sekolah? Mau ditinggalkan juga?

Jawab sendiri.

Tapi saran saya, lebih baik mari semangat belajar. Belajar dan belajar. Sesuatu yang dilihat buruk, jika itu dalam tanggung jawab orang lain, berarti itu petunjuk bahwa kita sudah ditambah ilmunya. Bersyukur.

Belajar dan bersyukur.

Ingat film 3 ideot? Si Raju? "I just say 'Thank you'" katanya, karena Tuhan telah memberinya hidup.

FPI Bentrok sama Warga

Baca respon Ran, Du, dan Cang di bawah ini:

Du: Kalau kyai jaman dulu hobinya wiritan di masjid dan musholla, Kang.
Ran: Iya, sampek anak istrinya hobi puasa.
Cang: (Mau tertawa)
Ran: Kenapa ketawa? Siang malam wiritan, mau makan apa?
Du: Pemuda jaman dulu suka laguin syair-syair islami di musholla dan masjid-masjid. Ya Rasulallah salamun alaik.
Ran: Ya nabi salam alaika.
Cang: Memangnya pemuda sekarang kenapa? (Sewot)
Du: nggak usah marah. Kalau gak nakal, sukanya nyalahin orang. Ini keliru, yang benar gini. gak gitu, gini. begitu kan?
Ran: Iya. Ini dilarang. Ini itu gak boleh. Katanya cuma buang-buang waktu.
Du: Seni itu kan bagus. Lebih enak ketawa ria bersama saudara, dari pada debat apalagi bentrok. Seni dilarang, mending ngaji, katanya. Ngaji kalau hatinya gak dididik, ya jadi gak karuan.
Ran: Itu namanya tahu tapi tidak paham.
Du: Tidak boleh berseni, akhirnya anarkis.
Ran: Bahas anarkisme memang gak selesai-selesai.
Du: Dulu negeri ini terkenal kesantunannya. Lemah lembut orangnya.
Cang: Makanya, didik anak-anak yang benar. Beri contoh yang baik pada mereka.
Du: (Mendesah) Lagi-lagi yang tua kau salahin.
Cang: kalau bukan yang tua, siapa yang didik anak-anak? Batu?
Ran: (Mendesah)

Brimob Sama Pak Polisi Bentrok

Dah lama tidak posting tulisan di blog ini. Tadi buka group fb, langsung nemu berita puluhan Brimob serang markas Sabhara Polda Jateng.

Jadi teringat masa-masa di STM dulu. Coba saya buatkan drama dialog tentang kejadian ini.

Ran: Sudah dengar berita kan?
Du: Bukan Du kalau gak denger.
Ran: Nah, bagaimana menurutmu?
Du: Berita apa?
Ran: (Gusar) Dasar...!! Ni, Pak Brimob berkelahi sama Pak Polisi.
Du: Lolololo... Masalah apa?
Ran: Wes, gak usah dipikir. Mending kita mikir bagaimana mencari keamanan. Kalau ini berlanjut? sementara ini memang hanya puluhan yang begitu, tapi kalau menular, wah gawat.
Du: Jin.
Ran: Jin. Jin apa? Mahluk halus? Dimana?!

Du: Kita pake Jin aja buat tenaga keamanan. Ayo ke Pak dukun.
Ran: (Diam agak lama) Pintar juga lho ya. Ayo...

Brangkat...

(Bertemu Cang)
Ran: Hei, Cang. Dari mana?
Cang: Dari kampus, kumpul-kumpul ma teman-teman.
Du: Rajin amat lho...
Cang: Bahas masalah perilaku manusia kita. Tentang anarkisme.
Ran: Brimob dan Polisi?
Du: Padahal dulu cuma isu, polisi musuhan sama tentara.
Ran: Kita juga habis ngomongin itu.
Cang: Terus, kalian mau kemana?
Du: Dukun.
Cang: Hah..!! Dukun? Mau ngapain?
Ran: Mau nyewa tentara sama polisi jin. Buat jaga-jaga keamanan.
Cang: Aneh.
Du: Hidup itu butuh keamanan.
Cang: Petugas keamanan juga butuh keamanan. Jin juga.
Ran dan Du: (Diam, saling toleh) Terus?
Cang: Didik anak-anak yang benar, biar kelak jadi orang yang bertanggung jawab, bukan perusak.
Du: Wah, lebbay amat lho. Belum nikah, dah tua pikirannya.
Cang: Kalau semua orang terdidik, bumi ini akan aman.

Penipuan Excenza

Banyak saudara kita yang mencari pekerjaan, demi meyambung hidup, demi mewujud impian. Mereka berlomba. Ada yang baik mengulurkan tangan buat mereka, ada yang jahil, ada yang super tega menipunya. Banyak yang menawarkan pekerjaan, ada yang beneran, ada yang penipuan.

Ada yang sudah mendapat pekerjaan, tapi ternyata bosnya lebih kejam dari buaya, atau rekan kerja yang tidak kooperatif. Sehingga, banyak yang memilih menjadi pengusaha mandiri, bisa mengatur waktu.

Di era baru, ada jalur baru untuk meraih penghasilan, namun tidak sedikit pula penipuannya. Salah satunya adalah Excenza.com. Saya pernah bertanya dimana kantornya pada yang sudah gabung, belum terjawab. Artinya, bisnis ini hanya ada di dunia maya. Tetapi member-membernya tidak ada yang tidak dibayar, semua digaji.

Namun, ada banyak yang mundur, alasannya tugasnya terlalu berat. Mereka merasa tidak sebanding antara kerjaan dan bayaran. Banyak pilihan memang dalam bekerja, ada yang besar bayarannya, tapi berat, ada yang bayaran pas-pasan, tapi nyaman kerjaannya, ada yang kerjanya berat, gaji dikit, lingkungannya buruk amat. Tetapi jika tidak ada pilihan lain, apapun akan dilakukan.


Mengenai Excenza?

Sampai saat ini belum ada yang mengatakan bisnis ini penipuan, sudah terbukti. Saya sendiri juga sudah membutikan, tetapi, senior-senior yang rupanya agak menipu dalam mempromosikannya. Ini yang menurut saya kurang sehat. Jamaah yang tidak baik mengkhawatirkan kehidupannya, bisa ambruk ni bisnis jika banyak kebohongan yang dilakukan member-membernya.

Apa kebohongannya?

Dalam promosinya, "Tak perlu cari iklan baris, sudah tersedia, tersedia banyak job tambahan, dan semacamnya." Ini kurang fair. Kenyataannya tidak begitu, member baru perlu mencari dulu/memilih-milih situs iklan baris yang aktif dari yang tersedia. Syukurlah jika ternyata lebih dari separuh yang bisa digunakan

Namun, beberapa senior mendirikan group di facebook untuk sharing, jadi bisa minta bantuan di sana. Meskipun tidak seratus persen dibantu.

Intinya, semua butuh kerja keras.

Promo-promo cepat kaya, kerja ringan hasil banyak, itu memang menarik, tapi membuat mati semangat. Ini hanya mematikan masa depan. Lebih baik dekat sama orang yang suka memotivasi, meskipun jalannya terjal, ini akan mengantar anda pada derajat yang tinggi, bukan jadi pemalas yang banyak berkhayal.

Sebar kata-kata motivasi, itu lebih baik.

Learning English is Useful

RSBI (Rintisan Sekolah bertaraf Internasional) has been closed. Some teacher and university student of English education worried about it. It means that their opportunity to get job decreased. While the others do not worry about it. They think that Indonesian people still need English.

English is a language used internationally. You can speak with people around the world use English. You can wider your business relation if you can speak English. You can promote your products to people in other countries use English and gain better benefit.

Being aware about English give you many benefits. You can be a translator, a writer, a tutor. For example, I have got published some poems in Indonesia and got money, but only Rp 35000/poem. You know, in
America, some websites pay 1 poems $30, it’s similar to Rp 300.

Translator, it is a good job. You can choose whether want to a be a freelance translator or work for other or company. As a freelance translator, you can manage your time. You can work whenever you want, without getting fired by your boss. You are a boss of yourself. Besides that, you can translate books, as many as you want, then you can publish it, or sell it by yourself.

You can also be a tutor. Not only in Indonesia. If you are skilled enough, you can teach grammar, writing, or anything else about English to people around the world.

But, it is not cheap to learn English.

You don’t need to think about that. English is a language, a tool to make interaction with other people. As an Indonesian, you are experienced in speaking bilingual, right? I am sure about that. When we are a child, we speak local languages such as Javanese, Madurese, Balinese, and so on. Then we started to use it when we come into school .

Just remember your experience, when did exactly you understand and able to use Indonesian? I am sure, most of you do not remember. But the fact, you can speak both Indonesia and your local language. How can?

You can be like that because you use the language. How about English? You have been learning English since we were in elementary school, but how many of us can speak and write English? Some people reasoned because they do not have friends to speak to.

It is a modern era. There is no reason to practice English freely. We can use electronic to practice English. You can use Facebook by joining many groups and make conversation with them. You can also learn freely, without paying anything at some website like livemoca.com, englishclub.com.

Mastering a language is not the same as mastering biology or physic. You don’t need to learn the detailed rule of the language. Language is a tool of communication. There is no wrong or true in using it. To know whether you are right or wrong, you just need to look at your partner in speaking. If he or she understand what you say, so you are true.

Keep doing it. Step by step you will master the language and then speak like an English native speaker.   

Inspired By A Blind Seller

A blind seller said this:

”Maaf ibu,  bukan saya menolak. Saya masih muda dan bukan termasuk golongan orang yang berhak menerima zakat. Saya kan ada pekerjaan berjualan kerupuk. Beli saja kerupuk saya dengan uang titipan dari Ibu SW itu.”

He refused when a mother want to give him money from her friends in Saudi. He said that he could make ends meet by himself, without begging to other. He's not someone who was suggested to receive tithe/zakat.



A great man.

From this story, I got lesson, it seems to me that Allah assure my heart that He always here with me. He will always help me. Yeah... Lately I am worried about my future. It's the last month I am working and soon will be a jobless man.

Future is blind for me. But I realize that God will always show me the way, will guide me. Really, I feel that God has just opened the eye of my heart. I understand now, knowledge is not in my mind. I have just an opinion, not the truth.

The useful Community

It's a great day. I think it's a guidance from God. Thanks to Him.

I am really passionate to write every day, even all the time without taking rest awhile. Hmm... Writing is interesting for me. For me, writing is the same as speaking. When we hear someone talk to us, then we give response. A writer writes an article or something to be read by the reader, as a reader, it's not good if just keep silent.

I have been in front of my laptop since this morning. It's 01:26 pm here. I still don't want to leave my laptop. I found so many online communities on Facebook, the English community. It's really useful to improve my writing skill, to share about culture with friends from in countries. I have joined more than ten groups.


From my experience for have been so long studying English, joining a community is much better than just going to school or an English Course. In school, I just got a little theory from the teacher without using it though just for a moment.

However, joining a community, the most important thing is the spirit. Yeah, we have the same passion, we always talk about English, we have the same dream. Spirit is more than just a little knowledge gotten from a teacher.

Really, I think that my teacher just teaches me to be able to answer a question on the exam, not to skilled to use English. It's the fact I have been experienced.

I got improvement in speaking English also because of joining a community. I can practice with friends. It's increase my speaking skill.

Mengatur Tuhan

Harus selalu belajar. Jangan merasa sudah pandai sehingga kurang berhati-hati.

Anda pernah belajar ilmu tajwid atau ilmu fiqih? Ilmu tajwid adalah ilmu yang mengajarkan tata cara membaca Al Quran. Sedangkan ilmu fiqih adalah ilmu yang mengajarkan tentang hukum islam. Begitu yang kupahami.

Ustadz sering mengingatkan pada santri, katanya, ilmu fiqih atau syariat saja tidak cukup, harus diimbangi ilmu tasawuf.

Bedanya, orang yang banyak tahu tentang ilmu fiqih, biasanya teratur ibadahnya, sesuai ketentuan-ketentuan yang detail. Tetapi orang tasawuf, biasanya kurang peduli dengan ketentuan-ketentuan yang diajarkan dalam ilmu fiqih dan tajwid, bagi mereka yang lebih penting adalah hati.


Saya pernah mendengar orang yang tahu ilmu tajwid berkata begini, "Kalau bacaannya tidak begini, salah. Maka shalatnya tidak sah. Membaca ayat harus begini, biar sah shalatnya dan diterima oleh Allah."

Orang yang tahu ilmu fiqih juga begitu, "Ibadah yang diterima itu yang seperti ini. Kalau tidak begini, tidak diterima."

Saya bukan orang yang ahli agama. Tetapi hanya sekedar mengajak anda berfikir sejenak. Berfikir sejenak itu pahalanya lebih besar dari sholat seribu rakaat, begitu katanya.

Saya punya pertanyaan:

1) Manakah yang lebih sungguh-sungguh mengharap, orang yang merasa yakin diterima karena merasa sudah sesuai aturan, atau orang yang merasa bahwa ia belum sungguh-sungguh dan masih banyak kekeliruan.

2) Mungkinkah orang yang hatinya sudah yakin diterima, bisa menangis dalam sholatnya?

3) Bagaimana dengan orang yang merasa bahwa dirinya perlu mendekatkan diri pada Allah dan perlu bersungguh-sungguh meminta agar ibadahnya diterima?

Ketika seseorang mengajarkan tentang tata cara sholat dengan wajah meyakinkan, saya menjadi kurang yakin. Seolah-olah, dengan tata cara tersebut bisa mengatur Tuhan, bisa memaksanya menerima ibadah kita, bisa menggugatnya. Apa ia Tuhan Sang Pemilik segalanya bisa digugat?

Saling Percaya Yang Merugikan

Jika anda sering nonton sinetron, pasti sering mendengar kata "Saling Percaya". Biasanya ini merupakan keharusan bagi sepasang kekasih.

Kali ini saya ingin menyampaikan yang saya lihat, kalau saya tidak salah lihat. Ini tentang saling percaya yang ternyata merugikan.

Hidup ini memang kadang sulit dimengerti. Ada orang yang begitu mudah menjalaninya. Ada juga yang sangat susah. Saking susahnya, dia mengibaratkan dirinya seperti orang yang memikul beban berat dan berjalan di tepi jurang yang licin. Di tempat tersebut juga banyak binatang buas. Mau cepat, takut jatuh. Mau pelan, khawatir keburu ada binatang buas. Lalu, gimana solusinya?


Heheee... Anda ingin berkata pasrah saja? Kalau saya, ingin bertanya saja padanya, kenapa lewat di situ? Kenapa mau memikul beban itu?

Jalan mungkin bisa diplih, tapi beban sering datang dengan sendirinya. Entah karena kekeliruan kita atau memang sebuah ujian.

Anda ingat cinta pertama anda? Atau cinta monyet semasa SMP dulu? Atau cinta sejati ketika hendak menikah? Indah kan?

Meskipun saya belum menikah, saya yakin memang indah. Tetapi, berapa banyak pengantin atau pasangan baru yang menyadari ketika itu bahwa suatu saat akan hadir amanah besar dari Tuhan yang telah memberinya kebahagiaan, yang menciptakan keindahan, yang memiliki cinta? Amanah tersebut adalah anak.

Bagaimana dengan anda, ketika menjadi pengantin baru?

Bekera itu harus, untuk memenuhi biaya hidup. Mendidik anak, itu juga wajib. Itu amanah Tuhan. Bagaimana jika jam kerjanya 8 jam, 12 jam, atau bahkan lebih? Sempatkah mendidik anak?

Karena itulah, orang tua menitipkan anaknya di sekolah. Sekolah didirikan memang untuk itu. Namun pada kenyataannya, tujuan orang tua menyekolahkan anak berbeda-beda. Ada yang berharap anaknya menjadi manusia yang berguna kelak. Ada yang berharap agar anaknya menjadi anak yang legal alias berijasah dan mudah mencari kerja. Ada yang sekedar ikut-ikutan, malu pada tetangga kalau tidak ikut-ikutan. Ada yang terpaksa karena anaknya suka sama lawan jenis di sekolah.

Beberapa orang tua memercayakan pendidikan anaknya sepenuhnya pada sekolah. Pokoknya, orang tua tidak mau tahu tentang perkembangan anak. Mereka sibuk mencari nafkah.

Orang-orang di sekolah, yakni para guru, ada yang sepenuhnya mengabdikan hidup mendidik anak-anak. Ada juga yang hanya melaksanakan kewajiban beban jam mengajar. Ada yang hanya mengajarkan satu bidang ilmu. Ada yang sampai berperan sebagai orang tua, hingga seperti keluarga dengan orang tua siswa.

Ada guru yang berkata begini, "Guru kan hanya beberapa jam bersama siswa, orang tualah yang lebih lama bersama mereka." Orang tua juga ada yang mengatakan begini, "Biaya sekolah sudah mahal, pasti pendidikannya berkualitas. Kami percayakan sepenuhnya pada sekolah." Ada lagi, masyarakat. Masyarakat menilai sekolah sebagai lautan ilmu, sehingga seluruh penghuninya adalah orang baik. Berhayallah mereka yang baik-baik. Nah, ketika melihat kejelekan sedikit saja, wah, tampak besar bagi mereka. karena mereka membandingkan dengan harapannya yang begitu besar. Padahal yang tidak di sekolah, jauh lebih banyak berbuat kesalahan.

Jadi ceritanya, guru percaya pada orang tua siswa di rumah, sehingga tidak perlu terlalu berusaha keras mendidik mereka. Orang tua juga begitu. Menurut mereka, anak sudah dididik di sekolah oleh guru yang profesional, sehingga tidak perlu terlalu memikirkan anak. Kerja aja yang semangat, cari uang yang banyak.

Apakah anda bisa menilai moral bangsa kita sekarang?

Makna Kemenangan Kecil dan Kemenangan Besar

Ada seorang pelajar di sebuah perguruan tinggi. Dia baru semester satu. Dia semangat. Waktu luangnya digunakan hanya untuk membaca buku. Karena itu, ia sudah banyak menguasai konsep yang benar.

Suatu ketika ia mendapati dosennya tidak mengikuti konsep yang disepakati oleh para ahli di bidangnya. Dia juga melihat para seniornya yang sudah berkarir cukup bagus, juga banyak yang mengabaikan konsep.

Dia bingung. Pikirnya, buat apa aku belajar jika nantinya tidak mengikuti konsep yang diajarkan? Semua orang ia pikir bisa melakukan jika tanpa konsep. Dia pernah diajarkan sebuah prinsip oleh kakeknya dulu, bahwa kebenaran harus diperjuangkan. Dan kebenaran pasti akan menang.


Ia mencoba curhat kepada seorang temannya, ia berencana menyampaikan kebenaran pada dosen atau bahkan senior yang tak patuh konsep keilmuan. Tetapi ia malah diperingatkan oleh temannya tersebut, "Hati-hati," begitu intinya.

Ia mulai ragu. Ada rasa khawatir. "Jangan-jangan aku dikeluarkan dari kampus? Jangan-jangan nilaiku jelek?" dan semacamnya. Tetapi dia selalu ingat nasehat kakeknya, kata kakeknya, kebenaran akan selalu menang. Kebenaran harus diperjuangkan.

Dia coba sharing dengan teman lainnya. Kali ini kakak tingkatnya. Tetapi, tdak jauh beda nasehatnya, "Mau nanggung resikonya?" begitu tanyanya. "Kalau tidak berani, jangan main-main." Ada juga yang seolah tak peduli, "Itu memang tugasmu," katanya. Malah bikin galau.

Dia ingat, ada segolongan mahasiswa yang berani sekali memperjuangkan kebenaran. Dia coba menemui mereka. Datang ke markas mereka. Mereka memang ramah sekali. Ia disambut dengan baik. "Pimpinan kami yang dulu dikeluarkan dari kampus ini," kata salah seorang dari mereka. Agak merinding dia mendengarnya, teringat orang tua di rumah. Dia menunda dulu untuk bergabung dan mencari tahu mantan ketua yang dikeluarkan dari kampus. Usahanya tidak sia-sia, ia bertemu dengannya di pertigaan dekat pasar, di pangkalan ojek. Mantan ketua tersebut jadi tukang ojek.

Dia bertanya, "Kenapa tidak bekerja di sebuah perusahaan?" jawab si mantan pemimpin aktivis, karena di perkantoran banyak manipulasi. Menurutnya itu haram. Sebelum semua orang berubah menjadi baik, ia tidak mau dekat-dekat dengan uang haram.

Dunia semakin tampak rumit.

Ia hanya seorang mahasiswa baru. Baru tahu tentang konsep, belum berpengalaman berkarir di bidangnya. Tetapi ia sama seperti semua orang, inginkan kemenangan.

Apa saran anda?

Kemenangan besar dan kemenangan kecil. Guru saya dulu pernah cerita. Waktu itu habis ada konser di desanya. Ia cerita pada kami di sekolah, "Tadi malam saya tidak nonton, artisnya kampungan," katanya. "Saya jualan bakso. Lumayan, dapat tambahan uang, bisa buat nonton konser bergengsi minggu depan." Cukup cerdik juga dia. Dia mengabaikan kemenangan kecil. Tetapi malah memanfaatkan kekalahan kecil untuk meraih kemenangan besar.

Bagaimana dengan mahasiswa dalam ilustrasi kisah diatas? Apakah anda akan menyarankan ia memperjuangkan kebenaran dan meyakinkannya bahwa umur manusia tidak pasti panjang? Atau anda menyarankannya untuk mengikuti arus, yang menurutnya adalah kemunafikan, hinga nanti ia menjadi besar dan mampu merubah semuanya?

Coba dicari jawabannya.

Orang-orang yang mengerti agama mengartikan kemenangan besar sebagai kemenangan yang diraih di kehidupan berikut. Itulah menurut mereka kemenangan yang sebenarnya. Karena itulah, tidak jarang ada orang yang rela mengorbankan nyawanya untu meraih kemenangan besar itu. Menurut mereka, lebih baik kalah sekarang, dari pada kalah nanti. Kemenangan yang terlalu dini, menurut mereka tak terlalu berharga.

Sepertinya para politisi itu juga begitu. Pada rakyat, mereka bermanis-manis bibir. Apapun kemauan rakyat, dituruti, mengalah saja. Mereka melihat kemenangan besar nanti.

Bagaimana dengan anda?

Orang Berilmu Perlu Diajak Belajar

Ada-ada saja. Kemarin buka facebook, ada iklan menarik di samping kanan, sebuah situs berita life.viva.co.id, beritanya tentang seorang pria yang baru tahu bahwa drinya wanita setelah usia 66 tahun.

Ada-ada saja.Kata dokter itu akibat kelainan genetik dan hanya terjadi pada 1 dari 2000 bayi perempuan.

Selama saya belajar agama di madratsah dan di pesantren, belum satu pun ustadz yang membahas soal ini. Andai saja dia seorang kyai dan hidup di Indonesia, bisa heboh beritanya. Atau mungkin dia akan kebingunan mikirin tentang ibadahnya yang dari dulu mengikuti tata cara orang lelaki.

Dunia ini memang unik, dan selalu ada keunikan-keunikan baru.

Hidup memang harus terus belajar karena kehidupan selalu memperbarui diri. Dan bagi saya, mempelajari soal karakter dan perilaku manusia sungguh mengasyikkan.

Saya tidak hendak berbicara panjang lebar tentang berita di atas. Hal tersebut hanya sebagai bukti bahwa setiap detik selalu ada yang baru dalam kehidupan ini. Jadi belum ada orang yang sudah menjadi yang terpaling atau tersangat.

Tidak jarang saya temui manusia yang tampak sempurna, entah sok sempurna atau memang gayanya yang demikian. Tetapi yang jelas, saya sempat menjadi korban sikapnya. Saat saya kecil dulu, hilang rasanya kepercayaan diri berada di dekat mereka. Mereka mudah sekali mengatakan "Ini salah yang benar ini, tidak boleh begitu, begini uga ak boleh," dan semacamnya.

Pernah selama beberapa periode saya yang masih anak-anak berbuat berdasarkan selera mereka, para orang dewasa yang tampak sempurna. Mimpiku pun demi mendapat penghargaannya. Mereka seolah Tuhan penentu nilai.

Entah dengan anak-anak sekarang. apakah mereka juga demikian?

Sekarang saya sudah dewasa. Sudah tahu hidup yang sebenarnya. Ternyata, ternyata mereka adalah penakut. Mereka orang bodoh yang tampakk pintar, yang berusaha menutupii kebodohannya dengan narsisme tampang sok sempurna.

Di sekolah agama, sering juga saya temui ustadz yang demikian. Di lingkungan aktivis agama juga. Mudah sekali mengatakan "kau salah, ini aku yang paling benar". Bahkan berani mengatakan "Kau sudah kafir, haram kau masuk surga."

Saya tidak hendak membahas syariat atau hukumm agama. Tetapi ingin mengajak anda mempelajari kenapa mereka demikian? Berikut pemahaman saya.

Mereka merasa bahwa dirinya sudah mendapat petunuk dari Tuhan, merasa sudah paling banyak ilmunya, merasa paling berpengalaman, pokoknya merasa paling baik. Kita bahas satu per satu.

Coba jawab pertanyaan ini:

1) Mana yang lebih semangat meminta petunjuk, orang yang sadar dirinya tersesat atau orang yang merasa mendapat petunjuk?

2) Mana yang lebih semangat belajar, orang yang merasa bodoh atau orang yang merasa memiliki banyak ilmu?

3) Mana yang lebih semangat berlatih, orang yang merasa tidak berpengalaman atau orang yang merasa banyak pengalaman?

4) Mana yang lebih semangat memperbaiki diri, orang yang merasa dirinya buruk atau orang yang merasa dirinya paling baik?

Yang saya tahu, orang yang merasa mendapat petunjuk itu lebih sering atau lebih semangat menunjukkan ini dan itu pada orang lain. Bahkan sering memaksan agar petunjuknya diikuti. Dia merasa dunia sekarang atau yang akan datang sama dengan dunianya dulu.

Orang yang merasa banyak ilmu pun juga begitu. Ia lebih bersemangat berbicara, menyampaikan banyak hal, dari pada belajar. Ketika bertemu orang, yang muncul bukan keinginan bertanya, tapi ingin mengajari. Demikiann juga yang nomor 3 dan 4.

Saya ingin berbicara agak banyak tentang orang yang merasa paling berilmu.

Dalam ajaran agama yang dibawa oleh manusia pilihan, yang diutus Tuhan ke bumi ini, diajarkan bahwa manusia wajib belajar sejak lahir sampai mati. Coba bandingkan dua kata ini: "Seharusnya ini tidak begitu" dengan perkataan "Kok begitu ya? saya baru tahu." Yang mana yang menggambarkan semangat belajar? Satu pertanyaan lagi, kira-kira yang mana yang menurut anda memiliki banyak ilmu, orang yang semangat belajar atau orang yang merasa paling banyak ilmunya?

Musyawarah Itu Ajaran Tuhan

Orang berilmu yang banyak tahu ilmu agama tidak sedikit yang tidak mau bermusyawarah. Katanya, karena dalilnya sudah jelas. Apakah ia adalah manusia yang tak pernah melihat fatamorgana?

Makna Istighfar Yang Lain

Mungkin orang berilmu akan mengatakan saya salah, atau bahkan kafir. Tetapi, ini pemahaman saya.

Baru saja membaca facebook wisata hati. Statusnya tentang istighfar, hadits dari Abu Daud. Jika sering beristighfar, maka dibebaskan dari kesempitan, diberi rizki, kesenangan, dan kebahagiaan. Begitu katanya, cocok dengan saya yang sedang insya Allah diuji oleh Allah.

Saya suka menggunakan logika atau akal. Ini keliru menurut ahli agama, tapi menurut saya, kitab tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dibaca oleh manusia.

Beristighfar itu minta maaf. Memohon ampun atas kesalahan yang sudah dilakukan. Secara logika,
beristighfar itu kan mengakui kesalahan dan meminta ampun. Berarti dia menyadari kesalahannya, kekeliruannya. Orang bisa tahu sesuatu itu keliru karena dia melihat pembandingnya, yaitu yang benar atau yang baik. Sehingga, otomatis dia akan beralih ke yang baik dan meninggalkan yang jelek.

Itulah istighfar. Bukan hanya berkata-kata "Astaghfirullah hal adzim" ribuan atau bahkann jutaan kali. Jika hanya dimulut saja, menurut saya itu belum minta ampun. Makanya Tuhan berfirman di dalam kitab suci dengan dua kata, "Minta ampun dan melakukan perbaikan."

Ada suatu cerita. Orang-orang dahulu, seumuran guru ngaji saya, suka menggunakan kiasan. Islam memang datang saat sastra berkembang di negeri arab. Begini kata mereka, "Makanannya para ulamak itu tasbih, rumahnya masjid". Orang yang emahaminya secara dangkal berlomba-lomba tidur di masjid. Tasbihnya ulamak yang melingkar seperti kalung juga banyak diburu. Mungkin mau dimakan.

Papa and Mama, I Have A Dream

Watching Negeri 5 Menara movie yesterday, remind me to my dream, a long ago. I was really eager to go abroad, to study or work there. That movie told about students who had a dream to go abroad, like me. Yeah, like me. I was, not I am. Now I am watching Habibie dan Ainun movie. This movie tells about a great Indonesian aircraft expert, Rudy Habibie. He was a president of this country, a long ago.

Yeah, this movie is interesting. That's why my girl sent me this and suggested me to watch. However, I am not interested anymore to study abroad, but still have a passion to go overseas and visit all countries.

Before do that, having online interaction with people in other countries is interesting, like having a big family in this planet. So I can go everywhere. Yeah, I feel that they are my family. 


A long ago, I had a dream to go to Australia, because most Indonesian study there. 

Yahoo answer, it's a useful site to make interaction with people in other countries. Yesterday I opened Singapore page and read one question. I got idea to write on blog from that question.

Allah, You teach me by everything you want. Mustn't be these or those.

I opened the Australian page on yahoo answer, about family. There's a common question as I used to find before. I don't know whether boy or girl. I can't distinguish the male and female name yet. But, he may be a boy. He told that his parent wanted him always to be on the honor roll. He said that their parent wouldn't accept if he ranked down.

One almost make my tear drops, when he said "Don't they know how tired I am to do this?"

It's a dream.

His parents have a dream. That's good. It's a proof that they care about their son. It's for the better future, for a better life, for him. Do you think it's for their kids too?

They are experienced, they know what the life is, where is the good way and where is the bad one. But in their era, not now. Do you think so?

Logically, his parents are true. They do the truth, if their son want to live in their era. Some of us have proven that the good way before will be as well now, or even in the future. Yeah, we have seen it. 

How about creativity? Do you think that life is changing?

Parents can make their son or their daughter be the same as them, but they can always make this life always be the same as their era. 

In this case, as parents, what can we do is teaching our son or our daughter to lead or follow the change.

What about the children? What should they do? As a young generation, they have so many dreams. Should they kill their dreams?

Some people said that life today is better than before, while others said the contrary.

But if you face as that boy faced, I have advice for you. A learner is the greatest one. A learners learn something they do not know yet. So if you think that what's in your mind good and what's in their mind bad. This case or this matter has been in your mind. It's better to think something you do not know yet, something you may be afraid of, or something you may be worried about.

Love to do a great effort is better than just loving the result.

Able To Follow and Lead The Change

About an hour ago I read yahoo answer. I read the Singapore page. As usual, I opened Family and relationship category, my favorite one. I opened one question, still no answer there. She was a girl. She told about her experience over the night with a boy she met about three days before. She was watching a movie with him in his room over the  night. She backed home at about 03:30 am. She said no sex in that room, just kiss. On yahoo answer, she asked whether the boy love her or not.

I won't talk more about them. However, I wanna ask you whether you have opinion about this. It's been reported in media that many women in India got rape. Do you think they happy or not? I don't think so. Just blank minded women who wanna be a victim of rape. However, let's go to prostitution place. What do you think about women there? Do you think they live happily, are they in a true happiness?


What if you are a mother, or a sister, or a brother of a girl or a woman?

In today social, staying together with girl or boy, with man or woman in a room illegally, I mean without moral agreement, is enjoyable, right? They are like wife and husband. Instead, crime will possibly happen.

When I was a child, living in my village is not as free as today. When people saw a man or a boy look at a girl or a woman, they will blame him. They used to comment him that that action is a sin, can lead him to the hell, be Satan's friend. However, I won't blame anyone. I think none never make mistake.

Life is always changed. Life is not static. Life is dynamic. We have to realize about that. We are the best today, but not tomorrow. Today Life  is not tomorrow life.

I consider the generation here, the students in this country Indonesia. Most of our generations study in school. They learn many subjects. Some people think that our generations learn to live better, learn to make their lives better. However, the other do not think so, because they found evidences that most of our generations live badly. We know about that. We have seen our generations made crimes.

How can?

We know about knowledge. Knowledge is thing the students want to get, thing the teacher give to the student. But, what is knowledge? I don't want to ask the definition to an expert. I wanna ask to your heart as a mother, as parents, as teacher, as brother or sister.

Is that enough what our generation got from school?

At the end of the period, some of them got stress, as like they found the hell waiting them. For them who can pass the exam, are they clever? Do they have knowledge? Are they ready to come into real life, get involve in social?

Life is always changed. I divide our students into to types, one is having much knowledge, while the others not having much knowledge, but skilled to follow the change or lead the change. The second type doesn't care what subject they learn. For them, learning is not getting knowledge, not being aware about certain subjects, but learning is the capability to be more creative in living a life.

What's your opinion?

Cinta Tak Bersalah

Masih ingatkah kampus kita di Surabaya? Aku yakin kau takkan lupa. Waktu itu pernah kukatakan, “Aku bukanlah kapten Bhirawa yang siap menembak di tempat”. Seorang kapten tak identik dengan suasana romantis. Surat cinta itu hanyalah pengantar atau pembuka taman langit. Aku hanya berkisah di sana. Itu pun kutulis dengan pensil. Tetapi bukannya aku tidak sungguh-sungguh. Dengan alat tercanggih pun, terlalu remeh, tak ada yang pantas gantikan untuk menyatakan cinta, kecuali hati.

Kapten Birawa, flash fiction, kisah cinta romantis

Orang memang mengistilahkan dengan frasa “Jatuh Cinta”. Tetapi aku tidak sepakat. Tak ada satu pun mahluk yang mau berlama-lama jatuh. Terlebih aku. Aku tidak jatuh cinta padamu, tapi aku mencintaimu. Bahkan waktu pun kuabaikan, meski kau setia mengikutinya. Pohon beringin di sudut halaman parkir itu tentu paham. Kau dan aku selalu berebut tempat teduh untuk memarkir sepeda, saat kita semester dua dulu. Itu kan awal kita kenal hingga jadi akrab melebihi sahabat.

Sikapmu kusimpulkan seolah kau mengatakan atau bahkan meneriakiku, “Kalau cinta, paksa!” Kau memang tidak mengucapkan, tapi aku merasakan bahasa hatimu. “Kalau kau gagal dapatkan cinta, berarti kau tidak benar-benar cinta,” begitu kan maksud hatimu? Aku hanya mengharap kau sedikit belajar tentang cinta.

Kau bilang terlambat? Cintakah yang bodoh, atau kita yang tolol?! Kulihat senyum di sudut wajahmu, dulu, waktu keputusan mencekik leherku untuk melontar. Kusiram tamanku dengan air mata, saat itu. Namun, seolah ini akhir sandiwara. Aku paham, kau juga berpikir demikian. Kau genangi wajahmu dengan air mata. Hari sudah senja, Sayang. Kehidupan sudah menuai lelah. Jangan bermimpi hampiri pagi. Kau bersahabat dengan sang waktu.

^Cerita  ini diikutsertakan pada Flash Fiction Writing Contest: Senandung Cinta^

Siswa Tidak Bersalah Karena Salah

Membaca berita di merdeka.com tentang 5 siswa yang nekad setelah mengetahui bahwa dirinya tidak lulus UNAS. Ada yang mengamuk memecahkan kaca sekolah, merusak ruang kepala sekolah, bahkan ada yang bunuh diri. Ada cerita yang unik, salah satu siswa SMP melempar atap sekolah SMA setelah tahu kakak kandungnya yang sekolah di SMA tersebut tidak lulus.

Saya juga seorang guru. Melihat peristiwa itu semua, ada pertanyaan yang muncul dalam diri saya dan ingin mengajak semuanya untuk bertanya demikian, “Apa itu belajar?” Saya tidak hendak bicara teori dari beberapa ahli pendidikan yang sudah diakui teorinya untuk memberi definisi terhadap belajar. Tetapi pertanyaan ini akan lebih tepat bila ditanyakan oleh para orang tua dan guru pada diri sendiri.
Setiap manusia berakal tentu berbuat jika ada niat. Dia selalu berbuat sesuai ilmunya, menurut pengetahuannya, bukan meniru-niru orang lain.

Ketika orang tua menitipkan anaknya ke sekolah, apakah yang ada di benaknya? Agar dapat ijasah sehingga dikatakan pintar oleh orang banyak? Agar mendapat pengalaman belajar bersama teman-temannya di sekolah? Agar mendapat ilmu yang
bermanfaat untuk masa depannya? Atau apalah?

Jika jawabannya yang pertama, saya kira mudah saja, tidak terlalu sulit. Tanpa belajar pun generasi kita bisa mendapat ijasah. Banyak sekali akal untuk mendapatkan ijasah, apalagi bagi orang tua yang beruang.

Jika jawabannya adalah yang kedua, saya rasa, tidak mendapat ijasah pun tidak apa-apa, yang penting sudah pernah belajar, sudah mendapat pengalaman.

Jika jawabannya adalah yang ketiga, saya berani berpendapat, sekolah saja tidak cukup, sekalipun diberi seratus ribu ijasah. Sekolah bukanlah lautan ilmu, bahkan danau ilmu pun masih kurang tepat. Saya bandingkan, adakah orang tua, terutama yang kaya, mau memasrahkan pengasuhan anaknya pada orang lain yang kurang mampu ekonominya? Saya kira tidak ada. Bahkan, saya yakin tidak ada orang tua, andai dia benar-benar orang tua, yang mau menyerahkan sepeuhnya pengasuhan anaknya pada orang lain. Orang tua yang penyayang tidak akan pernah puas memberi untuk anaknya.

Apalagi tentang pendidikan. Benarkah orang tua mau memasrahkan seratus persen pendidikan anaknya ke sekolah? Dan mereka cukup bersntai di rumah, karena merasa sudah bekerja mencari nafkah untuk menghidupi anak-anaknya? Benarkah itu sudah cukup untuk buah hati anda?
Terutama seorang ibu, saya yakin hatinya akan berkata tidak.

Definsi belajar. Menurut saya masing-masing orang tua punya pengertian sendiri-sendiri. Saya sendiri mendefinisikan pendidikan sebagai usaha berubah menjadi lebih baik, tidak harus ditentukan objek yang dipelajari. Menurut saya, keberhasilan belajar bukan menguasai Matematika, Fisika, Sejarah, dan semacamnya. Tetapi, belajar adalah perubahan yang terus menerus dilakukan untuk menjadi yang lebih baik.  

Ya, terus-menerus. Bukan sampai UNAS, bukan berhenti setelah bergelar sarjana atau profesor. Kehidupan tidak statis.

Ada yang lebih penting dari sekedar memberi pengetahuan ini dan itu, yakni pembangunan budaya belajar dan cinta membaca. Bukan budaya menjawab soal-soal pilihan ganda. Bukan budaya tawar menawar nilai berupa angka. Jika nilai angkanya kecil, ngerjakan tugas lagi, berubahlah nilai tadi menjadi lebih besar.

Justru siswa yang malas dan nakal kadang lebih sukses belajar. Dia memang tidak tahu banyak ilmu-ilmu yang diajarkan di kelas, tetapi dia menekuni sesuatu yang diminati dan terus mempelajarinya. Dalam dirinya tertanam budaya belajar mandiri. Hanya saja, guru dan orang tua sering menghinanya karena yang ia pelajari tidak sama dengan teman-temannya di sekolah.

Jika belajar adalah usaha berubah menjadi lebih baik, jadi tidak perlu menanamkan pemikiran pada generasi bahwa sekolah adalah satu-satunya penentu nasib masa depan, terlebih program UNAS. Tak perlu ada pelajar yang bunuh diri, menagis, atau mengamuk seperti orang gila hanya karena tidak bisa memenuhi permintaan pembuat soal UNAS.

Penglaris Dagangan dan Agar Cepat Dapat Jodoh


Hari ini dunia seperti berputar balik ke masa silam, saat masih hidup di desa terpencil, saat ilmu hanya didapat dari guru-guru di desa, baik di musholla atau di madratsah ibtidaiyah.

Saat itu, menarik sekali info-info yang disampaikan para senior di musholla atau di madratsah. Tentang ilmu kesaktian, ilmu pemikat hati wanita, ilmu penglaris. Dunia gaib menjadi topik yang selalu hangat untuk dibicarakan pada saat itu. Amalan-amalan kekebalan tubuh, pemikat wanita, dan penglaris ramai diperbincangkan, meskipun agak ditutup-tutupi.

Saya sendiri juga pernah mengamalkan beberapa bacaan untuk memikat hati wanita, agar hajat terkabul, dan kekebalan tubuh. Sayangnya tidak begitu sukses. Mungkin karena saya terpengaruh kuat sekali oleh kata-kata yang sering dilontarkan oleh almarhum kyai saya yang juga pak de saya waktu masih mengaji di musholla. Kata-kata tersebut sangat sederhana, tetapi mampu membangun jiwa untuk menjadii pemikir hebat. "Pa seggut ngen-ngangen," begitu kata beliau dalam bahasa Madura. Maksudnya, sering-seringlah mengkaji segala sesuatu/memikirkan sesuatu/merenungkan sesuatu.


Entah kenapa, kata-kata tersebut sangat merasuk ke jiwa saya. Saya pun gemar mempertanyakan sesuatu yang baru saya temui, termasuk Tuhan sendiri (Akhirnya terjawab). Inilah yang membuat saya gagal mengamalkan amalan-amalan yang diberikan oleh para senior-senior yang sudah pintar.

"Kenapa...?"

Kata tanya itulah yang selalu saya sodorkan pada diri saya. Padahal, kata mereka, keberhasilan suatu amalan itu tergantung keyakinan hati.

Pagi tadi, tiba-tiba saya ingin browsing tentang dunia itu lagi. Kata kunci yang saya ketik di google: "Amalan agar dagangan laris." Ternyata ada beberapa yang muncul. Saya baca. Kebanyakan mereka dapat dari seorang kyai. Ada juga yang dapat dari website lain.

Seperti biasa, selalu ada yang berkomentar "Ini bid'ah". Di desa juga sering begitu. Batin saya, "Anak kecil." Ya, saya menganggap orang seperti itu sebagai anak kecil. Kenapa? Kita semua adalah mahluk sosial, selalu membutuhkan satu sama lain. Tidak ada manusia sempurna, yag saat ini menjadi yang terbaik, bisa jadi esok dia menjadi yang terburuk. Karena itu, bersikap baiklah dengan sesama. Jika memang menemukan kekeliruan pada diri saudaranya, lebih baik diajak berunding dengan penuh jalinan persaudaraan.

Bahkan ada yang langsung mengatakan syirik, ajaran setan, bantuan mahluk jin, dan semacamnya. Itu bagus. Berarti dia adalah orang yang peduli. Tetapi, secara tidak langsung dia sudah mencontohkan kemalasan mempelajari kasus. Sebagai muslim yang berewajiban belajar seumur hidup, semestinya dia menunjukkan sikap belajarnya, mempelajari kasus tersebut terlebih dahulu. Jika lansung-langsung protes begitu, seolah-olah ia malas berpikir, malas mempelajari kasus secara dalam, malas memikirkan efek negatif kata-kata/lisan, malas bermusyawarah.

Sempat saya menjawab komentarnya di bawah salah satu tulisan amalan penglaris. "Coba anda dirikan lembaga yang mampu membantu meningkatkan kesejahteraan orang-orang di sekitar anda, hal-hal semacam ini pun akan berhenti dengan sendirinya," demikian komentar saya.

Agak risih juga mendengar orang-orang yang berpakaian identitas muslim sejati dan memprotes orang-orang di desa. Bukannya membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, malah menghina.

Kadang saya bertanya-tanya dalam hati, "Apa mereka yang gemar memprotes itu selalu mendoakan agar mereka yang keliru diberi petunjuk?"

Mari kita saling mendoakan. Semoga hari esok kita lebih baik dari hari ini. Saya pernah dapat petuah dari tutor saya. Memang beliau tidak begitu yakin haditsnya shahih. Hadits tersebut menyebutkan bahwa barang siapa yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka 5000 malaikat mendoakan agar hal yang dipintakan dalam doanya terjadi pada dirinya. Amin.

Aku Adalah Aku Blogger

This is my blog, personal blog. Blog ini mewakili saya di dunia maya. Kukenalkan about me pada dunia melalui blog ini, my personal blog. Dunia mengenalku leat karya, setingannya, dan semua features on the surface of this blog.

It's me. You see who I am here.

Sudah lama sebenarnya suka buat blog, tapi kok sedikit yang baca? Pernah menuduh orang-orang sudah tidak hobi baca lagi. Hehee... Pernah juga merasa tidak bakat jadi blogger. Tetapi karen amemang sudahh minat dan hobi, lanjut aja buat blog, nulis dan nulis.

Baru beberapa waktu lalu dapat ide dari blogger-blogger lain. Kuikuti sarannya dengan ngeluyur megunjungi blog-blog saudara rekan-rekan blogger dan ajak mereka tukar link.

Bukan hanya itu, saya juga memanfaatkan RSS Graffiti di facebook. Jadi, sekali posting tulisan, langsung muncul di berbagai halaman dan fanspage facebook yang saya buat. Ada yang langsung ke twitter, dan
twitternya juga ke facebook, heheee, jadi double tripple posting.

Ada yang lebih seru lagi ni, yaitu berkumpul bersama sesama blogger personal di group facebook Blogger Energy. Bisa sharing banyak ilmu bersma sesama blogger personal. Klick gambar berikut:

Photobucket

Peluang Pemasar Muda dan Pegawai

Lowongan kerja selalu diburu. Tetapi tidak semua lowongan kerja yang diburu. Biasanya yang menggaji bulanan dan mencukupi kebutuhan. Sementara kenyataan di lapangan, yang banyak dibutuhkan adalah pemasar/penjual.

Jabatan ini biasanya tanpa gaji tetap, alias tergantung hasil penjualan. Jika tidak laku, tidak dapat gaji. Begitu kiranya. Ini yang tidak disukai oleh mereka yang berburu pekerjaan.

Saya sudah berkali-kali bekerja sebagai pemasar produk. Tidak terlalu serius, hanya coba-coba. Memang terasa berat, jika dianggap berat. Pernah saya melamar di perusahaan laboratorium baahsa. Ketika menghadap supervisor, beliau bertanya, “Berapa gaji yang anda inginkan?”, saya jawab 600ribu sudah cukup untuk anak kuliahan. Beliau tertawa, “Kenapa tidak minta gaji 7juta?”

Ya, beliau membangun mimpi agar semangat memasarkan.

Keluhan
.

Sebenarnya bukan hanya yang bekerja sebagai pemasar yang mengeluh. Saya pernah bekerja di perusahaan milik bos tionghoa. Luar biasa. Jika anda suka nonton film india jaman dulu, tentu anda tahu tuan takur, sang tuan tanah. Seperti itulah. Kerja harus 24 jam. Jika bos datang, semua harus kelihatan bekerja. Para petinggi harus berbaris mengikuti langkah beliau di belakangnya mengelilingi perusahaan. Bukan hanya itu, kami harus membiasakan diri dengan caciannya. Luar biasa.

Kalau saya bandingkan, marketing itu bebas. Pagi datang absen, terus keluar. Jika dalam 1 jam sudah terjual sesuai target, dia bisa bersantai di rumah. Bukan begitu, Kawan. Sedangkan pekerja yang bergaji tetap, dia harus tinggal di kantor selama 7 jam atau 8 jam. Ada juga yang tidak sampai 3 jam, yakni guru. Ada beberapa sekolah yang tidak mewajibkan guru untuk berada di sekolah kecuali jika hanya ada jam ngajar.

Pemasar berpeluang berpenghasilan sangat besar, tergantung semangatnya. Pegawai, nunggu kenaikan pangkat.

Bagi yang beragama islam, pinntu rizki pegawai hanya 1 pintu. Pengusaha, termasuk pemasar, 9 pintu. Itu perbandingannya. Luar biasa.

Anda ingin jadi pemasar sukses, tapi  merasa terlalu muda?

Sebagai seorang pemasar harus bergerak cepat dan mengikuti perkembangan jaman. Ibarat pemain bola, kejar bola. Tetapi tidak ngawur, harus análisis yang baik dan dalam. Pemasar ibarat lokomotif penggerak perusahaan, begitu kata Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe Joseph D. Angkasa

Usia muda dan kurangnya pengalaman tidak jadi masalah di dunia pemasaran, semua bisa menjadi pemasar hebat. Pegawai harus berijasah. Yang muda sering lebih berani bertindak beda, keluar dari pakem yang sudah umum dijalankan. Dengan rasa percaya diri yang. tinggi, pemasar muda akan mampu tampil kreatif dan inovatif.


Bagi pemasar muda, setiap kesulitan yang dihadapi adalah pembelajaran atau proses untuk naik ke level kwalitas yang lebih baik. Pemasar tua yang merasa sudah berpengalaman kadang terjebak enggan mencoba cara baru yang mungkin lebih sesuai dengan era sekarang. Sehingga mereka tampak tidak kreatif.

Kenapa Harus Sekolah?


Menarik membaca blog Mas Ahmad Wibawa tentang pebisnis sukses yang DO dari kuliah. Memang, rekan-rekan mahasiwa, bahkan yang sangat rajin belajar (bukan masuk kuliah) sekalipun mengagung-agungkan keberhasilan mereka, juga tindakan mereka keluar dari kampus.

Padahal, tidak semua yang DO dari kampus itu sukses. Sependapat dengan Mas Ahmad Wibawa, mereka sukses bukan karena DO-nya, tapi karena semangatnya berjuang untuk sukses.

Baru saja buka beberapa situs berita, mencari berita menarik. Ternyata nemu artikel serupa, tentang pemuda sukses yang keluar dari sekolah menengah, bahkan memang diijinin oleh ibunya, di situs BBC. Wah, luar biasa. Pemuda tersebut adalah pendiri penyedia blog Tumblr yang dibeli Yahoo senilai US$1,1 miliar, David Karp. Ia tidak memiliki ijazah sekolah menengah atas namun menjadi miliarder sebelum menginjak 30 tahun.

Dia memutuskan keluar dari sekolahnya karena menilai bahwa pendidikan sains komputer di sekolahnya tidak begitu bagus. Pada usia 16 tahun, ia sudah membuat situs sendiri dan mengikuti kursus tambahan matematika serta magang di perusahaan animasi.

Dari kisah David Karp, kita jadi tahu, yang membuat sukses itu bukan sekolah  bukan kampus, juga bukan kenekatan keluar dari sekolah atau kampus (DO), melainkan belajar yang tekun.

Jadi, David Karp sukses bukan melulu karena DO, tapi karena usahanya. Sebenarnya dia bukan DO, tapi memilih cara belajar yang menurutnya lebih baik, yakni tidak di sekolah. Jadi menurut saya, kurang tepat jika dikatakan DO.

Tempat belajar tidak harus sekolah. Tetapi, di negeri kita, Indonesia, "Lebih baik tidak berilmu dari pada tidak berijasah."

Siapa yang salah?

Bukankah salah satu agama yang mayoritas di negeri ini mengajarkan bahwa orang berilmu diangkat derajatnya beberapa derajat melebihi yang lain?

*gambar dari celebritynetworth.com

Guru TIK Kemana? Ini Soal Generasi atau Apa?


Di dunia pendidikan, sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru. Para generasi akan naik level, yang memenuhi syarat. Ada yang berubah, kabarnya. Sudah agak lama munculnya kabar pemberlakuan kurikulum baru. Yang lebih panas, kabar dihapusnya beberapa mata pelajaran, yang sangat menonjol dan sering dibahas adalah mata pelajaran Bahasa Inggris untuk SD dan TIK untuk SMP dan SMA.

Kalau ada yang dihapus, berarti gurunya juga harus dihapus dari daftar. Atau buku panduannya juga dibakar aja. Apa perusahaan LKS yang biasanya menjual ke sekolah-sekolah tidak ikut dirugikan ya? Belum saya dengar kabarnya.

Tetapi tidak, guru TIK tetap bisa berperan. Mereka bisa dimasukkan dalam Pusat Teknologi Pendidikan yang ada di sekolah untuk membantu guru dalam mempersiapkan materi ajar. Jadi mereka membantu guru-guru untuk membuat media pembelajaran berbasis teknologi. Wah, bagus. Berarti mata kuliah media pembelajran di FKIP perlu dikurangi, agar tidak merebut peluang kerja guru dan calon guru TIK. hehe... Ini mikir generasi apa mikir uang sih?

Gimana kalau bisnis aja?

Hidup memang perlu makan. Saya rasa, lebih baik guru TIK buat lembaga sendiri, bisa berupa lembaga
kursus pembuatan media, atau menyediakan media pembelajaran. Tidak harus ikut-ikutan rebutan kursi di lembaga pendidikan.

Di dekat daerah saya ada yang sampek rebutan murid. Saking banyaknya yang ingin jadi guru dan punya sekolah, satu desa sampek lebih dari 1 sekolah. Akhirnya rebutan beli siswa. Biasanya murid itu bayar untuk daftar, karena sudah jadi rebutan, malah dibayar. Ini mikir generasi atau mikir apa?

Kalau guru bahasa Inggris, asal mereka memang benar-benar berilmu, bukan hanya berijasah, banyak sekali peluangnya. Bahasa asing ini selalu dibutuhkan. Cuma masalahnya, kebanyakan sekolah menjadi tempat yang aman bagu mereka yang berijasah tapi tidak berilmu. Belajar bersama siswa. Tidak masalah, dari pada hidup nyusain orang lain.

Solusi Kulit Kering dan Kusam


Kulit anda terlihat kering, kusam, terlihat mati?

Sinar matahari, polusi dan debu sering menjadi penyebab kulit wajah kering dan kusam. Hal ini akan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini. Orang dulu mengatasinya dengan cara sembarangan, diolesi minyak atau embun di pagi hari.

Wanita sekarang sudah jauh berbeda dengan wanita dahulu, sudah jauh lebih smart dalam merawat tubuh, terutama kulit. Wanita jaman sekarang lebih memilih mengenali apa sebabnya dan tidak sembarangan mencari solusi.

Kita mengenal istilah hidrasi dan dehidrasi. Hidrasi merupakan proses penambahan air pada suatu mineral sehingga membentuk mineral baru. Lawan dari hidrasi adalah dehidrasi, dimana mineral kehilangan air.

Bagaimana jika kuit anda mengalami dehidrasi?

Hidrasi Kulit merupakan bagian penting dari perawatan kulit total. Tanpa kelembaban, kulit menjadi kering, yang merupakan permulaan munculnya banyak masalah kulit lainnya
.

Dari itu, jaga kulit agar terhidrasi dengan gizi yang cukup. Hindari banyak kopi, teh, alkohol, dan junk food untuk meminimalkan hilangnya air dari tubuh. Selain itu, minum cukup air setiap hari. Serta olahh raga yang teratur.

Berikut produk kosmetika alami kwalitas internasional dari swedia yang akan membantu hidrasi kulit anda:


Aqua-Rhythm akan meningkatkan mekanisme hidrasi alami kulit dan menjaga keremajaan kulit. Krim ini juga menjaga kelembapan kulit sepanjang hari dan melindungi dari polusi dan debu. Ekstrak Lingonberry yang memiliki bahan anti oksidan untuk membantu melindungi kulit dari radikal bebas sepanjang hari. 50ml.

Daftar bahan-bahan:
Aqua, Glycerin, Cyclopentasiloxane, Isohexadecane, Betaine, Trehalose, Aluminum Starch Octenylsuccinate, Butylene Glycol, Triethylhexanoin, Cyclohexasiloxane, Glyceryl Stearate, Peg-100 Stearate, Butyrospermum Parkii Butter, Cetearyl Alcohol, Hydrogenated Polydecene, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/ Vp Copolymer, Stearic Acid, Phenoxyethanol, Imidazolidinyl Urea, Caprylyl Glycol, Parfum, Methylparaben, Propylparaben, Xanthan Gum, Ethylparaben, Vaccinium Vitis-Idaea Leaf Extract, Furcellaria Lumbricalis Extract, Butylparaben, Isobutylparaben


Produk-produk kami tidak dipasarkan di toko-toko umum. Hampir di 66 negara, kami memasarkan produk kami secara eksklusif. Anda hanya bisa membeli produk kami lewat konsultan kami, atau ikut bergabung menjadi konsultan kami dan dapatkan diskon hingga 50%. Perusahaan kami sudah terdaftar di APLI. Jadi tidak perlu khawatir.

Hub Konsultan di 081578729803 (Sunardi)

Semangat Sang Pejuang


A: Saya ingin menjadi pejuang. Hidup untuk orang lain. Itu mulia.
B: Kamu hebat, ya.
A: Demi masa.
B: Bawa uang berapa? Boleh pinjam?
A: Itulah ciri-ciri orang malas..!!
B: Maksud lho?!
A: Sedekah itu lebih baik dari pada meminta.
B: Aku kan tidak minta, cuma mau pnjam.
A: Memang...!! Tapi, hobimu, setiap saat hanya minta bantuan. Sukanya minta tolong. Nggak pernah nawarin pertolongan.
B: Katanya kamu hidup untuk orang lain. Kalau semua orang kamu motivasi untuk menjadi sepertimu, lalu siapa yang mau kamu tolong.
A: (Menatap, keningnya berkerut)
B: Kan sama aja bohong. Aku juga bisa bilang, "Aku akan menjadi orang yang selalu meminjamkan uang pada semua orang," tapi setiap ketemu orang, saya motivasi untuk begitu. Kan sama saja dengan bohongan.

Debat Guru Idealis dan Guru Realis

Matahari sudah agak tinggi, lebihh dari tongkat tingginya. Bumi sudah panas. Embun sudah tinggal sedikit. Daun sudah tampak sekali hijaunya, mengkilau. Penduduk desa sudah pada berangkat ke sawah, anak-anak juga sudah berada di sekolah.

Di salah satu ruang kantor sekolah ada dua guru sedang asyik mengobrol, berikut cuplikannya:



A: Saya tidak habis pikir, bagaimana jadinya dunia ini ke depan.
B: Sudah ada Tuhan yang mengurusi, Pak. (Sambil baca koran)
A: Tapi kan, kita sudah diangkat menjadi wakil-Nya untuk mengurusi dunia ini?!
B: Untuk memanfaatkannya juga, Pak.
A: Itu bukan yang utama. Kita mesti bertanggung jawab. Coba lihat generasi kita. Buuuaaaanyak sekali yang       tidak bermoral. Itu adalah cerminan bahwa kita, sebagai orang tua, terutama sebagai guru, gagal mengemban amanah Tuhan untuk mendidik mereka generasi kita.
B: (Tersenyum dalam hati) Aku sukses. Ni, perutku buncit (Berkata dalam hati)

A: Seharusnya, dan semestinya, kita sebagai guru fokus memikirkan generasi. Kalau perlu kita abdikan hidup kita 24 jam untuk memikirkan mereka. Keadaan, kondisi moral generasi sudah ssssaaaangat mengkhawatirkan. Ini sudah genting. Tidak bisa ngurusi dengan main-main.
B: Emang lho udah bisa buat anak bini lho tersenyum? (Berkata dalam hati)
A: Kalau saya jadi kepala sekolah, saya akan buat program dan aturan agar semua yang berada di dunia sekolah bekerja profesional dan tidak main-main.
B: Jadi menteri lebih baik, Pak. Gajinya juga lebih mahal.
A: Tidak digaji pun, saya akan terus berjuang mendidik generasi. Ini tanggung jawab kita yang tua. Perjuangan harus diusung. Dunia adalah tanggung jawab kita.
B: Dari mana lho bayar utang, kalau kerja nggak digaji. (Berkata dalam hati)
A: Saya melihat banyak ketidaksesuaian dalam pendidikan kita, khususnya di sekolah ini...!!
B: Apa saja, Pak?
A: Ya, banyak. Kurikulumnya. Bahan ajar. Metode mengajarnya. Perlakuan terhadap murid juga. (Tangannya melayang-layang mengilustrasikan). Kita tidak bisa sembarangan mengukur kemampuan siswa. Kita harus profesional. Program sekolah harus sesuai dengan konsep pendidikan kita, pendidikan nasional, pendidikan negara republik Indonesia.
B: Memang siapa yang membuat konsep pendidikan, Pak?
A: Ya, pemerintah. Pemerintah kita. Apa-apa yang sudah diatur oleh negara, jangan dilanggar agar pendidikan berjalan sebagaimana mestinya, dan sukses.
B: Benar juga, Pak. Tapi, negara itu siapa, Pak? Manusia, kan?
A: (Diam sejenak) Ya, mereka. Merek yang sudah profesional di bidang pendidikan. Mereka yang harus kita patuhi.
B: Ow... Terus, yang dikatakan sukses, bagaimana, Pak?
A: Ya sukses. Belajarnya berhasil. Nilai semua mata pelajaran selalu tinggi. Tidak ada yang tidak naik kelas. Tidak ada yang tidak lulus.
B: Tetangga saya tekun, pintar. Nilainya selalu tinggi waktu sekolah dulu. Tapi sekarang, ia sering pinjam uang ke tetangga yang lain. Dia ngajar di sekolah swasta. Katanya tidak perlu melamar, diminta lembaganya, tapi gajinya hanya 100 ribu sebulan.
A: Hidup memang perlu perjuangan! Itu bagus, berjuang.
B: Kalau begini, bagaimana, Pak? Saya punya banyak strategi.
A: Strategi apa?
B: Saya berencana merancang kebohongan-kebohongan agar saya bisa menjadi orang terhebat dan paling berkuasa, sehingga saya menjadi orang terkuat dan bisa mengatur negara, termasuk pendidikan. Kalau sudah begitu, saya tidak perlu protes sana-sini, tinggal bilang, "Kalian semua harus begini." Saya yakin mereka akan nurut. Dan, saya hidup kaya, tidak dimusuhi orang, dan hidup enak.
A: (Marah) Itu cara munafik...!!
B: (Tertawa) Gambarannya begini. Anda seorang diri naik motor di jalan raya lajur kiri. Anda benar. Tiba-tiba ada 3 bus dari arah berlawanan di lajur kanan, sejalur dengan anda. Anda mau mempertahankan kebenaran anda, atau mau keluar dari jalan? Keluar jalan, berarti menyerah.
A: Apa hubungannya?!
B: Pernah dengar aktifis mati terbunuh? (Sedikit berbisik)
A: (Pergi)
Powered by Blogger.

Blog Archive

 Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

HOT